
Ibukota Indonesia – Tim tinju Tanah Air melampaui target prestasi pada turnamen Asian Boxing U19 juga U23 2026 di Basket Hall, Senayan, Jakarta, dengan mengoleksi satu medali emas, satu perak, lalu lima perunggu.
"Iya (hasil pertarungan) melampaui target, lantaran memang benar kami tahu diri juga (seberapa besar kemampuan atlet-atlet bersaing pada level Asia)," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Hengky Silatang, Kamis.
Dalam turnamen itu, grup Indonesi sebagai tuan rumah mengoleksi tujuh medali yaitu satu medali emas yang digunakan dipersembahkan Anggie Intania Chalik pada kelas terbang ringan putri U19 (45-48kg), satu perak dari Dira Artika juga meraih perak di dalam kelas bulu putri U19 (57kg).
Sedangkan, lima perunggu disumbangkan Linda Sarui Langi Malin (kelas minimum putri U23/45-48kg), Maria Mesita Manguntu (kelas welter ringan putri U23/65 kg), serta Rliko Praveg (kelas penjelajah putra U23/85kg), Joshua Toni Marties Lahin (kelas ringan putra U19/60kg), kemudian Viktor Wengkang (kelas welter putra U19/65 kg).
Hengky menjelaskan pasukan Tanah Air mengikutsertakan 19 atlet untuk bersaing pada turnamen yang dimaksud serta sebelumnya tidaklah ditargetkan meraih medali emas.
Para atlet, hanya sekali diarahkan agar mengerahkan semua kemampuan terbaik mereka dan juga menjadikan event yang dimaksud sebagai kesempatan untuk memperkaya pengalaman serta menambah jam terbang berkompetisi pada level Asia.
"Jadi, itu adalah hasil yang mana saya rasa merupakan yang terbaik," katanya.
Komisi Teknik Perbati Bonix Saweho memuji pencapaian para atlet Indonesia yang tersebut membuktikan kemampuan bersaing pada event yang dihadiri oleh para petinju dari 28 negara ke Asia itu.
Mantan atlet tinju yang pernah tampil di Olimpiade Athena 2004 itu memaparkan pencapaian Anggie Chalik yang tersebut merebut medali emas berubah menjadi kebanggaan bagi olahraga tinju Indonesia.
Saweho berharap para petinju muda Tanah Air terus mendapatkan dukungan sehingga dia terus menancapkan prestasi pada ajang-ajang internasional lain pasca Asian Boxing.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



