olahraga

Antasyafi Robby persembahkan medali emas untuk sang ibu

Ibukota – Atlet panjat tebing Indonesi Antasyafi Robby Al Hilmi mempersembahkan medali emas untuk sang ibu pasca menjuarai World Climbing Series Guiyang 2026 kategori speed putra di Guiyang, China, Jumat.

"Ibu, akhirnya aku emas!" ujar Robby, diambil dari rilis yang mana diterima ke Jakarta, Jumat.

Atlet berusia 19 tahun itu mengaku sangat senang juga tak menyangka sanggup meraih medali emas pertamanya dikarenakan sebelumnya baru dapat mendapatkan medali perak pada edisi Madrid serta Chamonix.

"Saya senang oleh sebab itu itu emas pertama saya dalam World Climbing Series. Hasil itu berkat dukungan semua pihak juga latihan dengan teman-teman atlet ke Indonesia," jelas Robby.

Ia juga mengaku tak menduga sanggup memecahkan catatan waktu terbaiknya serta menurutnya, kekalahan tiga kali di dalam World Climbing Series sebelumnya berubah menjadi pemicu semangat untuk berubah jadi semakin baik serta cepat.

Meskipun telah berhasil mendapatkan emas, Robby mengaku masih punya "pekerjaan rumah" sehingga beliau merasa masih berbagai aspek yang digunakan penting ditingkatkan khususnya untuk teknik pemanjatan.

Robby berhasil meraih medali emas World Climbing Series Guiyang 2026 setelahnya mengungguli dua atlet China Ling Yongzhi, Chu Shouhong dan juga satu atlet Negeri Matahari Terbit Ryo Omasa pada partai final.

Dia memiliki torehan waktu tercepat dengan 4,65 detik, disertai Ling Yongzhi (4,75 detik) meraih medali perak lalu Shouhong Chu (4,80 detik) mendapatkan medali perunggu.

Sementara, instruktur kepala Galar Pandu Asmoro mengaku bangga dengan pencapaian Robby. Galar berhadap keberhasilan Robby pada nomor speed perorangan mampu disertai dengan keberhasilan di dalam nomor speed relay.

"Kami berharap akan ada medali lagi yang mana didapat dari nomor relay," ujar Galar.

Berkat kemenangan tersebut, Robby kokoh bertengger pada peringkat satu dunia speed perorangan putra seri 2026 dengan skor 2.864.

Atlet panjat Tanah Air lainnya yakni Raharjati Nursamsa harus terganggu di dalam putaran semifinal. Di nomor putri, Rajiah Sallsabillah terhentikan di semifinal, sedangkan Adi Asih dan juga Berthdigna Devi Surya berhenti di dalam perempat final.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles