Tag: robot humanoid

  • Robot humanoid Mornine mulai digunakan pada layanan dealer

    Robot humanoid Mornine mulai digunakan pada layanan dealer

    Ibukota (ANTARA) – Robot humanoid Mornine yang dikembangkan oleh AiMOGA Robotics, perusahaan robotika milik Chery, mulai digunakan untuk memperkuat penyelenggaraan layanan dealer kendaraan di Indonesia, Malaysia, serta Afrika Selatan menurut perusahaan.

    Namun, perusahaan belum menyampaikan informasi terperinci mengenai jumlah, jenis, juga lokasi-lokasi layanan dealer kendaraan yang dimaksud telah dilakukan menggunakan dukungan robot humanoid tersebut.

    Menurut siaran pers perusahaan yang dimaksud diterima dalam DKI Jakarta pada Senin, Mornine bisa menjalankan beberapa fungsi di lingkungan layanan ritel otomotif, seperti menerima tamu, memandu pengunjung, memberikan pelayanan konsultasi, juga memperkuat interaksi dengan pelanggan.

    Model pemakaian yang dimaksud menurut perusahaan merupakan bagian dari 100 lebih banyak skenario pemakaian nyata produk-produk lalu solusi robotika AiMOGA dalam beragam sektor lapangan usaha ke dunia.

    Perusahaan menyebut Mornine sebagai robot humanoid pertama di dalam bumi yang dimaksud lolos tiga sertifikasi dan juga standar Uni Eropa yang digunakan mencakup aspek perangkat keras kemudian lunak, yakni CE-MD (Machinery Safety Directive), EN 18031 (Cybersecurity and Angka Protection), dan juga CE-RED (Radio Equipment Directive).

    "Bagi AiMOGA Robotics, sertifikasi tak pernah sekadar berubah jadi tahapan administratif, melainkan menjadi awal perjalanan sebuah robot menuju penerapan ke globus nyata," kata Presiden Chery International sekaligus Presiden AiMOGA Robotics, Zhang Guibing.

    "Kami selalu menempatkan keselamatan, keandalan sistem operasional, juga pemeliharaan data sebagai prioritas utama," katanya.

    Baca juga: Robot AiMOGA unjuk kebolehan di pabrik Chery Afrika Selatan

    Robot humanoid yang dikembangkan oleh AiMOGA Robotics. (ANTARA/HO/Chery Group)

    Baca juga: Anak perusahaan Chery mulai pasarkan barang robot humanoid

    Robot humanoid Mornine menurut perusahaan telah dilakukan melalui penilaian pemenuhan standar yang mana dilaksanakan oleh TUV Rheinland, lembaga pengujian, inspeksi, juga sertifikasi independen yang tersebut diakui secara global.

    Mornine sudah menjalani sertifikasi CE-MD yang mencakup aspek keselamatan mekanis, kelistrikan, serta fungsional juga sertifikasi EN 18031 yang mana mencakup keamanan siber serta proteksi data.

    Robot humanoid itu dinilai memenuhi persyaratan EN 18031-1:2024 untuk keamanan siber kemudian EN 18031-2:2024 untuk proteksi data.

    Selain itu, Mornine sudah menjalani sertifikasi CE-RED yang digunakan mencakup pengujian kompatibilitas elektromagnetik dan juga stabilitas sinyal pada modul komunikasi.

    Mornine juga telah lama menjalani penilaian sertifikasi Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat, yang mana mencakup ketentuan teknis mengenai jumlah kali radio juga interferensi elektromagnetik pada perangkat komunikasi nirkabel.

    AiMOGA saat ini memperluas kehadirannya ke lebih besar dari 60 negara kemudian wilayah, satu di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, dan juga Vietnam dalam Asia Tenggara.

    Perusahaan mengamati Tanah Air sebagai salah satu bursa potensial solusi robotika untuk layanan ritel, layanan kesehatan, layanan publik, juga layanan lain yang mana membutuhkan interaksi teknologi serta manusia.

    Baca juga: BYD merambah ke bidang usaha pengembangan robotika humanoid

    ​​​​​​​Baca juga: Robot humanoid belum mampu bekerja secepat manusia ke pabrik mobil

  • Meta Ingin Tambah Peralatan Cerdas pada Robot Humanoid Miliknya

    Meta Ingin Tambah Peralatan Cerdas pada Robot Humanoid Miliknya

    Ligapedianews.com JAKARTA – Meta berencana untuk menyasar pangsa teknologi robot dengan mengembangkan perangkat kerasnya sendiri untuk menggerakkan robot humanoid bertenaga AI.

    Perusahaan teknologi sosial yang dimaksud memiliki Facebook, Instagram, WhatsApp berencana untuk mengembangkan perangkat keras robot humanoid miliknya sendiri yang tersebut awalnya akan difokuskan pada pekerjaan rumah tangga, demikian laporan Bloomberg .

    Rencana yang digunakan lebih banyak besar adalah menyebabkan AI, sensor, kemudian perangkat lunak dasar untuk robot yang mana akan dibuat kemudian dijual oleh berbagai perusahaan.

    Akan ada divisi perangkat keras baru di area Meta’ Reality Labs, unit penelitian serta pengembangan yang digunakan menciptakan perangkat keras kemudian perangkat lunak realitas virtual serta realitas tertambah , seperti Ray-Bans juga headset Quest VR. Divisi baru ini juga akan bertanggung jawab untuk mengembangkan standar keselamatan robot (kami tiada ingin situasi M3GAN terjadi di dalam dunia nyata).

    Rencana untuk menyebabkan robot pelayan bermerek Meta yang tersebut dapat mencuci pakaian belum masuk di rencana, tetapi mereka itu belum menghentikan kemungkinan untuk mewujudkannya di dalam masa mendatang.

    Sementara itu, Meta sudah pernah memulai diskusi dengan perusahaan robotika seperti Unitree Robotics lalu Figure Kecerdasan Buatan Inc untuk mengembangkan perangkat keras. Korporasi berencana untuk menggunakan perangkat lunak yang mana sudah ada ada, dan juga sensor lalu paket komputasi yang dimaksud ada, ditambah teknologi juga kolaborasi dengan produsen.

    Perangkat keras yang mana akan dikembangkan Meta bertujuan untuk memproduksi robot mencuci piring Foto oleh Catt Liu dalam Unsplash

    Para eksekutif di tempat Meta yakin bahwa sementara perusahaan lain telah lama merancang peluncuran pada pembuatan perangkat keras untuk robot humanoid, Meta telah terjadi menghasilkan kemajuan di kecerdasan buatan serta pengumpulan data dari perangkat realitas tertambah serta virtual.

    Konsumen tampaknya mendambakan bantuan ekstra dalam sekitar rumah untuk tugas-tugas seperti melipat pakaian, menaruh piring di tempat rak juga menyebabkan gelas yang mana menurut publikasi yang disebutkan “manusia masa pada saat ini masih belum cukup berguna” untuk melakukan hal tersebut.

  • Apple Pesan Robot Pekerja ke China untuk Membantu Produksi iPhone

    Apple Pesan Robot Pekerja ke China untuk Membantu Produksi iPhone

    Ligapedia.com WAHYU BUDI SANTOSO – UBTech Robotics yang mana berkantor pusat di area Shenzhen, pembuat robot humanoid terbesar pada China , akan memasok robot ke Apple serta Foxconn, untuk membantu proses produksi

    Perusahaan yang disebutkan melatih robotnya untuk menangani berbagai tugas yang dimaksud dibutuhkan untuk manufaktur masa kini, kata kepala merek Michael Tam di area sela-sela konferensi China di tempat Nansha yang tersebut diselenggarakan oleh South China Morning Post.

    “Untuk produksi mobil, ada ribuan tugas pada daftar kami,” katanya. “Di bidang seperti produksi 3C, [ini] adalah keterampilan yang digunakan mirip sekali baru untuk dipelajari oleh robot humanoid.” 3C merujuk pada komputer, komunikasi, kemudian elektronik konsumen. Dalam sektor manufaktur, istilah ini digunakan untuk menggambarkan komoditas kemudian teknologi yang tersebut terkait dengan ketiga kategori ini.

    UBTech yang digunakan tercatat dalam bursa saham Hong Kong pada hari Rabu mengumumkan “kemitraan jangka panjang yang tersebut komprehensif” dengan Foxconn, yang dimaksud merakit iPhone juga berencana memproduksi kendaraan listrik, untuk mengerahkan lebih banyak banyak robot dalam pabriknya.

    Walker S1, robot humanoid yang tersebut diperkenalkan Oktober lalu, telah lama menyelesaikan dua bulan pelatihan untuk operasi logistik di area pabrik Foxconn di area distrik Longhua, Shenzhen, kemudian akan segera dikirim ke pabrik mobil perusahaan pada kota Zhengzhou, provinsi Henan, menurut pernyataan dari UBTech.

    Tam menyatakan perusahaan bermaksud meluncurkan versi terbaru S1, yang digunakan disebut Walker S2, pada kuartal kedua tahun ini.

    Berdasarkan kemitraan ini, UBTech akan menguji kelayakan pemanfaatan robot humanoid di tugas-tugas termasuk pemindahan, penyortiran, dan juga pemeriksaan kualitas yang tersebut dapat memengaruhi kemampuan fisik pekerja berdasarkan persyaratan Foxconn.

    Kedua perusahaan akan bekerja identik untuk meningkatkan kemampuan gerak, persepsi, serta pengambilan langkah robot juga juga bersama-sama mendirikan laboratorium untuk mengeksplorasi lebih besar berbagai perangkat lunak kemudian teknologi.

    Langkah ini dijalankan di tempat berada dalam meningkatnya minat perusahaan China untuk memulai pembangunan robot mirip manusia serta mengintegrasikannya ke di berbagai industri.

  • Samsung Akan Kembangkan Robot Cerdas Berbentuk Manusia

    Samsung Akan Kembangkan Robot Cerdas Berbentuk Manusia

    Ligapedianews.com SEOUL – Samsung membuat kejutan dengan mengumumkan bahwa merek akan menjadi pemegang saham terbesar dalam perusahaan Rainbow Robotics pada Korea Selatan, dan juga akan menempatkan perusahaan yang disebutkan sebagai anak perusahaan di area bawah Samsung Electronics.

    Samsung akan menjadi pemegang saham terbesar di dalam Rainbow Robotics juga menjadikannya anak perusahaan dalam bawah Samsung Electronics.

    Samsung berencana untuk mempercepat pengembangan robot cerdas dengan menggabungkan keahlian Rainbow Robotics dan juga teknologi Kecerdasan Buatan mereka.

    Samsung akan membentuk Kantor Robotika Masa Depan yang dimaksud akan fokus pada pengembangan robot humanoid.

    Senada dengan pengumuman tersebut, Samsung juga menyatakan akan terus menyokong perkembangan teknologi robot.

    Sebagai informasi, Rainbow Robotics didirikan pada tahun 2011 dan juga menjadi perusahaan pertama di dalam Korea yang dimaksud mengembangkan robot yang tersebut dapat berjalan dengan dua kaki.

    Samsung menyatakan bahwa dengan menyatukan keahlian teknologi robotika Rainbow Robotics dan juga keunggulan perangkat lunak juga teknologi Teknologi AI oleh Samsung, mereka itu berencana untuk mempercepat pengembangan robot cerdas.

    Untuk itu, Samsung akan membentuk regu serta kantor baru yang tersebut melapor secara langsung terhadap CEO, yang digunakan disebut Future Robotics Office.

    Divisi ini akan fokus pada pengembangan robot humanoid, kemudian bertujuan menjadikan Samsung juga menjadi pemimpin pada kompetisi teknologi robotika masa depan.

  • NVIDIA Berencana Hadirkan Robot Kecerdasan Buatan Jetson Thor

    NVIDIA Berencana Hadirkan Robot Kecerdasan Buatan Jetson Thor

    Ligapedianews.com MIAMI – NVIDIA diperkirakan akan memperkenalkan penawaran komputer kompak khusus untuk pengembangan robot, yang disebut Jetson Thor pada 2025.

