Tag: Timnas Indonesia

  • Shin Tae-yong Dipecat ketika Timnas Indonesia di dalam Fase Kritis, Bung Kusnaeni: Yang Disesalkan Momentumnya!

    Shin Tae-yong Dipecat ketika Timnas Indonesia di dalam Fase Kritis, Bung Kusnaeni: Yang Disesalkan Momentumnya!

    Ligapedianews.com Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, menyayangkan tindakan PSSI mengakhiri Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia . Menurutnya, peluang itu tidak ada pas lantaran Skuad Garuda sedang berjuang dalam Grup C fase ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026.

    PSSI resmi menyudahi kerja sejenis dengan Shin Tae-yong sebagai instruktur Timnas Indonesia pada Awal Minggu (6/1/2025). Keputusan yang disebutkan dibuat dengan berbagai macam pertimbangan seperti hambatan komunikasi kemudian taktik.

    Terkait hal itu, Kusnaeni menilai kalau sejatinya pemecatan orang instruktur adalah hal yang tersebut biasa di dunia sepak bola. Tapi ia menyayangkan kesempatan pemecatan PSSI terhadap Shin Tae-yong.

    Momennya dinilai kurang ideal dikarenakan Timnas Indonesia masih bertempur di tempat empat pertandingan sisa Grup C lalu punya kesempatan terbuka untuk lolos ke Piala Planet 2026. “Pemberhentian pembimbing timnas sebetulnya biasa. Itu kewenangan PSSI untuk mengangkat, memberhentikan, atau mengganti ahli timnas. Namun yang agak disesalkan adalah momentumnya,” kata Kusnaeni, Selasa (7/1/2024).

    “STY diganti ketika timnas sedang menghadapi fase kritis pada perjuangan lolos ke Piala Planet 2026. Kita masih punya empat pertandingan tersisa yang cukup berat. Tapi kita masih punya potensi untuk lolos,” lanjutnya.

    Kusnaeni berpendapat, idealnya Shin Tae-yong dibiarkan untuk menuntaskan perjuangannya sama-sama Timnas Indonesia pada Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Global 2026. Ketika telah terlihat hasilnya, baru PSSI melakukan evaluasi terkait kinerja instruktur selama Korea Selatan tersebut.

    “Idealnya, biarkan Shin Tae-yong kemudian timnas menuntaskan perjuangan ini. Setelah kualifikasi berakhir, baru kita menimbulkan penilaian terhadap kinerjanya,” tutur Kusnaeni.

    Peluang Timnas Indonesia untuk lolos memang benar masih terbuka mengingat persaingan pada Grup C sangat kompetitif. Skuad Garuda sedang duduk pada tempat tiga dengan enam poin, serupa seperti Arab Saudi, Bahrain, kemudian China. Mereka terpaut satu bilangan bulat dari Australia, sementara Negeri Sakura nyaman pada puncak dengan 16 poin.

    Nantinya, dua pasukan yang dimaksud finis teratas akan otomatis lolos ke Piala Global 2026. Sementara regu yang mana finis pada tempat tiga dan juga empat akan melanjutkan perjuangannya ke putaran keempat. Jika menilik persaingan Grup C pada atas, potensi Timnas Indonesia memang benar terbuka cukup lebar.

    Sementara, Timnas Indonesia akan kembali berjuang di lanjutan Grup C pada bulan Maret 2025 mendatang dengan melawan Australia juga menjamu Bahrain. Diharapkan, instruktur baru nantinya dapat menghadirkan Skuad Garuda meraih hasil manis di dalam dua laga debutnya itu.

  • Perbandingan Karier Kepelatihan Patrick Kluivert vs Shin Tae-yong, Bak Bumi juga Langit?

    Perbandingan Karier Kepelatihan Patrick Kluivert vs Shin Tae-yong, Bak Bumi juga Langit?

    Ligapedianews.com Perbandingan karier kepelatihan Patrick Kluivert vs Shin Tae-yong akan dibahas pada artikel ini. Di antara keduanya, mana yang tersebut lebih tinggi baik?

    Teka-teki sosok ahli baru Timnas Indonesia mulai menemui titik terang. Pakar pengiriman terkenal, Fabrizio Romano, melalui akun media sosialnya menyampaikan bahwa pengganti Shin Tae-yong di tempat skuad Garuda nantinya adalah Patrick Kluivert.

    “Patrick Kluivert sudah mengesahkan kontrak sebagai pembimbing kepala Timnas Indonesia. Kesepakatan selesai dengan durasi dua tahun kemudian opsi perpanjangan dua tahun. Ia akan diperkenalkan pada 12 Januari mendatang pada Indonesia,” tulis Fabrizio Romano.

    Seiring mencuatnya kabar tersebut, penggemar sepak bola Tanah Air mulai membandingkan sosok Patrick Kluivert dengan Shin Tae-yong, khususnya persoalan kiprah keduanya sebagai pelatih. Untuk itu, berikut sedikit perbandingannya yang dapat diketahui.

    Karier Kepelatihan Patrick Kluivert vs Shin Tae-yong

    1. Patrick Kluivert

    Patrick Kluivert memang sebenarnya punya nama besar pada waktu masih menjadi pesepak bola. Selain menjadi andalan Timnas Belanda dulunya, pada level klub beliau pernah berseragam beberapa klub top Eropa, seperti Milan kemudian Barcelona.

    Namun, hal yang dimaksud berbeda dengan rekam jejak Kluivert ketika menjadi pelatih. Sejauh ini, belum ada capaian menonjol dari pria berusia 48 tahun.

    Situs Transfermarkt bahkan mencatatnya belum pernah meraih peringkat apa pun sebagai pelatih. Karier kepelatihan Kluivert juga tambahan berbagai digunakan sebagai asisten dibandingkan instruktur kepala.

    Setelah memutuskan gantung sepatu pada 2008, Kluivert mengawali karier kepelatihan sebagai ahli penyerang di area AZ Alkmaar (2008-2009). Pada periode Januari-Juni 2010, ia kemudian menjadi asisten pembimbing Brisbane Roar di tempat Kejuaraan Australia.

    Lanjut, Kluivert lalu kembali ke Belanda lalu menjadi instruktur penyerang pada NEC Nijmegen (2010-2011). Kesempatan pertamanya menjadi pembimbing kepala datang ketika dipercaya menukangi FC Twente II pada 2011-2013.

  • Bocor! Hal ini Jadwal Kedatangan Patrick Kluivert ke Indonesia

    Bocor! Hal ini Jadwal Kedatangan Patrick Kluivert ke Indonesia

    Ligapedianews.com Pengamat sepak bola Haris Pardede alias Bung Harpa membocorkan jadwal kedatangan Patrick Kluivert ke Indonesia. Dalam podcast Youtube pribadinya, Selasa (7/1/2025), ia menuturkan apabila mantan bintang Barcelona itu tiba pada Tanah Air sehari sebelum PSSI memproduksi pengumuman terkait instruktur Timnas Indonesia.

    “Kluivert Dijadwalkan Tiba dalam Indonesia pada 11 Januari 2025. Keesokkan harinya, beliau akan bertemu dengan para pemain yang dimaksud bermain dalam Kompetisi 1,” jelas Bung Harpa.

    Harpa menambahkan bahwa sebelum Kluivert tiba di tempat Indonesia. Dia sudah ada menjalin komunikasi dengan pemain diaspora.

    “Sebelum terbang ke Indonesia, Kluivert telah menjalin komunikasi dengan pemain diaspora.”

    Meski demikian, Harpa menuturkan menangani Timnas Indonesia merupakan pekerjaan yang tersebut penuh tantangan. Karena tak ada pemusatan latihan jelang laga lanjutan fase Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia

    “Sayangnya juga selama kurun dua bulan ini tidaklah ada jadwal intersional break. Jadi bukan ada TC. Hal ini yang tersebut akan menjadi challenging,” cetus Harpa.

    Saat ini Timnas Indonesia menduduki peringkat ketiga di tempat Grup C dengan nilai enam. Skuad Garuda cuma tertinggal satu poin dari Australia yang dimaksud menduduki sikap kedua.

  • Pesan Menyentuh Shin Tae-yong ke Nova Arianto: Titip Jaga Pemain Lokal

    Pesan Menyentuh Shin Tae-yong ke Nova Arianto: Titip Jaga Pemain Lokal

    Ligapedianews.com Kepergian Shin Tae-yong dari kursi instruktur Timnas Indonesia meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar sepak bola Tanah Air. Pelatih jika Korea Selatan itu pun memberikan arahan menyentuh terhadap asistennya, Nova Arianto, dan juga para pemain, khususnya pemain lokal.

    Pesan Shin Tae-yong disampaikannya pada waktu membalas tulisan Nova Arianto pada akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya itu, Nova mengucapkan terima kasih berhadapan dengan bimbingan juga pengalaman yang mana telah terjadi diberikan Shin Tae-yong selama menangani Timnas Indonesia.

    “Terima kasih Head coach kemudian coaches semua untuk semua pembelajaran selama ini, pastinya berbagai cerita pada sana ada terkadang senang, sedih juga marah tapi pastinya coaches semua akan setiap saat diingat dengan apa yang dimaksud sudah ada dibuat untuk sepak bola Indonesia,” tulis Nova pada caption foto-foto tersebut.

    Tak disangka, instruktur yang dimaksud baru cuma dipecat PSSI itu memberikan balasan yang tersebut begitu menyentuh. “Terima kasih Nova juga maaf saya tak bisa jadi sampai akhir. Jaga pemain lokal kita, lalu semoga lolos ke Piala Dunia. Sampai jumpa lagi, terima kasih sejumlah untuk kali ini,” tulis Shin Tae-yong pada kolom komentar unggahan Nova.

    Pesan yang disebutkan seakan menjadi bukti betapa besar rasa tanggung jawab juga perhatikan Shin Tae-yong terhadap perkembangan sepak bola Indonesia, khususnya para pemain muda. Ia berharap agar para pemain lokal yang telah lama dibina dengan keras selama ini dapat terus berprogres kemudian menyebabkan Timnas Indonesia meraih prestasi yang tersebut lebih besar tinggi, bahkan hingga ke Piala Dunia.

    Kepergian Shin Tae-yong memang benar menyisakan banyak pertanyaan. Namun, arahan haru yang ia tinggalkan akan setiap saat dikenang oleh para penggemar sepak bola Indonesia.

    Hingga ketika itu, arahan menyentuh Shin Tae-yong ke Nova mendapat respon 8.000 lebih lanjut komentar. “Namamu akan selalu wangi coach @shintaeyong7777 , apabila Indonesia lolos Pildun itu ada andilmu, apabila Indonesia gagal lolos Pildun itu oleh sebab itu tidak kamu Pelatihnya, semoga sukses ditempat baru coach,” tulis netizen.

    Sementara itu, PSSI akan mengumumkan penunjukan ahli baru pada 12 Januari 2025. Beredar kabar jikalau Patrick Kluivert akan menggantikan peran Shin Tae-yong di dalam kursi instruktur Timnas Indonesia.

  • Reaksi Bung Towel Disorot: Kopi Pahit untuk Shin Tae-yong, Dua Jempol untuk Patrick Kluivert

    Reaksi Bung Towel Disorot: Kopi Pahit untuk Shin Tae-yong, Dua Jempol untuk Patrick Kluivert

    Ligapedianews.com JAKARTA – Pemecatan Shin Tae-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia oleh PSSI pada Awal Minggu (6/1/2025) mengundang beragam reaksi dari umum sepak bola. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah respons Bung Towel, pengamat sepak bola nasional, yang dimaksud terekam di sebuah unggahan pada akun Instagram @BanditFootballIndonesia.

    Dalam video tersebut, Bung Towel yang mana biasanya suka melempar kritik terhadap Shin Tae-yong , saat ini justru bungkam persoalan pemecatan. Dia terlihat sedang meminum kopi dan juga memberikan komentar singkat yang tersebut penuh makna, “Kopi pahit.” Ketika ditanya tambahan lanjut mengenai kabar pemecatan tersebut, ia belaka memberikan senyuman lebar tanpa menambahkan penjelasan apa pun. Reaksi Bung Towel ini segera menjadi material diskusi pada kalangan warganet.

    Melalui konferensi pers yang tersebut dilakukan di tempat Jakarta, Ketua Umum PSSI Erick Thohir resmi mengumumkan berakhirnya kerja identik dengan pembimbing selama Korea Selatan tersebut. Erick menyatakan bahwa surat pemutusan kontrak sudah disampaikan melalui Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, juga diterima dengan segera oleh Shin Tae-yong.

    “Kami mengucapkan terima kasih berhadapan dengan dedikasi juga prestasi Coach Shin selama ini. Namun, kami harus melangkah ke arah yang mana tambahan baik untuk masa depan Timnas,” ujar Erick Thohir.

    Meski mengakibatkan sebagian kemajuan bagi Timnas Indonesia, termasuk lolos ke Piala Asia 2024, perjalanan Shin Tae-yong di dalam Indonesia kerap diwarnai pro kemudian kontra. Pemecatannya pun memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

    Di sedang isu pemecatan ini, nama Patrick Kluivert mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Shin Tae-yong. Mantan pemain Barcelona serta Timnas Belanda yang dimaksud disebut-sebut memiliki keunggulan di komunikasi, teristimewa dengan pemain yang mana mempunyai latar belakang Belanda seperti Marc Klok, Ivar Jenner, serta Rafael Struick.

    Ketika ditanya pendapatnya mengenai Patrick Kluivert, Bung Towel memberikan respons yang lagi-lagi menarik perhatian. Tanpa berkata apa pun, ia hanya sekali mengangkat kedua ibu jarinya—seolah memberi dukungan penuh untuk kandidat pembimbing baru tersebut.

    Reaksi ini kembali menuai sorotan. Sebagian umum menilai bahwa Bung Towel setuju dengan tindakan PSSI untuk mengganti pelatih, sedangkan pihak lain menganggap gestur yang dimaksud sebagai bentuk sindiran terhadap langkah yang dimaksud dianggap kontroversial.

    “Bung Towel nampaknya setuju banget sejenis Kluivert. Tapi, apakah ini memang sebenarnya solusi terbaik untuk Timnas?” tulis salah satu netizen dalam media sosial.

    Patrick Kluivert sendiri, walaupun miliki nama besar sebagai pemain, belum sepenuhnya teruji pada dunia kepelatihan. Pengalamannya dengan regu seperti Adana Demirspor lalu Curacao tiada menciptakan pencapaian signifikan.

  • Alex Pastoor Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia? PSSI Bilang Begini

    Alex Pastoor Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia? PSSI Bilang Begini

    Ligapedianews.com JAKARTA – Industri Media Belanda 433 NL membocorkan calon asisten ahli Timnas Indonesia , yakni Alex Pastoor. Hal itu pun semakin memanaskan bursa kepelatihan Skuad Garuda -julukan Timnas Indonesia ketika ini.

    Sebelumnya, Patrick Kluivert dirumorkan akan menjadi instruktur kepala Timnas Indonesia. Hal itu selepas Shin Tae-yong dipecat sebagai pembimbing Pratama Arhan dan juga kolega.

    “Alex Pastoor menjadi asisten pembimbing nasional Patrick Kluivert pada Indonesia. Selain itu, Denny Landzaat juga akan berperan sebagai staf,” tulis media itu, Selasa (7/1/2025).

    Sementara itu, Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga menyatakan Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir sangat selektif di memilih regu pelatih. Hal itu agar regu pembimbing baru dapat memberikan pembaharuan besar untuk Timnas Indonesia.

    “Jadi, butuh yang dimaksud namanya pemimpin, pelatih. Nah (pelatih) didampingi oleh asisten pembimbing yang mana kuat secara teknikal. Ini adalah pun sudah ada dicari mirip pak Erick (Thohir). Pelatih teknik-nya mumpuni,” kata Arya di area Jakarta, Selasa (7/1/2025)

    “Pak Erick ini membentuk yang namanya pasukan kepelatihan, yang tersebut punya kepemimpinan, tapi ada juga yang punya kemampuan teknik. Nah, ini yang tersebut gaya Eropa ya begini,” tambahnya.

    Kendati demikian, pria berkacamata itu belum mau menyebutkan secara spesifik calon asisten instruktur Timnas Indonesia. Menurutnya, jikalau telah saatnya, akan disampaikan ke publik

    “Siapa nanti yang dimaksud khusus asisten ahli teknisnya? Yang pasti ya level tinggi lah dalam Belanda juga, baguslah. Maksudnya baguslah dari Belanda juga diambil yang dimaksud punya prestasi meloloskan klub-klub masuk (promosi) Eredivisie,” ujarnya.

  • Profil Alex Pastoor Calon Asisten Pelatih Timnas Indonesia: Spesialis Angkat Kelas Tim Gurem

    Profil Alex Pastoor Calon Asisten Pelatih Timnas Indonesia: Spesialis Angkat Kelas Tim Gurem

    Ligapedianews.com Nama Alex Pastoor belakangan mencuat sebagai calon asisten pembimbing Timnas Indonesia . Pelatih selama Belanda ini dikabarkan akan mendampingi Patrick Kluivert, yang disebut-sebut akan menggantikan Shin Tae-yong sebagai instruktur kepala Skuad Garuda. Spekulasi ini semakin banyak setelahnya laporan media Belanda menyebutkan nama Pastoor sebagai bagian dari pasukan ahli baru.

    Karier kemudian Pengalaman Melatih

    Alex Pastoor lahir dalam Amsterdam pada 26 Oktober 1966. Dengan pengalaman panjang di tempat dunia sepak bola, Pastoor memiliki rekam jejak yang mana mengesankan, teristimewa di mengakibatkan tim-tim kecil naik kelas ke kompetisi tingkat tertinggi.

    Ia memulai karier kepelatihannya pada 2002 dengan klub lokal AFC’34. Setelah tiga tahun di dalam sana, Pastoor sempat vakum hingga akhirnya menangani Excelsior pada 2009. Di musim pertamanya, ia dengan segera menyebabkan Excelsior penawaran ke Eredivisie, liga utama Belanda.

    Setelah sukses pada Excelsior, Pastoor melanjutkan kariernya di tempat NEC Nijmegen pada 2011 hingga 2013. Ia juga sempat merasakan atmosfer sepak bola internasional pada waktu menjadi instruktur Slavia Praha pada Republik Ceko pada 2014.

    Pastoor juga mempunyai pengalaman sebagai asisten ahli serta instruktur sementara di area klub papan melawan Belanda, AZ Alkmaar, pada tahun yang tersebut sama. Namun, salah satu pencapaian terbaiknya datang pada waktu menangani Sparta Rotterdam. Pada musim 2015/2016, Pastoor menyebabkan Sparta menjuarai Eerste Divisie serta kembali ke Eredivisie pasca absen beberapa tahun.

    Pada 2019, ia mencoba tantangan baru di area Austria dengan melatih SCR Altach selama dua tahun. Terakhir, Pastoor kembali mencatatkan namanya sebagai pembimbing yang sukses menyebabkan Almere City penawaran ke Eredivisie pada musim 2022/2023.

    Peluang Bersama Timnas Indonesia

    Jika benar bergabung, Alex Pastoor akan mengakibatkan segudang pengalaman teknis yang digunakan dapat membantu meningkatkan performa Timnas Indonesia. Dalam laporan media, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pentingnya pasukan ahli dengan keahlian teknis tinggi untuk mendampingi instruktur kepala.

    “Tim pembimbing harus miliki kombinasi kepemimpinan kemudian kemampuan teknis yang tersebut kuat. Kami sangat selektif di memilih kandidat agar bisa jadi menghadirkan inovasi besar bagi Timnas Indonesia,” ujar Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga.

    Pastoor dikenal sebagai pembimbing yang tersebut disiplin serta mempunyai visi jelas di pengembangan tim. Dengan keberhasilannya mengakibatkan tiga klub berbeda ke Eredivisie, ia dianggap sebagai sosok yang tersebut mampu menghadirkan pembaharuan signifikan.

    Jika Alex Pastoor resmi menjadi bagian dari pasukan ahli Timnas Indonesia, tantangan besar menanti. Timnas pada waktu ini berada di dalam fase krusial di Kualifikasi Piala Bumi 2026. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan dampak positif, teristimewa pada memaksimalkan prospek pemain kemudian strategi permainan.

    Dengan pengumuman resmi yang dimaksud direncanakan pada 12 Januari mendatang, umum Indonesia menantikan langkah baru pada perjalanan Timnas dengan Alex Pastoor dan juga Patrick Kluivert. Apakah kombinasi mereka itu dapat mengakibatkan Garuda terbang tambahan tinggi? Waktu yang tersebut akan menjawab.

  • Perbandingan Prestasi Shin Tae-yong Melatih Timnas Indonesia di area ASEAN juga Asia

    Perbandingan Prestasi Shin Tae-yong Melatih Timnas Indonesia di area ASEAN juga Asia

    Ligapedianews.com Pelatih Timnas Indonesia , Shin Tae-yong, menjadi sosok kunci di dalam balik kemajuan sepak bola Indonesia di beberapa tahun terakhir. Sejak mulai menangani skuad Garuda pada 2020, ahli selama Korea Selatan ini telah dilakukan mencatat berbagai pencapaian di area level ASEAN maupun Asia. Namun, jikalau dibandingkan, prestasinya pada kancah Asia terpencil tambahan menonjol daripada di area ASEAN.

    Kiprah di dalam ASEAN. Pada level regional, Shin Tae-yong telah terjadi mengawasi Timnas Indonesia di tiga edisi Piala AFF. Namun, hasilnya belum sepenuhnya memuaskan.

    Prestasi dalam ASEAN

    – AFF 2020: Indonesia mencapai final, tetapi harus puas menjadi runner-up setelahnya kalah dari Thailand.
    – AFF 2022: Skuad Garuda cuma mampu mencapai semifinal, kalah agregat dari Vietnam.
    – AFF 2024: Performa Indonesia berkurang ekstrem dengan gagal lolos dari fase grup.

    Penurunan prestasi di tempat Piala AFF 2024 menjadi sorotan, khususnya oleh sebab itu Indonesia ketika itu diperkuat oleh beberapa pemain yang mana sebelumnya tampil apik di tempat kancah Asia.

    Prestasi dalam Asia

    Di level Asia, Shin Tae-yong mengakibatkan Timnas Indonesia mencatatkan sejarah baru lalu memperbaiki citra di area pentas internasional. Berikut sebagian pencapaiannya:

    Piala Asia 2024: Untuk pertama kalinya sejak 2007, Indonesia lolos ke putaran final melalui jalur kualifikasi. Timnas bahkan sukses mencapai putaran 16 besar.

    Piala Asia U-20 2023: Indonesia lolos melalui jalur kualifikasi, menunjukkan kemungkinan besar dalam generasi muda.

    Piala Asia U-23 2024: Shin mengakibatkan Indonesia ke semifinal, prestasi tertinggi sepanjang sejarah di dalam level ini.

    Piala Asia 2027: Indonesia melakukan konfirmasi tiket otomatis sebagai salah satu kontestan turnamen.

    Ronde Ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026: Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil melaju ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia, bersaing dengan tim-tim besar seperti Negeri Sakura dan juga Australia.

    Prestasi dalam level Asia mencerminkan kapasitas Shin Tae-yong pada menyebabkan Indonesia bersaing di area tingkat yang mana lebih lanjut tinggi. Keberhasilan mencapai ronde ketiga Kualifikasi Piala Global 2026 menjadi tonggak sejarah yang menunjukkan peningkatan signifikan di kualitas permainan.

    Saat ini, Timnas Indonesia berada dalam kedudukan ketiga Grup C Kualifikasi Piala Global 2026 putaran ketiga dengan enam poin dari enam laga, terpaut satu poin dari Australia di dalam tempat kedua. Pada 2025, Indonesia akan menjalani empat laga krusial melawan Australia, Bahrain, China, lalu Jepun untuk menjaga potensi lolos ke Piala Global 2026, baik secara segera maupun melalui play-off.

    Meski prestasi di area ASEAN terbilang mengecewakan, capaian Shin Tae-yong di area kancah Asia menjadi alasan kuat untuk tetap saja mempertahankan juga mendukungnya. Fokus pada pembinaan pemain muda, pengalaman berkompetisi dalam level internasional, dan juga konsistensi pada persiapan menjadi kunci keberhasilannya.

    Mimpi Indonesia untuk tampil di dalam Piala Planet 2026 saat ini berada di tempat depan mata. Jika Shin Tae-yong berhasil mengakibatkan Indonesia lolos ke kompetisi sepak bola terbesar dunia tersebut, ia akan menorehkan sejarah emas sekaligus menjawab kritik terkait hasil kurang memuaskan di dalam level ASEAN.

  • Shin Tae-yong Terbebani dengan Ekspektasi Juara Piala AFF 2024

    Shin Tae-yong Terbebani dengan Ekspektasi Juara Piala AFF 2024

    Ligapedianews.com – Shin Tae-yong merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi penggemar sepak bola pada Tanah Air yang digunakan ingin Timnas Indonesia juara Piala AFF 2024. Ia pun memohonkan agar penggemar tak terlalu berlebihan mengingat kedalaman Skuad Garuda yang dimaksud dihuni pemain muda.

    “Ya, itu menjadi beban juga sebenarnya,” kata Shin Tae-yong.

    Piala AFF 2024 berlangsung pada 8 Desember 2024 sampai 5 Januari 2025. Timnas Indonesia tergabung di dalam Grup B bersatu Vietnam, Laos, Filipina, juga Myanmar.

    Di Piala AFF 2024, Shin Tae-yong menurunkan skuad yang berbeda. Juru taktik dengan syarat Korea Selatan ini memilih menurunkan pemain muda yang tersebut merupakan skuad U-22, yang digunakan tentunya ada perbedaan kualitas.

    Shin Tae-yong mengingatkan terhadap suporter akan fakta tersebut. Pelatih berusia 54 tahun itu memohonkan para fans untuk menurunkan ekspektasinya kendati dirinya masih berjuang menyebabkan Timnas Indonesia merebut peringkat juara Piala AFF 2024.

    “Fans pasti berharap kita bisa jadi juara, tetapi kita bukanlah timnas senior, ini timnas u-22. Kita agak kesulitan pemanggilan pemain, mungkin saja bicara ekspektasinya tidaklah boleh terlalu tinggi,” ungkap Shin Tae-yong.

    Timnas Indonesia pada waktu ini sedang mematangkan persiapannya dengan mengadakan pemusatan latihan (TC) di area Bali yang dimaksud diketahui berakhir pada 4 Desember mendatang. Dari 33 nama yang digunakan dipanggil, Shin Tae-yong akan memangkas menjadi 23 pemain untuk dibawa ke Piala AFF 2024.

  • Timnas Indonesia Turunkan Pemain Muda di area Piala AFF 2024, Kusnaeni: Persaingan Jadi Lebih Hidup

    Timnas Indonesia Turunkan Pemain Muda di area Piala AFF 2024, Kusnaeni: Persaingan Jadi Lebih Hidup

    Ligapedianews.com – Timnas Indonesia akan segera tampil dengan warna baru dalam Piala AFF 2024. Hal itu sebagaimana disampaikan pengamat sepak bola nasional, Kusnaeni.

    “Kebijakan ini juga baik untuk memberi warna baru bagi Kejuaraan ASEAN,” tutur Kusnaeni.

    Kusnaeni mengatakan, persaingan antar negara akan segera lebih besar hidup nantinya. Calon lawan Timnas Indonesia juga akan cukup kesulitan pada menebak pola permainan. Mengingat itu tadi, Skuad Garuda tidak ada menurunkan skuad seniornya yang dimaksud dihuni berbagai pemain abroad.

    “Persaingan jadi lebih besar hidup, bukan lagi mudah ditebak, dan juga yang digunakan jadi bintang bukanlah peserta yang tersebut itu-itu saja,” tutur dia.

    Lebih lanjut, Piala AFF 2024 dirasa menjadi turnamen pemanasan yang bagus bagi Timnas Indonesia untuk menatap SEA Games mendatang. Dengan matangnya tim, Skuad Garuda mampu mempertahankan medali emas.

    “Ini juga jadi persiapan yang digunakan bagus untuk SEA Games. Kejuaraan ASEAN bisa jadi jadi turnamen pemanasan sekaligus pematangan pasukan untuk mempertahankan medali emas SEA Games,” beber Kusnaeni.

    Skuad Timnas Indonesia diketahui sudah ada berkumpul di dalam Bali. Mayoritas pemain yang mana telah bergabung adalah pemain Kompetisi 1 seperti Arkhan Kaka, Kadek Arel, Arkhan Fikri, hingga Dony Tri Pamungkas. Adapun Piala AFF 2024 dijadwalkan berlangsung pada 8 Desember 2024 sampai 5 Januari 2025 mendatang.

    Timnas Indonesia tergabung di Grup B dengan Vietnam, Filipina, Myanmar, dan juga Laos. Skuad Garuda akan memulai perjuangannya dengan melawan Myanmar di tempat Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Hari Senin 9 Desember 2024.