Tag: rokok

  • Kemenperin: Industri hasil tembakau RI punya lingkungan terintegrasi

    Kemenperin: Industri hasil tembakau RI punya lingkungan terintegrasi

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Kementerian Manufaktur (Kemenperin) menyatakan bidang hasil tembakau (IHT) di negeri mempunyai ekosistem terintegrasi, yang mana menjadikan sektor ini mempunyai banyak tenaga kerja.

    "Dengan terbentuknya ekosistem yang kuat, struktur lapangan usaha hasil tembakau pada Indonesia juga sudah ada terintegrasi. Bahkan, hingga ketika ini, jutaan orang menggantungkan hidupnya dari sektor IHT,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika pada Jakarta, Selasa.

    Terpadunya sektor IHT dalam di negeri, di tempat antaranya dikarenakan telah mempunyai lapangan usaha pengeringan tembakau, sektor kertas rokok, sektor filter rokok, sektor bumbu/perisa rokok, sektor sigaret kretek tangan, sektor kretek mesin, bidang rokok putih, lapangan usaha cerutu, laboratorium skala internasional hingga sektor jasa pengemasan serta percetakan yang mana menggalang IHT.

    “Oleh akibat itu, sektor IHT memegang peranan penting di perekonomian nasional,” ujar Putu.

    Kontribusi signifikan sektor ini terhadap dunia usaha nasional misalnya tercermin dari sumbangan cukai hasil tembakau yang dimaksud mencapai Rp216 triliun pada tahun 2024, yang mana sekaligus menjadi salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar dari sektor industri.

    “Selain itu, sektor IHT menerima tenaga kerja sebanyak 6 jt orang dari hulu hingga hilir, mulai dari petani tembakau juga cengkeh, buruh pabrik, distributor, hingga tukang jualan serta eksportir,” ujar dia.

    Di sektor perdagangan internasional, ekspor hasil hasil tembakau Indonesia pada tahun 2024 terbilang gemilang dengan nilai mencapai 1,7 miliar dolar Negeri Paman Sam atau meningkat 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Indonesia pun pada saat ini menempati tempat keenam sebagai negara eksportir hasil hasil tembakau terbesar di area dunia.

    “Keberhasilan ini tidaklah terlepas dari kualitas produk-produk yang mana berdaya saing tinggi juga kerja keras seluruh pelaku perniagaan tembakau nasional,” kata Putu.

    Namun demikian, tantangan juga terus dihadapi sektor IHT, khususnya maraknya peredaran rokok ilegal. Angka Kementerian Keuangan mencatat, peningkatan peredaran rokok ilegal dari 3,3 persen pada 2019 menjadi 6,9 persen sepanjang tahun 2023.

    “Pemerintah menekankan pentingnya pembinaan lalu pengawasan terhadap seluruh pelaku bidang usaha agar menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang dimaksud berlaku,” kata Putu.

    Dalam rangka mengupayakan sektor IHT, Dirjen Industri Agro juga menyoroti pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) oleh pemerintah daerah.

    “Dari 3 persen DBHCHT yang mana dibagikan untuk daerah, terdapat acara pembinaan sektor yang tersebut dapat dimanfaatkan mulai dari peningkatan kualitas SDM IHT, fasilitasi uji nikotin serta tar, hingga dukungan ekspor,” katanya.

    Kemenperin juga menggerakkan kolaborasi berpartisipasi antara pemerintah tempat lalu asosiasi IHT untuk menyusun kegiatan pembinaan yang digunakan tepat sasaran sesuai keperluan lapangan usaha dalam lapangan.

  • Studi: Setiap Batang Rokok Memperpendek Hidup hingga 20 Menit

    Studi: Setiap Batang Rokok Memperpendek Hidup hingga 20 Menit

    Ligapedianews.com JAKARTA – Sebuah studi baru menunjukkan bahwa setiap batang rokok yang dihisap memperpendek hidup hingga 20 menit, pada mana pria kehilangan 17 menit kemudian wanita 22 menit.

    Dikutip Hindustan Times, walaupun orang-orang sadar bahwa merokok dapat berbahaya, merekan kerap meremehkan dampak setiap batang rokok yang tersebut dihisap terhadap hidup mereka.

    Sebuah studi mengingatkan bahwa sebatang rokok menghurangi sekira 20 menit hidup seseorang, yang digunakan berarti bahwa sebungkus 20 batang rokok memperpendek hidup seseorang hingga hampir tujuh jam.

    Berdasarkan studi baru oleh para peneliti dari University College London (UCL), pria kehilangan 17 menit dari hidup mereka per batang rokok, sementara wanita kehilangan 22 menit.

    “Wanita pada tahun 1996 merokok rata-rata 13,6 batang rokok per hari. Oleh sebab itu, apabila faktor-faktor lain sama, hal ini akan menyebabkan peningkatan estimasi hilangnya harapan hidup per batang rokok menjadi 20 menit secara keseluruhan: 17 menit untuk pria (1110/6,5) dan juga 22 menit untuk wanita ((1111/6,5)*(15,8/13,6)),” tulis penelitian tersebut.

    “Seseorang yang dimaksud merokok 10 batang rokok per hari yang tersebut berhenti merokok pada tanggal 1 Januari 2025 dapat menghindari hilangnya satu hari penuh keberadaan pada tanggal 8 Januari, satu minggu keberadaan pada tanggal 20 Februari, juga satu bulan pada tanggal 5 Agustus. Pada akhir tahun, merek dapat terhindar dari kehilangan 50 hari kehidupan,” tulis para penulis.

    Penelitian yang disebutkan selanjutnya mengklaim bahwa semakin cepat perokok berhenti merokok, semakin panjang lalu sehat hidup mereka. Hal ini menyoroti bahwa jikalau orang perokok berhenti merokok pada tanggal 1 Januari, merekan dapat memperoleh tambahan satu minggu keberadaan pada bulan Februari, satu bulan pada bulan Agustus lalu dapat terhindar dari kehilangan 50 hari hidup pada akhir tahun.

    Penelitian yang disebutkan juga menunjukkan bahwa merokok teristimewa memengaruhi tahun-tahun pertengahan keberadaan yang tersebut relatif sehat, daripada memperpendek periode akhir hidup yang mana ditandai oleh penyakit kronis. Hal ini menekankan bahwa berhenti merokok pada usia berapa pun mengakibatkan kegunaan kebugaran secara langsung serta jangka panjang.