berita terbaru

Pieter Huistra ungkap kriteria pemain yang tersebut diincar PSS Sleman

Ibukota Indonesia – Pelatih kepala klub BRI Super League PSS Sleman Pieter Huistra mengungkapkan kriteria pemain yang dimaksud diincar oleh timnya untuk diboyong pada bursa transaksi kali ini.

Dikutip dari laman resmi klub, Kamis, Huistra menjelaskan pemain dengan kemampuan bermain pada lebih banyak dari satu kedudukan bermetamorfosis menjadi salah satu kriteria utama pada perburuan.

Pelatih berkebangsaan Belanda itu mengemukakan fleksibilitas dinilai penting untuk menambah opsi juga kedalaman skuad PSS Sleman menghadapi kompetisi musim 2026/2027.

"Saya menyukai pemain yang digunakan mampu bermain pada lebih lanjut dari satu posisi. Bahkan, individu striker pun harus miliki kemampuan untuk mengisi tempat lain saat dibutuhkan. Sehingga regu mempunyai lebih lanjut sejumlah pilihan di menerapkan strategi juga menghadapi beragam situasi pertandingan," ungkap Huistra.

Mengenai nama dan juga dengan syarat pemain yang dimaksud sesuai dengan kriteria tersebut, Huistra enggan memberikan jawaban pasti dan juga menegaskan pihak PSS Sleman akan memberikan pengumuman resmi saat telah ada kepastian.

Pelatih kelahiran Groningen, Belanda itu menambahkan informasi mengenai rekrutan baru dapat disampaikan di mana tahapan perekrutan sudah pernah benar-benar rampung lalu bukan lagi sebatas rumor.

Saat ini PSS Sleman sudah ada memasuki pekan kedua mereka itu melakukan latihan pramusim lalu terdapat beberapa wajah baru pada pembukaan latihan Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (22/7) sore.

Mantan pembimbing Borneo FC itu enggan untuk berbicara tambahan berbagai mengenai hal yang dimaksud kemudian kembali memohonkan untuk mengharapkan pengumuman resmi dari klub.

"Klub nantinya akan mengumumkan secara resmi mengenai para pemain tersebut," pungkasnya.

Sejauh ini melalui pantauan pada instagram resmi klub, Kamis, PSS Sleman baru mengumumkan mendatangkan satu pemain yakni gelandang berpengalaman Negara Indonesia Hanif Sjahbandi.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles