Tag: ryan garcia

  • Juara WBC Ryan Garcia targetkan atasi Benn semata-mata di lima ronde

    Juara WBC Ryan Garcia targetkan atasi Benn semata-mata di lima ronde

    DKI Jakarta – Juara bola kelas welter (66,7 kg) World Boxing Council (WBC) Ryan Garcia berusaha mencapai mengatasi Conor Benn hanya saja di lima ronde pada waktu berduel di Las Vegas, Amerika Serikat, 12 September.

    "Pertarungan ini akan berlangsung lima ronde atau kurang," kata Ryan Garcia pada laporan The Ring yang tersebut dipantau ke Jakarta, Kamis.

    Garcia, 28 tahun, berhasil merebut sabuk juara planet pertamanya pada Februari 2026 pasca mengalahkan Mario Barrios lewat kemenangan mutlak.

    Petinju jika Amerika itu sekarang bersiap menjalani laga pertahanan gelar kejuaraan untuk pertama kalinya berperang melawan Conor Benn. Petinju berjuluk "King Ry" itu berjanji akan mempertahankan gelarnya dengan cara yang digunakan meyakinkan ketika bertarung dengan Benn.

    Ia menegaskan kembali bahwa lawannya dari Inggris itu bukan miliki prospek sedikit pun selama kontes juga ia akan meraih kemenangan dengan mudah.

    "Jika berlangsung lebih besar dari enam ronde, ia kemungkinan besar akan dibawa pergi dari dengan tandu. Saya tidak ada ingin mengharapkan yang mana terburuk untuknya, tetapi ini akan menjadi pekerjaan mudah," katanya.

    Garcia akan naik ring menyebabkan rekor 25 kemenangan termasuk 20 knockout (KO) dan juga dua kekalahan untuk menghadapi Benn yang dimaksud baru cuma meraih kemenangan berhadapan dengan Regis Prograis pada April sesudah itu untuk menguatkan rekornya menjadi 25 kemenangan (14 KO) dan juga satu kekalahan.

    Pertarungan berhadapan dengan Prograis yang disebutkan menyusul dua pertarungan Benn berjuang melawan Chris Eubank Jr. pada 2025 dalam kelas 160 pon, ke mana merek saling mengalahkan dengan tindakan bulat.

    Benn sekarang ini ini harus menurunkan berat badannya secara besar untuk mencapai batas kelas welter untuk pertama kalinya sejak April 2022.

    Garcia mengungkapkan lawan-lawan yang dimaksud dihadapi Benn kebanyakan merupakan petarung tua dan juga menurutnya, Benn akan menjadikan permasalahan berat badan sebagai alasan saat mengalami kekalahan.

    "Tapi tak ada ampun di sini, beliau sendiri yang digunakan memaksa dirinya berada di tempat ini," katanya.

    Garcia mengungkapkan akan tetap mengalahkan Benn, yang digunakan sedang berlatih ke Pegunungan Santa Monica yang mana berjarak hampir 30 mil dari tempatnya berlatih. Ia meyakini, sekalipun seluruh rencana permainan diketahui, Benn tiada akan mampu menghentikannya.

    Ia melakukan konfirmasi pada waktu ini berada di status prima, fokus, juga siap secara mental sehingga sulit dihentikan lawannya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 4 Pangeran Tinju yang Cacat: Gervonta Davis, Ryan Garcia, Devin Haney dan juga Teofimo Lopez

    4 Pangeran Tinju yang Cacat: Gervonta Davis, Ryan Garcia, Devin Haney dan juga Teofimo Lopez

    Ligapedianews.com Empat pangeran tinju : Gervonta Davis , Ryan Garcia, Devin Haney kemudian Teofimo Lopez yang dimaksud ternoda prestasinya dengan kekalahan atau kemenangan kontroversial. Gervonta “Tank” Davis, Teofimo Lopez, Devin Haney, dan juga Ryan Garcia dicap sebagai 4 Pangeran tinju era tinju modern yang mana dominan pada satu dekade terakhir.

    Di masa lalu, ada juga empat Pangeran Tinju terkenal yang digunakan disematkan terhadap Sugar Ray Leonard, Roberto Duran, Marvin Hagler serta Tommy Hearns. Tetapi kuartet ini hanyalah kumpulan para pangeran belaka dikarenakan merek masih sangat muda, mereka itu bertarung di beberapa kelas pada bawah kelas yang dimaksud menjadi kompetisi persaingan Empat Raja, juga merek belum sepenuhnya merebut takhta tinju yang mana paling agung – merek semata-mata terlihat siap untuk itu.

