teknologi

9 kesalahan penyelenggaraan yang bikin elemen penyimpan daya laptop cepat bocor lalu rusak

https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – Baterai merupakan salah satu komponen vital pada laptop yang mana berfungsi sebagai sumber daya utama pada waktu perangkat digunakan tanpa terhubung ke listrik. Apabila kondisi penyimpan daya laptop bermasalah, hal ini dapat berdampak pada penurunan performa perangkat, bahkan memicu kerusakan fatal seperti mati total.

Sayangnya, tidak ada sedikit pengguna laptop yang tersebut kurang memahami kebiasaan pemanfaatan yang dapat mempercepat penurunan kualitas baterai. Kebocoran sel pun banyak kali terjadi tanpa disadari, lalu mengakibatkan risiko kecacatan permanen.

Berikut sembilan persoalan yang digunakan patut dihindari agar elemen penyimpan daya laptop tetap memperlihatkan awet serta tiada mudah bocor.

1. Tidak men-charge pada waktu baru dibeli

Pengguna kerap kali secara langsung menggunakan laptop baru tanpa mengisi daya terlebih dahulu. Padahal, sel laptop baru biasanya belum terisi penuh, belaka sekitar 50 persen. Dianjurkan untuk mencharge laptop pada kondisi berakhir selama kurang lebih lanjut empat jam sebelum digunakan agar kondisi sel lebih besar stabil.

2. Menggunakan laptop ketika dicharge

Mengoperasikan laptop sambil mengisi daya menjadi kebiasaan sejumlah orang. Padahal, aktivitas ini menghasilkan elemen penyimpan daya bekerja ganda: mengisi daya sekaligus mengeluarkan daya. Jika diadakan terus menerus, kemampuan fisik elemen penyimpan daya akan merosot dan juga risiko kebocoran pun meningkat.

3. Membiarkan laptop terhenti total

Membiarkan laptop mati total sebab kehabisan daya juga dapat merusak baterai. Kondisi ini mengganggu kestabilan arus listrik di dalam di perangkat, sehingga sebaiknya pengguna rutin memantau daya akumulator serta segera mengisi ulang sebelum daya habis.

4. Tidak mencabut charger pada waktu telah penuh

Mengisi daya laptop hingga penuh memang benar baik, tetapi membiarkannya masih terhubung ke aliran listrik setelahnya penuh justru dapat menimbulkan penyimpan daya kelebihan daya. Kebiasaan ini meningkatkan risiko kecacatan baterai, korsleting, hingga kebakaran.

5. Pengaturan layar terlalu terang

Layar dengan tingkat kecerahan tinggi mengakomodasi lebih tinggi berbagai daya baterai. Selain mempercepat habisnya daya, hal ini juga berdampak pada penurunan umur baterai. Disarankan untuk menyesuaikan tingkat kecerahan sesuai keperluan agar lebih besar hemat daya kemudian ramah bagi mata.

6. Sering melepas serta memasang baterai

Sebagian pengguna memilih melepas elemen penyimpan daya laptop pada waktu bermasalah, lalu memasangnya kembali. Tindakan ini dapat memicu kecacatan dikarenakan perangkat harus beradaptasi dengan arus listrik yang mana tak stabil. Sebaiknya, langkah ini dihindari kecuali dilaksanakan oleh teknisi profesional.

7. Menggunakan berbagai perangkat lunak bersamaan

Membuka terlalu banyak aplikasi mobile di waktu bersamaan mengakibatkan elemen penyimpan daya bekerja ekstra keras. Aplikasi yang mana berjalan dalam latar belakang juga turut menguras daya. Oleh sebab itu, pengguna disarankan menghentikan perangkat lunak yang digunakan tidaklah diperlukan agar pemanfaatan sel lebih banyak efisien.

8. Menggunakan stop kontak bercabang

Mencolokkan charger laptop pada colokan bercabang kerap dianggap sepele. Namun, arus listrik yang dimaksud terbagi ke beberapa perangkat dapat menyebabkan fluktuasi tegangan, sehingga akumulator laptop rentan rusak dan juga cepat bocor.

9. Kerusakan fisik pada baterai

Kerusakan fisik akibat benturan, jatuh, atau cacat produksi juga menjadi pemicu umum kebocoran sel laptop. Baterai laptop yang mana mengalami kebocoran dikarenakan kehancuran fisik dapat membahayakan dikarenakan risiko kebakaran atau ledakan yang dimaksud tidak ada diinginkan.

Langkah perbaikan lalu pencegahan

Apabila akumulator laptop telah terlanjur bocor, pengguna masih dapat melakukan beberapa langkah perbaikan ringan. Beberapa di tempat antaranya adalah melakukan pembaruan sistem (Windows Update), mengaktifkan layanan power saver, dan juga melakukan kalibrasi elemen penyimpan daya secara berkala.

Jika kondisi penyimpan daya tiada kunjung membaik, disarankan untuk mengakibatkan perangkat ke pusat layanan resmi atau teknisi terpercaya. Perawatan yang mana tepat akan membantu menjaga kinerja sel masih optimal dan juga meminimalkan risiko kehancuran yang dimaksud lebih lanjut parah.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles