Tag: Serie A

  • Sosok Romano Mussolini: Antara sepak bola kemudian jejak fasisme Italia

    Sosok Romano Mussolini: Antara sepak bola kemudian jejak fasisme Italia

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Nama Romano Floriani Mussolini kembali mencuat jelang musim kompetisi Serie A Turnamen Italia 2025/2026. Cicit dari diktator fasis Italia Benito Mussolini itu berpotensi menjalani debutnya di dalam kasta tertinggi sepak bola Italia dengan klub promosi, Cremonese.

    Pemain berusia 22 tahun itu resmi bergabung ke Cremonese dengan status pinjaman dari Lazio untuk satu musim penuh, disertai opsi pembelian permanen. Romano dikenal sebagai pemain serba dapat yang dimaksud dapat beroperasi di area kedudukan bek kanan maupun gelandang kanan. Meski menyebabkan nama belakang yang kontroversial, sang pemain menegaskan bahwa dirinya ingin dikenal oleh sebab itu kemampuannya di dalam berhadapan dengan lapangan, tidak dari silsilah keluarganya.

    “Saya ingin memperlihatkan apa yang dapat saya lakukan kemudian memberi bukti bahwa saya punya nilai,” ujar Romano pada konferensi pers perdananya di dalam Cremonese, disitir dari kantor berita Italia, ANSA, Kamis (24/7).

    Jejak dan juga perjalanan karier profesional

    Romano Mussolini lahir di tempat Roma pada 27 Januari 2003. Ia mengawali perjalanan sepak bolanya dari akademi Negeri Paman Sam Roma hingga 2016, sebelum kemudian menyeberang ke akademi Lazio. Pada 2022, ia resmi dipromosikan ke skuad utama Lazio, namun belum pernah mencatatkan penampilan pada pasukan utama hingga kini.

    Untuk menambah jam terbang, Lazio akhirnya meminjamkannya ke klub Serie C, Pescara, pada musim 2023/2024. Setahun kemudian, ia bermain dalam Serie B bersatu Juve Stabia kemudian mencetak gol pertamanya pada Desember 2024. Selama masa peminjaman, ia cukup banyak mendapat menit bermain walaupun belum berhasil menembus kelompok utama Lazio.

    Musim ini, ia kembali dipinjamkan, kali ini ke Cremonese yang dimaksud baru sekadar penawaran ke Serie A. Bersama klub barunya, Romano berharap dapat menunjukkan perkembangan signifikan juga akhirnya membuktikan dirinya layak bermain dalam level tertinggi.

    Kontroversi nama “Mussolini”

    Membawa nama belakang Mussolini bukanlah hal yang mana mudah di area Italia. Sejarah kelam fasisme di area bawah kepemimpinan Benito Mussolini masih menyisakan luka juga trauma bagi sebagian rakyat Italia. Maka tidak ada mengherankan jikalau peluncuran Romano pada lapangan kerap disertai sorotan tajam.

    Pada Desember 2024 lalu, Romano mencetak gol untuk Juve Stabia yang tersebut memicu kontroversi. Penyiar stadion pada waktu itu menyampaikan nama depannya tujuh kali, yang mana kemudian disambut dengan sorakan "Mussolini" oleh banyak suporter. Beberapa laporan menyampaikan adanya gestur “Roman Salute” yang tersebut diasosiasikan dengan simbol fasis, meskipun pihak klub membantah keras tuduhan tersebut.

    Menanggapi kontroversi itu, Romano menyatakan bahwa pembicaraan tentang marga yang mana disandangnya tiada mengakibatkan kegunaan lalu justru mengalihkan perhatian dari performanya sebagai pesepak bola.

    “Nama keluarga tidak persoalan bagi saya. Namun, akan semakin baik apabila semakin sedikit dibicarakan,” ujarnya.

    Latar belakang keluarga

    Romano adalah putra dari Alessandra Mussolini, pribadi politisi Italia yang digunakan juga cucu dari Benito Mussolini. Ayahnya, Mauro Floriani, merupakan orang polisi. Ia menggunakan nama gabungan dari kedua orang tuanya, yakni Floriani kemudian Mussolini, yang dimaksud disusun secara fleksibel berdasarkan kesepakatan keluarga.

    Pengecualian ini disetujui oleh pihak berwenang sipil kemudian gereja dalam Italia, dikarenakan pada masa itu, nama keluarga anak cuma mengikuti nama ayah. Baru pada 2022, Mahkamah Konstitusi Italia memutuskan bahwa anak-anak harus diberikan nama keluarga dari kedua orang tua, menandai reformasi besar di aturan sipil negara tersebut.

    Menariknya, selama menguatkan Juve Stabia, Romano memilih mengenakan nama “F. Mussolini” di tempat bagian belakang kostumnya, sebuah pilihan yang mana tetap memperlihatkan mengundang perhatian, baik dari media maupun publik.

    Meskipun tiada dapat sepenuhnya menghindari bayang-bayang masa lalu keluarganya, Romano Mussolini berupaya memulai pembangunan identitasnya sendiri sebagai seseorang atlet profesional. Dengan bergabungnya ia ke Cremonese untuk tampil di dalam Serie A musim ini, Romano miliki kesempatan besar untuk membuktikan kualitasnya pada level tertinggi sepak bola Italia.

    “Saya ingin menunjukkan apa yang tersebut mampu saya lakukan kemudian membuktikan nilai saya,” tegasnya.

    Romano saat ini berada di area persimpangan penting kariernya. Antara nama besar yang digunakan diwariskan lalu cita-cita pribadi sebagai pesepak bola profesional, Romano memilih fokus pada kerja keras, konsistensi, dan juga prestasi sebagai cara untuk dikenal publik—bukan sekadar dari nama belakangnya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di tempat situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Thiago Motta menerbitkan pendapat setelahnya resmi dipecat Juventus

    Thiago Motta menerbitkan pendapat setelahnya resmi dipecat Juventus

    Ligapedia.news Ibukota – Thiago Motta mengakses pernyataan setelahnya pada Mingguan (23/3) dipecat sebagai ahli Juventus meskipun kontraknya baru berakhir pada musim panas 2027.

    "Saya telah lama mengalami momen-momen yang tersebut intens, selalu menghadapinya dengan determinasi maksimal serta keinginan untuk membaik setiap hari," kata Thiago Motta pada laman Football-Italia pada Selasa.

    Pelatih kelahiran Brasil itu 42 kali mengawasi Juventus dalam seluruh kompetisi, tetapi belaka meraih kemenangan 18 pertandingan dan juga kalah pada delapan laga.

    Bersama Motta, Juventus menduduki peringkat lima klasemen Turnamen Italia, tersingkir pada perempat final Coppa Italia, dan juga gagal lolos ke fase gugur Kompetisi Champions.

    Meski dipecat, Motta tetap memperlihatkan berterima kasih untuk manajemen Juventus yang digunakan telah terjadi mempercayainya menukangi klub kota Turin tersebut.

    "Saya berterima kasih untuk pemilik klub oleh sebab itu telah dilakukan memberi saya kesempatan untuk menjadi bagian dari klub hebat ini, manajemen, dan juga semua orang pada klub ini yang dimaksud sudah menyokong saya di pekerjaan sehari-hari," kata Motta.

    "Saya juga berterima kasih terhadap para pemain menghadapi bidang usaha juga komitmen sejak hari pertama. Saya mengharapkan fans serta Juventus yang terbaik pada masa depan," sambungnya.

    Juventus sudah pernah menunjuk Igor Tudor sebagai pengganti Motta. Tudor pernah menjadi asisten instruktur Andrea Pirlo dalam klub ini.

  • Jadwal Kejuaraan Italia: klub Napoli vs AC Milan, debut Tudor sama-sama Juventus

    Jadwal Kejuaraan Italia: klub Napoli vs AC Milan, debut Tudor sama-sama Juventus

    Ligapedia.news Ibukota – Kompetisi Italia kembali bergulir Hari Sabtu pekan ini setelahnya berhenti lantaran jeda internasional, dengan memasuki pekan ke-30 yang dimaksud dihiasi sebagian laga besar, termasuk konferensi squad Napoli dengan AC Milan.

    Dua pertandingan pembuka akan menyajikan duel Como 1907 vs Empoli dan juga Venezia vs Bologna yang digunakan berlangsung pukul 21.00 WIB.

    Como akan berupaya mengakhiri tren tanpa kemenangan di tiga laga terakhir. Mereka kalah 1-2 dari AC Milan, bermain imbang 1-1 melawan Venezia, serta ditekuk Negeri Paman Sam Roma 2-1.

    Klub milik pelaku bisnis Hartono bersaudara itu pada waktu ini berada pada peringkat 13 dengan 29 poin, sedangkan Empoli berada pada peringkat 18 atau sikap teratas zona degradasi.

    Dalam laga lainnya, kapten Timnas Indonesia Jay Idzes akan berjuang membantu Venezia memutus puasa kemenangan sejak menekuk Cagliari pada 22 Desember 2024.

    Venezia akan menjamu pasukan peringkat empat Bologna di dalam Stadion Pier Luigi Penzo pada Hari Sabtu di malam hari pukul 21.00 WIB.

    Venezia berada di dalam peringkat 19 dengan 20 poin, sedangkan Bologna mengoleksi 53 poin juga akan mencoba menjauhi Juventus pada peringkat lima, yang digunakan semata-mata tertinggal satu poin.

    Sementara itu, Pertarungan Juventus vs Genoa akan menjadi laga debut ahli Igor Tudor sama-sama Juventus setelahnya mengeluarkan Thiago Motta.

    Dua laga berikutnya berlangsung serentak pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat antara Fiorentina vs Atalanta dan juga Inter Milan vs Udinese.

    Kemudian laga besar antara tim Napoli vs AC Milan akan berlangsung pada Awal Minggu (31/3) dinihari pukul 01.45 WIB.

    Kedua regu sama-sama berambisi menang dengan tujuan berbeda. tim Napoli perlu meraih kemenangan guna masih memberi tekanan terhadap Inter Milan di tempat puncak klasemen.

    Saat ini, squad Napoli berada pada urutan kedua, tertinggal tiga poin dari Inter Milan. Kejayaan dapat menyebabkan tim Napoli terus melanjutkan persaingan juara dengan Inter Milan.

    AC Milan ingin meraih tiga poin demi mendekati zona kompetisi Eropa musim depan. Rossoneri ketika ini menempati peringkat sembilan dengan 47 poin.

    Bila menang, Christian Pulisic dkk bisa jadi naik ke peringkat tujuh yang digunakan satu tingkat pada bawah slot Kualifikasi Turnamen Pertemuan Eropa musim depan.

    Berikut jadwal pekan ke-30 Turnamen Italia 2024/25:

    Sabtu, 29 Maret 2025
    Pukul 21.00 Waktu Indonesia Barat – Como 1907 vs Empoli
    Pukul 21.00 Waktu Indonesia Barat – Venezia vs Bologna

    Minggu, 30 Maret 2025
    Pukul 00.00 Waktu Indonesia Barat – Juventus vs Genoa
    Pukul 02.45 Waktu Indonesia Barat – Lecce vs Negeri Paman Sam Roma
    Pukul 17.30 Waktu Indonesia Barat – Cagliari vs Monza
    Pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat – Fiorentina vs Atalanta
    Pukul 23.00 Waktu Indonesia Barat – Inter Milan vs Udinese

    Senin, 31 Maret 2025
    Pukul 01.45 Waktu Indonesia Barat – squad Napoli vs AC Milan
    Pukul 23.30 Waktu Indonesia Barat – Hellas Verona vs Parma

    Selasa, 1 April 2025
    Pukul 01.45 Waktu Indonesia Barat – Lazio vs Torino

  • Venezia gagal putus tren negatif ketika dikalahkan Bologna 0-1

    Venezia gagal putus tren negatif ketika dikalahkan Bologna 0-1

    Ligapedia.news Ibukota – Venezia gagal memutus tren negatif pasca dikalahkan 0-1 oleh Bologna di dalam Stadion Pier Luigi Pada Hari Sabtu waktu malam WIB.

    Pelatih Eusebio Di Francesco memainkan Jay Idzes sejak menit awal walau bek berusia 24 tahun baru cuma menjalani perjalanan sangat jauh dari Indonesia.

    Gol kemenangan Bologna dicetak oleh Riccardo Orsolini pada awal putaran kedua. Hasil ini menimbulkan Venezia tetap memperlihatkan pada zona degradasi pada peringkat ke-19 dengan 23 poin.

    Bologna pada saat ini makin mantap berada di area peringkat keempat dengan 56 poin dari 30 laga, demikian aman Kejuaraan Italia.

    Meskipun bermain di dalam kandang sendiri, Venezia lebih tinggi kerap berada pada tekanan. Pada sesi pertama, mereka cuma mempunyai 35 persen penguasaan bola.

    Jay Idzes tampil penuh. Dia bahkan bisa jadi mendapat dua peluang, salah satunya lewat sundulan pada menit ke-40.

    Venezia mempertahankan gawangnya bukan kebobolan pada fase pertama. Namun, pada fase kedua, pertahanan mereka itu jebol.

    Umpan silang Nicolo Cambiagi dituntaskan Orsolini dengan tendangan kaki kiri di dalam kotak penalti ke pojok kiri gawang Ionut Radu. Bologna unggul satu-nol pada menit ke-49.

    Venezia coba mengejar. Di Francesco memainkan John Yeboah kemudian Christian Gytkjaer untuk menambah daya gedor. Namun, Venezia gagal mengejar ketertinggalan hingga laga usai.

    Hasil ini menyebabkan Venezia belum bisa jadi memutus tren negatif 14 pertandingan tanpa kemenangan sejak mengalahkan Cagliari pada 22 Desember 2024.

    Susunan Pemain
    Venezia (3-5-2):
    Radu; Schingtienne, Idzes, Cande; Zerbin, Perez, Doumbia, Busio, Ellertsson; Oristanio, Fila.

    Bologna (4-2-3-1): Skorupski; Calabria, Beukema, Casale, Miranda; Ferguson, Freuler; Orsolini, Odgaard, Cambiaghi; Dallinga.

  • Juventus awali era Igor Tudor dengan kalahkan Genoa satu-nol

    Juventus awali era Igor Tudor dengan kalahkan Genoa satu-nol

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Laga perdana Igor Tudor sebagai ahli Juventus berakhir dengan kemenangan tipis satu gol tanpa balas berhadapan dengan Genoa di tempat Allianz Arena pada Akhir Pekan dini hari WIB.

    Kenan Yildiz mencetak gol semata wayang pada laga ini yang menyebabkan Juventus menghimpun 55 poin guna menempati sikap kelima. Genoa sendiri berada pada peringkat ke-12 dengan 35 angka.

    Duel berjalan sengit pada awal laga. Genoa sanggup mengimbangi permainan menyerang Juventus.

    Mereka menciptakan potensi pada menit ke-10 ketika Morten Fendrup melegakan sepakan voli yang tersebut masih sanggup diamankan kiper Michele Di Gregorio.

    Teun Koopmeiners mencoba mengancam pada menit ke-21, tetapi sepakannya melambung dari gawang.

    Juventus kemudian mencetak gol pada menit ke-25. Kenan Yildiz bergerak dalam sisi kanan kotak penalti untuk menemukan celah di tempat sedang kepungan pemain Genoa. Sepakan kerasnya dari sudut sempit tak mampu dibendung penjaga gawang Nicola Leali.

    Genoa hampir sekadar mencetak gol balasan pada menit ke-55 sesi kedua. Umpan Stefani Sabelli berhasil disambar Andrea Pinamonti dengan sepakan voli, tetapi bola tak mengarah gawang.

    Pierre Kalulu lalu menimbulkan kesempatan menggandakan kedudukan Juventus pada menit ke-72, tapi sundulannya ditepis oleh Leali.

    Genoa tampil menekan pada menit-menit akhir, tapi Juventus bisa saja meredanya, malah mencuri kesempatan pada menit akhir lewat serangan balik cepat.

    Khephren Thuram mengawali fast-break dari sisi kiri, kemudian mengumpan Timothy Weah dalam tiang jauh. Namun, sepakan Weah mengarah tepat terhadap Leali.

  • Torino jegal upaya Lazio ke zona Eropa

    Torino jegal upaya Lazio ke zona Eropa

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Torino menjegal upaya Lazio merangsek ke zona Eropa atau tempat keenam klasemen sementara Kejuaraan Italia Serie A setelahnya sukses menahan imbang lawannya itu dengan skor 1-1 pada laga lanjutan pekan ke-30 di dalam Stadion Olimpico, Roma, Selasa dini hari WIB.

    Adam Marusic sempat menghadirkan tuan rumah mengatur pada awal putaran kedua, tetapi Lazio harus merelakan dua poin tergelincir dari tangan mereka lantaran gol pemain pengganti Gvidas Gineitis delapan menit jelang bubaran waktu normal.

