Tag: Timur Tengah

  • Mediator Timur Tengah persiapkan kesepakatan Iran-AS

    Mediator Timur Tengah persiapkan kesepakatan Iran-AS

    Doha – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari pada Awal Minggu mengutarakan bahwa pemerintahnya dengan dengan negara-negara mediator lainnya pada Timur Tengah sedang mempersiapkan kesepakatan antara Iran serta Amerika Serikat hingga "daya tawar yang mana diperlukan" terbentuk.

    "Inilah yang dimaksud sedang kami kerjakan. Untuk menjamin bahwa elemen-elemen yang disebutkan ada, kemudian bahwa kami mampu menempatkan elemen-elemen ini sebelum pengaruh diperlukan," kata juru bicara yang disebutkan untuk stasiun televisi CNN.

    Ia menambahkan bahwa pengaruh yang dimaksud digunakan oleh kedua belah pihak pada akhirnya akan tercermin di ketentuan kesepakatan.

    Al-Ansari juga menyalahkan mereka yang digunakan percaya bahwa situasi pada waktu ini ke Selat Hormuz dapat bermetamorfosis menjadi normal baru, memberi peringatan merek bahwa semua dampak negatif dari penutupan jalur air yang disebutkan "akan segera sampai ke pintu Anda."

    Pada 28 Februari, Amerika Serikat juga tanah Israel mulai menyerang target ke Iran, yang dimaksud kemudian dibalas oleh pihak Iran dengan serangan balasan.

    Konflik sempat berhenti di mana Teheran dan juga Washington melakukan penandatanganan memorandum yang bertujuan menghentikan permusuhan pada pertengahan Juni, tetapi tak lama kemudian, dia kembali saling menyerang.

    Sumber: Sputnik

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Trump: Peran Hormuz akan berkurang, digantikan jalur pipa Suriah

    Trump: Peran Hormuz akan berkurang, digantikan jalur pipa Suriah

    Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan peran Selat Hormuz akan berkurang pada masa mendatang seiring beroperasinya jaringan pipa baru dan juga berkembangnya jalur alternatif pengangkutan minyak di Timur Tengah.

    "Pipa-pipa sedang dibangun sekarang. Jalan melalui Suriah, yang luar biasa, sedang dibangun serta sebenarnya telah terbuka. Orang-orang menyebabkan minyak dengan truk melalui Suriah, truk-truk besar yang mengangkut minyak," kata Trump untuk wartawan, Jumat.

    "Sejumlah alternatif untuk Selat Hormuz sedang dibuat. Selat Hormuz tiada seperti dulu lagi … merekan (Iran) pada akhirnya akan miliki Selat Hormuz yang tidak ada lagi terlalu diperlukan. Pipa-pipa sedang dibangun pada seluruh Timur Tengah sehingga mereka tidaklah penting melalui Hormuz," katanya.

    Pada Kamis, Trump mengunggah gambar di Truth Social yang mana menunjukkan sekitar 18 jt barel minyak per hari ketika ini melintasi selat tersebut. Angka itu turun dari sekitar 20 jt barel sebelum konflik dengan Iran dimulai.

    Pada 18 Agustus, Trump menyatakan Selat Hormuz terbuka bagi pelayaran. Namun, blokade angkatan laut terhadap Iran masih diberlakukan.

    Selat Hormuz permanen menjadi jalur penting bagi perdagangan energi global. Di berada dalam ketegangan regional, kemudian lintas pelayaran melalui selat yang dimaksud turun secara signifikan.

    Dalam beberapa hari terakhir, jumlah total kapal yang melintas hanya sekali tersisa segelintir. Kapal tanker minyak berukuran besar juga pengangkut gas juga nyaris berhenti menggunakan jalur tersebut.

    Sebelum eskalasi, sekitar seperlima pengiriman minyak juga gas alam cair bola menyeberangi Selat Hormuz.

    Sumber: Sputnik

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kunjungan Prabowo ke Timur Tengah perkuat Indonesia di tempat kawasan selatan

    Kunjungan Prabowo ke Timur Tengah perkuat Indonesia di tempat kawasan selatan

    Ligapedia.news Ibukota – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke beberapa jumlah negara di area Timur Tengah, yakni Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, lalu Yordania, dijalankan untuk merancang hubungan urusan politik dan juga meningkatkan kekuatan sikap Indonesia dalam panggung internasional, khususnya di dalam Global South.

    Selain program urusan politik kemudian ekonomi yang mana diusung, Prabowo pada kunjungan itu mendapat sambutan hangat pada setiap negara yang digunakan disinggahi. Komitmennya merancang solidaritas global juga berpeluang besar menjadi pemimpin baru dunia, kata Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan.

    Pernyataan yang dimaksud beliau komunikasikan pada waktu merangkum Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mencermati Arah Politik dan juga Diplomasi Prabowo di dalam Timur Tengah dan juga Turki” yang diselenggarakan di area kantor GREAT Institute, DKI Jakarta pada Mulai Pekan (14/4).

    Syahganda menilai pemerintah perlu merancang komunikasi kebijakan pemerintah yang tersebut lebih banyak baik sehingga kebijakan luar negeri Indonesia tidak ada mendapatkan persepsi negatif.

    Sejalan dengan yang tersebut disampaikan Syahganda, Direktur aspek geopolitik GREAT Institute Teguh Santosa menguraikan dilema setiap negara dalam arena internasional yang tersebut anarkis.

    Menurut dia, hubungan dengan negara lain haruslah dibangun tanpa menciptakan ketergantungan atau the absence of dependency.

    “Salah besar bila kita mengungkapkan bahwa antitesa dari ketergantungan pada satu negara hegemonik adalah dengan dengan bersandar pada negara hegemonik lain. Antitesa dari ketergantungan pada satu negara adalah meniadakan ketergantungan pada negara itu, kemudian pada negara lain," jelas Teguh.

    Dengan demikian, dinamika yang digunakan terjadi di dalam arena internasional pada waktu ini, yang mana dipicu oleh peperangan tarif yang dilancarkan pemerintahan Donald Trump pada Amerika Serikat lalu direspons dengan sangat keras oleh pemerintahan Xi Jinping pada China, harus dijadikan peluang untuk memulai pembangunan kemitraan dengan negara-negara lain berdasarkan prinsip saling menghormati kedaulatan.

    Teguh meyakini kunjungan Prabowo ke sebagian negara kemudian komunikasinya dengan pemimpin-pemimpin dunia dilaksanakan di kerangka itu.

    Sementara itu, Dr Zarmansyah, individu ilmuwan yang tersebut hadir di diskusi itu, mengingatkan bahwa Indonesia miliki pembangunan ekonomi yang digunakan sangat besar pada proses perdamaian pada berbagai kawasan dunia. Sayangnya, pembangunan ekonomi perdamaian itu seringkali ditinggalkan begitu saja.

    “Saya berharap, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian pada penanaman modal perdamaian yang dimaksud telah kita lakukan pada sejumlah negara. Kehadiran Indonesia di menjaga perdamaian dalam berbagai negara serta kawasan harus di-follow up dengan kerja serupa kegiatan ekonomi sehingga Indonesia mempunyai mitra alternatif yang lebih tinggi luas,” ujar Zarmansyah.

  • Mistral Saba Kecerdasan Buatan Berbahasa Arab Beredar di tempat Timur Tengah

    Mistral Saba Kecerdasan Buatan Berbahasa Arab Beredar di tempat Timur Tengah

    Ligapedianews – JADDAH – Mistral merupakan salah satu perusahaan yang digunakan berpusat di tempat Eropah meluncurkan kecerdasan buatan khusus untuk pasaran negara-negara Arab, yang mana disebut Mistral Saba.

    Seperti dilansir dari Tech Crunch, model ini berisi 24 miliar parameter serta bertujuan untuk meningkatkan interaksi di bahasa Arab.

    Model ini juga efektif dengan bahasa-bahasa Asia Selatan seperti Tamil juga Malayalam, dikarenakan adanya hubungan linguistik kemudian budaya dengan Timur Tengah. Model ini tersedia melalui API juga dapat diterapkan di dalam lokasi.

    Dengan langkah ini, penawaran Mistral juga lebih banyak tertumpu ke pasaran Timur Tengah yang tidaklah khusus untuk pesaing lain.

    Mistral Saba merupakan model kecil dengan 24 miliar parameter, namun beroperasi tambahan baik berbanding Mistral Small 3.

    Mistral telah dilakukan memulakan penawaran Mistral Saba ini melalui API mereka, juga juga ditawarkan untuk perusahaan kemudian sektor yang dimaksud ingin membangunkan server merek tersendiri.

    Selain bahasa Arab, Mistral Saba juga turut memahami beberapa bahasa lain, termasuk Tamil lalu Malayalam.

  • Bashar Al-Assad, sosok diktator Suriah yang digunakan akhirnya digulingkan

    Bashar Al-Assad, sosok diktator Suriah yang digunakan akhirnya digulingkan

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Bashar Hafiz Al-Assad (بشار حافظ الأسد) atau Bashar Al-Assad adalah individu politikus, perwira militer, serta dokter bedah dengan syarat Suriah yang dimaksud menjabat sebagai Presiden Suriah sejak Juli 2000 hingga akhirnya digulingkan pada 8 Desember 2024.

    Assad, yang tersebut mewarisi kekuasaan ayahnya, yaitu Hafez al-Assad, menjadi pemimpin negara Suriah selama lebih tinggi dari dua dekade dalam bawah rezim otoriter. Pemerintahannya ditandai oleh berbagai pelanggaran hak asasi manusia, konflik internal yang mana berkepanjangan, juga penindasan terhadap oposisi politik.

    Kehidupan awal dan juga latar belakang pendidikan

    Bashar al-Assad lahir pada 11 September 1965 di tempat Damaskus, Suriah. Ia adalah putra kedua dari Hafez al-Assad, yang mana menjadi Presiden Suriah dari tahun 1971 hingga 2000. Assad menempuh lembaga pendidikan menengah dalam sekolah elit Franco-Arab al-Hurriyet di tempat Damaskus sebelum kemudian melanjutkan studi pada Universitas Damaskus untuk belajar di tempat Fakultas Kedokteran.

    Ia lulus pada tahun 1988, lalu mengawali kariernya dengan bekerja sebagai dokter di dalam Angkatan Darat Suriah. Kemudian, pada 1992, ia melanjutkan studi pascasarjana di tempat bidang oftalmologi di area Rumah Sakit Mata Barat, London.

    Takdir politiknya berubah besar pada tahun 1994 ketika kakak tertuanya, Basil al-Assad, yang mana pada waktu itu dipersiapkan sebagai penerus ayah mereka, meninggal di kecelakaan mobil. Setelah itu, Bashar dipanggil kembali ke Suriah untuk mempersiapkan dirinya sebagai pewaris kekuasaan. Ia memasuki akademi militer serta berpartisipasi pada pendudukan Suriah menghadapi Lebanon di area akhir 1990-an.

    Awal kekuasaan

    Bashar al-Assad menjadi Presiden Suriah pada 17 Juli 2000, menggantikan ayahnya yang mana meninggal sebulan sebelumnya.

    Ia juga mengambil alih kedudukan sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Suriah dan juga Sekretaris Jenderal Partai Ba'ath Sosialis Arab.

    Meskipun awalnya ada harapan bahwa ia akan memodernisasi lalu mereformasi Suriah, namun pada kenyataannya periode awal kekuasaan Bashar yang tersebut dikenal sebagai Damaskus Spring, dengan cepat berakhir dengan tindakan represif lalu otoriter terhadap aktivis serta tokoh oposisi pada tahun 2001-2002.

    Referendum pada tahun 2000 kemudian 2007 mengukuhkan Assad sebagai presiden dengan tingkat dukungan yang tersebut dilaporkan mencapai lebih banyak dari 97%, meskipun proses pilpres yang dimaksud secara luas dianggap tiada demokratis.

    Kepemimpinan otoriter kemudian konflik saudara dalam Suriah

    Banyak analis mengecap rezim Assad sebagai kediktatoran. Assad memerintah Suriah sebagai negara totaliter, dengan mengandalkan aparat keamanan dan juga propaganda yang digunakan masif. Rezimnya banyak kali dieksploitasi ketegangan sektarian untuk mempertahankan kekuasaan.

    Pada tahun 2011, ketika gelombang Arab Spring melanda Timur Tengah, demonstrasi anti-pemerintah di dalam Suriah berubah menjadi konflik bersenjata setelahnya tindakan keras aparat keamanan. Perang saudara yang berkepanjangan mengakibatkan lebih tinggi dari 580.000 orang tewas, dengan mayoritas korban adalah warga sipil. Rezim Assad dituduh melakukan berbagai kejahatan perang, termasuk pengaplikasian senjata kimia pada beberapa serangan mematikan, seperti serangan gas sarin di area Ghouta pada tahun 2013.

