Tag: spklu

  • Arista Group luncurkan SPKLU Fast Charging terbaru dalam BSD

    Arista Group luncurkan SPKLU Fast Charging terbaru dalam BSD

    Ligapedianews.com Ibukota (ANTARA) – Arista Group yang memasarkan kendaraan dari BYD dan juga juga Denza di tempat Indonesia, kembali menghadirkan Arista Power SPKLU Ultra Fast Charging pada Denza Arista BSD City, sebagai bentuk komitmen di menumbuhkan lingkungan kendaraan hijau pada tanah air.

    Menurut Director Arista Power, Taufik S Arief, hadirnya sarana pengisian daya super cepat ini didirikan oleh Arista Power berkolaborasi dengan PLN & Haleyora, lini kegiatan bisnis baru Arista Group yang digunakan berfokus pada solusi energi berkelanjutan.

    “SPKLU Ultra Fast Charging ini adalah awal dari langkah besar kami untuk masa depan Indonesia yang dimaksud lebih banyak bersih juga berkelanjutan, progres perkembangan 60 titik konektor CCS2 Ultra Fast Charging SPKLU sudah ada mencapai 90 persen,” kata Taufik S Arief melalui keterangan resminya, Rabu.

    Baca juga: Pertumbuhan kendaraan listrik dalam Banten tembus 100 persen sejak 2022

    Kegiatan in juga dihadiri oleh Gubernur Banten, Andra Soni, General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, Executive Vice President Pelayanan Pelanggan juga Retail PLN, Daniel Listianto, Komisaris Arista Power Ali Hanafiah.

    Menurut Andra Soni, langkah Arista Group yang digunakan turut mempercepat adopsi kendaraan listrik, sekaligus membuka prospek pembangunan ekonomi lalu memenuhi keperluan pengisian daya kendaraan listrik di dalam Indonesia.

    “Kami mengapresiasi langkah konkret Arista Group pada memulai pembangunan infrastruktur kendaraan listrik. Hal ini adalah dukungan nyata untuk mewujudkan biosfer hijau yang tersebut inklusif kemudian berkelanjutan khususnya di area provinsi Serang Banten,” ujar Andra Soni.

    Baca juga: Stasiun pengisian daya jadi penanaman modal menjanjikan dalam Indonesia

    Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging ini merupakan salah satu wujud nyata Arista Power pada memacu perubahan fundamental menuju mobilitas ramah lingkungan. Dengan teknologi pengisian daya tercepat pada waktu ini, infrastruktur ini dirancang untuk mengupayakan pemanfaatan kendaraan listrik yang mana lebih banyak praktis, efisien, dan juga dapat diakses warga luas.

    Tidak belaka fokus pada pengembangan sarana umum atau konsumen, pihaknya juga menyediakan layanan home charging yang dimaksud telah berhasil mengisi garasi para konsumennya di area Indonesia. Layanan ini tersedia di dua opsi, yaitu pembelian unit secara terpisah atau pada paket all-in yang mana mencakup perangkat, instalasi, hingga integrasi dengan segera dengan sistem PLN.

    Baca juga: Geely gaet Voltron sediakan "charging station" dalam diler resmi

    Solusi ini dirancang untuk memberikan kemudahan dan juga kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik di memenuhi keperluan pengisian daya di dalam rumah.

    Arista Power merupakan merek milik PT Arista Elektrika Nusantara, yang digunakan didirikan pada Oktober 2023 sebagai bagian dari ekspansi strategis Arista Group.

    Sebagai pemain lama pada bidang otomotif dengan tambahan dari 150 diler resmi pada seluruh Indonesia lalu 11 brand otomotif ternama (BYD, Denza, Honda, Wuling, Suzuki, Mitsubishi, NETA, Hyundai, Mercedes-Benz, Yamaha, kemudian Hino), Arista saat ini melangkah tambahan terpencil dengan menghadirkan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

    Baca juga: PLN berencana tambah 105 SPKLU di tempat Jatim

    Baca juga: Pengamat: Pabrikan otomotif juga harus berpartisipasi merancang SPKLU

  • Pengamat: Pabrikan otomotif juga harus bergerak mendirikan SPKLU

    Pengamat: Pabrikan otomotif juga harus bergerak mendirikan SPKLU

    ligapedianews.com DKI Jakarta (ANTARA) – Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengungkapkan bahwa penyelenggaraan infrastruktur seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tidak ada belaka menjadi beban pemerintah, melainkan harus ada keaktifan dari produsen otomotif itu sendiri.

    “Tanggung jawab produsen EV seyogianya tak berhenti pada sekadar jualan mobil; percepatan adopsi di dalam Indonesia menuntut keterlibatan berpartisipasi merancang infrastruktur SPKLU,” kata Yannes Martinus Pasaribu terhadap ANTARA, Rabu.

    Menurut dia, ketersediaan SPKLU menjadi salah satu kunci berkembangnya biosfer kendaraan listrik dalam tanah air. Dengan banyak lalu mudah ditemuinya SPKLU menciptakan para pengguna kendaraan listrik tidak ada lagi merasa khawatir akan jarak tempuh dari kendaraan tersebut.

    Baca juga: Makin banyak, PLN sebut total SPKLU roda empat capai 3.772 unit

    Tidak hanya sekali untuk menghalau rasa takut akan kehabisan baterai, maraknya penampilan SPKLU juga menjadi salah satu indikasi kepercayaan konsumen untuk mampu beralih ke kendaraan listrik dengan cepat.

    “Ketersediaan SPKLU adalah kunci mengatasi range anxiety dan juga meraih kepercayaan konsumen, sehingga produsen tak mampu sekadar mengandalkan pemerintah atau PLN,” ujar dia.

    Meski begitu, hal yang dimaksud juga harus dibarengi dengan regulasi perizinan yang dimaksud mudah dan juga adanya insentif penanaman modal diperkuat. Standarisasi konektor mobil-charger berikut sistem komunikasi data back-end, dikatakan oleh Yanes juga harus compatible beserta sistem pembayaran yang tersebut mudah.

    Baca juga: Harga kemudian ketersediaan SPKLU jadi aturan perkembangan mobil listrik

    Sementara untuk pengisian daya ulang kendaraan listrik yang berada di dalam rumah, menurut Yannes, PLN bukan terlalu membebani administrasi pemasangan. Karena hal tersebut, justru menjadi sumber pendapatan tetap, apalagi tren pengisian terjadi di malam hari hingga pagi hari.

    Saat ini, PLN telah terjadi menyediakan sekitar 3.588 unit SPKLU yang digunakan telah tersebar pada Indonesia, PLN juga berjanji untuk terus meningkatkan jumlah total SPKLU, dengan target 5.800 unit pada akhir 2025.

    Dari total 5.800 unit tersebut, PLN pada musim mudik Lebaran 2025 yang mana lalu menyediakan sekitar 1.000 unit. Sehingga, para pemudik yang digunakan menggunakan kendaraan listrik tidaklah lagi merasa khawatir akan keterbatasan SPKLU.

    Baca juga: Voltron Indonesia luncurkan SPKLU super cepat DC 360 kW pertama di dalam RI 

    Baca juga: Rosan: VinFast rencana bangun SPKLU hingga 100.000 titik pada Indonesia

  • Mengenal SPKLU, tipe teknologi lalu tata cara penggunaannya

    Mengenal SPKLU, tipe teknologi lalu tata cara penggunaannya

    Ligapedia.news DKI Jakarta (ANTARA) – Seiring meningkatnya pengaplikasian kendaraan listrik pada Indonesia, keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi semakin krusial untuk masyarakat.

    Dengan 800 unit SPKLU yang digunakan sudah pernah disediakan oleh pemerintah melalui PT PLN (Persero) pada tahun 2025, infrastruktur ini bertujuan untuk membantu kemudahan para pemilik kendaraan listrik di mengisi daya elemen penyimpan daya kendaraan mereka.

    Baca juga: Daftar 53 SPKLU di area rest area tol Trans jawa untuk mudik Lebaran 2025

    Apa itu SPKLU?

    Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) adalah infrastruktur umum yang menyediakan layanan pengisian daya untuk kendaraan listrik, seperti mobil lalu sepeda gowes motor listrik.

    Fungsi utama SPKLU mirip dengan stasiun pengisian komponen bakar konvensional, namun yang mana disalurkan adalah energi listrik untuk mengisi ulang akumulator kendaraan.

    Keberadaan SPKLU memverifikasi pengemudi kendaraan listrik dapat mengisi daya kendaraannya dengan mudah dan juga efisien, khususnya ketika berada di tempat luar rumah atau di perjalanan jarak jauh.

    SPKLU dilengkapi dengan berbagai jenis soket colokan yang sesuai dengan permintaan kendaraan listrik yang digunakan ada. Di Indonesia, terdapat tiga tipe soket colokan listrik, yakni AC Charging, DC Charging CHAdeMo, lalu DC Charging Combo tipe CCS2.

    Pengisian daya di dalam SPKLU biasanya memakan waktu antara 30 hingga 90 menit. Lama pengisian daya dapat berbeda-beda, tergantung pada kapasitas baterai, teknologi SPKLU, juga jenis kendaraan listrik yang tersebut digunakan.

    Biaya pengisian daya di dalam SPKLU dikenakan tarif maksimal Rp2.467/kWh. Namun, untuk layanan fast charging kemudian ultra fast charging, berlaku biaya tambahan sebesar Rp25.000 per pengisian untuk fast charging juga Rp57.000 per pengisian untuk ultra fast charging.

    Baca juga: PLN siapkan 1.000 unit SPKLU di dalam jalur Trans Jawa-Sumatera jelang mudik

    Tipe teknologi SPKLU

    SPKLU menggunakan beberapa tipe teknologi pengisian yang berbeda, tergantung pada keperluan juga kemampuan daya. Berikut adalah tipe-tipe teknologi yang digunakan tersedia.

    • Medium Charging: Teknologi ini memakai arus bolak-balik (AC) juga miliki daya keluaran sekitar 7-22 kilowatt. Waktu yang dimaksud dibutuhkan di pengisian sekitar 6-8 jam hingga daya penuh.
    • Fast Charging: Teknologi ini menggunakan arus searah (DC). Memungkinkan pengisian daya dengan keluaran lebih besar dari 22-50 kilowatt. Dengan teknologi ini, lama pengisian dapat lebih lanjut cepat sekitar 30-60 menit.
    • Ultra Fast Charging: Teknologi ini miliki daya keluaran lebih besar dari 50 kilowatt dan juga arus daya searah (DC). Pengisian daya menggunakan teknologi ini dapat lebih tinggi cepat dibandingkan fast charging yakni sekitar 15-30 menit.

    Baca juga: Sebaran lokasi SPKLU di dalam Trans Sumatera untuk mudik 2025

    Tata cara pemakaian SPKLU

    Selain telah banyak tersebar di tempat berbagai titik wilayah, penyelenggaraan SPKLU pun cukup mudah kemudian praktis. Umumnya, pengemudi dapat mengisi daya secara mandiri dalam SPKLU, tetapi pada beberapa lokasi juga tersedia petugas yang melayani.

    1. Download perangkat lunak Charge.IN melalui Apps Store atau Play Store. Aplikasi ini digunakan untuk melakukan registrasi dan juga mengisi keseimbangan elektronik.
    2. Setelah mengunduh aplikasi, pengguna harus mendaftar kemudian mengisi nilai elektronik untuk melakukan pembayaran.
    3. Selesai mendaftar serta bayar, perangkat lunak akan menampilkan lokasi SPKLU terdekat sesuai sikap pengemudi dan juga pilih lokasi.
    4. Setelah tiba pada SPKLU, pengemudi dapat menyambungkan gun charger ke port pengisian kendaraan.
    5. Kemudian mengungkap program Charge.IN, pilih menu “Charging”, pindai barcode pada konektor charger, serta pilih jumlah total kWh yang dimaksud ingin diisi. Lalu, konfirmasi pengisian.
    6. Tunggu hingga proses pengisian selesai. Proses ditandai dengan indikator pada konektor pengisian yang mana menyala.

    Itulah penjelasan tentang SPKLU, tipe teknologi yang digunakan digunakan, kemudian cara pemakaiannya. Keberadaan SPKLU ini bukan semata-mata memudahkan pengisian daya listrik kendaraan, tetapi juga membantu transisi menuju energi ramah lingkungan.

    Baca juga: Tips mudik aman dengan mobil listrik untuk Idul Fitri 2025

    Baca juga: Kiat aman menggunakan kendaraan listrik ketika mudik lebaran

  • Perbedaan SPKLU kemudian SPLU: Fungsi dan juga cara penggunaannya

    Perbedaan SPKLU kemudian SPLU: Fungsi dan juga cara penggunaannya

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia (ANTARA) – Dalam era transportasi elektrik kemudian kemajuan teknologi, sejumlah istilah baru yang tersebut muncul terkait dengan sumber daya listrik, diantaranya yakni SPKLU kemudian SPLU.

    Kedua infrastruktur ini berhubungan dengan penyediaan listrik bagi masyarakat, tetapi memiliki fungsi yang digunakan berbeda.

    SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) digunakan khusus untuk mengisi daya kendaraan listrik, sementara SPLU (Stasiun Sumber Listrik Umum) disediakan untuk keinginan listrik umum.

    Lalu, apa perbedaan detail antara keduanya? Berikut penjelasannya.

    Baca juga: Daftar 53 SPKLU di dalam rest area tol Trans jawa untuk mudik Lebaran 2025

    Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)

    Fasilitas ini dirancang khusus untuk mengisi daya sel kendaraan listrik seperti mobil lalu bus listrik.

    SPKLU pertama kali diperkenalkan di area Indonesia pada tahun 2019 sebagai pendukung permintaan pengisian daya untuk kendaraan listrik.

    Dengan kapasitas daya yang tersebut bervariasi antara 22 kW hingga 150 kW, SPKLU dapat melakukan pengisian daya yang tersebut lebih tinggi cepat, hemat waktu, kemudian praktis bagi masyarakat.

    SPKLU biasanya terletak dalam lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, area parkir umum, lalu tempat-tempat lain yang kerap dikunjungi oleh pemilik kendaraan listrik.

    Selain itu, SPKLU juga dilengkapi dengan berbagai jenis konektor pengisian yang digunakan kendaraan listrik dalam Indonesia, seperti AC charging, DC charging CHAdeMo dan juga DC charging Combo tipe CCS2.

    Baca juga: Sebaran lokasi SPKLU di tempat Trans Sumatera untuk mudik 2025

    Stasiun Sumber Listrik Umum (SPLU)

    Fasilitas ini diperkenalkan lebih banyak awal pada tahun 2016 juga awalnya ditujukan untuk menyediakan sumber daya listrik bagi berbagai perangkat elektronik dan juga peralatan bisnis kecil seperti penjual kaki lima.

    SPLU memiliki kapasitas daya yang tersebut tambahan rendah dibandingkan SPKLU, yaitu antara 5,5 kW hingga 22 kW. Selain itu, insfratruktur ini mempunyai model seperti standing/tower, hang/wall mount, hook/pole mount, lalu stall/pedestal.

    Stasiun pengisian listrik ini sejumlah ditempatkan di dalam trotoar, taman kota, atau area umum lainnya, sehingga mempermudah akses listrik bagi penduduk secara umum.

    SPLU juga dapat digunakan untuk mengisi daya penyimpan daya kendaraan listrik ringan seperti sepeda gowes motor listrik, tetapi tiada dirancang untuk kendaraan listrik yang lebih lanjut besar yang mana memerlukan daya lebih banyak tinggi.

    Baca juga: Tips mudik aman dengan mobil listrik untuk Idul Fitri 2025

    Perbedaan SPKLU juga SPLU

    Perbedaan utama antara SPKLU lalu SPLU terletak pada tujuan penggunaannya. SPKLU dikhususkan bagi pemilik kendaraan listrik serta menggunakan listrik berdaya besar dengan tegangan tinggi.

    Sementara itu, SPLU menyediakan akses listrik sementara dengan daya lebih lanjut kecil dan juga standar tegangan PLN, sehingga sanggup digunakan untuk berbagai permintaan umum di area luar ruangan.

    Dari segi pembayaran, SPKLU menggunakan sistem pembayaran digital melalui perangkat lunak Charge.IN, sedangkan SPLU menggunakan sistem beli token listrik di dalam PLN atau merchant resmi.

    Kedua infrastruktur ini memiliki kegunaan yang mana signifikan pada membantu perkembangan infrastruktur listrik modern di tempat Indonesia.

    Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik di area Indonesia, ketersediaan SPKLU menjadi faktor penting di mengupayakan mobilitas yang tersebut lebih besar ramah lingkungan.

    Sementara itu, SPLU memberikan kemudahan bagi rakyat untuk mendapatkan listrik secara legal dan juga fleksibel, khususnya bagi mereka yang mana membutuhkan listrik di area lokasi yang mana belum memiliki instalasi listrik permanen.

    Baca juga: Mengenal SPKLU, tipe teknologi juga tata cara penggunaannya

    Cara menggunakan SPKLU dan juga SPLU

    Selain perbedaan pada fungsi dan juga kapasitas daya listrik, cara pemakaian SPKLU lalu SPLU juga mempunyai perbedaan. Berikut ini adalah langkah-langkah di menggunakan SPKLU dan juga SPLU yang dimaksud perlu Anda ketahui.

    Tata cara menggunakan SPKLU

    1. Download program Charge.IN melalui perangkat selular
    2. Bikin akun lalu isi sisa pada aplikasi mobile untuk melakukan pembayaran.
    3. Pilih lokasi SPKLU yang tersedia lalu terdekat dari tempat pengemudi.
    4. Setelah berada di dalam lokasi SPKLU, sambungkan gun charger ke kendaraan listrik.
    5. Buka program Charger.IN, lalu klik menu "Charging", pindai barcode ke konektor charger, lalu pilih jumlah total kWh yang digunakan ingin diisi.
    6. Klik konfirmasi pengisian kemudian tunggu hingga proses pengisian selesai. Jika sudah ada selesai, cabut kabel pengisi daya dari kendaraan.

    Tata cara menggunakan SPLU

    1. Cari SPLU yang tersedia di dalam sekitar lokasi Anda.
    2. Catat nomor seri meter yang mana berada pada kotak SPLU.
    3. Bawa kartu e-money serta beli token listrik melalui PLN atau mitra resmi.
    4. Masukkan kode token ke meteran SPLU atau tempelkan kartu e-money di dalam kotak pindai.
    5. Gunakan listrik sesuai kebutuhan, lalu matikan perangkat setelahnya selesai

    Baca juga: Dirut PLN pastikan ada SPKLU pengisian cepat pada tiap rest area 

    Baca juga: Kiat aman menggunakan kendaraan listrik pada waktu mudik lebaran

  • PLN Tingkatkan 299% SPKLU untuk Mudik Lebaran 2025, Siap Layani Pemudik EV!

    PLN Tingkatkan 299% SPKLU untuk Mudik Lebaran 2025, Siap Layani Pemudik EV!

    ligapedianews.com JAKARTA – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya di membantu sistem ekologi kendaraan listrik di tempat Indonesia dengan meningkatkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) secara signifikan.

    Langkah ini diambil sebagai persiapan menghadapi lonjakan pengguna kendaraan listrik ketika mudik Lebaran 2025, sekaligus memperkuat target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

    Peningkatan Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik

    Sepanjang 2024, PLN mencatatkan peningkatan yang mana signifikan pada jumlah total SPKLU, Home Charging Services (HCS), kemudian Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Fakta menunjukkan:

    1. SPKLU: Pengembangan sebesar 299% dari 1.081 unit pada tahun 2023 menjadi 3.233 unit pada tahun 2024.
    2. HCS: Pembaruan sebesar 302% dari 9.393 unit pada tahun 2023 menjadi 28.356 unit pada tahun 2024.
    3. SPLU: Pembaruan menjadi 9.956 unit pada tahun 2024.

    Peningkatan ini merupakan wujud komitmen PLN pada merancang lingkungan kendaraan listrik yang digunakan kuat di tempat Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

    “PLN berazam penuh untuk memperkuat eksekutif di memverifikasi percepatan adopsi kendaraan listrik pada Indonesia. Pembangunan infrastruktur EV secara merata penting untuk memfasilitasi pemanfaatan EV di area Tanah Air yang semakin masif,” bebernya.

    Pertumbuhan Transaksi lalu Konsumsi Listrik Kendaraan Listrik

    Seiring peningkatan infrastruktur, terjadi pula perkembangan signifikan pada jumlah keseluruhan kegiatan lalu konsumsi listrik dari kendaraan listrik sepanjang tahun 2024.

    – Transaksi SPKLU: Melonjak hingga 337% menjadi 402.509 kali operasi dibandingkan tahun 2023 yang digunakan sebesar 119.600 kali transaksi.

    “Hadirnya habitat EV yang tersebut semakin kokoh melalui ketersediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di dalam seluruh Indonesia, tentunya akan memberikan kenyamanan bagi para pengguna. Pembaruan ini menunjukkan adanya respon positif dari publik untuk beralih ke kendaraan listrik yang mana lebih tinggi ramah lingkungan,” ujar Darmawan.

    Fokus pada Jalur Utama Trans Jawa juga Trans Sumatera

    Peningkatan jumlah agregat SPKLU difokuskan dalam sepanjang ruas jalur Trans Jawa serta Trans Sumatera, guna memenuhi keperluan para pengendara kendaraan listrik yang digunakan melakukan perjalanan jarak jauh. PLN telah terjadi menyediakan 500 unit SPKLU di area 297 lokasi dalam sepanjang jalur-jalur utama ini.

    “PLN ingin memverifikasi publik pengguna EV dalam Indonesia dapat melakukan perjalanan senyaman mungkin. Dalam hal ini, kami sudah menganalisis pola konsumsi pengguna SPKLU dan juga kami petakan dari tahun sebelumnya, termasuk pengaplikasian SPKLU yang dimaksud terus meningkat di area sepanjang jalur Trans Jawa dan juga Trans Sumatra,”kataDarmawan.

  • PLN Sudah Bangun 2.667 SPKLU, Tahun Depan Tambah 1.100 Unit!

    PLN Sudah Bangun 2.667 SPKLU, Tahun Depan Tambah 1.100 Unit!

    Ligapedianews,com JAKARTA – Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi infrastruktur penting di penunjang mobilitas kendaraan listrik. PT PLN (Persero) menjadi salah satu pihak yang mana bertanggung jawab untuk menyediakn SPKLU di area seluruh wilayah Indonesia.

    Ririn Rahmawardani, Executive Vice President Retail Product Development PLN menyatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah total SPKLU. Bahkan, pada waktu ini PLN sudah ada mendirikan sebanyak 2.667 unit SPKLU pada berbagai wilayah.

    “Kalau jumlah agregat SPKLU ketika ini, ada di tempat 2.667 titik. Itu bisa jadi dipantau juga di dalam program PLN mobile, jumlahnya bertambah terus. Nah, target kami di area akhir tahun 2024 ini dapat mencapai 3 ribuan,” kata Ririn di area Jakarta, Selasa (10/12/2024).

    Ririn meyakinkan PLN akan setiap saat berupaya di menghapus keraguan publik terhadap kendaraan listrik. Sehingga tahun depan total SPKLU akan ditambah menjadi tambahan dari 4.000 unit.

    “Kita sanggup ada penambahan hingga 1.100 titik, sehingga sampai akhir 2025 sanggup ada 4.300-an begitu. Itu masih kita terus pantau dengan kolaborasi dengan pemerintah. Jadi 1.100 di area 2025 itu penanaman modal PLN serta mitra juga. Mungkin dapat menghilangkan perasaan khawatir berkendara dengan EV,” ujarnya.

    Seperti diketahui, penduduk Indonesia masih ragu menggunakan mobil listrik akibat SPKLU yang tersebut masih terbatas. Oleh sebab itu, seluruh pihak diminta untuk menggalakkan perkembangan infrastruktur kendaraan listrik.

    “Di awal-awal kita belum ada pengalaman. Kita belum tahu dalam mana kita akan ngecas, di tempat mana kita tahu ada SPKLU. Nah kita sudah ada ada nih di area PLN mobile semacam google maps-nya. Di situ ada titik-titiknya,” ucap Ririn.

    Saat ini, hampir seluruh rest area di dalam sepanjang tol Trans Jawa telah dibangun SPKLU dengan kapasitas 200 kW. Ini adalah menimbulkan pengisian daya dari 30-100 persen cuma butuh waktu30-45menit.