berita viral

Majelis Umum PBB gelar kejuaraan dialog kelima dengan kandidat sekjen PBB

PBB – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA) pada Awal Minggu (15/6) mengadakan dialog interaktif kelima dengan individu kandidat untuk sikap sekretaris jenderal (sekjen) PBB berikutnya.

Dalam dialog tersebut, Maria Fernanda Espinosa, mantan presiden UNGA sekaligus mantan menteri luar negeri serta menteri pertahanan Ekuador, yang dinominasikan oleh Antigua lalu Barbuda pada Mei, memaparkan pernyataan visinya dan juga menjawab pertanyaan dari negara-negara anggota PBB kemudian perwakilan rakyat sipil mengenai kemampuan kepemimpinannya, pengalaman serta keahliannya, reformasi PBB, dan juga tiga pilar PBB, yaitu perdamaian juga keamanan, hak asasi manusia, serta pembangunan.

Dalam pernyataan visinya, Espinosa menyebutkan bahwa ia mengincar sikap sebagai sekjen PBB ke pada waktu globus tidaklah membutuhkan perumusan ulang lainnya mengenai visi multilateral, melainkan hasil nyata. Yang dibutuhkan adalah PBB yang mampu menghindari krisis lebih besar awal, merespons secara lebih lanjut koheren, berperan dengan tambahan efektif, kemudian memulihkan keyakinan terhadap nilai tindakan kolektif.

Dia mengutarakan visinya disusun berdasarkan lima pilar perubahan fundamental yang tersebut saling berkaitan, yaitu perdamaian juga keamanan, pembangunan, metamorfosis digital serta energi, menangguhkan kesenjangan pada penyampaian layanan, juga merancang kembali kredibilitas.

"Ini bukanlah sebuah rencana aksi komprehensif yang digunakan ekstensif, akibat kepemimpinan urusan politik dan juga keuangan yang mana komprehensif harus datang dari Negara-Negara Anggota. Sebaliknya, rencana ini menyoroti bidang-bidang dalam mana Sekjen dapat bertugas secara paling efektif pada lingkup kewenangannya untuk memulihkan kredibilitas lalu kepercayaan terhadap PBB dengan memberikan hasil nyata," papar Espinosa.

Pada akhir April, UNGA mengatur dialog interaktif selama dua hari dengan empat kandidat sekjen PBB berikutnya, yaitu Michelle Bachelet, mantan presiden Chile sekaligus mantan komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia yang mana dinominasikan oleh Brasil kemudian Meksiko; Rafael Grossi, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) ketika ini yang mana dinominasikan oleh Argentina; Macky Sall, mantan presiden Senegal yang tersebut dinominasikan oleh Burundi; lalu Rebeca Grynspan, ekonom sekaligus mantan delegasi presiden Kosta Rika yang tersebut dinominasikan oleh Kosta Rika.

Masa jabatan Antonio Guterres, sekjen PBB kesembilan yang dimaksud pada waktu ini menjabat, akan berakhir pada penghujung 2026. Sekjen PBB berikutnya akan mengambil alih peran yang dimaksud pada 1 Januari 2027.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles