berita viral

Pemimpin BRICS serukan pencabutan sanksi kegiatan ekonomi juga perdagangan Kuba

New Delhi – Negara-negara BRICS menyerukan pencabutan pembatasan ekonomi, perdagangan, juga keuangan terhadap Kuba, demikian pengumuman para pemimpin pada KTT BRICS di dalam New Delhi yang mana dipublikasikan pada Sabtu.

KTT BRICS ke-18 berlangsung pada 12-13 September dalam New Delhi, India.

“Kami menegaskan kembali perlunya mengakhiri langkah-langkah ekonomi, komersial, dan juga keuangan terhadap Kuba sesuai dengan Resolusi Majelis Umum PBB A/RES/80/4,” demikian bunyi dokumen tersebut.

Negara-negara BRICS juga menyatakan keprihatinan berhadapan dengan situasi yang dihadapi Kuba, dengan mempertimbangkan status Amerika Latin kemudian Karibia sebagai zona perdamaian, tambah pemberitahuan tersebut.

“Dengan menekankan karakter Amerika Latin juga Karibia sebagai zona perdamaian yang digunakan dibangun berdasarkan rasa saling menghormati, penyelesaian sengketa secara damai, juga prinsip nonintervensi, kami menyatakan keprihatinan mendalam berhadapan dengan situasi yang digunakan berkaitan dengan Kuba akibat pengetatan langkah-langkah blokade sepihak terhadap negara itu," demikian bunyi pengumuman tersebut.

"Kami juga menyatakan keprihatinan menghadapi dampak buruk blokade yang disebutkan terhadap perekonomian Kuba serta pasokan energi, dan juga dampak kemanusiaan yang mana mengkhawatirkan terhadap rakyat Kuba,” lanjut pengumuman tersebut.

Belakangan ini, Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan urusan politik dan juga perekonomian terhadap Kuba. Pada akhir Januari, Negeri Paman Sam mengizinkan pengenaan bea masuk terhadap impor dari negara-negara yang dimaksud memasok minyak ke Kuba lalu menyatakan keadaan darurat dikarenakan dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.

BRICS merupakan organisasi antarpemerintah yang dibentuk pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, serta China, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2011. Sejumlah negara lainnya bergabung dengan BRICS sejak 2024. India memegang keketuaan BRICS secara bergilir tahun ini.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles