Blog

  • Review Samsung Galaxy S25 Ultra

    Review Samsung Galaxy S25 Ultra

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Samsung pada awal 2025 membuka sesi baru sektor ponsel kelas melawan dengan merilis Samsung Galaxy S25 series yang mana menjanjikan performa Galaxy Artificial Intelligence —artificial intelligence (AI) unggulan dari Samsung– semakin cerdas kemudian dapat semakin memuaskan pengguna dengan rangkaian integrasi pada satu gawai.

    Dari tiga ponsel yang dimaksud dikenalkan di area seri tersebut, Samsung Galaxy S25 Ultra masih menjadi ponsel yang dimaksud paling mencuri perhatian sebab selain merupakan varian tertinggi, terdapat peningkatan lalu penyegaran baik dari spesifikasi hingga desain.

    ANTARA baru-baru ini berkesempatan merasakan segera pengalaman singkat dari Galaxy S25 Ultra kemudian berikut ulasannya.

    Kesan pada layar lalu desain

    Perbandingan desain Samsung Galaxy S23 Ultra (kiri) serta Samsung Galaxy S25 Ultra (kanan). (ANTARA/Livia Kristianti)

    Salah satu yang digunakan menjadi daya tarik pertama kali pada waktu disuguhi Galaxy S25 Ultra terletak dari inovasi desain yang kecil namun mencolok, yaitu inovasi dari setiap sisi ponsel yang dimaksud lebih banyak membulat dibandingkan ponsel-ponsel pendahulunya.

    Keputusan Samsung menyebabkan kesan rounded pada ponsel ini menjadi penyegaran yang dimaksud cukup menyenangkan bagi Galaxy Fan–sebutan penggemar gawai Samsung, pasca di tiga tahun terakhir disuguhi desain menyebabkan desain lugas berbentuk kotak untuk varian Ultra dari seri Galaxy S.

    Meski terjadi inovasi desain, namun kesan kokoh serta kuat tetap memperlihatkan mampu dipertahankan Galaxy S25 Ultra berkat kerangka titaniumnya.

    Selain itu, inovasi yang digunakan kasat mata terlihat ialah ponsel ini terasa tambahan ramping melebihi generasi sebelumnya. Padahal mengamati spesifikasi pada melawan kertas, Galaxy S25 Ultra mempunyai ukuran layar lebih lanjut besar yaitu 6,9 inci sementara Galaxy S24 Ultra juga S23 Ultra memiliki ukuran 6,8 inci.

    Ternyata pembaharuan itu dapat terjadi sebab Samsung memutuskan untuk menghurangi lebar layar lalu menambah panjang layar, sehingga ketika berada pada genggaman tangan pengguna Galaxy S25 Ultra terasa lebih besar pas.

    Ini memproduksi akses pemanfaatan dengan satu tangan lebih besar aksesibel, kemudian menurut ANTARA menjadi poin keunggulan Galaxy S25 Ultra dibandingkan para pendahulunya.

    Tampilan baru home screen dari Galaxy 25 Ultra berkat adanya One UI 7. (ANTARA/Livia Kristianti)

    Perubahan desain yang mana juga sangat terasa ialah desain bilah pencarian yang tersebut dipindahkan ke bagian bawah pada home screen dikarenakan Galaxy S25 Ultra dipasangi sistem operasi One UI 7.

    Secara fungsional pembaharuan ini cukup efektif oleh sebab itu pengguna sanggup lebih banyak mudah melakukan pencarian di dalam layar ponselnya. Namun memang benar dibutuhkan sedikit penyesuaian khususnya untuk mereka itu yang mana terbiasa dengan bilah pencarian di area bagian atas.

    AI terbaru

    Samsung pada presentasinya dalam Galaxy Unpacked menjanjikan bahwa Galaxy S25 Ultra mengakibatkan performa Kecerdasan Buatan yang tersebut makin unggul baik lewat cloud maupun yang tersebut dibawa di area di device (AI on Device).

    Hal ini juga terbukti pada ketika ANTARA menjajalnya, teristimewa untuk beberapa ciri Kecerdasan Buatan on Gadget yang mana berhubungan dengan pemrosesan hasil foto kemudian video.

    Salah satu layanan Teknologi AI yang digunakan diunggulkan pada ponsel ini ialah "Audio Eraser", layanan yang memungkinkan pengguna secara segera mengedit pendapat bising hingga ucapan latar yang tersebut tak diinginkan tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi.

    Saat layanan ini digunakan pada video yang dimaksud miliki tingkat kebisingan cukup tinggi, ternyata fasilitas ini telah bisa jadi meredam dengan baik kata-kata bising tersebut. Suara dari objek bisa saja terdengar lebih banyak jelas dan juga itu semua dimungkinkan dengan Teknologi AI baru ini.

    Fitur ini sangat membantu untuk pengguna yang merupakan kreator konten oleh sebab itu tidaklah perlu lagi melakukan pengeditan tambahan pada program lain.

    Ada juga fasilitas bernama "Best Face", ciri untuk memilih visual terbaik di sebuah foto ketika foto diambil dengan memanfaatkan "Motion Photo" dari kamera Galaxy S25 Ultra.

    Apabila pengguna mengambil foto wajah namun ternyata secara tiada sengaja hasil foto menunjukkan mata tertutup atau senyum yang digunakan kurang pas, fasilitas ini bisa jadi membantu pengguna mencari pose yang lebih banyak optimal dan juga menimbulkan hasil foto ini masih bisa jadi digunakan.

    Menariknya layanan "Best Face" dari Galaxy S25 Ultra adalah ciri Teknologi AI on Perangkat yang dimaksud artinya pengguna tidaklah membutuhkan paket data untuk menggunakannya.

    Ini menjadi keunggulan oleh sebab itu ciri mirip dari ponsel-ponsel kompetitor, membutuhkan paket data untuk menggunakannya dikarenakan Teknologi AI yang digunakan adalah Teknologi AI on Cloud.

    Performa Kecerdasan Buatan yang tersebut tambahan canggih juga dibuktikan lewat program kamera lantaran di area Galaxy S25 Ultra dihadirkan ProVisual Engine yang digunakan menghasilkan setiap jepretan visual dapat meminimalisir noise.

    Bahkan pada waktu mengabadikan dalam tempat gelap sekalipun sekarang Galaxy S25 Ultra mampu menghadirkan visual yang dimaksud tetap memperlihatkan beresolusi bagus serta tinggi. Hal ini dapat dilihat dari foto berikut.

    Hasil jepretan menggunakan lensa Ultrawide 50 MP pada Galaxy S25 Ultra yang mana tetap memperlihatkan jernih meskipun di tempat tempat gelap. (ANTARA/Livia Kristianti)

    Peningkatan ciri Teknologi AI juga dibawa ke fitur-fitur yang dimaksud menyokong produktivitas. Apabila sebelumnya Galaxy Artificial Intelligence memiliki ciri "Sketch to Image" yang digunakan cuma sanggup digunakan dari aplikasi mobile "Gallery"-nya, pada masa kini "Sketch to Image" juga hadir di tempat program "Notes" sehingga pengguna sanggup lebih banyak leluasa memanfaatkan Teknologi AI untuk berkreasi di area kanvas kosong.

    Memang masih berbagai yang bisa jadi dieksplorasi dari ponsel ini. Namun dari pengalaman singkat itu apabila dirangkum Galaxy S25 Ultra terbukti menyebabkan berbagai peningkatan memuaskan dari fitur-fitur Artificial Intelligence terbarunya.

    Ponsel ini mampu menjadi pilihan yang tersebut tepat untuk pengguna yang mana menyukai teknologi-teknologi terkini di gawai seperti AI. Ponsel ini juga mampu jadi pilihan untuk orang yang tersebut sudah ada terbiasa menggunakan Teknologi AI sebagai asisten di hidup sehari-harinya.

    View this post on Instagram

    A post shared by AntaraTV (@antaratv)

  • Apple ungkap iOS 18 digunakan dalam 68 persen perangkat iPhone

    Apple ungkap iOS 18 digunakan dalam 68 persen perangkat iPhone

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Appple mengungkapkan data pengguna iOS 18 yang dimaksud menunjukkan sistem operasi yang disebutkan telah terjadi terinstall pada 68 persen dari seluruh perangkat iPhone dan juga 76 persen pada perangkat iPhone yang dirilis selama empat tahun terakhir.

    Sementara itu, 19 persen perangkat iPhone menjalankan sistem operasi iOS 17 sedangkan 13 persen lainnya menggunakan sistem operasi yang dimaksud lebih banyak lama.

    Adapun perangkat iPhone selama empat tahun terakhir yang mana terpasang iOS 17 juga sebanyak 19 persen dari total keseluruhannya, sebagaimana dilansir dari Tech Crunch pada Minggu.

    Data ini menunjukkan jumlah total pengguna sistem operasi terbaru Apple ini turun 5 persen apabila dibandingkan dengan iOS sebelumnya. Hal yang disebutkan terjadi mengingat perbandingan jumlah total perangkat yang digunakan menggunakan iOS 17 lalu 18 dan juga para pengguna sistem operasi terdahulu yang cenderung bukan memperbarui OS pada perangkat mereka.

    Angka-angka yang mana ditunjukkan oleh data pengguna iPhone kali ini, mirip dengan data yang mana disajikan pada waktu iOS 17 masih baru diluncurkan.

    Sementara itu, hitungan adopsi iPadOS 18 jarak jauh lebih lanjut rendah daripada saudara selulernya. Saat ini, 53 persen dari semua iPad perangkat menjalankan iPadOS 18. Sedangkan pada perangkat iPad yang digunakan dirilis pada empat tahun terakhir, total pengguna iPadOS 18 berada di dalam bilangan 63 persen.

    Pendekatan Apple yang mana mulai berfokus pada kecerdasan buatan (AI) generatif besutan merek yakni Apple Intelligence, adalah keunggulan utama untuk iOS 18. Apple juga telah dilakukan meluncurkan versi stabil dari Apple Intelligence ke perangkat-perangkatnya iPhone, iPad, serta Mac.

    Apple Intelligence versi stabil itu hadir melalui tiga sistem operasi yang mana baru diriis yaitu iOS 18.1, iPadOS 18.1, dan juga macOS Sequoia 15.1. Pemrosesan Kecerdasan Buatan generatif ini diadakan secara secara langsung di area perangkat dan juga juga Private Cloud Compute, langkah itu diambil sebagai cara Apple menjaga privasi dan juga keamanan pengguna.

  • Hindari insiden Air Busan, ini cara aman bawa powerbank pada pesawat

    Hindari insiden Air Busan, ini cara aman bawa powerbank pada pesawat

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Kecelakaan pesawat kembali terjadi, kali ini menimpa maskapai Air Busan pada Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan. Pada Selasa, (28/12025) pesawat yang mana seharusnya terbang menuju Hong Kong mendadak terbakar sesaat sebelum lepas landas.

    Situasi darurat ini memproduksi 176 orang yang digunakan berada di area pada pesawat yang mana terdiri dari 169 penumpang lalu tujuh awak kabin harus dievakuasi dengan cepat menggunakan perosotan darurat.

    Beruntungnya tak ada korban jiwa di insiden tersebut, namun tujuh orang mengalami luka ringan. Sementara itu, hampir separuh badan pesawat dilaporkan hangus akibat kebakaran yang terjadi.

    Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap faktor pasti insiden ini. Namun, berdasarkan laporan media lokal yang digunakan diambil oleh CBS News, kebakaran diduga dipicu oleh ledakan sebuah powerbank milik penumpang yang mana tersimpan di dalam bagasi kabin berhadapan dengan tepatnya dalam bagian belakang pesawat.

    Aturan menghadirkan powerbank di dalam pesawat

    Dilansir dari situs Dinas Perhubungan Aceh menyebabkan powerbank di tempat di pesawat miliki aturan khusus demi keselamatan penerbangan. Aturan ini ditetapkan oleh otoritas penerbangan serta maskapai. Berikut panduannya:

    1. Kapasitas powerbank

    Powerbank dengan kapasitas hingga 100 Wh dapat dibawa ke di kabin pesawat tanpa memerlukan izin khusus dari maskapai. Jika kapasitasnya berada di dalam antara 100 hingga 160 Wh, penumpang masih dapat membawanya tetapi harus mendapatkan persetujuan dari maskapai dengan batas maksimal dua unit per orang.

    Namun, jikalau powerbank mempunyai kapasitas lebih tinggi dari 160 Wh, maka bukan diperbolehkan untuk dibawa baik dalam pada kabin maupun di tempat bagasi terdaftar.

    2. Penempatan powerbank

    Powerbank wajib disimpan di tempat di bagasi kabin dan juga tidak ada boleh dimasukkan ke di bagasi terdaftar. Hal ini disebabkan oleh risiko kebakaran yang tersebut dapat ditimbulkan oleh penyimpan daya lithium-ion jikalau terjadi kehancuran atau korsleting.

    Dengan menyimpannya pada kabin, awak pesawat dapat segera menangani jikalau terjadi insiden yang digunakan tak diinginkan. Selain itu, powerbank tidaklah boleh digunakan selama pesawat sedang mengisi unsur bakar atau di kondisi parkir di dalam darat.

    3. Pengemasan lalu penggunaan

    Demi keamanan, powerbank sebaiknya disimpan di kemasan aslinya atau kantong pelindung untuk menghindari korsleting akibat kontak dengan benda logam. Selain itu, powerbank harus pada keadaan mati dan juga tiada diperbolehkan digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan.

    4. Aturan maskapai kemudian regulasi internasional

    Setiap maskapai penerbangan mungkin saja memiliki kebijakan tambahan terkait pembawaan powerbank. Oleh oleh sebab itu itu, sebelum melakukan perjalanan, penting bagi penumpang untuk memeriksa aturan maskapai yang mana akan digunakan.

    Aturan umum ini merujuk pada pedoman yang dikeluarkan oleh organisasi penerbangan internasional, seperti International Air Perhubungan Association (IATA) dan juga Federal Aviation Administration (FAA).

  • Realme GT7 muncul di area daftar Geekbench sinyal siap dirilis 

    Realme GT7 muncul di area daftar Geekbench sinyal siap dirilis 

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Realme nampak bersiap untuk merilis Realme GT7 setelahnya baru-baru ini muncul pada daftar media benchmark ponsel Geekbench yang digunakan terdaftar dengan kode RMX5090.

    Laporan GSM Arena, Hari Senin (3/2) waktu setempat, menyebutkan bahwa di area media yang dimaksud ponsel pintar ini mencetak skor sebesar 2904 untuk tes single-core, sementara untuk tes multi-score senilai 8976.

    Secara singkat ponsel pintar ini mengakibatkan chipset Snapdragon 8 Elite juga didukung dengan RAM 16 GB didukung juga sistem operasi Android 15.

    Ponsel ini juga telah dilakukan tersertifikasi dari China Compulsory Certification (CCC) yang tersebut dikantongi sejak pertengahan Januari 2025 menciptakan kemunculannya di tempat Geekbench menjadi sinyal yang dimaksud kuat ponsel ini akan hadir di waktu dekat dalam pasaran.

    Selain spesifikasi yang digunakan sudah ada disebutkan di dalam atas, diharapkan ponsel pintar ini akan hadir dengan dukungan pengisian daya cepat 120W.

    Diharapkan juga dukungan spesifikasi kamera dari ponsel ini akan mirip dengan kakaknya yaitu realme GT7 Pro yang digunakan muncul di tempat 2024 dengan kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 8MP, lalu kamera swafoto 16 MP.

    Secara umum terlihat miliki beberapa spesifikasi inti yang tersebut sejenis antara realme GT7 juga GT7 Pro, namun mungkin saja hanya Realme akan memberi kejutan untuk membedakan keduanya.

    Semua ini masih terdiri dari proyeksi sehingga untuk memastikannya akan tambahan tepat bagi realme untuk mengumumkannya.

  • Layar Samsung tak redup otomatis jikalau akumulator hampir habis di tempat One UI 7

    Layar Samsung tak redup otomatis jikalau akumulator hampir habis di tempat One UI 7

    Ligapedia.news Ibukota – Layar ponsel keluaran terbaru dari pabrikan selama Korea Selatan, Samsung, tidaklah lagi meredup otomatis apabila daya sel hampir habis, pasca tombol opsi untuk mematikan "auto dim screen" diperkenalkan pada tampilan antarmuka pengguna termutakhir di dalam One UI 7.

    Menurut laporan Android Central diambil Selasa bahwa tampilan menu pengaturan akumulator ponsel pada One UI yang dimaksud baru dapat mengatasi gangguan kecerahan layar itu, yang berarti pengguna memiliki kendali penuh berhadapan dengan penyesuaian kecerahan layar, meskipun daya sel ponsel hanya sekali tersisa lima persen.

    Jika fasilitas "meredupkan layar otomatis" itu hidup, kecerahan layar umumnya akan berkurang signifikan hingga nyaris sulit terlihat oleh mata, bahkan pada kondisi pencahayaan ruangan yang mana cukup terang.

    Memang, meredupkan otomatis layar ponsel untuk menghemat elemen penyimpan daya adalah pendekatan yang mana rasional, namun berpotensi mengganggu penyelenggaraan perangkat, teristimewa pada situasi kritis. Memberikan pengguna kebebasan untuk menekan tombol "auto dim screen" dari "on" menjadi "off" yang dimaksud merupakan salah satu pembaruan yang mana progresif di One UI 7.

    One UI 7 resmi dirilis untuk seri Galaxy S25 dan juga pada versi beta untuk seri S24. Pembaruan One UI untuk seri Galaxy S yang tersebut memenuhi ketentuan dirilis pada Q1 2025 hingga akhir Maret mendatang. Jadi, mungkin saja ini berarti perangkat seperti perangkat lipat dan juga tabletnya perlu mengawaitu hingga Q2 atau lebih.

    One UI 7 menyebabkan "Personal Angka Engine", "Now Bar", kemudian berbagai lagi.

    One UI 7 menggunakan sistem operasi Android 15 yang tersebut disebut "Vanilla Ice Cream".

  • realme siap pamerkan teknologi baru dalam MWC 2025

    realme siap pamerkan teknologi baru dalam MWC 2025

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Korporasi teknologi, realme, mengumumkan persiapannya untuk berpartisipasi di event teknologi tingkat global Mobile World Congress (MWC) 2025 yang diselenggarakan dalam Barcelona, Spanyol.

    realme menyiapkan teknologi seluler terbarunya serta akan datang mengungkap rencana strategis tiga tahunnya pada pada acara level internasional itu.

    Dalam siaran pers realme, Kamis, salah satu teknologi unggulan yang digunakan akan dipamerkan realme pada MWC 2025 ialah pencitraan optik yang meningkatkan fotografi seluler ke level DSLR.

    Meramaikan persiapan realme untuk unjuk gigi di MWC 2025, maka dari itu diselenggarakan kompetisi bertajuk #Shotonrealme bagi para pecinta fotografi khususnya para penggemar realme yang dimaksud akrab disapa realme Fans.

    Kompetisi ini diklaim menjadi bukti nyata komitmen realme pada memperkuat realme Fans yang mana didominasi anak muda untuk mengekspresikan diri melalui lensa smartphone.

    “Program ini menjadi salah satu bentuk apresiasi kami untuk mereka. Dengan menghadirkan kembali kompetisi #Shotonrealme, realme ingin merayakan kreativitas para Fans juga terus menyokong semangat merek di dunia fotografi,” ujar Public Relations Lead realme Indonesia Krisva Angnieszca.

    Kompetisi #Shotonrealme hadir dengan aturan lalu ketentuan yang dimaksud mudah, kemudian dirancang khusus untuk melibatkan komunitas.

    Setiap pekannya selama Februari 2025 akan ada tema yang mana unik untuk menginspirasi para peserta.

    Peserta dapat mengirimkan karya dia dengan mengunggah foto yang digunakan diambil dengan smartphone realme di dalam platform realme Community pada bentuk thread.

    Untuk menyelesaikan kirimannya, partisipan harus mengikuti akun Instagram @realmeindonesia kemudian @realmecommunity.

    Karya terbaik akan dipilih secara langsung oleh regu realme, juga tiap pekan terdapat “Honorable Mention” untuk foto terpilih yang akan dipublikasikan pada akun instagram realme Indonesia, sehingga dapat memberikan pengakuan yang mana tambahan luas untuk para peserta.

    Sedangkan sebagai bentuk apresiasi, pada akhir bulan, 3 komoditas realme akan diberikan untuk masing-masing pemenang.

    Hadiah yang dimaksud menjadi bentuk pengakuan untuk bakat dia kemudian memotivasinya untuk terus mengejar kemampuan kreatif mereka.

    Dalam turnamen MWC 2025, selain menghadirkan terobosan baru di pengalaman kamera, realme juga akan memperkenalkan pembaharuan Teknologi AI terbarunya dari realme NEXT Artificial Intelligence lab.

    Sebuah perubahan yang digunakan dirancang untuk meningkatkan interaksi pengguna lalu kinerja kamera dengan fitur-fitur cerdas.

    Dalam acara yang disebutkan realme juga akan menghadirkan ruang imersif dengan teknologi mutakhirnya berpadu dengan desain masa pada saat ini sehingga pengunjung dapat dengan segera menjajal inovasi-inovasi mulai dari pencitraan optik inovatif hingga Teknologi AI yang mana makin canggih.

  • Samsung seri Galaxy S25 tawarkan Artificial Intelligence untuk kemudahan pembuatan konten

    Samsung seri Galaxy S25 tawarkan Artificial Intelligence untuk kemudahan pembuatan konten

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Organisasi teknologi jika Korea Selatan, Samsung menghadirkan pembaharuan terbaru di tempat Galaxy S25 Series untuk memudahkan pengguna di pembuatan konten berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dimaksud semakin terintegrasi dan juga personal.

    "Samsung terus berinovasi dengan meluncurkan Galaxy S25 Series yang digunakan hadir dengan berbagai layanan canggih," kata Senior Manager MX Product Marketing Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan di area Jakarta, Kamis.

    Beberapa keunggulan yang digunakan disematkan Samsung pada ponsel terbaru mereka itu membantu para pengguna menciptakan konten berkualitas tinggi. Salah satu layanan andalan seri Galaxy S25 adalah kamera yang digunakan dibantu teknologi AI.

    Samsung terus melanjutkan inovasinya di menghadirkan kamera flagship dengan kemampuan ultrawide 50MP dan juga Next Generation Pro Visual Engine untuk hasil foto dan juga video yang lebih tinggi estetik. Kemampuan untuk menangkap objek makro dibuat menjadi lebih tinggi baik serta setup kamera resolusi tinggi semakin memperkaya pengalaman pembuatan konten.

    Untuk para vlogger atau pembuat konten video, fasilitas Audio Eraser pada seri Galaxy S25 dapat digunakan untuk menghapus suara-suara yang digunakan tiada diinginkan, seperti angin, musik, atau kebisingan sekitar. Fitur itu memungkinkan pembuatan konten yang lebih besar bersih serta profesional tanpa perlu perangkat lunak penyuntingan tambahan.

    Samsung juga menghadirkan Virtual Aperture, layanan pada Expert Raw yang memberi keleluasaan pada kustomisasi pembuatan konten dengan kontrol penuh berhadapan dengan aspek kamera.

    Tak semata-mata itu, Galaxy S25 Series dilengkapi dengan Portrait Studio yang mana sudah pernah diperbaharui.

    "Foto potret sekarang ini lebih tinggi detail lalu natural berkat peningkatan teknologi pada Galaxy S25 Series, menghilangkan efek kartun yang tersebut masih ada pada model sebelumnya, sehingga menghasilkan kembali gambar yang mana lebih besar halus serta realistis," ujar Ilham.

  • Anjas Maradita pilih Galaxy S25 Series untuk memproduksi konten Artificial Intelligence

    Anjas Maradita pilih Galaxy S25 Series untuk memproduksi konten Artificial Intelligence

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Anjas Maradita, Teknologi AI Expert sekaligus Content Creator dikenal terlibat memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan kreativitasnya pada memproduksi konten.

    Ia baru-baru ini memilih Galaxy S25 Series sebagai andalannya di setiap proses kreasi kontennya.

    "Saat mencoba Galaxy S25 Ultra, saya percaya untuk pilih smartphone ini sebagai mitra berkreasi ketika menyebabkan konten. Alasannya ada dua, yaitu teknologi Kecerdasan Buatan yang mana terintegrasi antar program juga kualitas kamera yang digunakan sangat beragam dan juga nggak ada tandingannya," kata Anjas pada acara "Galaxy Kecerdasan Buatan for Content Creation" yang dimaksud dijalankan di tempat Jakarta, Kamis.

    Anjas mengatakan, teknologi Artificial Intelligence sangat membantu mempercepat proses-proses yang dimaksud sebelumnya menghabiskan waktu yang tersebut relatif lama.

    Adapun pemakaian Kecerdasan Buatan di area Galaxy S25 Series untuk meningkatkan kualitas dan juga efisiensi pada pembuatan konten, di area antaranya dengan memanfaatkan Gemini Live.

    Dengan Gemini Live, Anjas dapat menonton video panjang di dalam YouTube dan juga meminta-minta Kecerdasan Buatan untuk merangkum informasi penting dari video tersebut, bahkan menanyakan tambahan sejumlah detail terkait topik yang dibahas.

    Selanjutnya, ciri Audio Eraser yang mana bisa jadi mendeteksi hingga enam tipe ucapan seperti ucapan, musik, angin, alam, keramaian, serta kebisingan.

    Menurut dia, fasilitas ini mampu menyesuaikan besar ucapan dalam setiap kategori untuk mendapatkan kualitas konten yang digunakan lebih lanjut bersih.

    “Fungsi ini sudah ada built-in dalam Gallery tanpa perangkat lunak tambahan yang mana rutin berbayar, jadi pengalamannya benar-benar seamless,” ujarnya.

    Anjas menambahkan, layanan Generative Edit semakin mempermudah pada mengedit foto dengan lebih besar lancar.

    Galaxy S25 Series memungkinkan Kecerdasan Buatan mendeteksi objek serta mengisi latar belakang secara lebih besar alami, memproduksi hasil editing semakin sempurna.

    Selain itu, ia juga menggunakan Generative Edit untuk menimbulkan karakter Kecerdasan Buatan sehingga menciptakan visual yang tersebut berbeda juga kreatif, sesuai dengan tren animasi yang tersebut sedang berkembang.

    Kemudian, Anjas memanfaatkan Kecerdasan Buatan Select untuk menimbulkan GIF dari berbagai gambar atau video pada konten yang digunakan sudah ada dibuat.

    Fitur ini memungkinkannya untuk dengan cepat memilih frame dari video atau gambar lalu mengubahnya menjadi GIF yang siap diunggah ke media sosial.

    "AI Select memudahkan saya menyebabkan GIF dari konten yang mana telah saya buat. Jadi, saya bisa saja segera menyebabkan cuplikan menarik untuk pemasaran di dalam Instagram Story atau platform digital lain pada hitungan detik," katanya.

  • Samsung Galaxy S26 diperkirakan pakai Exynos

    Samsung Galaxy S26 diperkirakan pakai Exynos

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Setelah menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite dari Qualcomm pada keluarga Galaxy S25 yang mana dirilis Hari Jumat (7/2) oleh sebab itu tahun lalu menghadapi permasalahan produksi SoC Exynos 2500, Samsung diperkirakan kembali memakai chipset Exynos pada seri Galaxy S26.

    Menurut siaran publikasi Korea Selatan The Bell yang diambil oleh GSM Arena pada hari terakhir pekan (7/2), Samsung Electronics awalnya berencana memasang Exynos 2500 dalam Galaxy S25.

    Namun, lantaran produksi massal chip yang dimaksud tertunda, Galaxy S25 akhirnya dipasangi Snapdragon 8 Elite.

    Sementara itu, proses praproduksi SoC Exynos 2600 pada waktu ini dilaporkan berjalan sesuai jadwal.

    Jika tidak ada ada yang tersebut masalah, maka produksi massal chip yang disebutkan diharapkan dapat dimulai pada kuartal keempat tahun 2025 agar dapat digunakan pada perangkat Galaxy S26 yang digunakan akan dirilis Januari 2026.

    Exynos 2600 akan dibuat menggunakan proses SF2 2nm Samsung, yang mana diharapkan akan stabil untuk produksi pada paruh kedua tahun 2025.

    Perusahaan dilaporkan berada dalam mengerahkan sumber daya supaya produksi massal Exynos 2600 mampu dilaksanakan tepat waktu. Dengan demikian, hambatan yang tersebut terjadi di produksi SoC Exynos 2500 tidak ada terulang.

  • iPhone SE 4 dikabarkan rilis pekan depan

    iPhone SE 4 dikabarkan rilis pekan depan

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Apple dikabarkan mungkin saja merilis ponsel pintar yang dimaksud ramah di dalam kantong bagi pelanggan yaitu iPhone SE 4 memulai rangkaian produknya di tempat 2025.

    Dilaporkan oleh GSM Arena pada hari terakhir pekan (7/2), kabar ini datang pertama kali dari jurnalis senior Bloomberg Mark Gurman.

    Lebih lanjut, perilisan item ini tidaklah akan diberitahukan secara megah seperti iPhone series lainnya juga hanya sekali akan diungkap dengan merilis siaran pers.

    iPhone entry-level baru yang disebutkan diharapkan akan mulai dijual akhir bulan ini dengan nilai tukar awal 499 dolar Negeri Paman Sam (sekitar Rp8,1 juta).

    Perilisan item iPhone SE 4 juga ditandai dengan stok iPhone SE (2022) yang dimaksud merupakan generasi pendahulu makin menipis pada peritel barang Apple serta tidaklah akan ditambah kembali stoknya.

    Apabila rumor yang beredar selama ini benar, iPhone SE 4 akan menjadi ponsel pintar Apple pertama dengan modem seluler internal, serta menjadi pembuka jalan bagi masa depan Apple tanpa bergantung pada Qualcomm.

    Membahas spesifikasi lainnya, iPhone SE 4 diharapkan terlihat seperti iPhone 14 dengan layar Super Retina XDR OLED 6,1 inci yang digunakan miliki notch kemudian tata letak tombol yang digunakan sama.

    Bagian belakang akan menampung satu kamera utama 48MP sementara bagian pada akan menawarkan chipset Apple A18 yang dipasangkan dengan RAM 8GB yang mampu menjalankan Apple Intelligence.

    Ponsel baru ini juga diharapkan memiliki port USB-C yang dimaksud akan menjadi tambahan yang tersebut disambut baik untuk pangsa di dalam Uni Eropa, pada mana konektor itu sekarang wajib ada pada semua perangkat elektronik kecil kemudian menengah baru.