Tag: usaha pariwisata

  • otoritas akan bentuk pokja penanggulangan pungli di tempat tempat wisata

    otoritas akan bentuk pokja penanggulangan pungli di tempat tempat wisata

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Kementerian Wisata bersatu kementerian terkait akan membentuk kelompok kerja (pokja) penanggulangan pungli di dalam tempat wisata.

    "Kami juga rencananya akan menimbulkan seperti pokja dengan dengan Kemendagri," kata Deputi Area Industri dan juga Penyertaan Modal Kementerian Peluang Usaha Pariwisata Rizki Handayani Mustafa di acara Musyawarah Nasional (Munas) XVIII PHRI pada Selasa.

    Ia menyampaikan bahwa pungli dilaporkan masih terjadi di area tempat-tempat wisata.

    Menurut dia, kementerian telah menimbulkan nota kesepahaman kerja sejenis dengan kepolisian untuk menanggulangi pungli di dalam tempat wisata.

    Guna mengupayakan penerapan kerja serupa tersebut, menurut dia, Dinas Wisata perlu menciptakan kesepakatan sama dengan Kepolisian Daerah.

    "Ini bagian yang tentunya kita koordinasikan Kemendagri tentunya, yang punya, juga Kementerian Keuangan tentunya, ini yang digunakan menjadi PR kami," katanya.

    "Kami ingin mungkin saja dapat tertulis, jadi dasar buat kami untuk kemudian berkoordinasi dengan Kemendagri. Jadi supaya jangan katanya-katanya, tapi memang benar dari pemda atau asosiasi menyampaikan hal ini," kata dia.​​​​​​​

    Rizki mengungkapkan bahwa asosiasi pelaku usaha pariwisata seperti Perhimpunan Hotel lalu Warung Makan Indonesia (PHRI) serta Gabungan Industri Peluang Usaha Pariwisata Indonesia (GIPI) juga perlu ikut serta di upaya penanggulangan pungli di dalam tempat wisata.

    Ia mengemukakan pentingnya penegakan hukum lalu pelaksanaan inisiatif edukasi untuk meningkatkan pemahaman penduduk mengenai dampak buruk pungli di area tempat wisata pada upaya mengatasi pungli pada wilayah wisata.

    Deputi Pembangunan Destinasi kemudian Infrastruktur Kementerian Peluang Usaha Pariwisata Hariyanto sebelumnya menyampaikan bahwa pungli antara lain muncul akibat tingkat pemahaman penduduk mengenai keberlanjutan bidang usaha pariwisata masih rendah.

    Hariyanto menekankan pentingnya penegakan hukum dan juga penyuluhan terhadap publik di upaya penanggulangan pungli di tempat tempat wisata.

    "Salah satu yang konkret adalah kita melakukan konfirmasi dengan aparat penegak hukum, khususnya polisi, itu melalui kerja sebanding yang tersebut sudah ada ada ditingkatkan lagi," katanya.

  • Wakil Menteri Perjalanan ajak PHRI berkolaborasi majukan pariwisata

    Wakil Menteri Perjalanan ajak PHRI berkolaborasi majukan pariwisata

    ligapedianews.com Ibukota – Wakil Menteri Perjalanan Ni Luh Enik Ermawati menghadirkan Perhimpunan Hotel serta Warung Makan Indonesia (PHRI) untuk menguatkan kolaborasi di upaya memajukan sektor pariwisata Indonesia.

    "Kami sangat membutuhkan peran serta kolaborasi dari PHRI untuk menyiapkan kemudian mendirikan sumber daya manusia profesional untuk dapat menghadirkan pelayanan berkualitas, kemudian meningkatkan kekuatan inisiatif positif pariwisata, kemudian meningkatkan daya tarik Indonesia pada mata dunia," kata Ni Luh pada keterangan persnya pada Jakarta, Rabu.

    Dia mengemukakan bahwa PHRI berperan penting pada upaya pengembangan pariwisata, lalu merupakan mitra pemerintah di mendirikan sektor pariwisata.

    "Sepanjang 56 tahun usia PHRI, organisasi ini telah menjadi mitra terpercaya pemerintah di mendirikan juga menguatkan sektor pariwisata," kata Ni Luh.

    Menurut dia, PHRI berkontribusi besar di upaya menarik wisatawan untuk mengunjungi destinasi-destinasi wisata di dalam Indonesia.

    Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menyampaikan komitmen perhimpunan untuk memperkuat pemerintah pada mengembangkan perniagaan pariwisata.

    "Kami berikrar untuk senantiasa membantu pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata, untuk dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tersebut membantu perkembangan pariwisata Indonesia," katanya.

    Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), selama tahun 2024 bilangan bulat kunjungan wisatawan di negara lain ke Indonesia mencapai 13,9 juta, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan pada tahun 2023.

    Sepanjang tahun 2024, menurut data BPS ada 1,021 miliar wisatawan Nusantara yang digunakan melakukan perjalanan wisata pada Indonesia atau meningkat 21,7 persen dari 839,67 jt pada tahun 2023.

    Sektor pariwisata pada 2024 diperkirakan menyumbang devisa sebanyak 16,7 miliar dolar AS, meningkat dari 19,3 persen pada 2023.

    Kontribusi sektor pariwisata terhadap item domestik bruto tahun 2024 diperkirakan berkisar 4,01 sampai 4,5 persen.