    Lihatlah, tak satu pun dari 4 Pangeran Tinju modern ini yang gagal. Bahkan bukan ada yang dimaksud mendekati. Tiga dari empat petinju ini pernah masuk pada daftar juara dunia, dua dalam antaranya pernah menjadi juara dunia, lalu semuanya pernah mengakumulasi bayaran tujuh digit.

    Namun dalam ketika yang digunakan sama, hasil imbang kontroversial Gervonta Davis melawan Lamont Roach Jr pada Hari Sabtu waktu malam menciptakan masing-masing dari The Four Princes pada masa kini miliki noda pada catatan BoxRec mereka.

    Lopez adalah yang dimaksud pertama kali mencatatkan bilangan bulat “0”, setelahnya dipermalukan George Kambosos Jnr pada November 2021 – serta petinju berkarakter lincah dan juga petinju Teofimo ini juga lolos dengan dua kemenangan bilangan mutlak yang digunakan masih diperdebatkan pada lima pertarungan sejak ketika itu.

    Ryan Garcia dihentikan oleh Davis pada April 2023 di duel Prince vs Prince pertama; tak ada rasa malu dalam sana. Namun rapat keduanya dengan sesama Prince, melawan Haney April lalu, berakhir dengan sangat memalukan, dengan tes narkoba yang gagal mengubah kemenangan sementara bagi “KingRy” menjadi kemenangan tanpa pertandingan dengan denda kemudian penangguhan selama satu tahun.

    Secara teknis, rekor Haney masih bersih, namun setidaknya ada sebuah tanda bintang yang mana tersirat ketika anda mengamati bahwa ia memiliki 31 kemenangan pada 32 laga. Tanda bintang itu muncul pada bentuk kemenangan tanpa perlawanan melawan Garcia, yang dimaksud untuk sementara waktu mencatatkan rekornya sebagai kekalahan, dan juga yang dimaksud dapat dengan mudah menjadi kekalahan keduanya apabila bukanlah dikarenakan penjurian persahabatan di tempat akhir laga tahun 2023 melawan Vasiliy Lomachenko.

    Lalu, ada Tank, yang mempunyai rekor 30-0 dengan 28 KO, yang tersebut sebagian besar bebas dari kontroversi di area pada ring (kemenangannya pada tahun 2021 berhadapan dengan Isaac “Pitbull” Cruz sangat tipis, namun secara umum dianggap sebagai sesuatu yang dimaksud adil), sampai Roach berhasil mengalahkannya. Juri Eric Marlinski memberi nilai laga Hari Sabtu di malam hari di tempat Brooklyn itu 115-113 untuk Davis. Juri Steve Weisfeld kemudian Glenn Feldman memberikan skor 114-114. Secara anekdot, sebagian besar orang yang tersebut membagikan skor mereka itu dalam media sosial merasa Davis beruntung mendapatkan hasil imbang.

  • Ryan Garcia Kecam Gervonta Davis No-Knockdown: Ganti Kemenangan gemilang untuk Roach

    Ryan Garcia Kecam Gervonta Davis No-Knockdown: Ganti Kemenangan gemilang untuk Roach

    Ligapedianews,com Ryan Garcia mengecam Komisi Kompetisi New York di tempat media sosial, sebagai reaksi berhadapan dengan kegagalan merek untuk membalikkan tindakan no call setelahnya Gervonta Davis berlutut pada ronde kesembilan. Banyak penggemar yang mana merasa bahwa itu seharusnya menjadi sebuah knockdown kemudian Gervonta Davis diskualifikasi pada pertarungan melawan Lamont Roach pada Hari Sabtu waktu malam lalu di dalam Barclays Center, Brooklyn.

    Ryan Garcia bertanya-tanya mengapa Komisi Atletik Negara Bagian New York membatalkan kemenangannya berhadapan dengan Devin Haney pada tanggal 20 April tahun lalu, membatalkan kemenangannya kemudian menyatakan bahwa ia tiada menang pasca ia ditemukan memiliki PED Ostarine yang dimaksud terlarang di tubuhnya.

    ”Yang saya ingin tahu adalah apakah komisi ini cuma memproduksi inovasi ketika anda mengeluh juga menangis seperti Haney atau merekan benar-benar peduli dengan integritas olahraga ini! Tidak ada yang dimaksud menentang Tank, tetapi sebab komisi mengganti kemenangan saya, mereka itu harus mengganti kemenangan ini untuk Roach. Mereka bukan akan melakukannya oleh sebab itu merek sudah ada mengincar saya sejak awal.” tulis Ryan Garcia di area akun X miliknya.

    Ia merasa Komisi merasa mereka itu perlu melakukan itu. Mengapa dia tak bertindak melawan langkah wasit Steve Willis pada ronde kesembilan ketika Tank Davis jatuh pasca terkena jab dari Roach (25-1-2, 10 KO)? Kegagalan di menimbulkan langkah yang dimaksud tepat menyebabkan Roach kehilangan kemenangan lalu jutaan dolar yang digunakan seharusnya ia dapatkan sebagai juara baru kelas berat badan WBA 63,5 kilogram.

    Roach tiada meninjau deskripsi besar dari kegagalan knockdown dan juga diskualifikasi yang tersebut dialami Tank, yang digunakan membuatnya kehilangan uang di bentuk dolar serta sen. Ia akan memunculkan jutaan dolar di pertandingan ulang sebagai juara WBA, bukannya

  • Ryan Garcia Tolak Rematch Devin Haney, Calon Lawan Berikutnya Teofimo Lopez!

    Ryan Garcia Tolak Rematch Devin Haney, Calon Lawan Berikutnya Teofimo Lopez!

    ligapedianews.com Ryan Garcia kembali menjadi pusat perhatian pasca mengisyaratkan pengumuman besar tentang lawan berikutnya melalui unggahannya pada media sosial. Spekulasi mulai mengarah pada Teofimo Lopez , juara WBO kelas ringan super, sebagai kandidat kuat. Pertarungan ini diyakini akan menjadi salah satu duel paling menarik di dunia tinju ketika ini.

    Lopez, dengan rekor 21-1 (13 KO), tetap saja menjadi nama besar walaupun mengalami kekalahan tipis dari George Kambosos Jr. yang dipengaruhi kondisi fisiknya ketika itu. Kemenangan terbarunya berhadapan dengan Steve Claggett memang benar bukan terlalu impresif, namun daya tarik Lopez masih kuat. Duel antara Lopez serta Garcia diperkirakan akan memikat perhatian dunia, khususnya dengan peluang trash talk yang dimaksud akan memanaskan pemasaran pertarungan ini.

    De La Hoya Tolak Rematch dengan Haney

    Ryan Garcia Tolak Rematch Devin Haney, Calon Lawan Berikutnya Teofimo Lopez!

    Oscar De La Hoya, bos Golden Boy Promotions, secara tegas menyatakan bukan ada keperluan untuk rematch antara Garcia lalu Devin Haney. Menurut De La Hoya, Garcia telah membuktikan dominasinya dengan kemenangan telak menghadapi Haney tahun lalu.

    “Ryan menghancurkannya, tak ada alasan untuk mengulanginya,” tegas De La Hoya. Sebagai gantinya, ia memacu Garcia untuk menghadapi Lopez, yang dianggap tambahan jual secara komersial serta menjanjikan pertarungan seru.

    Keputusan untuk tidak ada memberi Haney kesempatan rematch juga didasarkan pada upaya menjaga citra Garcia. Haney kemudian timnya terus menyindir hasil tes positif Garcia terkait zat terlarang Ostarine setelahnya pertarungan mereka, yang mana berisiko merusak reputasi sang bintang. De La Hoya mengamati pertarungan melawan Lopez sebagai langkah strategis untuk menguatkan nama besar Garcia tanpa terganggu kontroversi lama.

    Jika pertarungan antara Garcia (24-1, 20 KO) lalu Lopez benar-benar terwujud, ini akan menjadi duel yang dimaksud tidak ada belaka menyuguhkan aksi luar biasa pada menghadapi ring, tetapi juga meningkatkan daya tarik tinju dalam kancah internasional. Dengan karisma juga popularitas Garcia yang mana luar biasa di area media sosial, dan juga reputasi Lopez sebagai petarung tangguh, duel ini diprediksi menjadi salah satu laga yang dimaksud paling ditunggu tahun ini.