Tag: series

  • Rekomendasi 7 serial seru tentang sepak bola

    Rekomendasi 7 serial seru tentang sepak bola

    https://ligapedianews.com/ Ibukota Indonesia – Sepak bola tidaklah belaka menjadi olahraga paling populer di dalam dunia, tetapi juga sumber inspirasi bagi berbagai karya kreatif, termasuk serial televisi. Melalui cerita fiksi maupun dokumenter, serial bertema sepak bola mampu menggambarkan berbagai sisi hidup dalam pada lalu luar lapangan—mulai dari perjuangan meraih impian, konflik sosial, sejarah olahraga, hingga kisah para legenda yang digunakan menginspirasi.

    Serial-serial ini tidaklah hanya saja menyuguhkan drama olahraga, tetapi juga menyampaikan instruksi tentang kerja keras, persahabatan, perjuangan kelas, hingga semangat pantang menyerah. Bagi para pencinta sepak bola maupun penonton umum, berikut tujuh rekomendasi serial seru bertema sepak bola yang dimaksud layak ditonton:

    1. Sunderland 'Til I Die
    Serial dokumenter ini mengikuti perjalanan klub sepak bola Sunderland AFC yang dimaksud berjuang bangkit dari keterpurukan setelahnya terdegradasi ke kasta terbawah Turnamen Inggris. Dengan pendekatan realisme, serial ini menampilkan hidup para pemain, pelatih, staf, serta suporter di menghadapi tekanan, kegagalan, lalu harapan baru.
    Platform: Netflix
    Genre: Dokumenter olahraga
    Musim: 3

    2. The English Game
    Dikembangkan oleh Julian Fellowes, pencipta Downton Abbey, serial ini menyebabkan penonton ke masa awal berkembangnya sepak bola di dalam Inggris pada abad ke-19. The English Game mengeksplorasi konflik sosial antara kalangan elit kemudian kelas pekerja di berkompetisi merebut dominasi di dalam dunia sepak bola.
    Platform: Netflix
    Genre: Drama sejarah
    Musim: 1

    3. Becoming Champions
    Serial dokumenter ini menyuguhkan kisah inspiratif dari negara-negara yang dimaksud berhasil menjuarai Piala Dunia. Melalui wawancara eksklusif dengan para legenda sepak bola, pelatih, kemudian pengamat olahraga, serial ini mengupas strategi, budaya, lalu semangat yang dimaksud mengantarkan merekan menjadi juara dunia.
    Platform: Netflix
    Genre: Dokumenter sepak bola
    Episode: 9

    4. All or Nothing (Series: Football Editions)
    All or Nothing adalah serial dokumenter olahraga yang digunakan menyajikan akses eksklusif ke ruang ganti juga hidup internal berbagai kelompok profesional. Untuk edisi sepak bola, beberapa klub yang mana diangkat antara lain Manchester City, Tottenham Hotspur, Arsenal, Juventus, dan juga regu nasional Brasil. Serial ini memberikan ilustrasi nyata tentang tekanan serta dinamika pada kelompok elite.
    Platform: Amazon Prime Video
    Genre: Dokumenter olahraga
    Musim: Bervariasi per klub

    5. Boca Juniors Confidential
    Serial ini mengupas keberadaan di area balik layar klub legendaris dengan syarat Argentina, Boca Juniors. Selain pertandingan, serial ini menyoroti perjuangan para pemain, pelatih, dan juga manajemen pada menjaga kejayaan klub, dan juga fanatisme para pendukungnya.
    Platform: Netflix
    Genre: Dokumenter klub sepak bola
    Musim: 1

    6. Untold: Hope Solo vs. US Soccer
    Bagian dari serial Untold, episode ini mengeksplorasi hidup serta perjuangan Hope Solo, mantan penjaga gawang regu nasional wanita Amerika Serikat. Serial ini mengangkat isu-isu penting pada dunia sepak bola wanita, termasuk diskriminasi, keadilan kontrak, lalu perjuangan pribadi seseorang atlet perempuan dalam sedang tekanan publik.
    Platform: Netflix
    Genre: Dokumenter olahraga
    Durasi: Film dokumenter tunggal

