
Ankara – Para pemimpin urusan politik dalam negara bagian New Mexico, Amerika Serikat (AS) menolak unggahan Presiden Donald Trump pada media sosial yang dimaksud mengusulkan agar nama negara bagian yang disebutkan diubah bermetamorfosis menjadi “New America”, demikian dilaporkan NBC News, Hari Senin (7/9).
Gubernur New Mexico dari Partai Demokrat, Michelle Lujan Grisham, menyatakan nama “New Mexico” tiada harus diperdebatkan lalu menegaskan bahwa nama yang dimaksud telah ada bahkan sebelum Amerika Serikat berdiri.
“Ketika Gedung Putih membuang waktu dengan mencoret-coret peta, Nuevo Mexico justru sibuk menjalankan tugasnya,” tulisnya di dalam X merujuk pada pelafalan nama dengan bahasa Spanyol.
Trump mengunggah sebagian gambar ke Truth Social sepanjang akhir pekan hingga Awal Minggu yang tersebut menampilkan New Mexico sebagai “New America”.
Salah satunya adalah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang mana memperlihatkan Trump memasang papan bertuliskan “New America” di menghadapi papan “Welcome to New Mexico”.
“Banyak warga menyarankan mengubah nama New Mexico, salah satu negara bagian dengan kecurangan pemilihan umum terbesar sepanjang masa, diubah berubah menjadi NEW AMERICA,” tulis Trump, Akhir Pekan (6/9).
Calon gubernur New Mexico dari Partai Demokrat, Deb Haaland, juga menolak usulan tersebut. Penolakan sejenis disampaikan lawannya dari Partai Republik, Gregg Hull, yang digunakan menyatakan bahwa identitas negara bagian itu “tidak untuk dinegosiasikan.”
Senator Demokrat Negeri Paman Sam Martin Heinrich dan juga Ben Ray Lujan, dan juga anggota DPR Negeri Paman Sam Melanie Stansbury, juga mengecam unggahan Trump.
“Tiga hal yang mana akan terus-menerus saya sebut dengan nama sebenarnya … Gulf of Mexico, Lake Ontario, New Mexico,” tulis Heinrich ke X.
“Ini New Mexico, selalu begitu kemudian akan setiap saat begitu. Sama seperti kamu yang tersebut akan selalu bermetamorfosis menjadi seseorang sinvergüenza serta korup,” kata Lujan, menggunakan kata di bahasa Spanyol yang dimaksud berarti penduduk yang digunakan tiada tahu malu atau khalayak yang dimaksud culas.
“Nama negara bagian kami menghadirkan sejarah, budaya, kemudian keluarga dari bervariasi generasi – dan juga nama itu adalah milik kami. Kami adalah warga New Mexico. Titik,” kata Stansbury pada X.
Adapun presiden Amerika Serikat bukan dapat secara sepihak mengganti nama sebuah negara bagian. Nama New Mexico ditetapkan pada konstitusi negara bagian tersebut, sehingga pembaharuan nama harus dijalankan melalui amendemen konstitusi yang disetujui oleh para pemilih.
New Mexico merupakan negara bagian ke-47 Negeri Paman Sam yang dimaksud bergabung pada 1912 dengan ibukota Santa Fe serta kota terbesar Albuquerque. New Mexico terletak di wilayah barat daya Amerika Serikat, berbatasan segera dengan negara Meksiko juga negara bagian Texas, Arizona, Colorado, juga Utah
Sebelumnya, Trump sudah pernah memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk menggunakan nama baru bagi banyak ciri geografis, satu di antaranya mengganti nama Gulf of Mexico menjadi “Gulf of America” kemudian Denali berubah menjadi “Mount McKinley.”
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam platform web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.


