
Ibukota – Kiper Harlan Suardi dipastikan absen tiga bulan membela PSIM Yogyakarta untuk mengarungi kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.
Dikutip dari laman resmi klub, Kamis, Harlan tiada dapat membela PSIM Yogyakarta selama tiga bulan dikarenakan mengalami cedera meniskus lutut kanan saat menjalani pertemuan latihan rutin.
Dokter grup PSIM Yogyakarta Hansel menjelaskan sebelumnya pihaknya sempat mengira Harlan mendapatkan cedera ACL, namun setelahnya pemeriksaan pertama kegelisahan itu tak terbukti.
"Tetapi setelahnya konsultasi dengan dokter ortopedi di Rumah Sakit Bethesda, ternyata cederanya itu adalah meniskus (tulang rawan yang digunakan berfungsi sebagai bantalan di sendi lutut). Jadi, ada sobekan kecil pada meniskus lutut kanannya," ungkap Hansel.
Hansel menjelaskan pada waktu ini Harlan fokus mendapatkan inisiatif perawatan cedera dalam bentuk istirahat serta fisioterapi, berikutnya dua minggu setelahnya cedera mantan kiper PSM Makassar itu akan melakukan MRI.
"Kalau kemungkinan kembali ke lapangan sekitar 6 sampai 8 minggu, tapi balik lagi, nanti akan disesuaikan dengan hasil MRI besok seperti apa," kata Hansel.
Hansel menjelaskan Harlan melakukan perawatan cedera diwujudkan pada kota kelahiran kiper yang disebutkan Makassar serta hal itu berdasarkan persetujuan pasukan medis PSIM.
Hal yang disebutkan disetujui pihak PSIM dikarenakan sekarang ini sedang memasuki jeda kompetisi BRI Super League juga Hansel menyimpulkan faktor dukungan keluarga juga sangat penting di serangkaian penyembuhan cedera Harlan.
"Cedera meniskus ini kan cukup berat untuk atlet, jadi kami pikir, selain perawatan medisnya, Harlan juga butuh dukungan dari keluarga," kata Hansel.
"Karena pertimbangan itu juga bertepatan dengan pasukan sedang libur juga, jadi kami memutuskan untuk perawatan awal dalam Makassar dulu. Setiap perawatan yang dimaksud diwujudkan ke Makassar, hasilnya dilaporkan untuk kami. Sehingga kami mampu bergabung memantau perkembangannya," kata dia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



