berita terbaru

PPK GBK pastikan dampak abu vulkanik teratasi sebelum FIFA ASEAN Cup

Ibukota Indonesia – Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) melakukan konfirmasi dampak abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau di dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUBGK) akan teratasi sebelum penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.

"Tentu dampak (abu vulkanik), kami bersihkan semua. Tadi telah kami cek, sejauh ini masih baik semuanya juga terus akan kita bersihkan kembali," kata Direktur Utama PPK GBK Rakhmadi Afif Kusumo pada keterangan resmi pada Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu sesuai mendampingi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Nusantara (PSSI) Erick Thohir beserta jajaran meninjau kesiapan SUGBK untuk kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026.

Rakhmadi menjelaskan bahwa secara umum keadaan kesiapan SUGBK sudah ada delapan puluh enam persen. Secara kalkulasi, kata dia, persiapan akan dicapai secara matang sebelum kedatangan tim-tim kontestan turnamen.

Selain SUGBK, peninjauan juga dijalankan terhadap lapangan latihan seperti Stadion Madya kemudian Lapangan ABC, maupun Stadion PTIK untuk memeriksa situasi rumput lapangan, tempat transit pemain, hingga toilet.

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir berpesan untuk jajarannya agar memverifikasi setiap keinginan pemain Indonesi dapat dipenuhi dengan baik agar mampu tampil maksimal untuk meraih peringkat juara.

"Saya akan ke di sini lagi nanti, untuk membakar semangat para pemain," katanya.

FIFA ASEAN Cup akan dimulai pada 25 September hingga 5 Oktober yang tersebut berlangsung di dua stadion yaitu SUGBK serta Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.

Indonesia sebagai tuan rumah akan bersaing pada Grup A bersatu dengan Singapura, Bangladesh, juga Malaysia. Laga Grup A akan berlangsung di dalam SUGBK. Sedangkan, Grup B yang mana berisi Vietnam, Thailand, Filipina, kemudian Pakistan akan berlangsung di dalam Si Jalak Harupat.

Pelaksanaan FIFA ASEAN Cup dibagi berubah jadi dua divisi yaitu premier division dalam Tanah Air kemudian challengge division pada Hong Kong.

Premier Division dihadiri oleh tim-tim dengan peringkat terbaik di kawasan, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, kemudian Filipina. Sementara itu, Challenge Division diisi oleh Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, kemudian Timor Leste.

Format pertandingan itu berbeda dengan kejuaraan pada umumnya. Tim yang dimaksud finis sebagai grup secara langsung melaju ke fase final atau bukan ada fase semifinal. Artinya, setiap grup dituntut tampil tegas sejak pertandingan pertama lantaran hasil buruk dapat memperkecil kesempatan untuk menjadi juara grup serta lolos ke final.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles