Tag: robot

  • Honda pekerjakan robot pada pabrik di area China untuk produki Ye P7

    Honda pekerjakan robot pada pabrik di area China untuk produki Ye P7

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia (ANTARA) – Merek otomotif dari Negeri Sakura Honda mempekerjakan robot lalu menggunakan artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) untuk pabrik mobil listrik merek di dalam Guangzhou, China.

    Laman Carscopps, Kamis (27/3) melaporkan Honda baru-baru ini memproduksi mobil listrik Ye P7 bermitra dengan Guangzhou Automobile Group. Kini pabrik di tempat Guangzhou menggunakan robot kendaraan untuk mengangkut beberapa jumlah komponen mobil seperti akumulator yang digunakan berat, menggantikan tenaga manusia.

    Menurut laporan tersebut, pemanfaatan robot dan juga Artificial Intelligence di area pabrik itu mengempiskan petugas dalam lapangan sekitar 30 persen. Dalam sebuah wawancara dengan Nikkei Asia, Honda menyatakan pengaplikasian robot kemudian Artificial Intelligence untuk mengempiskan biaya tetap memperlihatkan sebanyak mungkin.

    Baca juga: Robot Asimo Honda akan pensiun setelahnya 20 tahun pukau publik

    Baca juga: Honda pangkas produksi ICE di dalam China usai pelanggan anjlok dan juga fokus EV

    Honda meninjau elektrifikasi sebagai kesempatan untuk membongkar bagaimana kendaraan diproduksi.

    Penggunaan robot dan juga Artificial Intelligence pada pembuatan mobil sudah ada lebih besar dulu dilakukan, antara lain, Dongfeng, BMW dan juga Mercedes-Benz.

    Ye P7 menjadi salah satu barang penting bagi Honda untuk mengikuti perkembangan mobil listrik. Mobil itu dibekali akumulator 89,8 kWh serta motor 268 hp untuk model dengan spesifikasi paling rendah.

    Honda menyediakan P7 pada dua tipe, yaitu rear-wheel drive yang mampu menjelajah hingga 650 kilometer lalu all-wheel drive dengan daya jelajah hingga 620 kilometer.

    Baca juga: Dongfeng Honda resmikan pabrik produksi kendaraan energi baru di tempat China

    Baca juga: SUV listrik Honda Ye S7 diklaim mampu tempuh 620 km

  • Robot eksoskeleton China untuk lansia disambut baik penduduk

    Robot eksoskeleton China untuk lansia disambut baik penduduk

    Ligapedia.news Jinan, China – Robot eksoskeleteon buatan China yang ditujukan untuk kelompok lanjut usia (lansia) mereka itu yang tersebut memiliki keterbatasan gerak disambut baik oleh warga lantaran dianggap membantu aktivitas teristimewa ketika harus berjalan pada dataran tinggi.

    "Perangkat ini benar-benar berufungsi. Begitu saya memakainya, kaki saya tiada terasa sakit. Saya merasa seperti ada orang yang menarik saya ketika menanjak," ujar Li Chengde (68 tahun), wisatawan dari Jinan, Ibu Daerah Perkotaan Provinsi Shandong, ketika mencoba perangkat dengan akal imitas (AI) itu di area objek wisata Gunung Tai, Jinan, Selasa.

    Robot yang disebutkan dikembangkan oleh Taishan Cultural Tourism Group (TCTG) serta perusahaan teknologi Kenqing Technology yang digunakan berbasis dalam Pusat Kota Shenzen, Guangdong.

    Perangkat yang digunakan mempunyai berat 1,8 kilogram itu dipasang di tempat pinggang kemudian paha pemakainya. Dengan Artificial Intelligence yang mana dimiliki, alat yang dimaksud dapat mendeteksi kecepatan lalu aksi pemakainya sehingga menghurangi kelelahan serta ketegangan sendi.

    Robot itu sejatinya dirilis pada 29 Januari 2025 dengan 10 unit yang tersebut disewakan untuk uji coba khususnya pada tempat-tempat wisata dengan tarif rental mulai dari 60 yuan (sekitar Rp134 ribu) hingga 80 yuan (Rp178 ribu) selama musim liburan Tahun Baru Imlek atau sampai 4 Februari.

    Masyarakat menggunakan robot eksoskeleton di tempat Gunung Tai, China. (ANTARA/Xinhua)

    Wakil ketua partai di dalam TCTG Wang Houzhe mengatakan, robot eksoskeleton itu menimbulkan pengunjung lansia dan juga merekan yang tersebut terbtas geraknya dapat merasakan indahnya objek wisata termasuk Gunung Tai.

    Di China, keberadaan robot eksoskeleton memicu diskusi persoalan kemungkinan penggunaannya pada perawatan lansia. Hal ini terkait pula dengan tantangan penuaan populasi di dalam sana.

    Berdasarkan data terkini, sampai akhir 2024, jumlah total penduduk berusia 60 tahun ke menghadapi pada China mencapai 310 jt jiwa atau kurang lebih lanjut 22 persen dari total populasi negara tersebut. Persentase ini diperkirakan akan meningkat menjadi 30 persen per 2035, dengan populasi lansia melebihi 400 jt jiwa.

    Menurut estimasi, skala pangsa untuk perawatan lansia pintar dalam China menembus 6,8 triliun yuan pada 2024.

    Pemerintah China juga sudah mengeluarkan kebijakan yang digunakan memacu pengembangan perawatan lansia dengan perangkat pintar.

    Itu sesuai dengan pedoman nasional untuk memajukan sektor ekonomi perak (silver economy), yang digunakan diterbitkan pada awal 2024.

    Di dalamnya terdapat usulan untuk beberapa hal seperi penciptaan model baru dari perawatan lansia dan juga kebugaran dengan perangkat pintar pintar, dukungan terhadap pengaplikasian robot perawatan dan juga layanan rumah tangga cerdas, dan juga pengembangan lapangan usaha perangkat yang mana dapat membantu rehabilitasi.

    Bulan lalu, pedoman nasional lainnya tentang pendalaman reformasi kemudian pengembangan layanan perawatan lansia memberikan gagasan persoalan percepatan pengembangan dan juga penerapan teknologi perawatan lansia dan juga teknologi informasi.

    Terkait hal tersebut, Manajer Umum Kenqing Technology Yu Yunbo menyebut, pihaknya memang sebenarnya sedang fokus pada penelitian dan juga pengembangan, produksi dan juga perdagangan robot eksoskeleton.

    Alat tersebut, kata Yu, mengintegrasikan sensor canggih kemudian sistem kontrol gerak untuk membantu aktivitas berjalan, berlari juga mendaki bagi lansia.

    Dia menambahkan, perusahaannya juga akan merilis robot model baru pada tahun 2025 dengan material yang digunakan tambahan ringan, algoritma lebih banyak pintar lalu kemampuan tambahan tinggi untuk beradaptasi dengan keinginan fisik lansia.

    Sementara Sekretaris Jenderal Asosiasi Robotika Shenzhen (Shenzhen Robotics Association) Bi Yalei menyampaikan pengembangan lingkungan ekonomi yang mana didukung kebijakan diperlukan untuk mengupayakan penerapan robot perawatan lansia pada skala besar dan juga menciptakan harganya menjadi tambahan terjangkau.

    "Penerapan teknologi-teknologi ini di skala besar akan menurunkan biaya, menjadikannya lebih lanjut terjangkau untuk keluarga," tutur Yu.

  • Meta Ingin Tambah Peralatan Cerdas pada Robot Humanoid Miliknya

    Meta Ingin Tambah Peralatan Cerdas pada Robot Humanoid Miliknya

    Ligapedianews.com JAKARTA – Meta berencana untuk menyasar pangsa teknologi robot dengan mengembangkan perangkat kerasnya sendiri untuk menggerakkan robot humanoid bertenaga AI.

    Perusahaan teknologi sosial yang dimaksud memiliki Facebook, Instagram, WhatsApp berencana untuk mengembangkan perangkat keras robot humanoid miliknya sendiri yang tersebut awalnya akan difokuskan pada pekerjaan rumah tangga, demikian laporan Bloomberg .

    Rencana yang digunakan lebih banyak besar adalah menyebabkan AI, sensor, kemudian perangkat lunak dasar untuk robot yang mana akan dibuat kemudian dijual oleh berbagai perusahaan.

    Akan ada divisi perangkat keras baru di area Meta’ Reality Labs, unit penelitian serta pengembangan yang digunakan menciptakan perangkat keras kemudian perangkat lunak realitas virtual serta realitas tertambah , seperti Ray-Bans juga headset Quest VR. Divisi baru ini juga akan bertanggung jawab untuk mengembangkan standar keselamatan robot (kami tiada ingin situasi M3GAN terjadi di dalam dunia nyata).

    Rencana untuk menyebabkan robot pelayan bermerek Meta yang tersebut dapat mencuci pakaian belum masuk di rencana, tetapi mereka itu belum menghentikan kemungkinan untuk mewujudkannya di dalam masa mendatang.

    Sementara itu, Meta sudah pernah memulai diskusi dengan perusahaan robotika seperti Unitree Robotics lalu Figure Kecerdasan Buatan Inc untuk mengembangkan perangkat keras. Korporasi berencana untuk menggunakan perangkat lunak yang mana sudah ada ada, dan juga sensor lalu paket komputasi yang dimaksud ada, ditambah teknologi juga kolaborasi dengan produsen.

    Perangkat keras yang mana akan dikembangkan Meta bertujuan untuk memproduksi robot mencuci piring Foto oleh Catt Liu dalam Unsplash

    Para eksekutif di tempat Meta yakin bahwa sementara perusahaan lain telah lama merancang peluncuran pada pembuatan perangkat keras untuk robot humanoid, Meta telah terjadi menghasilkan kemajuan di kecerdasan buatan serta pengumpulan data dari perangkat realitas tertambah serta virtual.

    Konsumen tampaknya mendambakan bantuan ekstra dalam sekitar rumah untuk tugas-tugas seperti melipat pakaian, menaruh piring di tempat rak juga menyebabkan gelas yang mana menurut publikasi yang disebutkan “manusia masa pada saat ini masih belum cukup berguna” untuk melakukan hal tersebut.

  • Apple Pesan Robot Pekerja ke China untuk Membantu Produksi iPhone

    Apple Pesan Robot Pekerja ke China untuk Membantu Produksi iPhone

    Ligapedia.com WAHYU BUDI SANTOSO – UBTech Robotics yang mana berkantor pusat di area Shenzhen, pembuat robot humanoid terbesar pada China , akan memasok robot ke Apple serta Foxconn, untuk membantu proses produksi

    Perusahaan yang disebutkan melatih robotnya untuk menangani berbagai tugas yang dimaksud dibutuhkan untuk manufaktur masa kini, kata kepala merek Michael Tam di area sela-sela konferensi China di tempat Nansha yang tersebut diselenggarakan oleh South China Morning Post.

    “Untuk produksi mobil, ada ribuan tugas pada daftar kami,” katanya. “Di bidang seperti produksi 3C, [ini] adalah keterampilan yang digunakan mirip sekali baru untuk dipelajari oleh robot humanoid.” 3C merujuk pada komputer, komunikasi, kemudian elektronik konsumen. Dalam sektor manufaktur, istilah ini digunakan untuk menggambarkan komoditas kemudian teknologi yang tersebut terkait dengan ketiga kategori ini.

    UBTech yang digunakan tercatat dalam bursa saham Hong Kong pada hari Rabu mengumumkan “kemitraan jangka panjang yang tersebut komprehensif” dengan Foxconn, yang dimaksud merakit iPhone juga berencana memproduksi kendaraan listrik, untuk mengerahkan lebih banyak banyak robot dalam pabriknya.

    Walker S1, robot humanoid yang tersebut diperkenalkan Oktober lalu, telah lama menyelesaikan dua bulan pelatihan untuk operasi logistik di area pabrik Foxconn di area distrik Longhua, Shenzhen, kemudian akan segera dikirim ke pabrik mobil perusahaan pada kota Zhengzhou, provinsi Henan, menurut pernyataan dari UBTech.

    Tam menyatakan perusahaan bermaksud meluncurkan versi terbaru S1, yang digunakan disebut Walker S2, pada kuartal kedua tahun ini.

    Berdasarkan kemitraan ini, UBTech akan menguji kelayakan pemanfaatan robot humanoid di tugas-tugas termasuk pemindahan, penyortiran, dan juga pemeriksaan kualitas yang tersebut dapat memengaruhi kemampuan fisik pekerja berdasarkan persyaratan Foxconn.

    Kedua perusahaan akan bekerja identik untuk meningkatkan kemampuan gerak, persepsi, serta pengambilan langkah robot juga juga bersama-sama mendirikan laboratorium untuk mengeksplorasi lebih besar berbagai perangkat lunak kemudian teknologi.

    Langkah ini dijalankan di tempat berada dalam meningkatnya minat perusahaan China untuk memulai pembangunan robot mirip manusia serta mengintegrasikannya ke di berbagai industri.

  • Samsung Akan Kembangkan Robot Cerdas Berbentuk Manusia

    Samsung Akan Kembangkan Robot Cerdas Berbentuk Manusia

    Ligapedianews.com SEOUL – Samsung membuat kejutan dengan mengumumkan bahwa merek akan menjadi pemegang saham terbesar dalam perusahaan Rainbow Robotics pada Korea Selatan, dan juga akan menempatkan perusahaan yang disebutkan sebagai anak perusahaan di area bawah Samsung Electronics.

    Samsung akan menjadi pemegang saham terbesar di dalam Rainbow Robotics juga menjadikannya anak perusahaan dalam bawah Samsung Electronics.

    Samsung berencana untuk mempercepat pengembangan robot cerdas dengan menggabungkan keahlian Rainbow Robotics dan juga teknologi Kecerdasan Buatan mereka.

    Samsung akan membentuk Kantor Robotika Masa Depan yang dimaksud akan fokus pada pengembangan robot humanoid.

    Senada dengan pengumuman tersebut, Samsung juga menyatakan akan terus menyokong perkembangan teknologi robot.

    Sebagai informasi, Rainbow Robotics didirikan pada tahun 2011 dan juga menjadi perusahaan pertama di dalam Korea yang dimaksud mengembangkan robot yang tersebut dapat berjalan dengan dua kaki.

    Samsung menyatakan bahwa dengan menyatukan keahlian teknologi robotika Rainbow Robotics dan juga keunggulan perangkat lunak juga teknologi Teknologi AI oleh Samsung, mereka itu berencana untuk mempercepat pengembangan robot cerdas.

    Untuk itu, Samsung akan membentuk regu serta kantor baru yang tersebut melapor secara langsung terhadap CEO, yang digunakan disebut Future Robotics Office.

    Divisi ini akan fokus pada pengembangan robot humanoid, kemudian bertujuan menjadikan Samsung juga menjadi pemimpin pada kompetisi teknologi robotika masa depan.

  • NVIDIA Berencana Hadirkan Robot Kecerdasan Buatan Jetson Thor

    NVIDIA Berencana Hadirkan Robot Kecerdasan Buatan Jetson Thor

    Ligapedianews.com MIAMI – NVIDIA diperkirakan akan memperkenalkan penawaran komputer kompak khusus untuk pengembangan robot, yang disebut Jetson Thor pada 2025.

    NVIDIA pada waktu ini terkenal menawarkan chip yang tersebut mendominasi pengembangan beberapa model kecerdasan buatan dalam pasar.

    Langkah ini diharapkan dapat memudahkan pengembang dan juga perusahaan di pengembangan robotnya masing-masing.

    NVIDIA dapat menjadi penyedia kecerdasan buatan kemudian robotika terkemuka, sehingga menegaskan kelangsungan hidup perusahaan dalam berada dalam meningkatnya persaingan chip AI.

    Tak semata-mata itu, mulai tahun 2025, NVIDIA juga berupaya lebih tinggi fokus di tempat kancah robotika.

    Pada paruh pertama tahun 2025, NVIDIA diperkirakan akan memperkenalkan penawaran komputer kompak khusus untuk pengembangan robot, yang digunakan disebut Jetson Thor.

    Dengan penggunaannya diharapkan dapat memudahkan pengembang juga berbagai perusahaan pada pengembangan robotnya masing-masing.

    Dengan langkah ini, NVIDIA dipandang berpotensi menjadi penyedia solusi utama untuk pengembangan kecerdasan buatan dan juga robotika di tempat masa depan.

    Menurut Financial Times, langkah ini juga dipandang untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan NVIDIA itu sendiri, dikarenakan banyak perusahaan pengembang model kecerdasan buatan mulai menghadirkan chip buatannya untuk melatih modelnya masing-masing.

  • Roborock Ciptakan Robot Vakum Penyedot Debu

    Roborock Ciptakan Robot Vakum Penyedot Debu

    Ligapedianews.com JAKARTA – Roborock memproduksi robot vakum yang mana mempunyai tangan untuk mengoleksi sampah.

    Penyedot debu ROBOT dapat menurunkan beban menyapu sampah di area rumah setiap hari. Namun semua robot vakum tidaklah mempunyai kemampuan untuk menyedot sampah berukuran lebih tinggi besar.

    Di CES 2025, Roborock Saros Z70 diresmikan dengan “tangan” yang memecahkan kesulitan ini.
    Tangan OmniGrip terlipat dalam menghadapi robot pada waktu tak digunakan.

    Ia dapat dilipat untuk mengambil sampah berukuran besar yang terdeteksi oleh sensor serta kamera robot.
    Menurut Roborock, OmniGrip mampu mengangkat sampah hingga 300 gram untuk kemudian dibuang ke tempat sampah.

    Pemilik juga dapat menggunakan program ponsel cerdas untuk mengontrol OmniGrip dari jarak jauh.
    Saros Z70 telah dilakukan diprogram untuk mengidentifikasi hingga 108 objek serta pemiliknya dapat memprogram 50 objek lainnya dalam rumah.

    Robot vakum ini kompatibel dengan habitat perangkat terhubung (IoT) Google Home, Apple Home, lalu Amazon Alexa. Harga jualnya belum diumumkan.

  • Berhubungan Seks dengan Robot Diprediksi Jadi Tren 2025

    Berhubungan Seks dengan Robot Diprediksi Jadi Tren 2025

    Ligapedianews.com LONDON – Seorang ‘futuris’ Dr Ian Pearson meramalkan bahwa wanita akan tambahan banyak berhubungan seks dengan robot daripada pria pada tahun 2025.

    Dr Ian Pearson mengoreksi apa yang tersebut ia klaim sebagai “rekayasa media” dari pernyataan aslinya.

    The Sun meliput hampir satu dekade lalu pernyataan yang dimaksud dibuat oleh Dr Ian Pearson, pribadi penulis kemudian ‘futurolog’ (omong-omong, itu adalah seseorang yang dimaksud memprediksi tren dan juga perkembangan masa depan), pada sebuah makalah yang dimaksud ditugaskan oleh toko dewasa Bondara berjudul The Rise of the Robosexuals .

    Laporan tersebut, yang dimaksud tersedia melalui Arsip Jaringan Internet , meninjau Dr. Pearson menulis: “Banyak orang pada awalnya masih merasa ragu untuk berhubungan seks dengan robot, tetapi secara bertahap ketika merekan terbiasa dengan robot, seiring dengan peningkatan Kecerdasan Buatan (kecerdasan buatan), perilaku mekanis, serta perasaan mereka, kemudian mereka itu mulai berteman dengan ikatan emosional yang tersebut kuat, rasa jijik itu secara bertahap akan menguap.”

    Artikel The Sun juga menyatakan Dr Pearson percaya “seks dengan robot akan lebih tinggi umum daripada hubungan seks manusia pada tahun 2050”.

    Namun mengingat kita baru semata memasuki tahun baru, akun Twitter/X telah lama mengejek prediksi fiksi ilmiah yang dimaksud belum terwujud:

    Namun, di emailnya terhadap indy100 pada hari Senin, Dr. Pearson menyalahkan wartawan yang mengejek “dugaan prediksi” tersebut, yang digunakan ia gambarkan sebagai “hanya rekayasa media”.

    Dia menyatakan “mayoritas artikel” yang digunakan ia lihat mempunyai judul yang berhubungan dengan wanita yang dimaksud lebih lanjut banyak berhubungan seks dengan robot daripada dengan pria, tetapi beliau juga menunjukkan bahwa kutipan asli dari artikel Bondara-nya mengungkapkan sesuatu yang agak berbeda.

    “’Meskipun sebagian orang akan dengan antusias menerima seks robot tanpa hubungan segera setelahnya merek mampu membelinya, paling cepat pada tahun 2025, hal itu tidak ada akan memiliki banyak prospek untuk menyalip seks dengan manusia secara keseluruhan hingga tahun 2050.’
    Komentar Dr. Pearson menggemakan komentar yang disampaikan untuk Know Your Meme baru-baru ini, di area mana ia berkata: “[Tabloid] menyatakan bahwa itu akan menjadi ‘paling’ pada tahun 2025 padahal tidak itu yang mana dikatakan laporan asli, bukan?”

