
Ibukota Indonesia (ANTARA) – Tesla melakukan pencabutan (recall) sebanyak 14.575 unit Model Y yang dimaksud diproduksi pada November 2025 hingga April 2026 akibat kemungkinan tiada terpasangnya label sertifikasi berat kendaraan.
Dilansir dari Electrek pada Hari Jumat (22/5) waktu setempat, lembaga keselamatan jalan raya Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), mengumumkan sekitar 45 persen kendaraan terdampak diduga tak mempunyai label tersebut.
Label sertifikasi berat biasanya ditempel pada bagian di pintu pengemudi dan juga memuat informasi mengenai kapasitas maksimum beban kendaraan, spesifikasi ban, juga tanggal produksi kendaraan.
Baca juga: Tesla mulai produksi truk listrik Semi di dalam pabrik Nevada
Ketiadaan label yang disebutkan dapat meningkatkan risiko kendaraan kelebihan muatan yang berisiko memengaruhi keselamatan berkendara, seperti menurunkan kemampuan manuver, meningkatkan jarak pengereman, hingga risiko kecacatan ban.
Tesla menjelaskan hambatan itu terjadi akibat alat pemindai otomatis dalam pabrik Fremont yang digunakan bekerja tidaklah konsisten pada memverifikasi keberadaan label pada kendaraan selama periode 17 November 2025 hingga 21 April 2026.
Perusahaan otomotif milik Elon Musk itu baru mengetahui hambatan yang dimaksud pada 17 April 2026 setelahnya menemukan satu kendaraan tanpa label sertifikasi.
Setelah itu, Tesla memperbaiki sistem pemindai kemudian melakukan pemeriksaan manual untuk menegaskan label sudah pernah terpasang sebelum kendaraan meninggalkan dari pabrik.
Sebagai langkah penanganan, Tesla akan mencetak ulang label yang hilang juga memasangnya pada kendaraan terdampak melalui pemeriksaan di pusat layanan.
Perusahaan menyatakan hingga pada waktu ini belum menerima laporan insiden yang digunakan berkaitan dengan permasalahan tersebut.
Tesla sebelumnya juga pernah menghadapi tindakan hukum sejenis pada 2019 terhadap beberapa orang Model 3. Namun ketika itu, permasalahan belaka terjadi di periode produksi lima hari.
Pemilik Model Y yang mana diproduksi di rentang waktu periode 17 November 2025 hingga 21 April 2026 dijadwalkan menerima pemberitahuan recall mulai 17 Juli 2026.
Baca juga: MRI 3 Tesla berbasis Teknologi AI bantu diagnosis lebih banyak presisi
Baca juga: Tesla konfirmasi dukungan fasilitas FSD Supervised untuk bursa Tiongkok
Baca juga: Tesla meninggal biaya mobil listrik Model Y pada Amerika Serikat



