
Jumlah individu yang terjebak tewas akibat banjir bandang dan juga longsor yang digunakan menerjang Kecamatan Batang Toru, Kota Tapanuli Selatan (Tapsel), terus bertambah, Hari Sabtu (29/11/2025). (REUTERS/Agatha Capri)
Hingga laporan terbaru pada Hari Sabtu di malam hari (29/11/2025), sebanyak-banyaknya 30 pendatang dinyatakan meninggal dunia, sementara puluhan warga lain masih dilaporkan hilang. (REUTERS/Agatha Capri)
Bencana yang dimaksud menghantam Desa Garoga, Aek Ngadol, lalu Huta Godang itu terbentuk setelahnya hujan ekstrem turun lebih banyak dari enam jam, membuat luapan sungai dan juga runtuhan material dari perbukitan. Dalam hitungan menit, air bah bercampur lumpur juga batu besar melaju deras menghantam rumah-rumah warga. (REUTERS/Arif Nasution)
Tiga hari pasca kejadian, suasana dalam tiga desa terdampak masih seperti area bencana besar. (REUTERS/Arif Nasution)
Tangis keluarga pecah setelahnya kehilangan anggota keluarga, juga aroma lumpur yang dimaksud bercampur reruntuhan bangunan menyelimuti seluruh wilayah. (REUTERS/Agatha Capri)
Banyak warga terlihat masih duduk terpekur, menatap sisa rumah merek yang mana saat ini tinggal fondasi. Di beberapa titik, warga memegang foto anggota keluarga yang tersebut belum ditemukan, berharap ada kabar dari pasukan SAR. (REUTERS/Arif Nasution)
Operasi pencarian kemudian pertolongan (SAR) terus dijalankan oleh gabungan regu BNPB, Basarnas, TNI–Polri, BPBD, juga volunteer dari bervariasi daerah. Namun medan yang digunakan berat memproduksi tahapan pencarian tiada mudah. (REUTERS/Arif Nasution)
Material longsor setinggi dua hingga tiga meter menyembunyikan akses desa, menyulitkan alat berat untuk masuk. (REUTERS/Arif Nasution)
Banyak orang yang terluka ditemukan di keadaan tertimbun lumpur tebal, terbawa arus ke sungai, ataupun mengalami masalah pada balik runtuhan rumah. (REUTERS/Arif Nasution)
Banjir bandang ini memaksa 1.700 lebih lanjut warga mengungsi ke balai desa, bangunan sekolah, rumah ibadah, dan juga tenda darurat. Banyak dari mereka hanya saja mengakibatkan pakaian seadanya. (REUTERS/Arif Nasution)



