Tag: Trump

  • Trump sebut ia harus bersatu dengan Pemimpin Rusia untuk akhiri pertempuran negara Ukraina

    Trump sebut ia harus bersatu dengan Pemimpin Rusia untuk akhiri pertempuran negara Ukraina

    ligapedianews.com Washington – Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump mengungkapkan pada hari terakhir pekan (16/5) bahwa ia harus bersatu dengan Vladimir Presiden Rusia untuk mengakhiri konflik Ukraina.

    "Saya memiliki hubungan yang digunakan sangat baik dengan Putin. Saya pikir kami akan menyebabkan kesepakatan. Kami harus bekerja sama, serta saya rasa kami akan segera menjadwalkannya," kata Donald Trump untuk Fox News di dalam Abu Dhabi.

    Istanbul menjadi tuan rumah pembicaraan Rusia-Ukraina pada Hari Jumat untuk memajukan upaya perdamaian antara kedua negara.

    Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan pembicaraan diplomatik intensif yang digunakan difasilitasi oleh Turki memunculkan kesepakatan untuk menukar 1.000 tahanan dari masing-masing pihak sebagai langkah memulai pembangunan kepercayaan.

    Fidan menyebutkan bahwa pejabat tanah Ukraina juga Rusia pada prinsipnya setuju untuk bertemu kembali guna merundingkan gencatan senjata.

    Trump mengungkapkan ia lelah meninjau orang lain yang dimaksud pergi dan juga bertemu juga melakukan segala hal.

    “Saya rasa Presiden Rusia juga lelah dengan semua ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia akan menggunakan pengaruh jikalau memang benar diperlukan.

    “Tidak ada yang dimaksud menggunakan pengaruh lebih banyak baik daripada saya,” tambahnya.

    Sumber: Anadolu

  • Kemarin, respons BEI terhadap tarif Amerika Serikat hingga percepatan IEU-CEPA

    Kemarin, respons BEI terhadap tarif Amerika Serikat hingga percepatan IEU-CEPA

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Berbagai insiden dunia usaha diberitakan oleh Kantor Berita ANTARA pada Rabu (9/4/2025), mulai dari kesiapan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memitigasi dampak lanjutan dari kebijakan tarif impor oleh Amerika Serikat hingga percepatan penyelesaian Perundingan Persetujuan Kemitraan Sektor Bisnis Komprehensif antara Indonesia dan juga Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA).

    Berikut rangkuman berita dunia usaha kemarin yang tersebut layak disimak pagi ini:

    1. BEI sudah pernah siap mitigasi apabila ada efek lanjutan kebijakan tarif Trump

    PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah dilakukan siap dengan langkah mitigasi apabila terdapat dampak lanjutan dari kebijakan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    Baca selengkapnya pada sini

    2. Menteri ESDM antisipasi peperangan dagang dengan penguatan hilirisasi

    Menteri Energi serta Informan Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengantisipasi dampak dari peperangan dagang antara Amerika Serikat dengan China melalui penguatan proses pengolahan lebih lanjut untuk menjaga ketahanan kegiatan ekonomi nasional.

    Baca selengkapnya di tempat sini

    3. BEI: Jumlah penanam modal saham RI naik pesat selama libur Lebaran

    Direktur Pembangunan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, jumlah total penanam modal lingkungan ekonomi saham Indonesia meningkat signifikan selama periode libur Lebaran mulai 28 Maret 2025 sampai 8 April 2025.

    Baca selengkapnya pada sini

    4. Mentan: Kita harus bela rakyat agar Merah Putih tegak di area sektor pangan

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya membela kepentingan rakyat kecil agar Merah Putih masih tegak di sektor pangan, dengan terus meningkatkan produksi lalu menjaga ketahanan pangan nasional.

    Baca selengkapnya di dalam sini

    5. Mendag RI juga Prancis bahas percepatan penyelesaian Indonesia-EU CEPA

    Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso bertemu dengan Menteri Urusan Perdagangan Luar Negeri juga Warga Prancis di tempat Luar Negeri Laurent Saint-Martin mengkaji percepatan penyelesaian Perundingan Persetujuan Kemitraan Perekonomian Komprehensif antara Indonesia kemudian Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA) di dalam Jakarta, Rabu.

    Baca selengkapnya pada sini

  • Rupiah menguat seiring penundaan kebijakan tarif Amerika Serikat

    Rupiah menguat seiring penundaan kebijakan tarif Amerika Serikat

    Ligapedia.news Ruang penurunan suku bunga oleh BI cukup besar dikarenakan naiknya harga masih sangat rendah

    Jakarta – Analis Bank Woori Saudara Rully Nova meninjau penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi penundaan penerapan kebijakan tarif oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

    "Rupiah hari ini diperkirakan ditutup menguat di area kisaran Rp16.775-Rp16.870 yang mana dipengaruhi oleh faktor global, yaitu penundaan penerapan tarif oleh Presiden Trump," ucapnya terhadap ANTARA di dalam Jakarta, Kamis.

    Kemarin, Trump mengumumkan tambahan dari 75 negara akan diberikan penangguhan selama 90 hari dari tenggat waktu Rabu (9/4/2025), yang dimaksud mana sebelumnya akan dikenakan tarif lebih besar tinggi dari batas dasar 10 persen –bahkan pada beberapa kasus, tarifnya bisa jadi berjauhan lebih tinggi tinggi.

    Trump mengungkapkan penangguhan itu diberikan dikarenakan negara-negara yang dimaksud sudah menghubungi mitra mereka itu pada Amerika Serikat untuk mencari solusi terkait isu-isu perdagangan, hambatan dagang, tarif, manipulasi mata uang, serta tarif nonmoneter.

    Presiden Negeri Paman Sam juga menambahkan bahwa negara-negara yang dimaksud tak melakukan tindakan balasan terhadap Amerika Serikat "dalam bentuk apa pun."

    Untuk faktor domestik, sentimen positif berasal dari level pemuaian yang mana rendah sebesar 1,03 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Maret 2025.

    Selain itu, juga adanya harapan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).

    "Ruang penurunan suku bunga oleh BI cukup besar dikarenakan naiknya harga masih sangat rendah. Alasan yang digunakan mendasar lebih besar pada menjaga peluang pertumbuhan agar bukan terjadi stagnasi ekonomi," kata Rully.

    Nilai tukar rupiah pada membuka perdagangan hari Kamis pagi dalam DKI Jakarta menguat sebesar 40 poin atau 0,24 persen menjadi Rp16.833 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya Rp16.873 per dolar AS.

  • BNI perketat kredit valas guna jaga kinerja di area sedang fluktuasi rupiah

    BNI perketat kredit valas guna jaga kinerja di area sedang fluktuasi rupiah

    Ligapedia.news DKI Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meningkatkan kehati-hatian di penyaluran kredit berdenominasi valuta asing (valas) untuk menjaga kinerja perusahaan di area berada dalam fluktuasi nilai tukar rupiah.

    “BNI secara berkala terus menerapkan manajemen risiko yang tersebut ketat, salah satunya dengan melakukan stress test terhadap kondisi makro dunia usaha termasuk pergerakan nilai tukar guna mengantisipasi agar tak berdampak terhadap kualitas aset,” kata Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo, dikutipkan di tempat Jakarta, Kamis.

    Pengetatan kredit valas itu dilaksanakan dengan memprioritaskan pemberian kredit untuk debitur yang mana memiliki natural hedge pada bidang usaha model mereka.

    Terkait kondisi likuiditas valas, Okki menegaskan bahwa likuiditas pada mata uang dolar Amerika Serikat (AS) masih berada pada level yang digunakan sangat memadai.

    "BNI menjaga kecukupan likuiditas pada berhadapan dengan rasio yang ditetapkan oleh regulator," ujar dia.

    Saat ini, rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) valas BNI masing-masing tercatat sebesar 151,72 persen kemudian 135,13 persen, sangat di dalam berhadapan dengan batas minimum yang digunakan ditetapkan regulator.

    Loan to Deposit Ratio (LDR) juga masih berada pada koridor yang dimaksud ditetapkan oleh manajemen.

    Selain itu, BNI miliki tempat alat likuid pada bentuk dolar Amerika Serikat yang mana mencukupi dan juga dijaga pada level lebih besar tinggi dari risk appetite internal bank.

    Dengan pengelolaan risiko yang tersebut disiplin juga kedudukan likuiditas yang kuat, BNI optimistis dapat menjaga stabilitas kinerja lalu memperkuat perkembangan sektor ekonomi nasional pada berada dalam kondisi lingkungan ekonomi global yang tersebut penuh tantangan.

    “Hal ini mencerminkan kesiapan BNI di menghadapi peluang tekanan likuiditas yang dimaksud kemungkinan besar timbul akibat dinamika nilai tukar global,” tutur Okki.

    Untuk diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini pada Ibukota menguat sebesar 50 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.823 per dolar Negeri Paman Sam dari sebelumnya Rp16.873 per dolar AS.

    Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi ekspektasi resesi Amerika Serikat mereda.

    Hal itu dipengaruhi pengumuman Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump terkait 75 negara lain akan diberikan penangguhan pemberlakuan kebijakan tarif selama 90 hari dari tenggat waktu Rabu (9/4). Sebelumnya, mereka itu dijadwalkan akan dikenakan tarif tambahan tinggi dari batas dasar 10 persen, bahkan di beberapa kasus, tarifnya sanggup jarak jauh lebih banyak tinggi.