
Istanbul – Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump pada Kamis (4/6) menyatakan ia akan "merasa terhormat" untuk bertemu Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, jikalau kesepakatan tercapai antara kedua negara.
“Saya tak ingin bertemu, tetapi apabila saya bertemu, saya akan merasa terhormat untuk bertemu dengannya," kata Trump sewaktu ditanya tentang kemungkinan pertarungan dengan pemimpin Iran tersebut, yang mana ayah sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei, tewas pada awal peperangan AS-Israel berhadapan dengan Iran.
“Saya ingin mengamati apakah kita mencapai kesepakatan, tetapi apabila kita mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya” ucap Trump.
Ketika ditanya apakah reuni itu akan berlangsung ke AS, Trump menjawab bahwa dirinya sebenarnya belum sejumlah mendengar tentang itu.
“Saya tiada mengusulkan, tetapi beberapa pendatang sudah mengusulkan,” ucapnya.
Menjawab pertanyaan mengenai apakah ia akan melanjutkan aksi militer apabila Iran membunuh pasukan Amerika Serikat ke kawasan tersebut, Trump menjawab: “Itu akan berubah jadi alasan yang tersebut baik. Jujur saya, apabila mereka itu membunuh pasukan AS, saya pikir saya akan melakukannya dengan sangat cepat.”
Lebih lanjut, Trump menyatakan asal dari setiap kesepakatan potensial adalah Teheran harus meninggalkan ambisi nuklirnya.
“Sejauh menyangkut Iran, Anda akan mengetahui seperti apa kesepakatannya, tetapi bagian utama dari kesepakatan itu adalah dia tak boleh miliki senjata nuklir,” katanya.
Mengenai upaya membuka kembali Selat Hormuz, Trump berkata bahwa selat itu akan dibuka segera, lalu Negeri Paman Sam sebagian besar telah lama melakukan penyisiran ranjau. Ia turut menambahkan bahwa Negeri Paman Sam miliki kemampuan penyisiran ranjau bawah laut yang canggih.
Terkait apakah ia mempertimbangkan reaksi rakyat mendekati pilpres paruh waktu terkait penanganan terhadap Iran, Trump berkata: “Tidak. Saya cuma melakukan apa yang benar.”
“Venezuela sangat tiada populer, sesudah itu kami menang serta bilangan bulat saya melonjak drastis,” tambahnya.
Komentar Trump muncul sewaktu Washington dan juga Teheran terus berupaya mengubah gencatan senjata yang rapuh bermetamorfosis menjadi kesepakatan yang mana lebih lanjut luas pasca berbulan-bulan konflik yang dimaksud dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran.
Pihak berwenang Iran memaparkan lebih banyak dari 3.000 khalayak sudah pernah tewas sejak dimulainya perang, sementara sedikitnya 13 anggota militer Negeri Paman Sam tewas di serangan balasan Iran, menurut bilangan bulat resmi.
Teheran kemudian membalas dengan serangan yang mana berusaha mencapai tanah Israel lalu sekutu Negeri Paman Sam ke Teluk, dan juga menghentikan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan berikutnya di Islamabad gagal memunculkan kesepakatan yang bertahan lama. Namun, upaya untuk mencapai solusi terus berlanjut sejak pada waktu itu.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