    Runtuhnya rezim Assad

    Setelah bertahun-tahun bertahan dari berbagai tekanan internasional dan juga konflik internal, rezim Assad akhirnya runtuh pada Desember 2024. Serangan besar-besaran oleh oposisi Suriah, yang digunakan dipimpin oleh koalisi kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) serta didukung oleh Tentara Nasional Suriah (SNA) yang tersebut didukung Turki, berhasil merebut kota Damaskus pada 8 Desember 2024. Assad dan juga keluarganya kemudian melarikan diri ke Rusia, dalam mana ia diberikan suaka urusan politik oleh pemerintah Moskow.

    Kejatuhan Assad menandai berakhirnya kekuasaan keluarga al-Assad yang digunakan sudah pernah memerintah Suriah selama lebih banyak dari lima dekade sejak ayahnya, Hafez al-Assad, mengambil alih kekuasaan pada tahun 1971.

    Kehidupan pribadi

    ​​​​​​​Bashar al-Assad menikah dengan Asma al-Akhras, seseorang ekonom yang digunakan lahir dan juga besar di area Inggris. Pasangan ini memiliki tiga anak. Assad juga dikenal fasih berbahasa Inggris dan juga Prancis, dan juga mempunyai latar belakang akademis pada bidang kedokteran mata.

    Kontroversi

    Warisan Bashar al-Assad sebagai pemimpin Suriah dipenuhi kontroversi. Meskipun ia memulai masa jabatannya dengan janji reformasi, pemerintahannya justru ditandai oleh pengabaian hak asasi manusia, konflik brutal, dan juga kehancuran ekonomi. Kejatuhannya memberikan harapan baru bagi rakyat Suriah untuk memulai era kebijakan pemerintah yang digunakan lebih besar demokratis juga inklusif, meskipun tantangan besar masih menanti negara yang disebutkan dalam masa transisi.

    Runtuhnya rezim Assad juga membuka putaran baru di geopolitik Timur Tengah, dengan dampak signifikan terhadap hubungan internasional Suriah kemudian stabilitas regional.

  • Keindahan Masjid Umayyah di dalam Damaskus, Suriah

    Keindahan Masjid Umayyah di dalam Damaskus, Suriah

    Ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Masjid Umayyah atau dikenal juga sebagai Masjid Raya Damaskus adalah salah satu bangunan paling penting di sejarah arsitektur Islam kemudian warisan budaya dunia.

    Berdiri megah di dalam pusat kota Damaskus, Suriah, masjid ini menjadi saksi perjalanan panjang peradaban yang mana melibatkan berbagai agama, kerajaan, lalu budaya.

    Keindahan arsitekturnya yang dimaksud memukau juga sejarahnya yang kaya menjadikan Masjid Umayyah sebagai simbol spiritual juga intelektual yang dimaksud melampaui zaman.

    Lapisan situs sejarah

    Masjid Umayyah dibangun di tempat berhadapan dengan lahan yang tersebut mempunyai sejarah keagamaan dan juga budaya yang sangat panjang. Ribuan tahun sebelum berdirinya masjid, lokasi ini menjadi pusat spiritual bangsa Aram, yang digunakan memulai pembangunan kuil untuk Hadad, dewa badai di mitologi mereka.

    Pada era Kekaisaran Romawi, tepatnya tahun 64 SM kuil ini digantikan oleh Kuil Jupiter Damascenus, sebuah struktur besar yang mana menjadi pusat keagamaan kota.

    Ketika Kekaisaran Romawi beralih ke agama Katolik, situs ini kembali berubah fungsi menjadi sebuah gereja yang tersebut didedikasikan untuk Santo Yohanes Pembaptis, pribadi tokoh yang mana dihormati pada tradisi Kristen lalu Islam.

    Gereja ini kemudian menjadi salah satu tempat ibadah utama di area Damaskus selama beberapa abad.

    Ketika kaum Muslimin menaklukkan Damaskus pada tahun 634 M, gereja yang disebutkan awalnya digunakan sama-sama oleh umat Muslim juga Kristen untuk beribadah. Namun, pada bawah pemerintahan Khalifah al-Walid I dari Dinasti Umayyah, gereja itu diubah menjadi masjid yang dimaksud monumental.

    Transformasi ini tiada hanya sekali menandai inovasi fungsi keagamaan tetapi juga mencerminkan visi besar Dinasti Umayyah di merancang simbol kejayaan Islam dalam zaman itu.

    Proses pembangunan yang tersebut megah

    Khalifah al-Walid I memulai proyek penyelenggaraan Masjid Umayyah pada tahun 706 M. Proyek ini melibatkan para arsitek lalu seniman terbaik dari berbagai wilayah, termasuk Bizantium, untuk menciptakan sebuah bangunan yang melambangkan kemegahan Islam.

    Pembangunan masjid berlangsung selama sekitar satu puluh tahun, dengan biaya yang mana sangat besar mencapai 600 ribu hingga 1 jt dinar emas.

    Masjid ini dirancang dengan memadukan elemen-elemen arsitektur Romawi, Bizantium, lalu tradisi Islam yang digunakan baru lahir. Hasilnya adalah sebuah bangunan yang digunakan tidaklah belaka indah secara estetika tetapi juga inovatif pada desainnya.

    Keindahan arsitektur

    Masjid Umayyah memiliki desain yang dimaksud mengesankan dengan denah persegi panjang yang tersebut luas. Salah satu ciri khasnya adalah halaman besar yang tersebut dikelilingi oleh deretan arkade dengan kolom-kolom megah.

    Halaman ini menjadi tempat berkumpul kemudian beribadah bagi umat Muslim juga mencerminkan keterbukaan ruang yang menjadi ciri arsitektur Islam.

    Fitur paling mencolok dari masjid ini adalah mosaik-mosaiknya yang indah. Mosaik yang disebutkan menghiasi dinding dan juga kubah masjid dengan gambar-gambar pemandangan surgawi seperti pohon-pohon, sungai, serta bangunan-bangunan yang mana dirancang dengan detail luar biasa.

    Salah satu keistimewaan mosaik ini adalah pengaplikasian kepingan kaca berlapis emas, menciptakan efek visual yang menakjubkan ketika terkena cahaya.

    Masjid ini juga memiliki tiga menara utama, yang mana masing-masing miliki sejarah juga makna tersendiri.

    Salah satu menara yang mana dikenal sebagai Menara Isa, diyakini oleh umat Muslim sebagai tempat Nabi Isa (Yesus) akan turun kembali pada akhir zaman.

    Selain itu, masjid ini juga miliki kubah besar yang digunakan disebut Kubah Elang (Qubbat al-Nasr), simbol dari kekuatan lalu kebesaran Islam.

    Makna keagamaan kemudian spiritual

    Masjid Umayyah memiliki arti yang dimaksud mendalam bagi umat Islam di dalam seluruh dunia. Di pada masjid ini terdapat tempat yang mana dipercaya sebagai makam Nabi Yahya (Santo Yohanes Pembaptis).

    Makam ini menjadi pengingat hubungan erat antara Islam dengan agama-agama Abrahamik sebelumnya.

    Masjid ini juga menjadi tempat berlangsungnya berbagai kejadian penting pada sejarah Islam. Khutbah-khutbah yang disampaikan di dalam di tempat ini oleh para khalifah serta ulama terkemuka mencerminkan peran masjid sebagai pusat intelektual kemudian spiritual.

    Peran di sejarah lalu budaya

    Selama berabad-abad, Masjid Umayyah sudah pernah menjadi simbol persatuan dan juga identitas bagi warga Damaskus. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran, tempat para cendekiawan berkumpul untuk mengeksplorasi ilmu agama, filsafat, kemudian sains.

    Masjid ini juga menjadi saksi bisu berbagai inovasi kebijakan pemerintah lalu sosial. Ketika Damaskus menjadi pusat kekuasaan Islam pada masa Dinasti Umayyah, masjid ini melambangkan kejayaan kemudian otoritas mereka.

    Di masa-masa selanjutnya, masjid ini terus bertahan melalui berbagai era, termasuk masa Kekhalifahan Abbasiyah, Kesultanan Mamluk, serta Kekaisaran Ottoman.

    Restorasi pada era modern

    Seperti sejumlah bangunan bersejarah lainnya, Masjid Umayyah sudah pernah menghadapi tantangan besar dari gempa bumi, kebakaran, kemudian konflik.

    Selama konflik yang dimaksud melanda Suriah sejak 2011, masjid ini mengalami kehancuran akibat pertempuran dalam sekitar Damaskus. Meski begitu, upaya untuk melindungi juga memulihkan masjid ini terus dilakukan, baik oleh pemerintah maupun rakyat internasional.

    Hari ini, Masjid Umayyah tetap memperlihatkan menjadi tujuan utama bagi para peziarah, wisatawan, lalu pencinta sejarah.

    Keindahan kemudian keagungannya menginspirasi jutaan orang, sementara nilai spiritualnya terus memberikan penghiburan juga harapan bagi umat Muslim di area seluruh dunia.