Ligapedia.news Ibukota – MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Very Octavianus mengungkapkan alasan Samsung Galaxy S25 series mengalami kenaikan nilai tukar dibandingkan dengan generasi sebelumnya terjadi untuk menjamin performa kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di tempat seri ini dapat bekerja dengan baik.
Salah satu komponen utama yang tersebut menimbulkan kenaikan nilai tukar terjadi adalah prosesor 3 nanometer yaitu Snapdragon 8 Elite yang dimaksud disematkan pada ponsel pintar itu.
"Jadi prosesor lalu RAM yang digunakan kita gunakan sekarang mengalami peningkatan. Kalau (RAM) dulu kan 8 GB, sekarang 12 GB. Lalu prosesornya juga kita menggunakan Snapdragon yang mana terbaru,"kata Very di sesi hands-on Galaxy S25 series di area Jakarta, Kamis.
Prosesor dengan performa tinggi serta RAM besar menurut Very menjadi salah satu dasar inisiatif kecerdasan artifisial (AI) yang dimaksud kali ini juga kembali ditingkatkan pada Galaxy S25 series.
Seperti diketahui Galaxy S25 series menawarkan berbagai peningkatan yang tersebut tambahan mutakhir seperti Now Brief yang dimaksud mampu memberikan rangkuman harian aktivitas terhadap pengguna kemudian terpersonalisasi.
Lalu ada juga Now Bar yang hadir untuk mempermudah pengguna mengakses perangkat lunak yang dimaksud kerap digunakan dengan cara yang lebih lanjut praktis.
Ada juga Cross App yang mana berguna untuk pengguna menghemat waktu dan juga mempercepat pekerjaan hanya sekali dengan satu kali geser menggunakan Artificial Intelligence Gemini.
Khusus untuk Galaxy S25 Ultra, peningkatan harga jual juga ditenggarai dengan adanya pembaruan pada spesifikasi kamera ultrawide. Jika pada generasi sebelumnya yaitu Galaxy S24 Ultra kamera yang tersebut disematkan berukuran 12 MP maka dalam generasi terbaru ini kamera yang hadir berukuran 50 MP.
"Jadi ada berbagai faktor yang kita tingkatkan khususnya dari segi kegunaan kita," kata Very.
Adapun kenaikan harga jual yang tersebut terjadi pada Galaxy S25 series pada Indonesia berkisar dalam bilangan Rp1 jt jikalau dibandingkan dengan Galaxy S24 series ketika dirilis di dalam periode mirip pada 2024.
Saat dirilis, Galaxy S24 series ditawarkan mulai dari Mata Uang Rupiah 13.999.000 dalam 2024. Sementara Galaxy S25 series ditawarkan dalam pangsa Indonesia ketika ini mulai dari Simbol Rupiah 14.999.000.
Ligapedia.news DKI Jakarta – Samsung memverifikasi bahwa stylus pen yang mana ada di dalam ponsel terbaru seri S-nya yaitu Galaxy S25 Ultra tidaklah lagi terhubung dengan ponsel menggunakan mekanisme bluetooth low energy (BLE).
Meski begitu menurut MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Verry Octavianus hal itu tiada akan menjadi permasalahan bagi pengguna oleh sebab itu pengguna dipastikan tetap memperlihatkan bisa jadi mendapatkan pengalaman yang mana penuh dari pembaharuan tersebut.
"Tidak perlu khawatir untuk fitur-fitur seperti mengambil foto sebab kita mengamati kita punya Samsung ring, kita punya Galaxy Watch. Kita sanggup menggunakannya untuk mengambil foto dan juga ada beragam cara lain. Jadi gak usah khawatir juga gak akan menghalangi experience kita," kata Verry di dalam Jakarta, Kamis.
Dihilangkannya mekanisme BLE pada S Pen dari Galaxy S25 Ultra, disebut Verry diputuskan pasca Samsung mengamati penyelenggaraan S Pen ternyata tambahan condong untuk menulis dalam aplikasi mobile Notes atau Catatan.
Sementara untuk fasilitas gestur Air Actions yang mana menciptakan S Pen seolah-olah bekerja seperti tongkat sihir termasuk untuk mengambil foto dari jarak berjauhan ternyata tambahan sedikit digunakan.
Adapun pada generasi-generasi sebelumnya, stylus S Pen bekerja dengan mekanisme BLE yang memungkinkan pengguna dapat dengan leluasa menggunakan fasilitas "Air Actions".
Sebuah ciri yang tersebut memungkinkan pengguna S Pen untuk mengayunkan atau menggoyangkan S Pen yang dimaksud seperti tongkat untuk mengontrol program dari terpencil melalui beberapa gestur yang digunakan sudah pernah disimpan.
S Pen dalam generasi-generasi terdahulu juga mengakibatkan fungsi tombol "clicker" untuk perangkat lunak kamera sehingga pengambilan foto jarak terpencil sanggup dilakukan.
Dengan ketiadaan mekanime BLE pada S Pen Galaxy S25 Ultra tentunya dua fasilitas itu tiada sanggup lagi dilakukan. Namun ternyata bagi Samsung hal itu tak jadi kesulitan akibat sudah ada mengambil kebijakan yang dimaksud berbasis pada data.
Selain mengandalkan gawai dari lingkungan Samsung lainnya, pengguna pada mengambil foto dapat mengandalkan "Palm Gesture" yang juga bisa saja digunakan untuk mengabadikan visual dari jarak jauh.
Maka dari itu, Samsung berpendapat bahwa pengguna tetap memperlihatkan dapat leluasa untuk mendapatkan pengalaman terbaik dari Galaxy S25 Ultra termasuk merasakan ponsel yang dimaksud lebih tinggi ramping dibandingkan para pendahulunya.
Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Samsung pada awal 2025 membuka sesi baru sektor ponsel kelas melawan dengan merilis Samsung Galaxy S25 series yang mana menjanjikan performa Galaxy Artificial Intelligence —artificial intelligence (AI) unggulan dari Samsung– semakin cerdas kemudian dapat semakin memuaskan pengguna dengan rangkaian integrasi pada satu gawai.
Dari tiga ponsel yang dimaksud dikenalkan di area seri tersebut, Samsung Galaxy S25 Ultra masih menjadi ponsel yang dimaksud paling mencuri perhatian sebab selain merupakan varian tertinggi, terdapat peningkatan lalu penyegaran baik dari spesifikasi hingga desain.
ANTARA baru-baru ini berkesempatan merasakan segera pengalaman singkat dari Galaxy S25 Ultra kemudian berikut ulasannya.
Salah satu yang digunakan menjadi daya tarik pertama kali pada waktu disuguhi Galaxy S25 Ultra terletak dari inovasi desain yang kecil namun mencolok, yaitu inovasi dari setiap sisi ponsel yang dimaksud lebih banyak membulat dibandingkan ponsel-ponsel pendahulunya.
Keputusan Samsung menyebabkan kesan rounded pada ponsel ini menjadi penyegaran yang dimaksud cukup menyenangkan bagi Galaxy Fan–sebutan penggemar gawai Samsung, pasca di tiga tahun terakhir disuguhi desain menyebabkan desain lugas berbentuk kotak untuk varian Ultra dari seri Galaxy S.
Meski terjadi inovasi desain, namun kesan kokoh serta kuat tetap memperlihatkan mampu dipertahankan Galaxy S25 Ultra berkat kerangka titaniumnya.
Selain itu, inovasi yang digunakan kasat mata terlihat ialah ponsel ini terasa tambahan ramping melebihi generasi sebelumnya. Padahal mengamati spesifikasi pada melawan kertas, Galaxy S25 Ultra mempunyai ukuran layar lebih lanjut besar yaitu 6,9 inci sementara Galaxy S24 Ultra juga S23 Ultra memiliki ukuran 6,8 inci.
Ternyata pembaharuan itu dapat terjadi sebab Samsung memutuskan untuk menghurangi lebar layar lalu menambah panjang layar, sehingga ketika berada pada genggaman tangan pengguna Galaxy S25 Ultra terasa lebih besar pas.
Ini memproduksi akses pemanfaatan dengan satu tangan lebih besar aksesibel, kemudian menurut ANTARA menjadi poin keunggulan Galaxy S25 Ultra dibandingkan para pendahulunya.
Tampilan baru home screen dari Galaxy 25 Ultra berkat adanya One UI 7. (ANTARA/Livia Kristianti)
Perubahan desain yang mana juga sangat terasa ialah desain bilah pencarian yang tersebut dipindahkan ke bagian bawah pada home screen dikarenakan Galaxy S25 Ultra dipasangi sistem operasi One UI 7.
Secara fungsional pembaharuan ini cukup efektif oleh sebab itu pengguna sanggup lebih banyak mudah melakukan pencarian di dalam layar ponselnya. Namun memang benar dibutuhkan sedikit penyesuaian khususnya untuk mereka itu yang mana terbiasa dengan bilah pencarian di area bagian atas.
AI terbaru
Samsung pada presentasinya dalam Galaxy Unpacked menjanjikan bahwa Galaxy S25 Ultra mengakibatkan performa Kecerdasan Buatan yang tersebut makin unggul baik lewat cloud maupun yang tersebut dibawa di area di device (AI on Device).
Hal ini juga terbukti pada ketika ANTARA menjajalnya, teristimewa untuk beberapa ciri Kecerdasan Buatan on Gadget yang mana berhubungan dengan pemrosesan hasil foto kemudian video.
Salah satu layanan Teknologi AI yang digunakan diunggulkan pada ponsel ini ialah "Audio Eraser", layanan yang memungkinkan pengguna secara segera mengedit pendapat bising hingga ucapan latar yang tersebut tak diinginkan tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi.
Saat layanan ini digunakan pada video yang dimaksud miliki tingkat kebisingan cukup tinggi, ternyata fasilitas ini telah bisa jadi meredam dengan baik kata-kata bising tersebut. Suara dari objek bisa saja terdengar lebih banyak jelas dan juga itu semua dimungkinkan dengan Teknologi AI baru ini.
Fitur ini sangat membantu untuk pengguna yang merupakan kreator konten oleh sebab itu tidaklah perlu lagi melakukan pengeditan tambahan pada program lain.
Ada juga fasilitas bernama "Best Face", ciri untuk memilih visual terbaik di sebuah foto ketika foto diambil dengan memanfaatkan "Motion Photo" dari kamera Galaxy S25 Ultra.
Apabila pengguna mengambil foto wajah namun ternyata secara tiada sengaja hasil foto menunjukkan mata tertutup atau senyum yang digunakan kurang pas, fasilitas ini bisa jadi membantu pengguna mencari pose yang lebih banyak optimal dan juga menimbulkan hasil foto ini masih bisa jadi digunakan.
Menariknya layanan "Best Face" dari Galaxy S25 Ultra adalah ciri Teknologi AI on Perangkat yang dimaksud artinya pengguna tidaklah membutuhkan paket data untuk menggunakannya.
Ini menjadi keunggulan oleh sebab itu ciri mirip dari ponsel-ponsel kompetitor, membutuhkan paket data untuk menggunakannya dikarenakan Teknologi AI yang digunakan adalah Teknologi AI on Cloud.
Performa Kecerdasan Buatan yang tersebut tambahan canggih juga dibuktikan lewat program kamera lantaran di area Galaxy S25 Ultra dihadirkan ProVisual Engine yang digunakan menghasilkan setiap jepretan visual dapat meminimalisir noise.
Bahkan pada waktu mengabadikan dalam tempat gelap sekalipun sekarang Galaxy S25 Ultra mampu menghadirkan visual yang dimaksud tetap memperlihatkan beresolusi bagus serta tinggi. Hal ini dapat dilihat dari foto berikut.
Hasil jepretan menggunakan lensa Ultrawide 50 MP pada Galaxy S25 Ultra yang mana tetap memperlihatkan jernih meskipun di tempat tempat gelap. (ANTARA/Livia Kristianti)
Peningkatan ciri Teknologi AI juga dibawa ke fitur-fitur yang dimaksud menyokong produktivitas. Apabila sebelumnya Galaxy Artificial Intelligence memiliki ciri "Sketch to Image" yang digunakan cuma sanggup digunakan dari aplikasi mobile "Gallery"-nya, pada masa kini "Sketch to Image" juga hadir di tempat program "Notes" sehingga pengguna sanggup lebih banyak leluasa memanfaatkan Teknologi AI untuk berkreasi di area kanvas kosong.
