berita viral

Trump sudah ada sekakmat dalam Iran

Ibukota Indonesia – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapatkan hantaman keras dalam di negeri pasca Dewan Perwakilan Rakyat negara itu, yang mana dikendalikan oleh partainya sendiri (Partai Republik), meloloskan resolusi yang mana menjegal Trump pada melanjutkan pertempuran terhadap Iran.

Resolusi yang tersebut didukung 215 anggota DPR serta ditentang 208 legislator itu mengharuskan Presiden Trump mendapatkan persetujuan dari DPR sebelum melanjutkan pertempuran terhadap Iran.

Empat legislator Partai Republik –Thomas Massie, Brian Fitzpatrick, Warren Davidson juga Tom Barrett– yang digunakan semuanya berasal dari negara bagian ucapan mengambang membelot untuk menggalang resolusi yang digunakan diajukan para anggota DPR dari partai Demokrat tersebut.

Fakta keempat legislator Republik itu berasal dari negara bagian ucapan mengambang (swing states) yang mana terus-menerus menjadi penentu kemenangan di setiap Pemilihan Umum di AS, menjadi petunjuk akan datang ada inovasi besar pada peta elektoral pada pemilihan Sela pada November yang mana bisa saja mengubah konfigurasi kekuatan di dalam komite legislatif yang menentukan nasib pemerintahan Trump nanti.

Resolusi itu sendiri akan diteruskan terhadap majelis tinggi atau Senat, dalam mana pada di lokasi ini pun terdapat senator-senator Partai Republik yang digunakan memiliki riwayat membangkang terhadap Trump.

Sebulan lalu, empat senator Republik menyempal dari Trump untuk memperkuat prakarsa Demokrat untuk mewajibkan Trump memohonkan otorisasi dari badan legislatif sebelum menyerang Iran.

Resolusi DPR yang tersebut tak harus ditandatangani oleh presiden Amerika Serikat itu memang sebenarnya tak mengikat Trump, tapi fakta beberapa jumlah anggota DPR dari Partai Republik turut meloloskan resolusi ini menguakkan fakta pahit bahwa proyek urusan politik Trump dalam Iran tidak ada didukung oleh sekutu politiknya sendiri.

Resolusi itu juga mengafirmasi opini masyarakat dalam Amerika Serikat belakangan ini yang digunakan umumnya menentang pertempuran terhadap Iran, khususnya akibat tujuannya yang mana tak jelas, serta dampak buruknya terhadap perekonomian nasional AS.

Berbagai jajak pendapat menguatkan fakta itu, salah satunya jajak pendapat University of Maryland Critical Issues Poll pada 15-21 Mei 2026.

Menurut jajak pendapat tersebut, 56 persen rakyat Negeri Paman Sam menganggap Perang Iran lebih besar menghadirkan dampak negatif ketimbang menghadirkan dampak positif bagi rakyat AS. Hanya 12 persen warga Negeri Paman Sam yang digunakan beranggapan sebaliknya.

Yang tambahan mencengangkan lagi adalah semata-mata 16 persen responden yang menyatakan Negeri Paman Sam telah dilakukan meraih kemenangan peperangan menghadapi Iran.

Angka itu sangat jauh lebih lanjut kecil ketimbang responden yang mana menyatakan Negeri Paman Sam tiada meraih kemenangan konflik itu, yang mana jumlahnya mencapai 38 persen.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles