Tag: shin tae-yong dipecat

  • 5 Pemain Timnas Indonesia yang tersebut Paling Sedih ketika Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    5 Pemain Timnas Indonesia yang tersebut Paling Sedih ketika Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Ligapedianews.com Sangat menarik untuk mengkaji reaksi para pemain Timnas Indonesia pasca pemecatan Shin Tae-yong . Ada lima pemain Skuad Garuda yang digunakan paling sedih ketika mendengar kabar ahli strategi selama Korea Selatan itu dipecat PSSI .

    Awal tahun 2025. Publik sepak bola di dalam Tanah Air mendapat kabar yang dimaksud cukup mengejutkan pada waktu PSSI mengumumkan pemecatan Shin Tae-yong sebagai pembimbing kepala Timnas Indonesia.

    Tak hanya saja penggemar yang digunakan merasa kehilangan Shin Tae-yong. Pemain yang digunakan selama ini mengenal ahli berusia 54 tahun itu mengambil bagian sedih mengetahui pembimbing yang dimaksud sukses menyebabkan prestasi Timnas Indonesia ke ranking 127 dunia itu meninggalkan kursi pelatih.

    Reaksi setiap individu berbeda-beda, lalu tidaklah semua pemain akan secara terbuka mengungkapkan kesedihan merek di tempat media sosial. Meskipun demikian, SINDOnews mencoba merangkum lima pemain yang mana merasa sangat kehilangan dengan kepergian Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas ndonesia.

    Berikut 5 Pemain Timnas Indonesia yang tersebut Sedih Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    1. Asnawi Mangkualam

    5 Pemain Timnas Indonesia yang mana Paling Sedih ketika Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Foto: Instagram Asnawi Mangkualam (@asnawi_bhr)

    Posisi pertama ditempati Asnawi Mangkualam. Sebagai pemain yang tersebut pernah mengemban tugas sebagai kapten Timnas Indonesia, ia pasti memiliki kedekatan emosional dengan Shin Tae-yong.

    Pelatih selama Korea Selatan ini dianggap sebagai sosok yang sangat berpengaruh pada perkembangan karier Asnawi. Pada akun Instagram pribadinya, ia memajang foto monokrom (hitam-putih) berdua dengan Shin Tae-yong.

    Asnawi seolah ingin menyampaikan emosi dan juga instruksi yang dimaksud kuat terhadap kepergian STY. “Cinta dan juga perhatiannya berada pada level yang mana berbeda. Terima kasih untuk semuanya, pelatih,” tulisnya.

    2. Pratama Arhan

    5 Pemain Timnas Indonesia yang Paling Sedih pada waktu Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Foto: Instagram Pratama Arhan (@pratamaarhan8)

    Pemain muda berbakat ini juga merasakan perkembangan yang mana signifikan pada bawah asuhan Shin Tae-yong. Arhan seringkali mendapatkan pujian dari STY berhadapan dengan penampilannya yang dimaksud impresif.

    “Terima kasih berhadapan dengan perjalanannya @shintaeyong7777, ini sangat berarti bagi saya sepanjang karir saya,” tulisnya.

    3. Rizky Ridho

    5 Pemain Timnas Indonesia yang dimaksud Paling Sedih pada waktu Dengar Kabar Shin Tae-yong Dipecat PSSI

    Foto: Instagram (@rizkyridhoramadhani)

  • 6 Pelatih Belanda dalam Timnas Indonesia, Siapa Paling Sukses?

    6 Pelatih Belanda dalam Timnas Indonesia, Siapa Paling Sukses?

    Ligapedianews.com Nama ahli Belanda pada Timnas Indonesia sebenarnya telah tak asing di area telinga penggemar sepak bola Tanah Air. Jauh sebelum gosip mengenai Patrick Kluivert akan menggantikan Shin Tae-yong di area kursi ahli kepala, Skuad Garuda telah pernah ditangani ahli strategi dari Negeri Kincir Angin.

    Ada enam ahli dengan syarat Belanda yang mana pernah menukangi Timnas Indonesia. Masing-masing menghadirkan warna dan juga filosofi bermain yang digunakan berbeda-beda.

    Namun, siapa pada antara merekan yang dimaksud dianggap paling sukses? Kata Terwujud di hal ini ada beberapa faktor yang dimaksud bisa jadi dijadikan pertimbangan. Mulai dari prestasi, perkembangan pemain, filosofi permainan serta sumbangan terhadap sepak bola Indonesia.

    Daftar 6 Pelatih yang Pernah Menangani Timnas Indonesia

    1. Wim Hendriks (1975)

    Pernah mengakibatkan Timnas Indonesia main di area Kualifikasi Piala Asia 1976

    2. Wiel Coerver

    Coerver Dikenal dengan metode pelatihannya yang digunakan unik juga fokus pada pengembangan pemain muda. Dia pernah menyebabkan Timnas Indonesia tampil pada final Kualifikasi Olimpiade 1976 dan juga final SEA Games Ibukota 1979.

    3. Frans van Balkom

    Membawa Timnas Indonesia ke fase grup kualifikasi Olimpiade 1980.

    4. Henk Wullems

    Sukses menyebabkan Bandung Raya juara Kejuaraan Indonesia serta kemudian ditunjuk untuk melatih Timnas Indonesia. Main pada Kualifikasi Piala Bumi 1998 juga final SEA Games 1997

    5. Wim Rijsbergen

    Salah satu instruktur Belanda paling sukses pada Indonesia. Membawa Timnas Indonesia ke sesi kualifikasi Piala Global 2014.

    6. Pieter Huistra

    Memiliki pengalaman melatih pada beberapa klub Indonesia sebelum akhirnya menukangi Timnas Indonesia.

    Memilih ahli Belanda paling sukses di area Timnas Indonesia bukanlah hal yang dimaksud mudah. Setiap instruktur memiliki kontribusi yang mana berbeda-beda. Namun, jikalau dilihat dari prestasi serta pengaruhnya terhadap sepak bola Indonesia, Wim Rijsbergen bisa jadi dibilang sebagai salah satu yang dimaksud paling sukses.

    Rijsbergen berhasil menyebabkan Timnas Indonesia ke fase kualifikasi Piala Global 2014, sebuah pencapaian yang mana sangat membanggakan bagi sepak bola Indonesia. Dia juga sukses menyebabkan beberapa pemain muda Indonesia mengalami peningkatan performa yang dimaksud signifikan. Sementara filosofi permainan, Rijsbergen menerapkan gaya bermain yang mana modern kemudian efektif, dengan fokus pada penguasaan bola juga serangan cepat.

  • Patrick Kluivert Pelatih Timnas Indonesia? Manajemen: Belum Ada Tanda Tangan Kontrak

    Patrick Kluivert Pelatih Timnas Indonesia? Manajemen: Belum Ada Tanda Tangan Kontrak

    Ligapedianews.com Bursa ahli Timnas Indonesia kembali memanas. Setelah resmi berpisah dengan Shin Tae-yong, PSSI pada saat ini dikabarkan sedang mendekati mantan striker Barcelona, Patrick Kluivert, untuk mengisi kedudukan instruktur kepala.

    Kabar ini semakin menguat setelahnya pakar pengiriman dunia, Fabrizio Romano, mengonfirmasi bahwa Kluivert telah lama mencapai kesepakatan dengan PSSI. Eks pemain Belanda ini diproyeksikan akan diperkenalkan secara resmi pada 12 Januari mendatang.

    Namun, ketika dikonfirmasi oleh media Belanda, manajemen Kluivert masih menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung kemudian belum ada kontrak yang digunakan ditandatangani.

    “Kami masih pada tahap pembicaraan, belum ada yang ditandatangani,” ujar manajemen Kluivert pada waktu dihubungi lama NOS, disitir dari Voetbal Nieuws, Selasa (7/1/2025).

    Meskipun demikian, prospek Kluivert untuk menjadi instruktur Timnas Indonesia dinilai sangat besar. Jika benar jadi pembimbing Timnas Indonesia, Kluivert akan segera dihadapkan pada tantangan berat.

    Skuad Garuda masih mempunyai empat pertandingan sisa di tempat sesi ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026 Zona Asia. Lawan-lawan yang mana dihadapi pun tak mudah, seperti Australia, Bahrain, China, dan juga Jepang.

  • Rekam Jejak Patrick Kluivert Jadi Pelatih, Menyedihkan!

    Rekam Jejak Patrick Kluivert Jadi Pelatih, Menyedihkan!

    Ligapedianews.com Rekam jejak Patrick Kluivert nampaknya menarik untuk dibahas. Apalagi beredar kabar apabila mantan bintang Barcelona itu akan segera mengisi kekosongan ahli Timnas Indonesia usai Shin Tae-yong dipecat PSSI.

    Berbicara tentang Kluivert tentunya semua penggemar sepak bola telah mengenalnya. Sebagai pemain, ia miliki popularitas yang tersebut bagus sebagai pemain serta tentu sudah ada tiada diragukan lagi. Namun bagaimana dengan kiprahnya sebagai pelatih?

    Sejak gantung sepatu pada tahun 2008, Kluivert dengan segera terjun ke dunia kepelatihan. Ia memulai kariernya sebagai instruktur striker dan juga asisten pembimbing di area beberapa klub.

    Namun, kesempatan untuk menjadi pembimbing kepala baru didapatnya beberapa tahun kemudian. Salah satunya menangani Curacao.

    Kluivert ditunjuk sebagai instruktur sementara Curacao pada 14 Mei 2021. Namun popularitasnya sebagai ahli strategi tak berjalan mulus.

    Tak ada prestasi yang tersebut diberikan Kluivert selama satu musim menangani klub tersebut. Dia belaka memainkan enam pertandingan dengan persentase 16.67 persen dari sekali menang, dua imbang, dan juga tiga kali menelan kekalahan.

    Setelah Curacao, Kluivert sempat menukangi klub Turki, Adana Demirspor. Namun, kiprahnya di tempat klub ini tak terlalu menonjol.

    Kluivert lagi-lagi belaka bertahan selama beberapa bulan belaka dari 1 Juli 2023 hingga 4 Desember 2023. Dengan rincian, sembilan menang, enam imbang, juga lima kalah (45 persen).

    Mengacu pada data tersebut, maka kiprah Kluivert sebagai instruktur sangat menyedihkan. Meskipun miliki pengalaman sebagai pelatih, pengalaman Kluivert di dalam level tertinggi masih terbatas.

    Tantangan Kluivert Jika Jadi Pelatih Timnas Indonesia

    Sepak bola Indonesia mempunyai karakteristik yang mana unik. Kluivert perlu waktu untuk beradaptasi dengan kondisi juga kultur sepak bola Indonesia. Belum lagi, ia harus menghadapi tekanan yang mana sangat besar dari publik.

    Jadi isu mengenai Kluivert merupakan hal yang tersebut menarik serta memiliki kemungkinan besar untuk menjadi ahli Timnas Indonesia. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada berbagai faktor, termasuk dukungan dari federasi, kesiapan pemain, juga kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan yang digunakan baru.

  • Medsos Patrick Kluivert Diserbu Netizen Indonesia: Kluivert Out!

    Medsos Patrick Kluivert Diserbu Netizen Indonesia: Kluivert Out!

    Ligapedianews.com Pemberitahuan mengejutkan datang dari pakar pemindahan Eropa, Fabrizio Romano. Melalui akun media sosialnya, Romano melakukan konfirmasi bahwa legenda Barcelona, Patrick Kluivert , akan menjadi pembimbing baru Timnas Indonesia . Namun, alih-alih menyambut antusias, netizen Indonesia justru membanjiri kolom komentar Instagram Kluivert dengan kritik pedas.

    “Patrick Kluivert sudah melakukan penandatanganan kontrak sebagai instruktur kepala Timnas Indonesia. Kesepakatan selesai dengan durasi dua tahun juga opsi perpanjangan dua tahun. Ia akan diperkenalkan pada 12 Januari mendatang di area Indonesia,” tulis Romano.

    Sayangnya, kabar gembira ini tidaklah mendapat sambutan positif dari sebagian besar penggemar sepak bola Indonesia. Banyak yang meragukan kemampuan Kluivert di mengakibatkan Timnas Indonesia meraih prestasi.

    “Jangan berharap ini dah pliss, nglatih Curacao aja di area bantai Bahrain 4-0,” tulis salah satu netizen.

    Sentimen sama juga diungkapkan oleh netizen lainnya yang digunakan mempertanyakan kemampuan Kluivert pada membesut regu dengan karakteristik pemain yang digunakan berbeda dengan klub-klub Eropa.

    Kritik pedas ini muncul di dalam berada dalam kekecewaan rakyat berhadapan dengan pemecatan Shin Tae-yong. Pelatih jika Korea Selatan itu dinilai sudah pernah berhasil menghadirkan inovasi signifikan bagi Timnas Indonesia.

    “CV nya ajh bagus sty,” tulis netizen lain, menyindir Kluivert lalu memuji Shin Tae-yong.

    “Kluivert Out,” timpal lainnya.

    Dengan waktu yang digunakan semakin sempit menuju putaran final kualifikasi Piala Planet 2026, tantangan besar sekarang menanti Kluivert. Ia harus mampu cepat beradaptasi dengan karakteristik pemain Indonesia, merancang chemistry tim, serta tentunya meraih hasil positif pada empat laga sisa.

  • Shin Tae-yong Dipecat, Maarten Paes: Hargai Sejarah yang digunakan Kita Ciptakan!

    Shin Tae-yong Dipecat, Maarten Paes: Hargai Sejarah yang digunakan Kita Ciptakan!

    Ligapedianews.com Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi instruktur Timnas Indonesia terus menjadi perbincangan hangat di area kalangan pecinta sepak bola tanah air. Salah satu pemain yang tersebut turut angkat bicara adalah kiper andalan Skuad Garuda, Maarten Paes .

    Melalui akun Instagram pribadinya, Paes menyampaikan rasa terima kasih untuk Shin Tae-yong melawan semua yang mana sudah pernah diberikan selama ini. “Kamsahamida, coach,” tulis Paes, yang tersebut di bahasa Korea berarti “terima kasih”.

    Paes mengenang momen-momen indah bersatu Shin Tae-yong, termasuk keberhasilan Timnas Indonesia lolos ke sesi ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026. “Hargai momen-momen yang sudah pernah kita buat dan juga sejarah yang digunakan kita ciptakan selama beberapa bulan terakhir. Mari percayai prosesnya serta teruslah percaya. Sampai jumpa di dalam Maret,” lanjut Paes.

    Tantangan Baru Menanti Timnas Indonesia

    Pemecatan Shin Tae-yong dalam sedang jalan tentu menjadi pukulan telak bagi Timnas Indonesia. Pasalnya, Skuad Garuda masih mempunyai empat laga krusial pada sesi ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026.

    Persaingan di dalam Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Global 2026 zona Asia sangat ketat, juga Indonesia masih memiliki potensi untuk lolos ke fase selanjutnya. Keputusan PSSI untuk mengganti instruktur di area sedang jalan pun menuai sejumlah kritik.

    Banyak yang mana menilai bahwa kebijakan ini terlalu berisiko, mengingat waktu yang digunakan tersisa semakin sempit. Pelatih baru yang mana akan datang harus segera beradaptasi dengan regu kemudian menerapkan strategi yang mana efektif.

    Siapa Pengganti Shin Tae-yong?

    PSSI sudah mengumumkan bahwa pembimbing baru Timnas Indonesia akan berasal dari Belanda juga akan diperkenalkan pada 12 Januari 2025. Nama Patrick Kluivert santer disebut-sebut sebagai kandidat terkuat.

    Namun, belum diketahui apakah Kluivert akan mampu mengakibatkan Timnas Indonesia meraih hasil maksimal di waktu yang digunakan singkat. Tantangan besar menanti instruktur baru, yaitu bagaimana cara menjaga motivasi pemain kemudian meraih kepercayaan kembali dari para penggemar.

  • Di Tengah Kontroversi Pemecatan Shin Tae-yong, Kevin Diks Beri Support Penuh untuk PSSI

    Di Tengah Kontroversi Pemecatan Shin Tae-yong, Kevin Diks Beri Support Penuh untuk PSSI

    Ligapedianews.com Kevin Diks turut bereaksi tentang tindakan PSSI mengakhiri Shin Tae-yong dari kursi pembimbing kepala Timnas Indonesia. Di sedang berbagai prakiraan kemudian kritik, bek andalan Skuad Garuda itu justru memberikan dukungan penuh terhadap tindakan PSSI.

    Kevin Diks meyakini kalau PSSI melakukan itu semua untuk mengakibatkan Timnas Indonesia semakin baik ke depannya. Dia yakin langkah itu dibuat secara penuh perhitungan.

    “Saya percaya PSSI telah lama mengambil kebijakan ini dengan niat terbaik untuk masa depan sepak bola Indonesia. Mari terus mengejar tujuan utama kita, Piala Planet 2026,” tulis Kevin Diks di insta story akun Instagram pribadinya, Selasa (7/1/2025).

    Tak lupa, Kevin Diks menyampaikan rasa terima kasihnya berhadapan dengan jasa Shin Tae-yong. Kendati bekerja sejenis semata-mata sebentar, bek berusia 28 tahun itu mendoakan yang mana terbaik untuk masa depan ahli selama Korea Selatan tersebut.

    “Terima kasih, Coach, melawan semua kenangan yang telah dilakukan kita bagikan pada waktu yang dimaksud begitu singkat. Semoga yang tersebut terbaik menyertai Anda di area masa depan,” imbuh Kevin Diks.

  • Shin Tae-yong Dipecat ketika Timnas Indonesia di dalam Fase Kritis, Bung Kusnaeni: Yang Disesalkan Momentumnya!

    Shin Tae-yong Dipecat ketika Timnas Indonesia di dalam Fase Kritis, Bung Kusnaeni: Yang Disesalkan Momentumnya!

    Ligapedianews.com Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, menyayangkan tindakan PSSI mengakhiri Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia . Menurutnya, peluang itu tidak ada pas lantaran Skuad Garuda sedang berjuang dalam Grup C fase ketiga Kualifikasi Piala Bumi 2026.

    PSSI resmi menyudahi kerja sejenis dengan Shin Tae-yong sebagai instruktur Timnas Indonesia pada Awal Minggu (6/1/2025). Keputusan yang disebutkan dibuat dengan berbagai macam pertimbangan seperti hambatan komunikasi kemudian taktik.

    Terkait hal itu, Kusnaeni menilai kalau sejatinya pemecatan orang instruktur adalah hal yang tersebut biasa di dunia sepak bola. Tapi ia menyayangkan kesempatan pemecatan PSSI terhadap Shin Tae-yong.

    Momennya dinilai kurang ideal dikarenakan Timnas Indonesia masih bertempur di tempat empat pertandingan sisa Grup C lalu punya kesempatan terbuka untuk lolos ke Piala Planet 2026. “Pemberhentian pembimbing timnas sebetulnya biasa. Itu kewenangan PSSI untuk mengangkat, memberhentikan, atau mengganti ahli timnas. Namun yang agak disesalkan adalah momentumnya,” kata Kusnaeni, Selasa (7/1/2024).

    “STY diganti ketika timnas sedang menghadapi fase kritis pada perjuangan lolos ke Piala Planet 2026. Kita masih punya empat pertandingan tersisa yang cukup berat. Tapi kita masih punya potensi untuk lolos,” lanjutnya.

    Kusnaeni berpendapat, idealnya Shin Tae-yong dibiarkan untuk menuntaskan perjuangannya sama-sama Timnas Indonesia pada Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Global 2026. Ketika telah terlihat hasilnya, baru PSSI melakukan evaluasi terkait kinerja instruktur selama Korea Selatan tersebut.

    “Idealnya, biarkan Shin Tae-yong kemudian timnas menuntaskan perjuangan ini. Setelah kualifikasi berakhir, baru kita menimbulkan penilaian terhadap kinerjanya,” tutur Kusnaeni.

    Peluang Timnas Indonesia untuk lolos memang benar masih terbuka mengingat persaingan pada Grup C sangat kompetitif. Skuad Garuda sedang duduk pada tempat tiga dengan enam poin, serupa seperti Arab Saudi, Bahrain, kemudian China. Mereka terpaut satu bilangan bulat dari Australia, sementara Negeri Sakura nyaman pada puncak dengan 16 poin.

    Nantinya, dua pasukan yang dimaksud finis teratas akan otomatis lolos ke Piala Global 2026. Sementara regu yang mana finis pada tempat tiga dan juga empat akan melanjutkan perjuangannya ke putaran keempat. Jika menilik persaingan Grup C pada atas, potensi Timnas Indonesia memang benar terbuka cukup lebar.

    Sementara, Timnas Indonesia akan kembali berjuang di lanjutan Grup C pada bulan Maret 2025 mendatang dengan melawan Australia juga menjamu Bahrain. Diharapkan, instruktur baru nantinya dapat menghadirkan Skuad Garuda meraih hasil manis di dalam dua laga debutnya itu.

  • Perbandingan Karier Kepelatihan Patrick Kluivert vs Shin Tae-yong, Bak Bumi juga Langit?

    Perbandingan Karier Kepelatihan Patrick Kluivert vs Shin Tae-yong, Bak Bumi juga Langit?

    Ligapedianews.com Perbandingan karier kepelatihan Patrick Kluivert vs Shin Tae-yong akan dibahas pada artikel ini. Di antara keduanya, mana yang tersebut lebih tinggi baik?

    Teka-teki sosok ahli baru Timnas Indonesia mulai menemui titik terang. Pakar pengiriman terkenal, Fabrizio Romano, melalui akun media sosialnya menyampaikan bahwa pengganti Shin Tae-yong di tempat skuad Garuda nantinya adalah Patrick Kluivert.

    “Patrick Kluivert sudah mengesahkan kontrak sebagai pembimbing kepala Timnas Indonesia. Kesepakatan selesai dengan durasi dua tahun kemudian opsi perpanjangan dua tahun. Ia akan diperkenalkan pada 12 Januari mendatang pada Indonesia,” tulis Fabrizio Romano.

    Seiring mencuatnya kabar tersebut, penggemar sepak bola Tanah Air mulai membandingkan sosok Patrick Kluivert dengan Shin Tae-yong, khususnya persoalan kiprah keduanya sebagai pelatih. Untuk itu, berikut sedikit perbandingannya yang dapat diketahui.

    Karier Kepelatihan Patrick Kluivert vs Shin Tae-yong

    1. Patrick Kluivert

    Patrick Kluivert memang sebenarnya punya nama besar pada waktu masih menjadi pesepak bola. Selain menjadi andalan Timnas Belanda dulunya, pada level klub beliau pernah berseragam beberapa klub top Eropa, seperti Milan kemudian Barcelona.

    Namun, hal yang dimaksud berbeda dengan rekam jejak Kluivert ketika menjadi pelatih. Sejauh ini, belum ada capaian menonjol dari pria berusia 48 tahun.

    Situs Transfermarkt bahkan mencatatnya belum pernah meraih peringkat apa pun sebagai pelatih. Karier kepelatihan Kluivert juga tambahan berbagai digunakan sebagai asisten dibandingkan instruktur kepala.

    Setelah memutuskan gantung sepatu pada 2008, Kluivert mengawali karier kepelatihan sebagai ahli penyerang di area AZ Alkmaar (2008-2009). Pada periode Januari-Juni 2010, ia kemudian menjadi asisten pembimbing Brisbane Roar di tempat Kejuaraan Australia.

    Lanjut, Kluivert lalu kembali ke Belanda lalu menjadi instruktur penyerang pada NEC Nijmegen (2010-2011). Kesempatan pertamanya menjadi pembimbing kepala datang ketika dipercaya menukangi FC Twente II pada 2011-2013.

  • Reaksi Bung Towel Disorot: Kopi Pahit untuk Shin Tae-yong, Dua Jempol untuk Patrick Kluivert

    Reaksi Bung Towel Disorot: Kopi Pahit untuk Shin Tae-yong, Dua Jempol untuk Patrick Kluivert

    Ligapedianews.com JAKARTA – Pemecatan Shin Tae-yong sebagai pembimbing Timnas Indonesia oleh PSSI pada Awal Minggu (6/1/2025) mengundang beragam reaksi dari umum sepak bola. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah respons Bung Towel, pengamat sepak bola nasional, yang dimaksud terekam di sebuah unggahan pada akun Instagram @BanditFootballIndonesia.

    Dalam video tersebut, Bung Towel yang mana biasanya suka melempar kritik terhadap Shin Tae-yong , saat ini justru bungkam persoalan pemecatan. Dia terlihat sedang meminum kopi dan juga memberikan komentar singkat yang tersebut penuh makna, “Kopi pahit.” Ketika ditanya tambahan lanjut mengenai kabar pemecatan tersebut, ia belaka memberikan senyuman lebar tanpa menambahkan penjelasan apa pun. Reaksi Bung Towel ini segera menjadi material diskusi pada kalangan warganet.

    Melalui konferensi pers yang tersebut dilakukan di tempat Jakarta, Ketua Umum PSSI Erick Thohir resmi mengumumkan berakhirnya kerja identik dengan pembimbing selama Korea Selatan tersebut. Erick menyatakan bahwa surat pemutusan kontrak sudah disampaikan melalui Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, juga diterima dengan segera oleh Shin Tae-yong.

    “Kami mengucapkan terima kasih berhadapan dengan dedikasi juga prestasi Coach Shin selama ini. Namun, kami harus melangkah ke arah yang mana tambahan baik untuk masa depan Timnas,” ujar Erick Thohir.

    Meski mengakibatkan sebagian kemajuan bagi Timnas Indonesia, termasuk lolos ke Piala Asia 2024, perjalanan Shin Tae-yong di dalam Indonesia kerap diwarnai pro kemudian kontra. Pemecatannya pun memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

    Di sedang isu pemecatan ini, nama Patrick Kluivert mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Shin Tae-yong. Mantan pemain Barcelona serta Timnas Belanda yang dimaksud disebut-sebut memiliki keunggulan di komunikasi, teristimewa dengan pemain yang mana mempunyai latar belakang Belanda seperti Marc Klok, Ivar Jenner, serta Rafael Struick.

    Ketika ditanya pendapatnya mengenai Patrick Kluivert, Bung Towel memberikan respons yang lagi-lagi menarik perhatian. Tanpa berkata apa pun, ia hanya sekali mengangkat kedua ibu jarinya—seolah memberi dukungan penuh untuk kandidat pembimbing baru tersebut.

    Reaksi ini kembali menuai sorotan. Sebagian umum menilai bahwa Bung Towel setuju dengan tindakan PSSI untuk mengganti pelatih, sedangkan pihak lain menganggap gestur yang dimaksud sebagai bentuk sindiran terhadap langkah yang dimaksud dianggap kontroversial.

    “Bung Towel nampaknya setuju banget sejenis Kluivert. Tapi, apakah ini memang sebenarnya solusi terbaik untuk Timnas?” tulis salah satu netizen dalam media sosial.

    Patrick Kluivert sendiri, walaupun miliki nama besar sebagai pemain, belum sepenuhnya teruji pada dunia kepelatihan. Pengalamannya dengan regu seperti Adana Demirspor lalu Curacao tiada menciptakan pencapaian signifikan.