lifestyle

Doa tolak bala juga bencana, lengkap Arab latin dan juga artinya

DKI Jakarta – Bencana seperti banjir, gempa bumi, kebakaran, hingga tanah longsor dapat berlangsung tanpa mengenal waktu. Selain melakukan bervariasi upaya pencegahan dan juga menjaga keselamatan, umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa sebagai bentuk memohon pengamanan untuk Allah SWT.

Salah satu doa yang mana dapat diamalkan untuk memohon pemeliharaan dari bervariasi musibah lalu bencana adalah doa yang mana diajarkan Rasulullah SAW. Doa yang dimaksud memohon agar seseorang dijauhkan dari reruntuhan, jatuh dari tempat tinggi, tenggelam, kebakaran, hingga kematian akibat sengatan binatang.

Berikut bacaan doa terhindar dari bala lalu bencana lengkap dengan tulisan Arab, latin, juga artinya.

Bacaan doa terhindar dari bencana

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا

Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hadmi, wa a'ûdzu bika minat taraddî, wa a'ûdzu bika minal gharqi wal harîqi, wa a'ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu 'indal mauti, wa a'ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a'ûdzu bika an amûta ladîghan.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang mana tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam juga kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan sewaktu (menjelang) kematian. Aku berlindung kepada-Mu dari terhenti ke jalan-Mu di keadaan melarikan diri. Dan aku berlindung kepada-Mu dari tertutup akibat sengatan binatang.”

Doa yang dimaksud memuat permohonan proteksi dari banyak keadaan yang tersebut dapat membahayakan keselamatan manusia. Doa yang disebutkan bersumber dari riwayat yang dinisbatkan untuk Rasulullah SAW dan juga dicantumkan di Sunan an-Nasa'i.

Selain doa tersebut, terdapat pula doa Rasulullah SAW yang digunakan secara khusus memohon pemeliharaan dari beragam penyakit. Dalam riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ، وَالْجُنُونِ، وَالْجُذَامِ، وَسَيِّئِ الْأَسْقَامِ

Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal barashi, wal junūni, wal judzāmi, wa sayyi’il asqāmi.

Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit lepra, gila, kusta, juga penyakit-penyakit buruk.” Doa ini diriwayatkan dari Anas bin Malik lalu tercantum pada riwayat Abu Dawud.

Doa sebagai ikhtiar batin

Membaca doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin pribadi Muslim di memohon pemeliharaan untuk Allah SWT. Namun, doa tak menggantikan ikhtiar lahiriah untuk mengempiskan risiko bencana.

Upaya seperti mengikuti informasi peringatan serius dini, mengetahui jalur evakuasi, mematuhi arahan petugas, dan juga menyimpan lingkungan tetap penting diwujudkan saat menghadapi peluang bencana.

Dengan demikian, membaca doa dapat diwujudkan bersamaan dengan beragam langkah keselamatan. Permohonan pengamanan terhadap Allah SWT menjadi bagian dari ikhtiar manusia Muslim, sementara upaya pencegahan serta tindakan keselamatan tetap harus direalisasikan sesuai keadaan yang tersebut dihadapi.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles