
Ibukota Indonesia (ANTARA) – Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Nusantara (Gaikindo) Kukuh Kumara optimis bursa otomotif nasional mampu bertumbuh dalam tahun 2026, meskipun dihadapkan dengan beragam tantangan ekonomi, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah.
“Kita harus optimis. Kalau kita lihat dari capaian sampai bulan April kan masih positif. Walaupun ada pemberitaan sana-sini, tapi angkanya menunjukkan pemasaran masih positif,” kata Kukuh Kumara untuk media pada Jakarta, Selasa.
Dia melanjutkan bahwa kesempatan positif yang mana muncul di dalam April 2026, harus terus dijaga agar daya beli masyarakat terhadap kendaraan kekal terpelihara juga lapangan usaha otomotif nasional terus meningkat.
Baca juga: Gaikindo sebut importasi tekan lapangan usaha kendaraan niaga di negeri
Baca juga: Pelaku lapangan usaha mendukung pemanfaatan materi bakar nabati
Menurut asosiasi, sektor otomotif memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional sebab melibatkan rantai sektor yang digunakan luas, mulai dari manufaktur kendaraan, komponen, hingga sektor pendukung lainnya.
“Kalau sektor otomotif ada pembelinya, industrinya muter. Mau kendaraan penumpang maupun kendaraan komersial, teristimewa yang tersebut diproduksi di pada negeri,” ujar dia.
Oleh dikarenakan itu, ia menafsirkan bahwa walaupun rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS, Gaikindo memandang pelaku bidang otomotif tidaklah akan terburu-buru meningkatkan nilai tukar kendaraan.
Produsen disebut masih mempertimbangkan banyak factor sebelum mengambil kebijakan penyesuaian harga, satu di antaranya kondisi stok kendaraan, komponen, hingga komitmen pembelian material baku jangka panjang.
Gaikindo juga mengingatkan bahwa kenaikan nilai tukar yang terlalu cepat justru berpotensi menyebabkan konsumen menahan pembelian. Jika itu terjadi, jualan bidang sanggup melambat oleh sebab itu stok kendaraan yang dimaksud tersedia ke pabrikan kemudian diler masih cukup besar.
Gaikindo sendiri tidak ada menetapkan target spesifik jualan otomotif tahun ini. Namun, merek berharap performa pangsa dapat lebih besar baik dibandingkan 2025.
Optimisme yang dimaksud diharapkan semakin kuat dengan hadirnya beraneka produk-produk baru dan juga penyelenggaraan pameran otomotif yang mana mampu mendebarkan minat masyarakat.
Baca juga: Sektor komersial jadi kunci pertumbuhan otomotif tanah air
Untuk semakin menggenjot pemasaran kendaraan di dalam Indonesia, Gaikindo menghadirkan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, yang mana mengusung tema tema besar “Eye of the Future” yang mana menggambarkan masa depan kendaraan pintar serta ramah lingkungan.
Berbagai teknologi otomotif modern seperti kendaraan berbasis kecerdasan buatan, sistem kemudi otomatis, hingga solusi mobilitas berkelanjutan akan berubah menjadi sorotan utama.
Hingga Mei 2026, lebih lanjut dari 60 merek kendaraan sudah menyatakan bergabung serta pada kompetisi ini, didukung beratus-ratus merek bidang pendukung otomotif.
Penyelenggara optimistis semakin luasnya penyelenggaraan GIIAS akan membuka kesempatan lebih tinggi besar bagi perkembangan lapangan usaha otomotif nasional sekaligus meningkatkan antusiasme penduduk terhadap teknologi kendaraan masa depan.
Pada tahun ini, terdapat enam jenama baru yang tersebut bergabung juga di pameran yang digunakan akan segera berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di dalam Tanah Air Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Baca juga: Gaikindo perluas pameran GIIAS hingga Bali dalam 2027
Baca juga: Tema GIIAS Eye of the Future representasikan otomotif masa depan
Baca juga: Penjualan mobil China dalam Indonesi naik 96,2 persen pada April 2026



