Tag: Thailand

  • Thailand beri kompensasi bagi dua turis Tanah Melayu yang dimaksud terluka

    Thailand beri kompensasi bagi dua turis Tanah Melayu yang dimaksud terluka

    LIgapedianews.com Bangkok – otoritas Thailand berjanji akan memberikan kompensasi bagi dua wisatawan Malaya yang dimaksud menjadi korban pada tragedi pembakaran oleh pria pengangguran pada Ratchadamri Road pada Kamis (7/8) malam.

    Dua warga negara Malaysia, yakni orang perempuan bernama Gan Xiao Zhen (27), serta pribadi lelaki bernama Ong Yik Leong (26), diserang oleh seseorang pria pengangguran yang diduga menyiram merekan dengan tiner sebelum membakar merek di tempat dekat sebuah pusat perbelanjaan di tempat Jalan Ratchadamri sekitar pukul 22.00 Waktu Indonesia Barat pada Kamis.

    Sekretaris Tetap Kementerian Perjalanan lalu Olahraga Thailand Natreeya Taweewong, menegaskan komitmen kementerian untuk menyediakan perawatan terbaik yang ada dan juga terus mendampingi korban hingga dapat kembali ke negaranya.

    "Kementerian juga akan memberikan pendampingan melalui kompensasi pemerintah Thailand, termasuk biaya medis, lalu trauma psikologis bagi kedua korban," ujar Natreeya pada pernyataan pada Awal Minggu (11/8).

    Menurut Natreeya, biaya perawatan akan diganti sesuai dengan biaya yang dibebankan rumah sakit terhadap pasien, hingga maksimum 500.000 baht (sekitar Rp249 juta), sementara untuk trauma psikologis biaya kompensasi diberikan sebesar 50.000 (sekitar Mata Uang Rupiah 24,9 juta).

    "Dengan demikian total kompensasi menjadi maksimum 550.000 baht (sekitar Rp274 juta) per orang. pemerintahan juga mempertimbangkan memberikan kompensasi tambahan tergantung situasi, dengan kasus-kasus lain berdasarkan kebijaksanaan dokter yang tersebut merawat," katanya.

    Ia menekankan bahwa kementerian bekerja sejenis dengan lembaga terkait, akan melakukan konfirmasi perawatan medis terbaik, dukungan logistik kemudian pendampingan psikologis bagi para korban.

    Natreeya menyatakan kondisi dua turis yang disebutkan sudah membaik secara signifikan, dengan wisatawan perempuan telah mampu mengomunikasikan melalui tulisan.

    Meskipun keluarga korban berharap keduanya dapat dipindahkan ke Malaya untuk perawatan lebih besar lanjut, namun dokter belum mengizinkan.

    "Oleh lantaran itu, para pasien akan tetap saja menerima perawatan dalam Thailand untuk sementara waktu," tuturnya.

    Gan ketika ini sedang menjalani perawatan di tempat Rumah Sakit King Chulalongkorn Memorial Hospital akibat luka bakar tingkat dua yaitu 36 persen pada tubuhnya, termasuk muka, bagian dada kemudian lengan.

    Sementara Ong dirawat di dalam Unit Perawatan Intensif (ICU) Police General Hospital akibat luka bakar tingkat dua di dalam bagian dada juga punggung.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di area situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemicu pertempuran Thailand lalu Kamboja, kronologi juga dampaknya

    Pemicu pertempuran Thailand lalu Kamboja, kronologi juga dampaknya

    LIgapedianews.com Ibukota Indonesia – Situasi perbatasan antara Thailand juga Kamboja kembali memanas setelahnya terjadi bentrokan bersenjata pada wilayah sengketa pada Kamis (24/7), yang digunakan menyebabkan korban jiwa dan juga memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.

    Militer Thailand menyatakan bahwa pasukan Kamboja melegakan tembakan pada dekat Kuil Ta Moan Thom, kawasan yang masih disengketakan pada perbatasan Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja barat laut. Penembakan yang dimaksud menggunakan senjata berat, termasuk artileri juga roket jarak sangat BM21, setelahnya Kamboja terlebih dahulu menerbangkan pesawat nirawak pengintai serta mengirim pasukan ke area tersebut.

    Akibat serangan tersebut, dua warga sipil Thailand dilaporkan tewas juga dua tentara terluka. Gubernur Provinsi Surin, Sutthirot Charoenthanasak, mengumumkan sekitar 40.000 warga dari 86 desa di dalam sepanjang perbatasan sudah pernah dievakuasi ke tempat yang mana lebih besar aman.

    Sementara itu, Kementerian Defense Nasional Kamboja menuding Thailand sebagai pihak yang lebih tinggi dahulu menyerang. Dalam pernyataannya, pihak Kamboja menyatakan bahwa aksi tembakan merupakan bentuk pembelaan diri menghadapi agresi militer Thailand. Mantan Awal Menteri Kamboja, Hun Sen, pada unggahan media sosialnya menyampaikan bahwa militer Thailand telah terjadi menembaki wilayah Oddar Meanchey serta Preah Vihear. Ia menyerukan penduduk untuk masih tenang juga bukan melakukan panic buying.

    Kedutaan Besar Thailand di area Phnom Penh sudah pernah mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Kamboja kecuali mempunyai alasan mendesak. Militer Thailand pun merespons eskalasi dengan mengerahkan jet tempur F-16 dalam perbatasan.

    Bentrokan yang dimaksud merupakan yang dimaksud kedua kalinya di beberapa bulan terakhir, pasca pada Mei lalu manusia prajurit Kamboja tewas akibat baku tembak singkat di tempat perbatasan. Ketegangan meningkat mendadak beberapa jam pasca hubungan diplomatik kedua negara diturunkan, menyusul ledakan ranjau darat yang mana melukai beberapa tentara Thailand.

    Kementerian Keamanan Thailand mengatakan bentrokan terbaru ini terjadi dalam sedikitnya enam titik sepanjang perbatasan, dengan baku tembak kemudian tembakan artileri yang telah terjadi menyebabkan sembilan warga sipil Thailand tewas kemudian 14 lainnya luka-luka pada tiga provinsi.

    Latar belakang konflik

    Akar permasalahan antara kedua negara berasal dari klaim tumpang tindih menghadapi beberapa jumlah wilayah di area perbatasan yang digunakan panjangnya mencapai lebih besar dari 800 kilometer. Perselisihan ini sebagian besar bersumber dari peta buatan Prancis pada tahun 1907 yang digunakan dijadikan dasar oleh Kamboja di mengklaim wilayah tersebut. Sementara Thailand menilai peta itu tak akurat.

    Wilayah paling sensitif adalah kompleks Candi Preah Vihear yang digunakan berusia lebih banyak dari 1.000 tahun. Pada 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa candi yang disebutkan berada di tempat wilayah Kamboja, kebijakan yang sudah pernah lama menjadi sumber ketegangan bilateral. Pada 2011, Kamboja kembali menghadirkan persoalan hukum ini ke ICJ pasca bentrokan mematikan kembali terjadi. Mahkamah kemudian menegaskan kembali kedaulatan Kamboja menghadapi area yang disebutkan pada 2013.

    Namun, kali ini upaya Kamboja untuk kembali menyerahkan sengketa ke pengadilan internasional ditolak oleh Thailand yang dimaksud menilai lembaga yang disebutkan tidak ada miliki yurisdiksi.

    Konflik urusan politik domestik juga nasionalisme

    Situasi makin rumit pasca skandal urusan politik mengguncang Thailand. Pertama Menteri Paetongtarn Shinawatra ditangguhkan dari jabatannya pada 1 Juli 2025 dikarenakan diduga melanggar etika di menangani isu perbatasan, menyusul bocornya rekaman percakapan dengan tokoh senior Kamboja. Dalam rekaman tersebut, ia mengatakan mantan PM Hun Sen sebagai “paman” kemudian mengkritisi pimpinan militer Thailand. Pernyataan ini menuai kecaman luas lalu memicu mengkritik nasionalis.

    Krisis kebijakan pemerintah pada negeri yang disebutkan diperparah dengan keluarnya Partai Bhumjaithai dari koalisi pemerintahan. Untuk sementara, mantan Menteri Perlindungan Phumtham Wechayachai ditunjuk sebagai perdana menteri sementara.

    Penutupan perbatasan lalu sanksi ekonomi

    Thailand telah terjadi melakukan penutupan seluruh akses perbatasan kecuali untuk keperluan esensial seperti sekolah dan juga medis. Di sisi lain, Kamboja memberlakukan sanksi dunia usaha dengan melarang film dan juga acara TV Thailand, menghentikan impor BBM, buah, sayur, juga memboikot koneksi internet dan juga pasokan listrik dari Thailand.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di tempat situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ini adalah alasannya mengapa Thailand tiada pernah dijajah

    Ini adalah alasannya mengapa Thailand tiada pernah dijajah

    LIgapedianews.com DKI Jakarta – Di ketika hampir seluruh negara di area kawasan Asia Tenggara pernah mengalami penjajahan oleh bangsa-bangsa Eropa sejak abad ke-16 hingga abad ke-20, Thailand muncul sebagai paradoks. Negara yang digunakan dahulu dikenal dengan nama Siam ini menjadi satu-satunya negara di dalam Asia Tenggara yang digunakan tidak ada pernah dijajah secara secara langsung oleh kekuatan kolonial Barat.