  • Robot Bakal Gantikan Manusia? Bezos, Musk dan juga Gates Ramai-ramai Pengembangan Usaha Robot!

    Robot Bakal Gantikan Manusia? Bezos, Musk dan juga Gates Ramai-ramai Pengembangan Usaha Robot!

    ligapedianews.com AMERIKA – Jeff Bezos, pendiri Amazon, baru-baru ini berinvestasi pada startup robotika Physical Intelligence. Ternyata, ia tidak satu-satunya miliarder yang digunakan menaruh harapan pada masa depan robotika.

    Para miliarder ini mengamati peluang besar pada robotika untuk mengubah berbagai lapangan usaha kemudian aspek kehidupan. Penyertaan Modal mereka itu menggerakkan perkembangan teknologi robotika yang dimaksud tambahan canggih serta dapat diandalkan.

    Robot diharapkan dapat memainkan peran yang tersebut semakin penting pada hidup manusia, membantu menyelesaikan berbagai tugas, meningkatkan efisiensi, serta bahkan menciptakan potensi baru.

    Berikut beberapa pengusaha perusahaan kaya yang mana juga terlibat menanamkan modal di area sektor ini:

    1. Jeff Bezos

    Bezos sudah pernah berinvestasi di tempat Physical Intelligence, startup yang digunakan mengembangkan perangkat lunak untuk memungkinkan robot melakukan tugas-tugas seperti melipat pakaian, mengemas belanjaan, serta membersihkan meja. Startup ini mengumumkan pendanaan awal sebesar USD400 jt (Rp6,2 triliun) dari Bezos, OpenAI, lalu perusahaan modal ventura Thrive Capital lalu Lux Capital, dengan valuasi lebih banyak dari USD2 miliar (Rp31 triliun).

    2. Elon Musk

    Elon Musk telah dilakukan bertahun-tahun mengembangkan robot humanoid Optimus. Pada acara Robotaxi Tesla bulan lalu, robot ini mendemonstrasikan kemampuannya menuangkan minuman kemudian bermain batu-gunting-kertas dengan tamu (meskipun dikendalikan dari jarak sangat oleh manusia).

    Musk mengungkapkan bahwa Tesla akan memiliki “robot humanoid yang dimaksud benar-benar berguna ” untuk pengaplikasian internal perusahaan pada 2025 dan juga produksi yang tersebut lebih lanjut tinggi untuk dijual ke perusahaan lain pada tahun berikutnya.

    Di luar Tesla, Musk secara pribadi berinvestasi pada Vicarious, sebuah startup Teknologi AI yang mengembangkan kecerdasan umum untuk robot. Vicarious kemudian diakuisisi oleh Intrinsic, perusahaan robot Kecerdasan Buatan pada Alphabet, perusahaan induk Google.

    3. Bill Gates

    Pendiri Microsoft, Bill Gates, telah terjadi berinvestasi dalam Opentrons, startup yang dimaksud berfokus pada robotika pada sektor perawatan kesehatan. Gates optimis dengan kemungkinan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

    4. Vinod Khosla

    Khosla Ventures, perusahaan modal ventura yang didirikan oleh entrepreneur Vinod Khosla, mengawasi putaran pendanaan awal sebesar USD10 jt (Rp155 miliar) untuk perusahaan robotik Opentrons pada 2018.

    5. Mark Zuckerberg juga Dustin Moskovitz

    Bersama dengan Elon Musk, Zuckerberg juga menjadi pemodal utama pada putaran penanaman modal USD40 jt (Rp620 miliar) di area Vicarious pada 2014.

    Vicarious juga mendapatkan pendanaan Seri A sebesar USD15 jt (Rp232 miliar) pada tahun 2012 yang tersebut dipimpin oleh Good Ventures, yang tersebut dibuat oleh pendiri Facebook dan juga pimpinan Asana, Dustin Moskovitz, juga istrinya, Cari Tuna.

    6. Peter Thiel

    Founders Fund milik Peter Thiel adalah salah satu pendukung awal Vicarious. Thiel juga sudah berinvestasi di tempat Quantum Systems, startup robot droneasalJerman.