otomotif

VinFast siap rakit motor listrik dalam pabrik Subang mulai tahun depan

DKI Jakarta (ANTARA) – VinFast melakukan konfirmasi akan melakukan produksi motor listrik pada pada negeri pada prasarana perakitan yang tersebut berlokasi pada Subang, Jawa Barat mulai tahun depan.

Chief Executive Officer VinFast Nusantara E-Motocycle Yordan Satriadi menjelaskan pada waktu ini seluruh unit motor listrik VinFast yang mana dijual di Tanah Air masih diimpor secara utuh atau completely build up (CBU).

Namun, jenama otomotif dengan syarat Vietnam yang disebutkan sedang menyiapkan pabrik di Subang sebagai posisi perakitan atau menerapkan skema completely knocked down (CKD).

"Untuk sementara, tahun ini kita masih semuanya CBU tapi nanti kita akan CKD-nya itu ke Subang. Rencananya itu tahun depan, tahun 2027," kata Yordan ketika ditemui usai peluncuran motor listrik VinFast pada Ibukota Indonesia Barat, Sabtu.

Baca juga: VinFast VF8 generasi kedua dianggap tambahan lambat dari model sebelumnya

Baca juga: EV keluarga Vinfast VF MPV 7 saat ini diproduksi lokal, apa yang mana baru?

Diketahui, VinFast mulai merambah pangsa motor listrik pada Indonesia dengan meluncurkan tiga model baru yakni VinFast Evo, VinFast Feliz II, lalu VinFast Viper.

VinFast menawarkan Evo dengan tarif OTR Ibukota Rp17,5 juta, Feliz II seharga Rp18,5 juta, lalu Viper seharga Rp22 jt menggunakan skema berlangganan baterai.

Selain memasarkan ke konsumen umum, VinFast juga membuka potensi kemitraan dengan berubah-ubah pelaku kegiatan bisnis seperti untuk keinginan kendaraan operasional perusahaan maupun layanan transportasi daring berbasis aplikasi.

"Kita terbuka buat semua. Jadi semuanya itu kita mampu serap, kita terbuka siapapun yang mana mau memiliki kendaraan kita buat armada perusahaan, buat ride hailing (aplikasi transportasi daring), kita mampu bekerja sama," ujar Yordan.

Sebagai penunjang produknya, VinFast turut memperluas sistem ekologi kendaraan listrik melalui pengembangan jaringan penukaran baterai.

VinFast dengan V-Green pada waktu ini telah terjadi mengoperasikan lebih banyak dari 2.000 titik stasiun penukaran akumulator yang mana tersebar di wilayah Jabodetabek kemudian beberapa jumlah kota besar dalam Pulau Jawa.

Perusahaan menganggap bursa kendaraan beroda dua motor Indonesia yang digunakan mencapai lebih lanjut dari enam jt unit per tahun miliki prospek yang menjanjikan bagi pengembangan bisnisnya di segmen kendaraan roda dua listrik.

Melalui skema produksi pada negeri, perluasan jaringan penukaran baterai, juga pengembangan lingkungan kendaraan listrik, Yordan optimistis VinFast dapat menguatkan penetrasinya ke bursa motor listrik Indonesia.

"Di Indonesia ini pasarnya besar, per tahun itu lebih banyak dari enam juta. Ini adalah sesuatu yang digunakan sangat mendebarkan buat usaha roda dua ke Indonesia," katanya.

Baca juga: VinFast rilis tiga model motor listrik tarif mulai Rp17,5 juta

Baca juga: VinFast tawarkan skema sewa EV mulai Rp300 ribuan per hari

Baca juga: VinFast digugat akibat pengerjaan pabriknya dalam Negeri Paman Sam terhenti

Related Articles