    Sebagai perbandingan, Indonesia dijajah oleh Belanda selama lebih lanjut dari tiga abad, Malaysia, Myanmar, serta Brunei berada di dalam bawah kekuasaan Inggris, Filipina dikuasai oleh Spanyol kemudian Amerika Serikat, sementara Vietnam, Laos, serta Kamboja masuk pada jajahan Prancis. Penjajahan yang dimaksud umumnya didorong oleh kepentingan perekonomian seperti penguasaan sumber daya alam, monopoli perdagangan rempah-rempah, juga dominasi menghadapi jalur strategis antara Samudra Hindia juga Samudra Pasifik.

    Namun, Thailand berhasil menghindari takdir yang tersebut sama. Keberhasilan ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi diplomatik cerdas, reformasi internal yang dimaksud progresif, dan juga peran krusial dari para pemimpinnya, khususnya Raja Mongkut (Rama IV) serta putranya, Raja Chulalongkorn (Rama V).

    Kedua raja ini memahami dengan jelas ancaman dari kekuatan kolonial. Oleh oleh sebab itu itu, mereka itu memilih pendekatan diplomatik lalu modernisasi menyeluruh pada berbagai aspek keberadaan bernegara. Thailand kala itu berpartisipasi menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa, bahkan memberikan banyak konsesi teritorial untuk Inggris juga Prancis sebagai bentuk kompromi strategis. Langkah ini memproduksi Thailand dianggap sebagai negara penyangga (buffer state) antara koloni Inggris di tempat barat serta koloni Prancis di area timur.

    Selain itu, Raja Chulalongkorn melancarkan berbagai reformasi besar-besaran, termasuk di bidang militer, hukum, ekonomi, juga pendidikan. Modernisasi ini tiada semata-mata meningkatkan kualitas pemerintahan juga kesejahteraan rakyat, tetapi juga meningkatkan kekuatan sikap Thailand di area mata kekuatan asing sebagai negara yang dimaksud "beradab" serta stabil, sehingga tak dianggap perlu untuk dijajah.

    Thailand juga menerapkan sistem urusan politik mandala, yaitu strategi penghormatan simbolik untuk kekuatan kolonial, yang secara diplomatis menunjukkan seolah-olah mengakui kekuasaan mereka. Padahal, di praktiknya, kedaulatan penuh masih berada di dalam tangan kerajaan Siam.

    Faktor penting lainnya adalah kuatnya persatuan nasional. Di bawah kepemimpinan monarki yang digunakan kuat lalu dihormati, rakyat Thailand bersatu mempertahankan identitas juga kedaulatan negaranya. Keseragaman budaya lalu agama menjadi modal penting yang dimaksud menyulitkan penjajah untuk memecah belah penduduk sebagaimana yang tersebut dijalankan dalam negara lain.

    Meskipun tiada dijajah oleh bangsa Barat, Thailand tetap memperlihatkan menjalankan hubungan upeti dengan Kekaisaran Tiongkok selama berabad-abad. Dalam sistem ini, Thailand secara simbolis mengakui kekuasaan kaisar Tiongkok serta mengirimkan upeti sebagai bentuk penghormatan. Namun hubungan ini bersifat timbal balik—Thailand juga memperoleh proteksi kemudian pengakuan diplomatik dari kekaisaran tersebut. Strategi ini berhasil menempatkan Thailand di sikap aman, sangat dari konflik terbuka maupun kolonisasi langsung.

    Melalui kombinasi kebijakan luar negeri yang dimaksud cermat, reformasi internal, dan juga kekuatan nasionalisme serta diplomasi budaya, Thailand berhasil mempertahankan kemerdekaannya di dalam berada dalam gempuran kolonialisme. Hingga hari ini, sejarah ini menjadi kebanggaan nasional dan juga bukti bahwa diplomasi lalu kecerdikan kebijakan pemerintah dapat menjadi senjata yang digunakan ampuh melawan dominasi asing.

    Sebagai gantinya, Thailand tidak ada memiliki hari kemerdekaan serta menetapkan 5 Desember sebagai Hari Nasional untuk memperingati ulang tahun mendiang Raja Bhumibol Adulyadej.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • China membantu gencatan senjata resmi Thailand dan juga Kamboja

    China membantu gencatan senjata resmi Thailand dan juga Kamboja

    Ligapedianews.com Beijing – China menyokong juga menyambut gencatan senjata resmi yang digunakan disepakati Thailand serta Kamboja untuk menyelesaikan konflik terbuka kedua negara.

    "Kamboja juga Thailand telah terjadi mengadakan pertemuan luar biasa Komite Perbatasan Umum kemudian mencapai kesepahaman mengenai pengaturan implementasi, mekanisme pemantauan, juga hal-hal langkah lanjut gencatan senjata. China menyambut baik hal ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun pada pernyataan tertoreh di dalam Beijing, Jumat.

    Thailand juga Kamboja melakukan penandatanganan dokumen resmi gencatan senjata antara angkatan bersenjata kedua negara juga kesepakatan implementasinya setelahnya konferensi luar biasa Komite Perbatasan bilateral di area Kuala Lumpur, Negara Malaysia pada 4-7 Agustus 2025.

    Delegasi Thailand dipimpin oleh Pelaksana Pekerjaan Menteri Keamanan Jenderal Nattaphon Narkphanit serta delegasi Kamboja dipimpin oleh Wakil Pertama Menteri sekaligus Menteri Keamanan Jenderal Tea Seikha.

    Perjanjian resmi yang dimaksud mengonfirmasi serta merinci kesepakatan yang tersebut dicapai pada 28 Juli di rapat para kepala pemerintahan kedua negara di tempat Kuala Lumpur.

    "Hal yang disebutkan meletakkan dasar bagi terwujudnya gencatan senjata yang tersebut efektif juga menguatkan perdamaian abadi antara kedua belah pihak," tambah Guo Jiakun, juga menambahkan bahwa situasi ketika ini di area sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand terus membaik.

    "Hal ini membuktikan sepenuhnya bahwa dialog juga konsultasi adalah cara yang tepat untuk menyelesaikan sengketa. China menjunjung tinggi tempat yang adil kemudian jujur, memperkuat Kamboja lalu Thailand pada meningkatkan komunikasi juga menyelesaikan perbedaan secara baik," tambahnya.

    Ia juga menegaskan bahwa China mengupayakan kemajuan penyelesaian urusan politik melalui "ASEAN Way" serta siap untuk terus memainkan peran konstruktif bagi penyelesaian sengketa perbatasan antara Kamboja juga Thailand secara damai.

    Dalam kesepakatan pada Kamis (7/8), Thailand juga Kamboja setuju untuk menghentikan pengaplikasian segala jenis senjata, menghentikan serangan terhadap warga sipil, infrastruktur sipil, kemudian militer di segala situasi kemudian pada semua wilayah.

    Kedua pihak juga memverifikasi status pengerahan pasukan ketika ini tetap memperlihatkan dipertahankan, efektif mulai 28 Juli (tanggal berlakunya gencatan senjata), tanpa pemindahan pasukan baru ke perbatasan Thailand-Kamboja dan juga patroli ke arah kedudukan pihak lawan.

    Kedua negara pun setuju bahwa personel militer yang digunakan ditangkap harus segera dibebaskan dan juga dipulangkan setelahnya berakhirnya permusuhan aktif, dan juga bahwa dia yang digunakan gugur harus dikembalikan ke pihak mereka itu dengan bermartabat serta tepat waktu dengan bantuan pihak lawan, ujar juru bicara itu.

    Jika terjadi bentrokan bersenjata baru pada perbatasan selama masa gencatan senjata, kedua pihak akan menyelesaikan hambatan yang disebutkan melalui negosiasi pada tingkat komando lokal di kerangka mekanisme bilateral yang dimaksud ada untuk mengurangi eskalasi situasi, ujar Balankura.

    Selain itu, Thailand dan juga Kamboja setuju untuk menjaga komunikasi rutin antara distrik militer lalu unit angkatan bersenjata yang tersebut ditempatkan di dalam sepanjang perbatasan, dan juga setuju untuk mengadakan pertemuan komite perbatasan regional pada waktu dua pekan.

    Mereka juga setuju untuk menjaga komunikasi yang digunakan teratur dan juga dengan segera antara menteri pertahanan lalu kepala staf angkatan bersenjata kedua negara, dan juga setuju untuk menahan diri dari penyebaran informasi palsu.

    Perjanjian yang disebutkan juga mencakup pemantauan serta verifikasi kepatuhan terhadap gencatan senjata serta pembentukan kelompok pengamat dari ASEAN yang dimaksud dipimpin oleh Tanah Melayu selaku ketua ASEAN pada 2025.

    Sampai kelompok pengamat permanen itu terbentuk, kelompok pengamat sementara yang terdiri dari atase militer dari negara-negara anggota ASEAN yang terakreditasi di dalam Thailand serta Kamboja akan digunakan.

    Ketegangan di dalam perbatasan Thailand dan juga Kamboja meningkat menjadi konfrontasi bersenjata pada 24 Juli. Setelah bentrokan di tempat wilayah perbatasan, kedua belah pihak terlibat di baku tembak yang tersebut telah menewaskan setidaknya 30 orang.

    Kamboja menggunakan sistem peluncur roket ganda Grad, termasuk terhadap sasaran sipil pada wilayah Thailand, sementara Thailand melancarkan serangan udara terhadap sikap militer Kamboja. Kedua belah pihak melaporkan adanya korban, termasuk warga sipil.

    Kemudian pada Hari Senin (28/7), Thailand juga Kamboja mengumumkan kesepakatan gencatan senjata segera setelahnya pertemuan antara Penjabat Pertama Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan juga Pertama Menteri Kamboja Hun Manet yang tersebut dimediasi oleh Awal Menteri Tanah Melayu Anwar Ibrahim di dalam Kuala Lumpur.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Thailand Week 2025 dibuka di area Jakarta, tandai 75 tahun persahabatan

    Thailand Week 2025 dibuka di area Jakarta, tandai 75 tahun persahabatan

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Thai Trade Center di dalam bawah naungan Departemen Promosi Perdagangan Internasioanl (DITP) Kementerian Komersil Thailand resmi membuka Thailand Week 2025 dalam Ibukota Indonesia sebagai bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Thailand.

    Acara yang digunakan berlangsung selama 8-10 Agustus di dalam Ibukota itu resmi dibuka dengan pemotongan pita oleh Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia Prapan Disyatat, Deputi Menteri Area Kesepahaman Kerja Sama Kondisi Keuangan serta Penanaman Modal Kementerian Koordinator Lingkup Perekonomian RI Edi Prio Pambudi, Direktur Thai Trade Center Hataichanok Sivara kemudian Deputi Direktur Thai Trade Center Kumtornpol Buapatch.

    Hataichanok menyatakan melalui acara ini pihaknya tidak ada hanya saja memasarkan perdagangan, namun juga sebagai jembatan persahabatan, peluang, lalu peningkatan sama-sama antara Thailand serta Indonesia.

    "Salah satu fokus utama kami pada acara ini adalah kegiatan business matching, yang digunakan kami harapkan dapat mengupayakan negosiasi perdagangan untuk mencapai THB 30 jt di waktu satu tahun," katanya.

    Sementara itu, Deputi Edi menilai bahwa Thailand Week 2025 menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kekuatan hubungan dagang Indonesia–Thailand, yang dimaksud selama ini telah berjalan baik.

    Melalui kesempatan seperti ini, katanya, pelaku usaha dari kedua negara dapat bertemu langsung, menjalin kemitraan dan juga mengembangkan rantai pasok yang tersebut saling menguntungkan.

    "Kami berharap kolaborasi ini tak cuma meningkatkan nilai perdagangan bilateral, tetapi juga menggerakkan perubahan juga pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi publik di tempat kedua negara," katanya.

    Thailand Week 2025 resmi dibuka dalam Jakarta, Hari Jumat (8/8/2025). (ANTARA FOTO/Asri Mayang Sari)

    Dengan slogan Unity in Culture, Connecting Opportunity, Thailand Week 2025 menghadirkan total 33 gerai pameran, yang digunakan terdiri dari 14 eksportir Thailand, 16 importir Indonesia, kemudian tiga gerai instansi pemerintah Thailand.

    Zona business matching tahun ini menghadirkan berbagai merek unggulan Thailand yang digunakan berasal dari sektor makanan lalu minuman, kecantikan kemudian kesehatan, juga gaya hidup lalu desain rumah.

    Selain sebagai wadah pertukaran budaya, Thailand Week juga bertujuan untuk meningkatkan penampilan barang kemudian jasa Thailand pada Indonesia dengan menjadi platform digital strategis untuk penawaran perdagangan lalu jaringan bisnis.

    Thailand berharap dapat menjadi mitra dagang yang digunakan andal lalu inovatif, dengan memamerkan beragam item juga layanan berkualitas tinggi.

    Selain memperlihatkan prospek perdagangan, Thailand Week juga menjadi perayaan kekayaan budaya Thailand yang hadir melalui demonstrasi memasak, pertunjukan tari tradisional lalu berbagai pengalaman khas Thailand lainnya.

    "Melalui kombinasi antara nilai perekonomian lalu budaya, acara Thailand Week tahun ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Thailand dan juga Indonesia sekaligus membuka potensi kolaborasi yang dimaksud lebih besar luas di area masa depan," kata Hataichanok.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di area situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kamboja tepis tudingan militer Thailand persoalan langgar gencatan senjata

    Kamboja tepis tudingan militer Thailand persoalan langgar gencatan senjata

    Ligapedianews.com Oddar Meanchey – Kementerian Defense Nasional Kamboja pada Selasa (29/7) membantah klaim militer Thailand yang tersebut menuding Kamboja melancarkan serangan cuma beberapa jam setelahnya gencatan senjata diberlakukan.

    "Atas nama Kementerian Defense Nasional Kamboja, saya menolak pernyataan juru bicara militer Thailand yang digunakan mengeklaim bahwa telah lama terjadi pertempuran yang melanggar perjanjian gencatan senjata," ujar Juru Bicara Kementerian Keamanan Nasional Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata pada sebuah taklimat pers.

    Foto yang tersebut diabadikan pada Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, pada 29 Juli 2025 ini menunjukkan sebuah posko pengungsi untuk warga Kamboja yang tersebut menyelamatkan diri dari konflik perbatasan Kamboja-Thailand. ANTARA/Xinhua/Van Pov

    Seorang wanita Kamboja menjaga anaknya di tempat sebuah posko pengungsi dalam Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, pada 29 Juli 2025. ANTARA/Xinhua/Van Pov

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kamboja, Thailand akan peringkat pembicaraan  perbatasan pada Negara Malaysia

    Kamboja, Thailand akan peringkat pembicaraan perbatasan pada Negara Malaysia

    Ligapedianews.com Phnom Penh – Kamboja menyambut baik usulan Thailand untuk menyelenggarakan pembicaraan mengenai kesulitan perbatasan pada Negara Malaysia pada pekan depan, demikian dikatakan juru bicara (jubir) Kementerian Keamanan (Kemhan) Kamboja pada Hari Jumat (1/8).

    "Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengonfirmasi bahwa Kamboja menyambut baik usulan Thailand untuk menyelenggarakan konferensi Komite Perbatasan Umum (General Border Committee/GBC) di dalam Kuala Lumpur," ujar Wakil Sekretaris Negeri sekaligus Jubir Kemhan Kamboja Letnan Jenderal Maly Socheata pada jumpa pers.

    "Kami sangat yakin bahwa rapat ini akan konstruktif juga membuahkan hasil yang digunakan bermanfaat," katanya.

    Menurut Socheata, Menteri Keamanan Kamboja Tea Seiha lalu Wakil Menteri Defense Thailand Nattaphon Narkphanit akan hadir di pertemuan mendatang.

    Toko serba ada yang digunakan rusak di tempat sebuah pompa bensin terlihat di area Provinsi Si Sa Ket, Thailand, 1 Agustus 2025. (Xinhua/Rachen Sageamsak)

    Dalam unggahan di dalam media sosial, kantor jubir Kemhan Thailand pada Kamis (31/7) menyatakan Wakil Menteri Defense Nattaphon Narkphanit telah terjadi secara resmi merespons "undangan Kamboja" untuk pertemuan khusus GBC

    Dalam jawabannya, Nattaphon menyambut baik kesempatan untuk berpartisipasi pada pertemuan yang disebutkan juga menekankan komitmen bersatu untuk meredakan ketegangan dan juga menyelesaikan hambatan keamanan perbatasan dengan cara yang tersebut damai juga konstruktif.

    Pada 24 Juli, bentrokan bersenjata pecah antara tentara Kamboja kemudian Thailand di tempat sepanjang perbatasan yang mana disengketakan. Kedua negara menyepakati gencatan senjata pada 28 Juli, yang tersebut berlaku mulai berada dalam di malam hari pada hari itu.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence pada situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Thailand izinkan tembak jatuh drone, waspadai spionase asing

    Thailand izinkan tembak jatuh drone, waspadai spionase asing

    Ligapedianews.com Bangkok – Militer kemudian kepolisian Thailand telah lama diberikan hak untuk mencegat lalu menghancurkan pesawat tanpa awak (UAV/drone) tanpa peringatan tegas sehubungan dengan diberlakukannya larangan pemanfaatan drone.

    Stasiun penyiaran Thai PBS pada Sabtu, dengan mengutip pernyataan dari pihak militer, melaporkan bahwa larangan pemanfaatan ˆ secara nasional mulai berlaku pada 29 Juli.

    Kebijakan baru yang dimaksud mengizinkan militer untuk mencegat kemudian menghancurkan drone yang dimaksud diberlakukan dua distrik militer, termasuk wilayah perbatasan antara Thailand serta Kamboja.

    Di wilayah lain, kebijakan untuk menghancurkan drone akan ditentukan oleh pimpinan militer atau kepolisian jikalau merekan menganggap itu diperlukan.

    Warga Thailand diimbau untuk tetap saja waspada akibat mata-mata asing menggunakan drone untuk mengawasi serta mengirimkan data rahasia, kata penyiar Thai PBS, seraya menambahkan bahwa warga sipil diminta untuk melaporkan setiap perkara mencurigakan terkait pengaplikasian drone.

    Di Thailand, spionase atau tindakan mata-mata, khususnya ketika pemberlakuan darurat militer, merupakan tindakan pidana yang digunakan dapat dihukum dengan penjara seumur hidup atau hukuman mati, tambah stasiun penyiaran tersebut.

    Ketegangan di dalam perbatasan Thailand juga Kamboja meningkat menjadi konfrontasi bersenjata pada 24 Juli. Setelah bentrokan di tempat wilayah perbatasan, kedua belah pihak terlibat pada baku tembak artileri.

    Kamboja menggunakan sistem peluncur roket ganda Grad, termasuk terhadap sasaran sipil pada wilayah Thailand, sementara Thailand melancarkan serangan udara terhadap sikap militer Kamboja. Kedua belah pihak melaporkan adanya korban, termasuk warga sipil.

    Sebelumnya pada Awal Minggu (28/7), Thailand juga Kamboja mengumumkan kesepakatan gencatan senjata segera setelahnya pertemuan antara Penjabat Utama Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dan juga Utama Menteri Kamboja Hun Manet yang mana dimediasi oleh Utama Menteri Tanah Melayu Anwar Ibrahim di tempat Kuala Lumpur.

    Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di area situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kamboja libatkan ICJ selesaikan sengketa wilayah dengan Thailand

    Kamboja libatkan ICJ selesaikan sengketa wilayah dengan Thailand

    Ligapedianews.com Bangkok – otoritas Kamboja pada Mingguan memasukkan pengaduan terhadap Mahkamah Internasional (ICJ) mengenai sengketa empat wilayah perbatasan dengan Thailand, demikian keterangan Bangkok Post pada Minggu.

    "Kamboja semata-mata ingin keadilan, kejujuran juga kejelasan pada penentuan batas kemudian demarkasi perbatasan dengan negara tetangga, sehingga generasi mendatang tak akan terus memiliki permasalahan satu sebanding lain," tulis Pertama Menteri Kamboja Hun Manet di akun Facebooknya.

    Pemimpin Kamboja itu menyatakan bahwa wilayah yang tersebut dimaksud mencakup Tamone Thom, Tamone Touch, Ta Krabey dan juga Mom Bei.

    Menurut Kamboja Tamone Thom, Tamone Touch kemudian Ta Krabey berada dalam wilayahnya di tempat provinsi Oddar Meachey, lalu Mom Bei pada provinsi Preah Vihear.

    Sementara Thailand, yang dimaksud menyebutnya wilayah itu Ta Muen Thom, Ta Muen Touch, Ta Kwai, serta Emerald Triangle yang mana menjadi lokasi baku tembak militer kedua negara pada 28 Mei, bersikeras wilayah itu berada di tempat distrik Phanom Don Rak, provinsi Surin kemudian distrik Nam Yuen, provinsi Ubon Ratchathani.

    Emerald Triangle merupakan perbatasan tiga negara yaitu Thailand, Kamboja kemudian Laos.

    Menurut media channelnewsasia (cna), Hun Manet mengantisipasi Thailand untuk terlibat dan juga menyelesaikan perselisihan yang disebutkan ke ICJ.

    Namun pemerintah Thailand mengungkapkan bahwa negaranya bukan mengakui yurisdiksi ICJ di menangani sengketa dengan negara tetangga merek Kambodia.

    Langkah terbaru ini diambil ketika Thailand dan juga Kamboja memasuki hari kedua pertemuan Komisi Perbatasan Bersama (JBC) pada Phnom Penh untuk mencoba mencapai kesepakatan menghadapi wilayah yang dimaksud disengketakan.

    Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan pada Hari Sabtu bahwa rapat JBC akan berlanjut hingga Mingguan dan juga suasana pembicaraan berlangsung baik, menurut Reuters.

    "Thailand dengan tulus berharap bahwa pertemuan ini akan memberikan kontribusi lebih tinggi lanjut untuk meredakan ketegangan, membuka jalan bagi solusi berkelanjutan pada masa mendatang," kata juru bicara kementerian Nikorndej Balankura di konferensi pers di dalam Bangkok.

    Lam Chea, Menteri yang digunakan bertanggung jawab berhadapan dengan Sekretariat Negara Urusan Perbatasan Kamboja, juga menyatakan setelahnya hari pertama berakhir pada Sabtu: "Pertemuan berjalan lancar", menurut Khmer Times.

    Rekan sejawatnya dari Thailand adalah Prasas Prasasvinitchai, penasihat Kementerian Luar Negeri Thailand juga mantan duta besar untuk Kamboja.

    Hun Manet mengungkapkan pada hari terakhir pekan bahwa wilayah yang digunakan disengketakan tidaklah akan dimasukkan pada pembicaraan JBC.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Perjalanan karier peserta balap F1 selama Thailand, Alex Albon

    Perjalanan karier peserta balap F1 selama Thailand, Alex Albon

    ligapedianews.com Ibukota – Alexander Albon Ansusinha, atau lebih lanjut dikenal dengan nama Alex Albon, merupakan peserta balap Formula 1 yang dimaksud pada waktu ini membela regu Williams Mercedes. Lahir di dalam London, Inggris, pada 23 Maret 1996, Albon memilih bertarung dalam rute balap di dalam bawah bendera Thailand, tanah kelahiran ibunya. Dengan gaya balapnya yang tersebut agresif namun terkontrol, ia berhasil menjadi ikon motorsport Asia Tenggara di area event balap paling prestisius di area dunia.

    Albon memulai petualangannya pada dunia balap sejak usia delapan tahun melalui kelas Honda Cadet pada 2005. Bakatnya terlihat sejak dini, dengan meraih berbagai podium dalam kompetisi gokart dari tahun 2006 hingga 2011. Ia bertambah sama-sama generasi atlet sepeda hebat seperti Max Verstappen, Charles Leclerc, George Russell, kemudian Lando Norris, yang digunakan juga pada saat ini menghiasi rute F1.

    Kariernya berlanjut ke balapan mobil formula pada 2012 melalui event Formula Renault 2.0, kemudian tampil pada Formula 3 dan juga GP3. Pada 2018, Albon menjadi pesaing kritis Charles Leclerc di perebutan penghargaan juara GP3, dan juga menunjukkan kualitasnya sebagai calon bintang besar.

    Debut Albon di tempat Formula 1 dimulai pada 2019 sama-sama kelompok Toro Rosso, anak perusahaan Red Bull Racing. Meski sempat merasa kurang persiapan, ia tampil impresif hingga akhirnya dipromosikan ke pasukan utama Red Bull dalam pertengahan musim. Pada musim 2020, ia mencatatkan dua podium, masing-masing di tempat Grand Prix Toskana kemudian Bahrain.

    Namun performa yang digunakan kurang konsisten membuatnya kehilangan kursi di dalam Red Bull pada akhir musim 2020. Meski demikian, Albon masih dipertahankan sebagai peserta balap cadangan lalu penguji. Kesempatan kembali ke F1 datang pada 2022 pada waktu Williams mengontraknya sebagai peserta balap utama. Ia memanfaatkan potensi yang dimaksud dengan membuktikan diri sebagai peserta balap cepat dan juga matang, juga menjadi tulang punggung kelompok pada beberapa musim terakhir.

    Musim 2025 menjadi awal yang mana positif bagi Albon. Ia finis kelima pada Grand Prix Australia pada 16 Maret, disusul kedudukan ketujuh di dalam GP Shanghai yang tersebut bertepatan dengan ulang tahunnya ke-29. Setelah rehat sejenak di dalam Bangkok bersatu kekasihnya, pegolf profesional Lily Muni He, Albon kembali tampil konsisten dengan menempati tempat kesembilan pada GP Negeri Matahari Terbit kemudian GP Arab Saudi.

    Secara keseluruhan, Albon telah lama mengikuti 110 Grand Prix, meraih dua podium, juga mengoleksi total 270 poin. Pencapaian terbaiknya sejauh ini adalah finis ketiga sebanyak dua kali. Ia juga pernah meraih tempat start terbaik di area urutan keempat.

    Di balik helm balapnya, Albon dikenal sebagai sosok yang santai serta ramah, dengan senyum khas yang mana membuatnya disukai rekan-rekan di tempat paddock. Namun ia masih miliki determinasi kuat untuk terus berkembang. Ia bahkan pernah menceritakan perjuangannya mencari kursi balap dengan membagikan CV terhadap petinggi kelompok di dalam paddock F1 hingga akhirnya direkrut oleh mantan bos Williams, Jost Capito.

    Selain dunia balap, Albon dikenal sebagai pecinta binatang. Keluarganya memelihara banyak hewan seperti anjing, kucing, dan juga kuda, yang digunakan kerap tampil pada akun media sosial "Albon Pets". Ia bahkan merilis koleksi pakaian edisi khusus bertema hewan peliharaannya.

    Sebagai atlet sepeda berdarah Thailand-Inggris, Albon menghadirkan semangat Asia ke rute balap dunia. Ia adalah peserta balap Thailand pertama yang dimaksud tampil pada Formula 1 sejak Pangeran Bira pada tahun 1955. Kini, ia bergerak menyokong rencana untuk menyelenggarakan balapan F1 dalam Bangkok, dan juga sudah pernah menyatakan niat untuk membicarakan hal yang dimaksud lebih banyak lanjut dengan ketua eksekutif Formula 1 Stefano Domenicali.

    Saat ini, Albon berada pada sikap kedelapan klasemen sementara F1 musim 2025 dengan raihan 30 poin. Timnya, Williams Mercedes, menempati tempat kelima klasemen konstruktor dengan total 37 poin. Performa positif ini menjadi harapan baru bagi Williams untuk kembali bersaing pada papan menghadapi Formula 1, juga Albon menjadi kunci penting pada kebangkitan kelompok legendaris tersebut.