
Tokyo – Menteri Luar Negeri Negeri Matahari Terbit Toshimitsu Motegi berjanji untuk meningkatkan kerja mirip dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), guna membantu Tokyo mempertahankan wilayah dan juga perairan teritorialnya pada sedang kegelisahan berhadapan dengan tindakan agresif China pada kawasan.
Berbicara pada pertarungan tahunan dengan para menlu ASEAN di dalam Manila, Rabu, Motegi mengatakan perhimpunan beranggotakan 11 negara yang disebutkan sebagai inti untuk mewujudkan visi Negeri Matahari Terbit tentang Indo-Pasifik yang digunakan bebas juga terbuka.
Ia berjanji untuk meningkatkan kerja serupa dengan ASEAN pada hal keamanan ekonomi, termasuk rantai pasokan mineral penting, dan juga dukungan dalam bidang-bidang seperti kecerdasan buatan dan juga penanggulangan bencana.
"Tujuan kami adalah merancang kawasan yang dimaksud lebih banyak kuat kemudian lebih banyak makmur bersama. Kami ingin terus menguatkan hubungan yang tersebut dibangun dengan rasa saling percaya ini,” ujar Motegi.
Jepang—yang dengan dengan AS, Australia, juga India tergabung di kelompok Quad—menegaskan kembali komitmen mereka itu untuk kerja mirip yang mana lebih besar erat dengan ASEAN sebagai "mitra strategis komprehensif.”
Para menteri Quad mengemukakan mereka akan memperluas kerja serupa di keamanan maritim, teknologi kritis kemudian yang sedang berkembang, juga bantuan kemanusiaan dengan negara-negara Asia Tenggara.
Pertemuan yang dimaksud berlangsung kurang dari dua bulan setelahnya penghadapan menlu Quad sebelumnya ke New Delhi, yang tersebut berupaya menggarisbawahi persatuan forum yang dimaksud ketika Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump mempertimbangkan pentingnya kelompok yang dimaksud ke bawah kebijakan “America First”.
Menlu Amerika Serikat Marco Rubio sangat ingin mengadakan KTT pemimpin Quad pertama sejak September 2024 sebelum akhir tahun. Quad secara luas dipandang sebagai upaya penyeimbangan terhadap meningkatnya pengaruh China.
Sumber: Kyodo
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