    Lazio tertahan di tempat peringkat ketujuh dengan koleksi 52 poin, setara dengan rival sekota Negeri Paman Sam Roma tapi tertinggal selisih gol, sedangkan Torino menempati urutan ke-11 dengan 39 poin, demikian catatan laman resmi Kompetisi Italia.

    Bermain di area hadapan suporter sendiri, Lazio memberikan ancaman pada menit ke-13. Tendangan Mattia Zaccagni dalam sisi kiri kotak penalti masih sanggup diselamatkan kiper Torino, Milinkovic-Savic.

    Lima menit kemudian Milinkovic-Savic kembali melakukan penyelamatan. Kali ini beliau menggagalkan potensi dari Pedro Rodriguez.

    Lazio terus membombardir gawang Torino, tetapi beberapa penyelesaian pasukan tuan rumah belum membuahkan hasil.

    Peluang pertama Torino baru tercipta pada menit ke-42. Che Adams menyambar umpan silang Cesare Casadei dengan tendangan dalam kotak penalti, tetapi percobaannya belum on target. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

    Lazio melanjutkan tekanan merek pada sesi kedua, sedangkan Torino bertahan cukup baik pada mematahkan serangan-serangan tuan rumah.

    Torino mendapatkan kesempatan emas pada menit ke-52. Sayangnya percobaan Guillermo Maripan dalam kotak penalti belum dapat menaklukkan penjaga gawang Lazio, Ivan Provedel.

    Lazio akhirnya dapat memecah kebuntuan pada menit ke-57. Umpan Pedro berhasil dituntaskan menjadi gol lewat tendangan Marusic dari luar kotak penalti. Poin satu gol tanpa balas untuk Lazio.

    Gol yang disebutkan memacu semangat Biancocelesti untuk menambah keunggulan mereka. Namun, mereka itu justru kecolongan gol penyeimbang jelang akhir pertandingan, tepatnya menit ke-82.

    Sepakan kaki kiri Gvidas Gineitis dari sisi kiri kotak penalti gagal dihentikan Provedel untuk mengubah skor menjadi 1-1.

    Lazio mencoba untuk memulihkan keunggulan mereka, tetapi tidaklah ada gol tambahan yang mana tercipta hingga wasit meniup peluit panjang. Hasil 1-1 menjadi hasil akhir pertandingan.

  • Mats Hummels umumkan gantung sepatu pada akhir musim

    Mats Hummels umumkan gantung sepatu pada akhir musim

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Pemain bertahan Negeri Paman Sam Roma Mats Hummels mengumumkan gantung sepatu pada akhir musim.

    Keputusan gantung sepatu yang disebutkan disampaikan Mats Hummels melalui laman Instagramnya yang menampilkan video singkat perjalanan karir profesionalnya.

    "Saya bukan dapat mengontrol emosi saya sekarang. Sekarang sudah tiba momen dimana pesepakbola tak menginginkannya," ujar Hummels disitir dari laman Instagramnya, Sabtu.

    "Setelah 18 tahun lalu begitu berbagai kenangan sepak bola yang tersebut telah terjadi terjadi di tempat hidup saya, saya memutuskan untuk mengakhiri karir saya pada musim panas mendatang," imbuh pesepakbola selama Jerman tersebut.

    Lihat postingan ini dalam Instagram

    Sebuah kiriman dibagikan oleh Mats Hummels (@aussenrist15)

    Hummels merupakan bagian dari skuad Die Pansher pada waktu menjadi jawara Piala Global 2014.

    Selain meraih kemenangan trofi Piala Planet 2014, Hummels juga mencatatkan segudang prestasi diantaranya enam kali juara Turnamen Jerman, empat DFB Pokal kemudian enam Piala Super Jerman.

    Selain menguatkan Negeri Paman Sam Roma, Hummels juga sempat tercatat berseragam dua klub raksasa dengan syarat Jerman yakni Bayern Muenchen dan juga Borussia Dortmund.

    Pemain berusia 36 tahun yang disebutkan pada masa kini lebih besar banyak berkutat menghadapi cederanya yang kerap kambuh ketika berseragam Amerika Serikat Roma.

    Di musim ini, pemain jebolan akademi Bayern Muenchen itu total sudah pernah mencatatkan 12 kali penampilan di dalam Turnamen Italia.