    7. Ted Lasso
    Berbeda dari serial lainnya, Ted Lasso hadir pada format komedi yang dimaksud hangat kemudian menyentuh. Kisahnya berpusat pada Ted Lasso, seseorang pelatih American Football (rugby) yang ditunjuk secara mengejutkan untuk melatih klub sepak bola Inggris, AFC Richmond. Dengan pendekatan kepemimpinan yang dimaksud tiada konvensional serta penuh empati, Ted menghadapi tantangan profesional juga pribadi.
    Platform: Apple TV+
    Genre: Komedi drama olahraga
    Musim: 4

    Dari dokumenter serius hingga komedi yang digunakan menyentuh, ketujuh serial ini membuktikan bahwa sepak bola tidaklah belaka menyajikan aksi di dalam lapangan, tetapi juga cerita hidup yang dimaksud penuh makna. Bagi penggemar sepak bola maupun penonton umum, serial-serial ini menjadi tontonan menarik yang mana memperkaya pemahaman tentang dunia olahraga paling digemari dalam planet ini.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • 10 karakter villain terbaik yang tersebut ikonik di area dunia perfilman

    10 karakter villain terbaik yang tersebut ikonik di area dunia perfilman

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Dalam dunia perfilman, karakter villain atau tokoh antagonis memainkan peran penting sebagai lawan dari protagonis. Tanpa peluncuran mereka, alur cerita sanggup terasa datar juga kurang menantang. Para villain yang mana paling berkesan bukan belaka menakutkan atau kejam, tetapi juga miliki kedalaman karakter yang menimbulkan mereka tetap saja dikenang oleh penonton.

    Berikut ini sepuluhan karakter villain terbaik sepanjang masa yang tersebut dipilih berdasarkan dampaknya di budaya pop, kekuatan karakterisasi, juga pengaruhnya di cerita:

    1. Gus Fring – Breaking Bad
    Gustavo "Gus" Fring adalah sosok penguasa narkoba yang digunakan menyamar sebagai pelaku bisnis ayam goreng Los Pollos Hermanos dalam serial Breaking Bad. Diperankan oleh Giancarlo Esposito, Gus dikenal lewat penampilan rapi, kata-kata tenang, serta metode kejam yang mana penuh perhitungan. Karakter ini menjadi simbol kekuasaan yang tersebut dingin lalu sulit ditaklukkan, menjadikannya salah satu musuh terbesar Walter White.

    2. Darth Vader – Star Wars
    Sebagai ikon villain legendaris, Darth Vader memadukan sosok tragis lalu kekuatan jahat di satu karakter. Dengan napas mekanis yang tersebut khas kemudian pernyataan menggelegar James Earl Jones, ia tampil sebagai ancaman utama di trilogi Star Wars klasik. Meski akhirnya mendapat penebusan, Vader masih menjadi simbol kejahatan yang digunakan menawan kemudian berwibawa.

    3. The Joker – The Dark Knight, Joker juga lainnya
    The Joker hadir di sejumlah versi, namun interpretasi Heath Ledger dalam The Dark Knight (2008) dianggap sebagai puncaknya. Karakter ini digambarkan sebagai pribadi anarkis yang mana ingin menghancurkan tatanan sosial, tanpa motif yang digunakan jelas selain kekacauan. Joker juga tampil di versi Joaquin Phoenix yang tersebut mengungguli Oscar di film Joker (2019).

    4. Hans Gruber – Die Hard
    Diperankan oleh Alan Rickman, Hans Gruber adalah penjahat karismatik di film aksi Die Hard (1988). Ia cerdas, licik, kemudian mempunyai selera tinggi, menjadikannya villain yang dimaksud unik kemudian tak mudah dilupakan. Kalimat ikonik seperti “There will not be a four” menambah pesona karakter ini di dalam hati penonton.

    5. Voldemort – Harry Potter
    Sebagai musuh utama Harry Potter, Lord Voldemort adalah simbol kegelapan di dunia sihir. Dengan wajah yang dimaksud aneh kemudian kemampuan magis yang mana luar biasa, ia menjadi ancaman besar bagi dunia sihir. Nama aslinya, Tom Riddle, ia menunjukkan perubahan fundamental dari manusia biasa menjadi makhluk haus kekuasaan.

    6. Agent Smith – The Matrix Trilogy
    Hugo Weaving memerankan Agent Smith sebagai acara komputer yang digunakan membenci manusia lalu ingin menghapus merekan dari sistem. Dengan ekspresi dingin serta logika tanpa belas kasihan, Smith menjadi cerminan ancaman dari dunia teknologi yang tersebut kehilangan empati.

    7. Hannibal Lecter – Hannibal (TV series)
    Versi Hannibal Lecter yang tersebut diperankan oleh Mads Mikkelsen pada serial Hannibal adalah perpaduan elegan kemudian mengerikan. Ia individu psikiater brilian sekaligus kanibal yang mana mengawasi manusia sebagai objek seni juga konsumsi. Hubungannya yang kompleks dengan Will Graham menambah kedalaman psikologis karakter ini.

    8. Freddy Krueger – A Nightmare on Elm Street
    Freddy Krueger adalah makhluk mimpi buruk dengan wajah terbakar serta sarung tangan pisau. Ia menghantui mimpi remaja serta membunuh merekan di tidur. Selain menyeramkan, Freddy juga dikenal dikarenakan gaya bercanda yang sadis, sehingga menjadikannya sala satu ikon horor klasik.

    9. The Governor – The Walking Dead
    Dalam serial The Walking Dead, The Governor (Brian Blake) adalah pemimpin tirani dari komunitas Woodbury. Dengan satu mata yang dimaksud tertutup juga sikap kejam, ia menunjukkan bahwa pada dunia pasca-apokaliptik, manusia sanggup lebih banyak berbahaya daripada zombie itu sendiri.

    10. Michael Myers – Halloween
    Michael Myers adalah sosok pembunuh bisu dengan topeng putih yang dimaksud menghantui kota Haddonfield. Diciptakan oleh John Carpenter, karakter ini menjadi simbol teror di film horor. Tanpa motivasi yang dimaksud jelas lalu kemampuan untuk terus bangkit, Michael tetap memperlihatkan menakutkan walaupun telah terjadi muncul di berbagai sekuel.

    Karakter-karakter villain ini membuktikan bahwa tokoh jahat tak cuma berfungsi sebagai musuh, tetapi juga sebagai penggerak utama di cerita. Mereka menghadirkan ketegangan, kompleksitas, kemudian daya tarik tersendiri bagi penonton lintas generasi.

  • Davina Karamoy Punya Gebetan Baru? Temukan Jawabannya di area Episode 3 Culture Shock!

    Davina Karamoy Punya Gebetan Baru? Temukan Jawabannya di area Episode 3 Culture Shock!

    Ligapedianews,com JAKARTA – Episode ketiga series VISION+, Culture Shock semakin seru juga penuh kejadian tak terduga. Streaming episode 3 dengan klik di dalam di lokasi ini . Melanjutkan kocaknya episode 2, kisah Riko (Ajil Ditto) semakin mengalami perkembangan dengan tingkah polosnya yang tersebut setiap saat mengundang tawa.

    Pada episode 3, Riko terlibat dan juga di kompetisi futsal yang digunakan dijalankan di area sekolahnya. Awalnya, ia tampil prima di tempat sesi pertama, menunjukkan semangat juga kemampuan yang tersebut mengejutkan semua orang. Namun, kesialan kembali menimpanya.

    Saat tak sengaja mengamati para cheerleader di area pinggir lapangan, Riko hilang fokus serta dengan segera bereaksi. Tanpa sanggup dikendalikan, ia justru muntah ke Ilham. Momen kocak ini menjadi momen yang dimaksud tidaklah akan dilupakan oleh siapa pun pada sana!

    Kejadian memalukan ini menyadarkan Riko bahwa kondisinya belum membaik. Dengan bantuan Frans (Giulio Parengkuan), sahabat barunya, Riko pun bertekad mencari solusi lain agar dapat mengatasi masalahnya.

    Di sisi lain, Sabrina (Davina Karamoy) mulai bertemu dengan para match-nya dari program kencan. Sayangnya, tidak ada ada satu pun yang tersebut cocok. Setelah beberapa kali kecewa, Sabrina mulai melirik seseorang, yaitu Mahesa (Shahabi Sakri), sang barista dalam kafe langganan anak sekolah.

    Episode ketiga Culture Shock semakin memperkaya cerita dengan humor segar, drama, lalu konflik yang mengundang tawa. Dari Riko yang mana kembali berjuang melawan kondisinya, Sabrina yang digunakan mulai penasaran dengan Mahesa, hingga Desi yang mana semakin dekat dengan Bram.

