
Ibukota Indonesia – Federasi Futsal Tanah Air (FFI) memiliki target dapat miliki kompetisi futsal berjenjang mulai dari tingkat pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga klub profesional pada pengembangan futsal di Indonesia.
"Kami ingin kompetisi futsal berjenjang dari mulai SMP, SMA, sampai akhirnya dia (para atlet) memilih klub profesionalnya," kata Sekretaris Jenderal FFI Budi Setiawan pada waktu ditemui dalam Jakarta, Jumat.
Budi menyampaikan hal itu berkaitan dengan rencana besar FFI di mengembangkan olahraga futsal melalui pembenahan sistem kompetisi.
Saat ini, FFI mempunyai dua kompetisi futsal resmi yang bergulir secara rutin yaitu Pro Futsal League (PFL) dan juga PFL 2 untuk klub-klub futsal. Namun, belum ada kompetisi futsal di dalam tingkat bawah atau dari kalangan pelajar.
Oleh sebab itu, Budi melanjutkan, selain berupaya memperbanyak tim-tim untuk berkompetisi dalam PFL, pihaknya juga memiliki target akan ada kompetisi berjenjang dari tingkat pelajar SMP.
"Dari semua kompetisi yang mana dilakukan bermacam pihak yang digunakan nantinya akan kami pilih atau kami ciptakan sendiri, kami ingin kompetisi berjenjang seperti yang ada di kompetisi bisbol (di negara-negara lain)," kata dia.
Dalam kompetisi bisbol, kata dia, peserta terbaik dari kompetisi di tingkat bawah secara langsung direkrut klub-klub pada bursa transfer.
Pihaknya menginginkan agar sistem seperti itu diterapkan untuk olahraga futsal di Nusantara di beberapa tahun ke depan.
Pemain-pemain futsal yang menonjol dari kompetisi ke tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi mampu masuk di biosfer ke klub-klub ke PFL.
"Tentunya kami juga berharap total klub-klub di dalam PFL bisa jadi lebih banyak dari 12, tetapi tidaklah juga terlalu banyak untuk menyimpan kompetisi level profesional harus sehat," tutur dia.
Terkait pembenahan kompetisi tersebut, instruktur pasukan nasional futsal Tanah Air Hector Souto juga menekankan pentingnya mendirikan sistem kompetisi yang dimaksud baik juga berkelanjutan.
Juru taktik jika Spanyol itu memperlihatkan dalam Spanyol, anak-anak mulai bermain sejak usia empat hingga enam tahun kemudian mengikuti kompetisi sepanjang tahun.
Mereka tiada hanya saja bermain pertandingan berikutnya mengantisipasi satu bulan untuk kejuaraan berikutnya, tetapi bermain secara rutin setiap pekan.
Souto mengakui Indonesi mempunyai peluang futsal yang digunakan sangat besar, apalagi sekitar 110 jt penduduk berusia pada bawah 23 tahun. Kalau semakin banyak dari merekan bermain futsal, maka mungkin bermetamorfosis menjadi salah satu olahraga paling populer di Indonesia.
"Potensi ini luar biasa. Jadi kenapa kita tiada mengembangkannya? Kita hanya saja diperlukan menemukan cara yang dimaksud tepat untuk menerapkannya dengan dukungan pemerintah. Selain itu, federasi, akademi, juga harus bekerja mencari sponsor dalam wilayah per individu akibat itu akan sangat penting," tutur dia.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada website web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



