
Istanbul – Utama Menteri Australia Anthony Albanese memprotes rencana Amerika Serikat (AS) untuk memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen hingga 12,5 persen pada barang impor dari sedikitnya 60 negara, di antaranya Australia, dengan alasan dugaan kerja paksa di produksi.
"Ada perbedaan ideologi di dalam mana pemerintah Amerika Serikat telah dilakukan melanggar kesepahaman yang tersebut telah lama berjalan selama puluhan tahun – bahwa tarif tiada memberikan dampak positif bagi negara yang menerapkannya," ujar Albanese pada laporan ABC, Kamis.
Sebelumnya, rencana tarif 10 persen yang dimaksud sempat diajukan terhadap barang impor Australia telah dilakukan dibatalkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Februari lalu.
Albanese menegaskan bahwa tarif apa pun yang digunakan dikenakan pada ekspor Australia ke Amerika Serikat adalah tindakan yang mana "tidak dapat dibenarkan kemudian tidaklah konsisten" dengan perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang tersebut mengikat kedua negara sekutu tersebut.
"Tarif yang disebutkan justru meningkatkan biaya barang lalu jasa bagi konsumen dalam negara yang menerapkannya… padahal perdagangan bebas adalah demi kepentingan ekonomi global," ujar Albanese.
"Kebijakan ini dikeluarkan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Salah satu hal yang mana kami harapkan di hubungan internasional adalah kepastian. Australia lalu Amerika Serikat adalah sekutu penting," katanya, menambahkan.
Menutup pernyataannya, Albanese menyayangkan dinamika kebijakan Negeri Paman Sam yang terus berubah tetapi masih merugikan mitra dagangnya.
”Sangat disayangkan bahwa sejumlah kebijakan yang dimaksud terus bergulir – beberapa di dalam antaranya berubah dari waktu ke waktu – tetapi semuanya miliki benang merah yang sama, yaitu bahwa Amerika Serikat saat ini merupakan pendukung kebijakan tarif," kata dia.
Sependapat dengan PM Albanese, Menteri Perdagangan Australia Don Farrell juga menyampaikan rencana tarif Negeri Paman Sam "tidak adil".
Protes ini disampaikan segera di penghadapan dengan Perwakilan Dagang Negeri Paman Sam Jamieson Greer, pada sela-sela pertandingan Organisasi untuk Kerja Sama Perekonomian dan juga Pembangunan (OECD) ke Paris, Rabu waktu malam (3/6).
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di web web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