    Gimana nasib Riko selanjutnya? Akankah Sabrina kemudian Mahesa punya chemistry yang tersebut tambahan dalam? Jangan lewatkan kelanjutan kisah dia hanya sekali di dalam VISION+. Streaming keseruannya GRATIS pada di tempat ini , langganan mulai Rp20.000,-.

    Streaming deretan original series lainnya di dalam VISION+ pakai handphone Motorola. Gak cuma pengalaman nonton jadi makin asyik, kamu juga bisa saja dapetin Vision+ Premium hingga senilai Rp365.000. Gimana caranya? Cukup beli Motorola seri Moto G 45 5G.

    Klaim complimentary VISION+ subscription dengan scan barcode dalam website juga channel jualan Motorola. Masukkan nomor HP juga IMEI untuk aktivasi!
    Tunggu apalagi? Langsung beli HP Motorola di area e-commerce atau offline store pilihanmu kemudian rasain asyiknya Streaming Ini adalah Itu pada VISION+.

  • Giulio Parengkuan Ternyata Suhu, Playboy Kelas Berat! Nantikan di tempat Series Culture Shock

    Giulio Parengkuan Ternyata Suhu, Playboy Kelas Berat! Nantikan di tempat Series Culture Shock

    Ligapedianews.com JAKARTA – Kabar bahagia untuk kamu para penggemar Original Series Vision+, sebentar lagi Vision+ akan segera merilis series baru berjudul Culture Shock. Bertajuk drama, komedi, dengan
    plot cerita yang tersebut fresh juga berani, series ini wajib kamu masuk ke pada list tontonan kamu. Kamu dapat lihat keseruannya dengan klik dalam di sini .

    Bekerja sejenis dengan Paragon Pictures, series Culture Shock siap menggemparkan dunia hiburan dengan cerita juga karakter yang digunakan unik dan juga deretan aktor lalu aktris muda berbakat
    seperti Ajil Ditto, Davina Karamoy, termasuk Giulio Parengkuan.

    Giulio Parengkuan yang digunakan berperan sebagai Frans, merupakan karakter penting yang digunakan memberi warna menarik pada series ini, Frans adalah siswa SMA Nasional yang mana terkenal dengan jiwa
    playboy serta suka mematahkan hati perempuan. Tak semata-mata itu Frans juga rutin dilabeli sebagai “suhu” apabila berbicara tentang hal-hal yang digunakan berbau seks.

    Namun dibalik itu, Frans sebenarnya menyimpan hati dengan salah satu kakak kelas bernama Flo yang dimaksud miliki paras cantik serta susah ditaklukan. Keseharian Frans yang digunakan cuma membahas
    seks juga memainkan hati perempuan tanpa kepastian yang mana jelas, menyebabkan kedatangan Riko bagaikan mainan yang digunakan selama ini ia nantikan.

    Series Culture Shock sendiri bercerita tentang individu remaja 16 tahun jika Muara Enim, Palembang yang dimaksud mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di area SMA Nasional Jakarta. Ia datang
    dengan niat untuk meraih mimpinya sebagai arsitek. Namun, “kutukan” dari sang Ibu yang digunakan mewajibkan ia harus menjaga keperjakaan, menghasilkan dirinya terjebak pada tantangan
    pergaulan ibu kota.

    Sifat polos Riko, menjadi incaran empuk Frans, Frans yang tersebut mengetahui banyak hal dan juga rutin terjun pada pergaulan ibu kota yang dimaksud kelewat gaul, memutuskan untuk menjerumuskan Riko ke
    dalam pergaulan tersebut.

    Tak belaka penuh dengan drama khas anak SMA, series ini juga dibumbui oleh komedi ringan yang tersebut menggelitik. Penasaran bagaimana apiknya akting Giulio Parengkuan berperan sebagai
    Frans? Nantikan series Culture Shock, tayang segera di dalam Vision+. Download program Vision+ di area Playstore atau AppStore dan juga berlangganan mulai dari Rp20.000,- untuk nikmati tayangan
    lainnya.

    Untuk kamu yang mana ingin streaming konten premium Vision+ lalu Viu sekaligus, kamu mampu langganan paket Combo MeVVah seharga Rp49.000,-. Segera unduh perangkat lunak Vision+ lalu nikmati
    tontonan berkualitas di area mana cuma kemudian kapan saja!