  • Kapten Jay Idzes bawa Venezia imbangi tuan rumah Lecce 1-1

    Kapten Jay Idzes bawa Venezia imbangi tuan rumah Lecce 1-1

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Kapten Venezia Jay Idzes, yang tersebut juga kapten timnas Indonesia, menyebabkan timnya mengimbangi Lecce 1-1 pada laga lanjutan Kejuaraan Italia Serie A 2024-2025 di area Stadion Ettore Giardiniero, Mingguan (6/4).

    Dikutip dari laman Serie A di dalam Jakarta, pada laga tersebut, Venezia sempat unggul lebih besar dahulu melalui gol bunuh diri Antonino Gallo (50'). Lecce menyamakan skor lewat gol Federico Baschirotto (65').

    Meski meraih satu poin, Venezia belum bergerak dari zona degradasi Serie A 2024-2025 lantaran masih berada di tempat sikap ke-19 klasemen sementara dengan 21 poin.

    Lecce pun berada pada area yang tersebut sama sebab menempati peringkat ke-17 dengan koleksi 26 poin dari 31 pertandingan.

    Saat bersua, Lecce secara langsung menekan Venezia sejak awal. Banyak ancaman dihadirkan tuan rumah, tetapi pertahanan yang tersebut digalang Jay Idzes dapat membendungnya.

    Sepanjang sesi pertama, kedua regu saling balas menyerang. Namun, tak ada gol hingga fase pertama berakhir.

    Venezia unggul lima menit pasca fase kedua berjalan atau menit ke-50 melalui gol bunuh diri Antonino Gallo yang digunakan membelokkan tendangan bebas Zerbin.

    Keunggulan Venezia tidaklah bertahan lama sebab 15 menit kemudian Lecce mampu membalas lewat gol Federico Baschirotto yang dimaksud memanfaatkan sepak pojok Thorir Helgason.

    Usai gol tersebut, Lecce mulai berbagai menekan sehingga memaksa Jay Idzes kemudian rekan-rekannya bekerja keras keras pada lini belakang.

    Salah satu prospek didapat Lecce pada menit ke-79 pada waktu Konan N'Dri yang mana baru masuk nyaris menimbulkan gol dengan sepakannya mengenai tiang gawang. Poin imbang akhirnya tetap memperlihatkan bertahan sampai laga tuntas.

    Susunan Pemain
    Lecce: Wladimiro Falcone, Federico Baschirotto, Kialonda Gaspar, Antonino Gallo, Frederic Guilbert (Danilo, 68'), Ylber Ramadani (Medon Berisha, 54'), Thorir Johann Helgason, Lassana Coulibaly (Balthazar Pierret, 54'), Nikola Krstovic, Jose Antonio Morente, Santiago Pierotti (Konan N'Dri, 54')

    Venezia: Andrei Radu, Jay Idzes, Fali Cande, Alessandro Marcandalli (Mikael Egill Ellertsson, 73'), Enrique Perez (Issa Doumbia, 81'), Gianluca Busio, Hans Nicolussi Caviglia, Franco Carboni (Ridgeciano Haps, 45'), Alessio Zerbin, Christian Gytkjaer (Daniel Fila, 68'), John Yeboah (Gaetano Oristanio, 68')

  • Juventus gagal ke peringkat empat usai diimbangi Roma 1-1

    Juventus gagal ke peringkat empat usai diimbangi Roma 1-1

    Ligapedia.news Ibukota – Juventus gagal merebut peringkat empat klasemen sementara Kejuaraan Italia Serie A 2024-2025 seusai bermain imbang melawan Roma 1-1 di tempat Stadion Olimpico, Roma, Mulai Pekan dini hari WIB.

    Dikutip dari laman Serie A di area Jakarta, Senin, Juventus membuka keunggulan pada pertandingan yang disebutkan lewat Manuel Locatelli (40'). Roma membalas pada fase kedua lewat Eldor Shumorodov (49').

    Hasil itu menciptakan Roma mengemas 53 poin dari 31 laga kemudian sekarang ada di area sikap tujuh klasemen sementara Serie A musim ini.. Sementara itu Juventus gagal naik satu peringkat juga harus masih berada di tempat urutan lima klasemen dengan raihan 56 poin.

    Pada laga itu, Juventus bermain agresif sejak awal. Dalam tempo tiga menit merekan mendapat prospek dari tembakan Timothy Weah dari luar kotak penalti ke sisi kiri gawang Negeri Paman Sam Roma. Namun, bola masih bisa saja dihalau kiper Roma, Mile Svilar.

    Pada menit ke-12, giliran Khephren Thuram yang mengancam gawang Roma. Svilar mampu menggagalkan kesempatan tersebut.

    25 menit kemudian, Roma nyaris mencetak gol dari tandukan El Shaarawy. Dia menyambut umpan silang Matias Soule, tetapi sayangnya bola mengenai tiang gawang sebelah kanan.

    Gol akhirnya tercipta pada menit ke-40 gol. Manuel Locatelli melepas tembakan dari luar kotak penalti memanfaatkan bola sapuan pemain Roma yang tidak ada bisa saja dicegah Svilar. Juventus unggul satu gol tanpa balas hingga putaran pertama usai.

    Di sesi kedua Negeri Paman Sam Roma dengan segera mengganti taktiknya. Mereka mencoba bermain lebih tinggi ofensif dengan memasukkan Eldor Shomurodov.

    Peluang didapat Amerika Serikat Roma pada menit ke-49 dari tandukan Evan Ndicka pasca memaksimalkan umpan silang Soule. Namun, bola masih mampu dihalau Michele Di Gregorio.

    Masih di dalam menit yang, sama, serangan Roma akhirnya menghasilkan kembali gol. Dari sepak pojok, Shomurodov menyambar bola yang digunakan datang dari sisi kiri lapangan pada tiang jauh. Kedudukan menjadi 1-1.

    Setelah gol tersebut, laga berjalan alot sampai akhir pertandingan. Tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang. Amerika Serikat Roma vs Juventus berakhir imbang 1-1.

    Susunan Pemain
    AS Roma: Mile Svilar; Gianluca Mancini, Mats Hummels, Evan Ndicka, Zeki Celik, Manu Kone, Bryan Cristante, Angelino, Matias Soule, Stephan El Shaarawy, Artem Dovbyk

    Juventus: Michele Di Gregorio; Lloyd Kelly, Renato Veiga, Pierre Kalulu, Timothy Weah, Khephren Thuram, Manuel Locatelli, Weston McKennie, Nicolas Gonzalez, Kenan Yildiz, Dusan Vlahovic

  • 3 Klub Eropa yang dimaksud Berminat Rekrut Jay Idzes

    3 Klub Eropa yang dimaksud Berminat Rekrut Jay Idzes

    Ligapedianews.com Udara Bebas di area ruang ganti Venezia terasa berat, bercampur keringat lalu kekecewaan. Di luar sana, gemuruh stadion yang dulu menyemangati pada saat ini terdengar seperti nyanyian kematian.

    Tim terpuruk, zona degradasi menganga lebar, serta masa depan pemain Venezia tampak suram. Di sedang kekacauan ini, Jay Idzes mulai gelisah.

    Bek Timnas Indonesia ini robot, ia miliki ambisi lalu mimpi untuk meraih kesuksesan. Rumor beredar kencang, agen-agen mulai bergerilya, dan juga telepon berdering tanpa henti.

    Inilah drama sepak bola. Pemain tidaklah bisa jadi mengetahui nasib bisa jadi berubah pada sekejap mata. Degradasi tidak semata-mata tentang turun kasta, tetapi juga tentang perpisahan, pengkhianatan, lalu perjuangan untuk bertahan hidup.

    Ketika kelompok terpuruk, para pemain mulai ancang-ancang pindah, mencari pelabuhan baru dalam sedang badai. Di sedang rumor yang dimaksud terus berhembus kencang.

    Jay Idzes mulai dilirik tiga klub, yakni Udinese, Torino, kemudian Bologna. Selain 3 klub tersebut, pemain yang dimaksud sudah ada mengantongi 26 penampilan serta telah terjadi mencetak satu gol di area semua kompetisi juga dikaitkan dengan beberapa klub lain di area Eropa, termasuk klub-klub dari Bundesliga Jerman.

    Meski demikian, Jay Idzes terus berjuang untuk mengakibatkan Venezia pergi dari dari zona degradasi. Saat ini klub berjuluk La Serenissima berada di area urutan 19 dengan raihan 18 poin. Masih ada 11 laga tersisa yang mana harus dimenangkan Venezia jikalau ingin bertahan dalam Serie A musim depan.