
Washington – Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth meminta-minta lebih banyak banyak lagi dana untuk konflik Amerika Serikat berperang melawan Iran pada sidang Senat, di pada waktu sebuah jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika meyakini konflik yang disebutkan tiada layak diperjuangkan.
Pendanaan tambahan untuk konflik dengan Iran "mendesak lalu diperlukan," kata Hegseth pada pidatonya ke sidang Komite Alokasi Anggaran Senat, Selasa (21/7).
"Tanpa dana ini, kita menghadapi kekurangan yang kritis," ujar Hegseth, yang dimaksud pidato pembukaannya beberapa kali disela oleh para pengunjuk rasa, dengan sebagian pada antara merekan memegang papan bertuliskan "Tiadakan Perang ke Iran" (No War on Iran).
Dalam sidang tersebut, Hegseth mengutarakan konflik Negeri Paman Sam berjuang melawan Iran telah dilakukan menelan biaya 37,5 miliar dolar Amerika Serikat (1 dolar Negeri Paman Sam = Rp17.909) sejauh ini, naik dari perkiraan 29 miliar dolar Amerika Serikat pada Mei.
Pernyataan Hegseth itu disampaikan sewaktu para anggota parlemen Partai Republik berupaya mendapatkan persetujuan kongres untuk anggaran pertahanan yang diusulkan Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump sebesar 1,5 triliun dolar AS, bahkan ketika semakin berbagai jajak pendapat menunjukkan kian besarnya penolakan rakyat terhadap peperangan berjuang melawan Iran.
Sebuah jajak pendapat Washington Post-Ipsos baru-baru ini menunjukkan bahwa 68 persen warga Amerika meyakini pertempuran yang disebutkan "tidak layak diperjuangkan."
Washington Post melaporkan bahwa penilaian terhadap pertempuran Iran lebih lanjut buruk dibandingkan jajak pendapat Post-ABC News mana pun selama Perang Irak yang panjang dan juga setara buruknya dengan peringkat konflik Afghanistan, yang diadakan pada Juli 2013, saat 67 persen responden mengutarakan bahwa konflik yang disebutkan tidaklah layak diperjuangkan.
Sebuah jajak pendapat Universitas Quinnipiac yang dimaksud dirilis pada Juni menunjukkan bahwa 45 persen pemilih mengungkapkan Amerika Serikat berada pada sikap yang mana lebih lanjut lemah di dalam dunia sebagai akibat dari konflik Amerika Serikat menghadapi Iran.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