  • Sinopsis Original Series V+ CinLock dalam RCTI, 17 Januari 2025: Cerita Masa Lalu Jun lalu Reyhan

    Sinopsis Original Series V+ CinLock dalam RCTI, 17 Januari 2025: Cerita Masa Lalu Jun lalu Reyhan

    Ligapedianews.com Serial CinLock: Love, Camera, Action merupakan kerja identik antara Vision+ dengan Studio Antelope, juga dibintangi oleh berbagai pemain ternama seperti Tissa Biani, Yusuf Mahardika, Omara Esteghlal, Diandra Agatha, kemudian Wavi Zihan.

    Setelah menjatuhkan pilihan untuk Jun sebagai penata artistik, Sayangnya Jun tidak ada dan juga merta menerima penawaran Lala. Apakah yang digunakan harus dilaksanakan oleh Lala? Berhasilkah Lala meyakinkan Jun untuk bergabung di proyek film pendek Reyhan?

    Jun adalah seseorang kakak kelas Lala yang jarang muncul di tempat kampus. Namun, JJuan adalah orang penata artistik yang tersebut jenius. Jun harus mengambil pekerjaan lepas dalam luar kampus untuk menghidupi neneknya. Di luar kampus, Jun bukanlah orang yang dingin, melainkan seseorang yang digunakan penuh ide, wibawa, kemudian penguasaan diri yang digunakan luar biasa.

    Usaha Lala untuk meyakinkan Jun membuahkan hasil. Jun akhirnya mau bergabung di proyek film pendek Reyhan. Namun, mengetahui hal ini Reyhan tanpa peringatan memerintahkan Lala untuk mencari kandidat lain. Ternyata ada cerita antara Jun lalu Reyhan yang mana tidaklah diketahui oleh Lala.

    Di lain tempat, Mona diam-diam membongkar lemari di dalam kamar Lala untuk memgungkap rahasia Lala. Apa yang digunakan akan selanjutnya terjadi dengan Lala? Apa yang mana memproduksi Reyhan tidaklah menyetujui Jun masuk ke pada proyek film pendeknya?

    Saksikan Original Series V+ CinLock: Love, Camera, Action! tayang pada 17 Januari 2025, pukul 16.00 WIB, hanya saja dalam RCTI kanal digital 28 UHF untuk pemirsa Jabodetabek.

    Pasang STB/TV digital juga arahkan antena ke pemancar RCTI. Pastikan STB, antena, kabel, lalu koneksi Anda berfungsi dengan baik. Jika mengalami gangguan, hubungi RCTI Layanan Solusi Digital di dalam 08569003900 atau melalui Instagram @officialRCTI.

  • Arya Mohan Bikin Heboh! Nostalgia Seru Masa Putih Abu-abu pada Catatan Akhir Sekolah: The Series

    Arya Mohan Bikin Heboh! Nostalgia Seru Masa Putih Abu-abu pada Catatan Akhir Sekolah: The Series

    Ligapedianews.com JAKARTA – Siapa yang mana ingat film Catatan Akhir Sekolah yang dimaksud booming pada tahun 2005? Vision+ menghadirkan adaptasinya di bentuk series yang tersebut bikin penonton nostalgia ke masa-masa seru di tempat bangku SMA. Yuk, secara langsung streaming Catatan Akhir Sekolah: The Series dalam Vision+ dengan klik di dalam di lokasi ini .

    Series ini mengusung genre drama serta romansa, menghadirkan cerita penuh warna dari masa putih abu-abu. Bercerita tentang Anggita, orang siswi cantik berprestasi yang mana menjabat sebagai ketua OSIS, memiliki mimpi besar untuk dapat lolos ke salah satu universitas ternama yang digunakan menjadi impiannya.

    Tentu semata lolos ke universitas tersebut, tidak ada dapat belaka bermodal prestasi kemudian nilai, salah satu persyaratan penting Anggita harus miliki pengalaman di mengurus event besar. Di sisi lain, Javit CS yang mana memiliki band bernama The Great Kisser.

    The Great Kisser yang mana bermimpi juga mempunyai keinginan untuk tampil pada panggung besar harus mengubur keinginan dia dalam-dalam, sebabnya setiap audisi yang tersebut dia ikuti hasilnya selalu sekadar tak lolos.

    Hal ini, menjadikan Javit sang drummer mempunyai keinginan untuk mengadakan pentas seni ala khas anak SMA, namun reputasi jelek serta aksinya yang tersebut kerap buat ricuh di dalam sekolah menyebabkan niatnya tak bisa jadi terealisasi. Mengetahui ide Anggita sang ketua OSIS ingin mengadakan pentas seni akhir semester, lantas Javit CS siap bergabung sama-sama kegiatan Anggita.

    Namun apakah Anggita mau bekerja mirip dengan tukang onar sekolah? Temukan jawabannya dengan streaming Catatan Akhir Sekolah: The Series pada Vision+ atau klik pada di tempat ini . Download aplikasinya dalam App Store juga Playstore sekarang juga langganan Vision+ mulai Rp20.000,- untuk dapat menikmati konten premium lainnya.

    Untuk kamu yang digunakan ingin streaming konten premium Vision+ lalu Viu sekaligus, kamu sanggup langganan paket Combo MeVVah seharga Rp49.000,-. Segera unduh perangkat lunak Vision+ lalu nikmati tontonan berkualitas pada mana semata dan juga kapan saja!

  • Squid Game 2 Punya Banyak Kejutan, Lee Jung-jae: Saya Menyebutnya Perang Psikologis

    Squid Game 2 Punya Banyak Kejutan, Lee Jung-jae: Saya Menyebutnya Perang Psikologis

    Ligapedianews,com JAKARTA – Lee Jung-jae membocorkan Squid Game 2 yang digunakan dinilainya mempunyai banyak kejutan. Bahkan, sang aktor menyatakan sequel ini sebagai konflik psikologis.

    “Jadi saya dapat memberi tahu Anda dengan pasti bahwa Anda akan mendapatkan lebih tinggi banyak kejutan dikarenakan ada permainan dalam pada permainan juga saya menyebutnya pertempuran psikologis,” kata Lee Jung-jae terhadap people.

    Berbicara tentang bagian favoritnya di pembuatan series tersebut, Lee Jung-jae mengungkap bahwa permainan baru adalah yang tersebut paling menarik.

    “Kami memiliki begitu sejumlah kejutan di tempat musim pertama. Jadi di dalam satu waktu, Anda akan menjadi musuh, keduanya akan menjadi musuh, serta pada waktu lain, mereka akan menjadi teman. Jadi Anda tak tahu apa yang mana akan terjadi,” ujar dia.

    Squid Game 2 Punya Banyak Kejutan, Lee Jung-jae: Saya Menyebutnya Perang Psikologis

    “Ada begitu sejumlah tikungan lalu belokan, jadi Anda akan mendapatkan kejutan besar,” kata Jung-jae lagi.

    Setelah sukses besar musim pertama, yang merupakan “peluncuran serial terbesar Netflix sepanjang masa,” Jung-jae meluapkan kegembiraannya berhadapan dengan dukungan penggemar yang mana dirasakannya melawan perilisan musim kedua.

    “Saya ingin mengungkapkan bahwa saya tahu banyak penggemar yang menyokong kami. Mereka mencintai kami lalu yang benar-benar menimbulkan saya merasa istimewa tentang Squid Game adalah saya bukan cuma mempunyai penggemar Korea sekarang, tetapi orang-orang pada seluruh dunia memperhatikan saya lalu mereka mencintai saya. Jadi saya sangat menyukainya,” ucap dia.

    Squid Game adalah serial Netflix yang paling sejumlah ditonton di tempat 94 negara, meraup 1,65 miliar jam tonton di empat minggu pertamanya. Pada Juni 2022, kreator dan juga sutradara Hwang Dong-hyuk membocorkan alur cerita musim kedua.

    “Butuh waktu 12 tahun untuk menghidupkan musim pertama Squid Game tahun lalu. Namun, butuh waktu 12 hari bagi Squid Game untuk menjadi serial Netflix terpopuler sepanjang masa,” kata Hwang pada sebuah pernyataan terhadap Netflix.

    “Sebagai penulis, sutradara, juga produser Squid Game, ucapan terima kasih yang dimaksud sebesar-besarnya untuk para penggemar di area seluruh dunia. Terima kasih telah terjadi menonton kemudian menyukai acara kami,” ucap ia lagi.

    Squid Game 2 Punya Banyak Kejutan, Lee Jung-jae: Saya Menyebutnya Perang Psikologis

    Sinopsis Squid Game 2

    “Tiga tahun setelahnya meraih kemenangan Squid Game, Pemain 456 menyerah pergi ke Amerika Serikat juga kembali dengan resolusi baru di benaknya,” demikian bunyi sinopsisnya.