Memang masih berbagai yang bisa jadi dieksplorasi dari ponsel ini. Namun dari pengalaman singkat itu apabila dirangkum Galaxy S25 Ultra terbukti menyebabkan berbagai peningkatan memuaskan dari fitur-fitur Artificial Intelligence terbarunya.
Ponsel ini mampu menjadi pilihan yang tersebut tepat untuk pengguna yang mana menyukai teknologi-teknologi terkini di gawai seperti AI. Ponsel ini juga mampu jadi pilihan untuk orang yang tersebut sudah ada terbiasa menggunakan Teknologi AI sebagai asisten di hidup sehari-harinya.
Ligapedia.news DKI Jakarta – Anjas Maradita, Teknologi AI Expert sekaligus Content Creator dikenal terlibat memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan kreativitasnya pada memproduksi konten.
Ia baru-baru ini memilih Galaxy S25 Series sebagai andalannya di setiap proses kreasi kontennya.
"Saat mencoba Galaxy S25 Ultra, saya percaya untuk pilih smartphone ini sebagai mitra berkreasi ketika menyebabkan konten. Alasannya ada dua, yaitu teknologi Kecerdasan Buatan yang mana terintegrasi antar program juga kualitas kamera yang digunakan sangat beragam dan juga nggak ada tandingannya," kata Anjas pada acara "Galaxy Kecerdasan Buatan for Content Creation" yang dimaksud dijalankan di tempat Jakarta, Kamis.
Anjas mengatakan, teknologi Artificial Intelligence sangat membantu mempercepat proses-proses yang dimaksud sebelumnya menghabiskan waktu yang tersebut relatif lama.
Adapun pemakaian Kecerdasan Buatan di area Galaxy S25 Series untuk meningkatkan kualitas dan juga efisiensi pada pembuatan konten, di area antaranya dengan memanfaatkan Gemini Live.
Dengan Gemini Live, Anjas dapat menonton video panjang di dalam YouTube dan juga meminta-minta Kecerdasan Buatan untuk merangkum informasi penting dari video tersebut, bahkan menanyakan tambahan sejumlah detail terkait topik yang dibahas.
Selanjutnya, ciri Audio Eraser yang mana bisa jadi mendeteksi hingga enam tipe ucapan seperti ucapan, musik, angin, alam, keramaian, serta kebisingan.
Menurut dia, fasilitas ini mampu menyesuaikan besar ucapan dalam setiap kategori untuk mendapatkan kualitas konten yang digunakan lebih lanjut bersih.
“Fungsi ini sudah ada built-in dalam Gallery tanpa perangkat lunak tambahan yang mana rutin berbayar, jadi pengalamannya benar-benar seamless,” ujarnya.
Anjas menambahkan, layanan Generative Edit semakin mempermudah pada mengedit foto dengan lebih besar lancar.
Galaxy S25 Series memungkinkan Kecerdasan Buatan mendeteksi objek serta mengisi latar belakang secara lebih besar alami, memproduksi hasil editing semakin sempurna.
Selain itu, ia juga menggunakan Generative Edit untuk menimbulkan karakter Kecerdasan Buatan sehingga menciptakan visual yang tersebut berbeda juga kreatif, sesuai dengan tren animasi yang tersebut sedang berkembang.
Kemudian, Anjas memanfaatkan Kecerdasan Buatan Select untuk menimbulkan GIF dari berbagai gambar atau video pada konten yang digunakan sudah ada dibuat.
Fitur ini memungkinkannya untuk dengan cepat memilih frame dari video atau gambar lalu mengubahnya menjadi GIF yang siap diunggah ke media sosial.
"AI Select memudahkan saya menyebabkan GIF dari konten yang mana telah saya buat. Jadi, saya bisa saja segera menyebabkan cuplikan menarik untuk pemasaran di dalam Instagram Story atau platform digital lain pada hitungan detik," katanya.