olahraga

PB Akuatik jadikan kompetisi Asia batu loncatan pembinaan atlet

Badung, Bali – Pengurus Besar (PB) Akuatik Nusantara menjadikan kompetisi renang perairan terbuka ke-12 tingkat Asia pada Jimbaran, Bali, sebagai batu loncatan pembinaan juga regenerasi atlet.

“Fokus kami untuk para junior, atlet baru. Kami sedang mencari bibit atlet substitusi dikarenakan kita cukup punya peluang dalam nomor renang perairan terbuka,” kata Manager Tim Nasional Indonesi Renang Perairan Terbuka (OWS) Donny Budiarto Utomo pada hari terakhir Kejuaraan Asia Renang Perairan Terbuka (Open Water Swimming/OWS) ke-12 ke pesisir InterContinental Jimbaran Bay, Wilayah Badung, Bali, Senin.

Ia menjelaskan pihaknya ingin menambah pengalaman para atlet yang digunakan berlaga ke turnamen bergengsi tingkat Asia itu berhadapan dengan perenang elit pada antaranya jika China, Vietnam, Korea Selatan lalu negara Asia lainnya.

Ajang yang dimaksud juga berubah jadi bekal untuk menghadapi kompetisi renang perairan terbuka berdasarkan kelompok umur selanjutnya pada level lebih besar spesifik regional Asia Tenggara.

Pihaknya nanti akan menyeleksi atlet yang tersebut akan berlaga pada Southeast Asia OWS Championship dijadwalkan pada Agustus 2026 dalam Boracay, Filipina.

“Kejuaraan itu kelompok umur serta tujuannya memang sebenarnya untuk pembinaan usia muda agar kami punya regenerasi yang digunakan baik,” imbuhnya.

Sejumlah pengalaman selama event dalam Bali mencakup strategi menghadapi arus laut, angin dan juga situasi alam lainnya berubah menjadi pelajaran berharga bagi atlet Tanah Air untuk berkompetisi pada level berikutnya.

Sementara itu, Direktur Kompetisi sekaligus Wakil Kepala Sektor High Performance Renang serta OWS Felix C Sutanto menambahkan event tahunan level Asia yang mana bersamaan diadakan A Stream OWS untuk level pemula bermetamorfosis menjadi wahana menjaring atlet baru.

Bahkan A Stream pada Bali dihadiri oleh 284 partisipan yang dimaksud beberapa pada antaranya berusia paling muda usia 7-10 tahun.

Ia pun berharap kompetisi renang perairan terbuka bisa saja diperbanyak yang mana salah satunya dilaksanakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Akuatik Tanah Air di daerah.

“Seharusnya memang sebenarnya per individu Pengrov bisa jadi menyelenggarakan seperti di dalam Bali, lomba pemula renang perairan terbuka. Kami harus mulai memproduksi acara menyelenggarakan kompetisi pemula OWS,” imbuhnya.

Sementara itu, selama 13-15 Juni penyelenggaraan Asia OWS 2026 pada Bali, perjuangan atlet Indonesia belum menyumbangkan medali pada tiga kategori yang mana diperlombakan yaitu 5 kilometer, 10 kilometer serta estafet 4X1.500 meter.

Pada hari terakhir yang mengadu 10 kilometer, atlet Indonesi yang mana berjuang itu yakni Hefrisyanthi Izzy Dwi Faiva harus mengakui keunggulan kelompok Asia lainnya.

Sedangkan pada nomor putra 10 kilometer, Alexander Adrian finis pada urutan ke-15 dengan catatan waktu 2 jam 8 menit dan juga 22,5 detik, dan juga Andy Fauzan finis pada 22 dengan catatan waktu 2 jam 13 menit juga 49,3 detik.

Atlet dari China Lan Tianchen serta Zhang Jinhou merebut medali emas lalu perak pada nomor putra juga Huy Hoang Nguyen dari Vietnam menyabet perunggu.

Sedangkan pada nomor putri, China masih mendominasi yaitu Wu Shutong dan juga Chen Yijing meraih medali emas dan juga perak, dan juga dari Hong Kong mendapat perunggu yaitu Pac Tung Nikita Lam.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles