Tag: Timnas Australia

  • Australia kembali juarai Piala Asia FIBA

    Australia kembali juarai Piala Asia FIBA

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Australia untuk ketiga kali berturu-turut menjuarai Piala Asia Federasi Bola Basket Internasional atau FIBA Asia Cup 2025 pasca menundukkan China 90-89 di final di dalam King Abdullah Sports City, Arab Saudi.

    Mengutip laman FIBA di tempat Jakarta, Senin, Australia memproduksi "three-peat" setelahnya juara pada edisi 2017 kemudian 2022.

    Xavier Cooks menjadi bintang kemenangan Australia dengan mencetak 30 poin lalu sembilan rebound, sedangkan Jaylin Galloway mengemas 23 poin kemudian lima rebound. William Hickey mencetak 15 poin, termasuk tembakan penentu pada waktu waktu tersisa 1 menit 9 detik.

    Tembakan yang disebutkan menghasilkan Australia berbalik unggul setelahnya sempat tertinggal 15 bilangan pada awal kuarter keempat.

    Lemparan bebas Will Magnay serta Cooks pada detik-detik terakhir menimbulkan kelompok semakin yakin mengejar ketertinggalan.

    Pemain China Hu Mingxuan mencoba membalikkan keadaan lewat tembakan tiga angka, namun meleset tepat pada waktu waktu habis.

    Australia pun mempertahankan dominasi dia dalam Asia Cup juga menambah masa berlaku catatan tak terkalahkan pada kompetisi ini menjadi 18 pertandingan.

    China harus puas dengan medali perak meskipun Hu Mingxuan mencetak 26 poin, sedangkan Hu Jinqiu menambah 20 poin kemudian 10 rebound, juga Cheng Shuaipeng juga Zhao Rui masing-masing 12 juga 10 poin.

    Ini merupakan medali pertama China pada satu dekade terakhir setelahnya terakhir kali meraih emas di tempat Changsha pada 2015.

    Iran merebut medali perunggu usai mengalahkan Selandia Baru 79-73 pada laga perebutan tempat ketiga.

    Capaian yang disebutkan menjadi medali kedua Iran sejak menyebabkan pulang perak pada edisi 2017 di area Beirut, Lebanon.

    FIBA Asia Cup merupakan kejuaraan bola basket antarnegara tertinggi di dalam Asia yang mana dijalankan setiap empat tahun sekali di tempat bawah naungan Federasi Bola Basket Internasional (FIBA).

    Turnamen itu awalnya belaka disertai negara-negara Asia, namun sejak 2017 melibatkan negara-negara Oseania, yaitu Australia dan juga Selandia Baru, sebagai bagian dari integrasi kompetisi kawasan.

    Australia menjadi regu kedua pada sejarah Asia Cup yang mana meraih tiga penghargaan beruntun pasca China pada 2003 di tempat Harbin.

    Klasemen empat besar FIBA Asia Cup 2025:

    1. Australia
    2. China
    3. Iran
    4. Selandia Baru

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Cameron Burgess Cedera, Australia Krisis Pemain Belakang Jelang Lawan Timnas Indonesia

    Cameron Burgess Cedera, Australia Krisis Pemain Belakang Jelang Lawan Timnas Indonesia

    Ligapedianews.com Kabar buruk kembali menghampiri Timnas Australia jelang laga penting melawan Timnas Indonesia di lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Global 2026 . Bek sedang andalan mereka, Cameron Burgess, mengalami cedera ketika membela klubnya, Ipswich Town.

    Burgess terpaksa ditarik meninggalkan pada putaran pertama pada waktu Ipswich Town menghadapi Nottingham Forest di tempat Piala FA 2024/2025, Selasa (4/3/2025). Pelatih Ipswich Town, Kieran McKenna, mengonfirmasi bahwa Burgess mengalami cedera pada bagian betisnya.

    “Axel mengalami cedera hamstring, sedangkan Cameron mengalami cedera pada betisnya, tetapi kami belum yakin apakah itu belaka benturan atau sesuatu yang lebih banyak serius,” ujar McKenna.

    Belum diketahui pasti seberapa parah cedera yang mana dialami Burgess. Namun, cedera ini menjadi pukulan telak bagi Australia yang tersebut sudah ada dilanda badai cedera dalam lini belakang.

    Sebelumnya, Harry Souttar, Alessandro Circati, kemudian Hayden Matthews juga harus menepi akibat cedera. Kondisi ini jelas menjadi kesulitan besar bagi ahli Australia, Tony Popovic, jelang laga krusial melawan Timnas Indonesia.

    Australia akan menjamu Timnas Indonesia di tempat Sydney Football Stadium pada 20 Maret 2025. Laga ini sangat penting bagi kedua regu untuk menjaga asa lolos ke Piala Global 2026. Australia ketika ini berada di area sikap kedua klasemen Grup C dengan tujuh poin, sementara Timnas Indonesia mengoleksi enam poin.

    Dengan persaingan yang tersebut ketat di tempat Grup C, semua regu masih mempunyai prospek untuk lolos ke Piala Planet 2026. Tim yang dimaksud finis dalam kedudukan pertama dan juga kedua akan lolos langsung, sedangkan peringkat ketiga kemudian keempat harus berjuang melalui sesi keempat.

  • Timnas Australia dilanda badai cedera jelang hadapi Indonesia

    Timnas Australia dilanda badai cedera jelang hadapi Indonesia

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Timnas Indonesia akan bertandang ke Australia pada lanjutan Ronde Tiga Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia. Namun, jelang laga tersebut, kabar kurang baik datang dari kubu Australia. The Socceroos saat ini sedang dilanda badai cedera yang digunakan menimpa beberapa pemain kuncinya.

    Sebagai informasi, laga kedua negara yang disebutkan akan dilakukan pada tanggal 20 Maret 2025 di dalam Sydney Football Stadium, pukul 16.10 WIB.

    Saat ini prospek setiap regu dalam grup C untuk lolos ke Piala Bumi masih sama-masa besar. Indonesia berada di dalam peringkat ketiga dengan koleksi 6 poin dengan dengan empat negara lainnya, yaitu Arab Saudi, Bahrain, dan juga Tiongkok.

    Sedangkan Australia berada dalam tempat kedua dengan koleksi 7 poin atau selisih satu bilangan bulat dengan Indonesia pada bawahnya.

    Tim Garuda tentunya mampu menggeser sikap Australia apabila mampu mencuri kemenangan di tempat kandang negeri Kangguru ini. Anak asuh Patrick Kluivert akan mendapat tambahan tiga hitungan dengan koleksi 9 poin untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia.

    Indonesia dinilai akan diuntungkan di laga nanti. Pasalnya, The Socceroos sedang mengalami badai cedera yang dimaksud menerpa pemainnya.

    Pemain yang digunakan dipastikan tidak ada akan tampil adalah bek jangkung milik Leicester City, Harry Souttar. Pemain berpostur 198cm ini menderita cedera putus tendon achilles sejak Desember lalu, yang digunakan menyebabkan dirinya harus menepi dari lapangan hijau setidaknya pada rentan waktu satu tahun.

    Di leg pertama yang digunakan dilakukan pada Gelora Bung Karno, Harry Souttar menjadi sosok yang digunakan kokoh bagi pertahanan Australia dan juga menyebabkan Indonesia kesulitan menembusnya ditambah dengan posturnya yang digunakan tinggi besar.

    Pada leg kedua nanti Marselino dan juga kawan-kawan dapat sedikit lega dengan ketidakhadiran Souttar di area lini belakang kelompok kangguru.

    Selain Harry Souttar, beberapa pemain lainnya yang juga dilanda cedera kemudian belum dipastikan dapat tampil pada waktu melawan Indonesia di tempat antaranya adalah:

    • Kusini Yengi (Portsmouth)
    • Thomas Deng (Yokohama F Marinos)
    • Jordan Bos (Westerlo)
    • Connor Metcalfe (St Pauli)
    • Nestory Irankunda (Grasshopper FC)
    • Alessandro Circati (Parma)

    Kondisi ini tentunya menjadi sebuah kerugian bagi anak asuh Tony Popovic yang tersebut ingin mengamankan tempatnya untuk lolos segera ke Piala Global 2026 nanti.

    Di satu sisi, angin segar justru sedang menghampiri Timnas Indonesia yang digunakan terus menambah amunisinya dengan hadirnya Ole Romeny yang digunakan telah dilakukan resmi menjadi WNI, dan juga kabar Jairo Riedewald yang digunakan akan segera menyusulnya.

    Pertandingan ini tentunya akan menjadi laga yang mana menarik bagi kedua negara, sekaligus menjadi penentuan langkah Patrick Kluivert sebagai nahkoda baru Tim Garuda.

  • Semifinal Piala AFF U-19 2024 Australia vs Thailand Hari Sabtu Sore 27 Juli: Simak Komentar Pelatih Kedua Tim

    Semifinal Piala AFF U-19 2024 Australia vs Thailand Hari Sabtu Sore 27 Juli: Simak Komentar Pelatih Kedua Tim

    Jakarta – Laga Australia vs Thailand akan hadir pada putaran semifinal Piala AFF U-19 2024. Kedua regu akan berhadapan pada Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu, 27 Juli, mulai pukul 15.00 WIB.

    Pelatih Australia, Trevor Morgan, merasa beruntung telah mengamati permainan Thailand secara segera sebelum kedua kelompok bertemu. Ia hadir pada laga terakhir Thailand ketika imbang 1-1 melawan Malaysia, Kamis lalu.

    “Jadi untuk persiapan besok kita mempunyai latihan hari ini, kita beruntung kemarin sanggup menonton pertandingan Negara Malaysia lawan Thailand, itu adalah pertandingan yang digunakan bagus,” kata Trevor dalamjumpa pers pada Surabaya pada Jumat.

    Sementara itu, Pelatih Thailand U-19 Emerson Pereira mengungkapkan persiapan timnya sejauh ini berjalan cukup baik, meskipun hanya sekali memiliki satu hari jeda dari laga terakhir sebelum kembali bermain pada semifinal.

    Hari ini Thailand mengurungkan jadwal melakukan official training untuk fokus untuk pemulihan serta analisis kekuatan lawan sebelum menjalani laga semifinal. “Persiapan kami cuma recovery lalu video di malam hari ini dan juga mencoba memilih yang terbaik untuk dimainkan besok,” kata Emerson.

    Kedua regu total telah lima kali menjuarai Piala AFF U-19 sejak pertandingan ini mulai pada 2002.

    Kedua pembimbing tak menaruh target tinggi serta belaka menyatakan fokus membentuk regu sebelum menatap event bergengsi Piala Asia U-20 2025 pada Februari tahun depan.

    “Untuk kami ini adalah turnamen persiapan lalu pembelajaran. Untungnya kami mampu bermain melawan empat lawan berbeda, itu bagus. Tentu hanya semua pemain datang ke di lokasi ini untuk meraih kemenangan semua pertandingan serta kita mencoba hal itu memungkinkan bagi mereka,” kata Trevor.

    “Kompetisi ini sangat penting untuk mengembangkan para pemain, kami mempunyai kualifikasi bulan September, jadi kami perlu mengetahui pemain mana yang sanggup bermain di area level tinggi, level berbeda, lalu pasukan utama Thailand, jadi pengalaman yang digunakan bagus untuk pemain saya,” kata ia Emerson.

    Setelah laga Australia vs Thailand, semifinal Piala AFF U-19 2024 akan menghadirkan laga Timnas Indonesia U-19 vs Malaysia, pada 19.30 WIB.

  • Timnas Thailand U-19 Berhasil ke Final Piala AFF U-19 2024 pasca Kalahkan Australia satu gol tanpa balas

    Timnas Thailand U-19 Berhasil ke Final Piala AFF U-19 2024 pasca Kalahkan Australia satu gol tanpa balas

    Jakarta – Timnas Thailand U-19 melaju ke final Piala AFF U-19 2024 atau ASEAN U-19 Boys Championship setelahnya mengalahkan Australia dengan skor satu-nol di area Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Hari Sabtu sore, 27 Juli.

    Pada menit-menit awal Thailand lebih banyak mendominasi bola namun belum mampu menembus pertahanan Australia yang dimaksud solid. Setelah menyeberangi menit ke-10, anak asuh Trevor Morgan mencoba membalikkan dominasi bola Thailand.

    Petaka Australia terjadi pada menit ke-14, gol bunuh diri tercipta dari Dylan Paul yang digunakan bermaksud melakukan backpass ke penjaga gawang Dylan Cullen, namun malah terlepas dari kakinya. Poin sementara berubah menjadi 1-0, kemenangan untuk Thailand.

    Australia terus menggempur pertahanan anak asuh Emerson Pereira itu, hingga Jake Najdovski dijatuhkan di tempat area kotak penalti Thailand oleh Jirapol Saelio lalu wasit menunjuk titik putih, pada menit ke-34.

    Namun, pasca wasit selama Tanah Melayu Rafran Joffri Ali meninjau tayangan ulang pada bantu Video Assistant Referee (VAR) pertama jika China Jing Jingyuan lalu VAR kedua Choi Hyun Jai dengan syarat Korea Selatan, kebijakan memberi tendangan penalti dibatalkan.

    Menjelang waktu normal fase pertama, Thailand terus memberikan perlawanan hingga mendapatkan kesempatan melalui tendangan-tendangan dari area kotak penalti Australia, namun tidaklah membuahkan hasil.

    Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, skor sementara masih 0-1, keunggulan untuk Thailand.

    Pada sesi kedua, Australia yang mana tertinggal satu bilangan segera menyerbu Thailand lewat umpan-umpan pendek yang tersebut dibangun dari pertahanan.

    Tiago Quintal mendapatkan potensi untuk Australia pada menit ke-52, namun tendangannya masih mampu ditepis oleh penjaga gawang Thailand Kittipong.

    Terpaksa pasukan yang dimaksud berjuluk Gajah Perang itu, harus berkompetisi dengan 10 orang oleh sebab itu pemainnya Rapeephat Padthaisong mendapatkan kartu merah setelahnya mengoleksi dua kartu jaundice akibat melanggar Jesse Dean Hoey pada menit ke-67.

    Bermain dengan 10 orang, Young Socceroos semakin meningkat daya serangnya. Terbukti pemain bernomor punggung 16 Zane Sam Helweh yang dimaksud menggantikan Jesse Dean Hoey akibat cedera, mampu menciptakan potensi pada menit ke-74 namun masih membentur tiang gawang Thailand.

    Thailand benar-benar dikepung oleh Australia, namun sesekali masih sanggup menyerang hingga mengancam gawang Dylan Cullen.

    Sebaliknya, Australia yang digunakan terus menerus mengurung pertahanan Kittipong lalu kawan-kawan belum mampu menyamakan kedudukan.

    Hingga wasit Rafran Joffri Ali dengan syarat Negara Malaysia meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan skor tetap saja sama, satu gol tanpa balas kemenangan untuk Thailand.

    Thailand akan mengantisipasi pemenang pertandingan antara Indonesia lawan Negara Malaysia yang dimaksud juga berlaga dalam stadion yang dimaksud sama, pukul 19.30 WIB.

    Begitu juga Australia akan menantang pasukan yang mana kalah antara Indonesia ataupun Malaya untuk berjuang di tempat perebutan tempat ketiga.

    Laga final Piala AFF U-19 akan berlangsung di area Stadion GBT Surabaya pada Awal Minggu (29/7), pukul 19.30 WIB.

    Susunan pemain kedua tim:

    Timnas Australia U-19: Dylan Peraic-Cullen (PG), Ben Ryan Van Dorssen, Ryley John Hollingdale, Marcus James Younis, Fabian Talladira, Tiago Quintal, Tyler Jordan Williams, Oliver Samuel Randazzo, Jake Najdovski (C), Dylan Paul Leonard, Jesse Dean Hoey.
    Pelatih: Trevor Morgan.

    Timnas Thailand U-19: Kittipong Bunmak (C) (PG), Pikanet Laohawiwat, Jhetsaphat Khuantanom, Singha Marasa, Rapeephat Padthaisong, Caelan Tanadon Ryan, Thanakrit Chotmuangpak, Piyawat Petra, Jirapol Saelio, Pitipong Wongbut, Phongsakon Sangkasopha.
    Pelatih: Emerson Pereira Da Silva.