olahraga

Taylor kalahkan Pili, tutup kariernya sebagai juara sejati tiga kali

Ibukota Indonesia – Legenda tinju Katie Taylor mengalahkan Flora Pili untuk menghentikan kariernya sebagai juara sejati yang memegang empat sabuk yaitu WBC, WBA, IBF, kemudian WBO ketiga kalinya di dalam Croke Park, Dublin, Irlandia, Hari Minggu WIB.

Taylor mengatasi Pili dengan kemenangan bilangan bulat mutlak 100-90, 100-90, 98-91 untuk bermetamorfosis menjadi juara sejati dalam kelas super ringan putri (63,5 kg).

Gelar juara yang disebutkan merupakan ketiga kalinya pasca menyabet penghargaan mirip di dalam kelas ringan putri (61,2 kg) pada tahun 2019, juga pada kelas super ringan pada 2023.

Taylor dengan segera berjuang mengendalikan jalannya pertarungan sejak ronde pertama. Petinju jika Irlandia itu memanfaatkan kecepatan tangan juga pergerakan kakinya untuk merawat jarak dari Flora Pili.

Taylor lebih tinggi sejumlah menggunakan jab lalu kombinasi pukulan cepat, sementara Pili tampil lebih banyak bertahan lalu kesulitan menemukan sasaran yang mana tepat.

Memasuki ronde kedua juga ketiga, Taylor semakin dominan. Ia mampu masuk ke jarak pukul, mengurangi kombinasi, kemudian segera meninggalkan dari jangkauan serangan Pili. Petinju dengan syarat Prancis itu mulai lebih tinggi berani progresif pada ronde keempat, tetapi agresivitas yang dimaksud justru memberikan ruang bagi Taylor untuk melancarkan serangan balik.

Pili kemudian mencoba meningkatkan tekanan pada pertengahan pertarungan. Pada ronde ketujuh, Pili sempat mendaratkan pukulan keras ke arah kepala yang memproduksi Taylor sedikit goyah.

Namun, Taylor segera kembali mengontrol pertarungan dan juga bukan memberikan kesempatan bagi Pili untuk melanjutkan peluang tersebut.

Pada tiga ronde terakhir, Pili terus berupaya mengejar Taylor kemudian melegakan sebagian pukulan keras. Namun, pengalaman kemudian pergerakan Taylor memproduksi sebagian besar serangan yang disebutkan tiada mengenai sasaran secara efektif. Taylor kekal mampu menjaga jarak, melakukan serangan balik, kemudian mengelak tekanan Pili hingga memasuki ronde terakhir.

Kedua petinju saling melancarkan pukulan sebelum bel akhir berbunyi. Setelah 10 ronde, ketiga juri memberikan kemenangan mutlak terhadap Taylor.

Dengan menangan itu, juara tinju Olimpiade London 2012 itu melakukan penutupan karier profesionalnya pada usia ke-40 tahun sebagai juara sejati dengan rekor profesional 26 kemenangan, satu di antaranya enam kemenangan knockout (KO), juga belaka satu kekalahan.

Sedangkan, Pili selama Prancis harus menelan kekalahan pertama pada 13 pertarungannya juga gagal meraih kesempatan terbesar di kariernya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles