
Ibukota – Instruktur Borneo FC Mauro Jeronimo meyakini regu asuhannya akan segera bangkit pasca menelan kekalahan pada pekan perdana BRI Super League 2026/2027.
Dikutip dari laman resmi I.League, Selasa, Jeronimo menyatakan anak-anak asuhnya menunjukkan penampilan menjanjikan walaupun menelan kekalahan.
"Namun pada sepak bola saya tahu kalian cuma mengamati hasilnya kami sebagai profesional dalam bidang ini harus mengawasi performa tim," ungkap Jeronimo.
Pada pekan perdana BRI Super League 2026/2027, Borneo FC harus menelan kekalahan dengan skor tipis 0-1 saat menjamu Persija Ibukota Indonesia di dalam Stadion Segiri, Samarinda, Hari Sabtu lalu.
Pelatih berkebangsaan Portugal itu menjelaskan langkah-langkah memulai pembangunan tim tidaklah mampu segera menciptakan kesempurnaan dan juga peluncuran tambahan dari 24 pemain baru menimbulkan skuad membutuhkan waktu untuk menemukan koneksi dan juga identitas permainan yang mana diinginkan.
Jeronimo mengkaji kekalahan dari Persija DKI Jakarta berubah jadi bagian dari proses yang digunakan harus dilewati Borneo FC pada awal musim, terlebih pada sedang hasil negatif, suporter Borneo FC kekal memenuhi stadion juga memberikan dukungan sepanjang pertandingan.
"Kami juga memiliki berbagai pemain muda, kemudian saya yakin meskipun kami kalah jikalau kami bisa jadi mempertahankan semangat seperti yang kami tunjukkan hari ini kemudian terus menciptakan kesempatan seperti yang mana sudah pernah kami lakukan, saya yakin kami akan mengungguli sejumlah pertandingan," kata Jeronimo.
Kekalahan dari Persija DKI Jakarta menghasilkan Borneo FC sekarang menempati peringkat ke-13 klasemen sementara BRI Super League tanpa mempunyai poin dari satu pertandingan yang tersebut sudah ada dilalui.
Selanjutnya pada pekan kedua BRI Super League, Pesut Etam dijadwalkan akan bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Hari Sabtu (12/9) pukul 19.00 WIB.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



