
Istanbul – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada Kamis (4/6) menyerukan warga negara itu untuk melindungi persatuan dan juga menolak perpecahan guna menggagalkan "upaya musuh" untuk menggoyahkan stabilitas Iran.
Menurut laporan Mehr News Agency, seruan yang dimaksud disampaikan Khamenei pada instruksi peringatan tegas 37 tahun wafatnya mantan Pemimpin Tertinggi Ruhollah Khomeini.
Ia menekankan pentingnya merawat kohesi antara rakyat dan juga pejabat pemerintah.
"Musuh sedang melancarkan konflik hibrida terhadap negara kita, melalui peperangan militer serta psikologis," katanya tanpa secara eksplisit menyampaikan Amerika Serikat lalu Israel.
Khamenei menambahkan bahwa musuh telah terjadi dikalahkan secara militer juga saat ini berupaya membalik keadaan dengan menabur perbedaan kemudian perpecahan di dalam berada dalam bangsa Iran untuk mencapai tujuan jahatnya.
Ia menegaskan bahwa menyimpan persatuan ke antara rakyat Iran lalu lembaga negara sangat penting untuk menggagalkan rencana musuh.
Pernyataan itu disampaikan Khamenei di dalam berada dalam permusuhan paling intens antara Iran serta Negeri Paman Sam sejak gencatan senjata mulai berlaku pada awal April.
Pekan ini, Iran meluncurkan rudal dan juga drone yang digunakan berusaha mencapai instalasi militer Amerika Serikat di dalam kawasan dan juga Bandara Internasional Kuwait yang digunakan menelan satu penderita jiwa.
Ketegangan regional meningkat sejak akhir Februari setelahnya Negeri Paman Sam kemudian negara Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang digunakan menewaskan lebih tinggi dari 3.000 orang.
Sebagai balasan, Iran menyerang tanah Israel juga negara-negara Teluk yang mana menampung pangkalan militer Negeri Paman Sam juga melakukan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting perdagangan global.
Gencatan senjata yang dimaksud dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, sementara upaya mencapai kesepakatan yang digunakan lebih tinggi luas terus berlangsung sejak pada waktu itu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah dilakukan berulang kali mengemukakan bahwa kesepakatan akhir untuk mengakhiri peperangan telah hampir tercapai, diantaranya inisiasi kembali Selat Hormuz, penghentian kegiatan nuklir Iran, kemudian penghapusan stok uranium yang digunakan sudah diperkaya.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