    NVIDIA pada waktu ini terkenal menawarkan chip yang tersebut mendominasi pengembangan beberapa model kecerdasan buatan dalam pasar.

    Langkah ini diharapkan dapat memudahkan pengembang dan juga perusahaan di pengembangan robotnya masing-masing.

    NVIDIA dapat menjadi penyedia kecerdasan buatan kemudian robotika terkemuka, sehingga menegaskan kelangsungan hidup perusahaan dalam berada dalam meningkatnya persaingan chip AI.

    Tak semata-mata itu, mulai tahun 2025, NVIDIA juga berupaya lebih tinggi fokus di tempat kancah robotika.

    Pada paruh pertama tahun 2025, NVIDIA diperkirakan akan memperkenalkan penawaran komputer kompak khusus untuk pengembangan robot, yang digunakan disebut Jetson Thor.

    Dengan penggunaannya diharapkan dapat memudahkan pengembang juga berbagai perusahaan pada pengembangan robotnya masing-masing.

    Dengan langkah ini, NVIDIA dipandang berpotensi menjadi penyedia solusi utama untuk pengembangan kecerdasan buatan dan juga robotika di tempat masa depan.

    Menurut Financial Times, langkah ini juga dipandang untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan NVIDIA itu sendiri, dikarenakan banyak perusahaan pengembang model kecerdasan buatan mulai menghadirkan chip buatannya untuk melatih modelnya masing-masing.

  • Roborock Ciptakan Robot Vakum Penyedot Debu

    Roborock Ciptakan Robot Vakum Penyedot Debu

    Ligapedianews.com JAKARTA – Roborock memproduksi robot vakum yang mana mempunyai tangan untuk mengoleksi sampah.

    Penyedot debu ROBOT dapat menurunkan beban menyapu sampah di area rumah setiap hari. Namun semua robot vakum tidaklah mempunyai kemampuan untuk menyedot sampah berukuran lebih tinggi besar.

    Di CES 2025, Roborock Saros Z70 diresmikan dengan “tangan” yang memecahkan kesulitan ini.
    Tangan OmniGrip terlipat dalam menghadapi robot pada waktu tak digunakan.

    Ia dapat dilipat untuk mengambil sampah berukuran besar yang terdeteksi oleh sensor serta kamera robot.
    Menurut Roborock, OmniGrip mampu mengangkat sampah hingga 300 gram untuk kemudian dibuang ke tempat sampah.

    Pemilik juga dapat menggunakan program ponsel cerdas untuk mengontrol OmniGrip dari jarak jauh.
    Saros Z70 telah dilakukan diprogram untuk mengidentifikasi hingga 108 objek serta pemiliknya dapat memprogram 50 objek lainnya dalam rumah.

    Robot vakum ini kompatibel dengan habitat perangkat terhubung (IoT) Google Home, Apple Home, lalu Amazon Alexa. Harga jualnya belum diumumkan.

  • Berhubungan Seks dengan Robot Diprediksi Jadi Tren 2025

    Berhubungan Seks dengan Robot Diprediksi Jadi Tren 2025

    Ligapedianews.com LONDON – Seorang ‘futuris’ Dr Ian Pearson meramalkan bahwa wanita akan tambahan banyak berhubungan seks dengan robot daripada pria pada tahun 2025.

    Dr Ian Pearson mengoreksi apa yang tersebut ia klaim sebagai “rekayasa media” dari pernyataan aslinya.

    The Sun meliput hampir satu dekade lalu pernyataan yang dimaksud dibuat oleh Dr Ian Pearson, pribadi penulis kemudian ‘futurolog’ (omong-omong, itu adalah seseorang yang dimaksud memprediksi tren dan juga perkembangan masa depan), pada sebuah makalah yang dimaksud ditugaskan oleh toko dewasa Bondara berjudul The Rise of the Robosexuals .

    Laporan tersebut, yang dimaksud tersedia melalui Arsip Jaringan Internet , meninjau Dr. Pearson menulis: “Banyak orang pada awalnya masih merasa ragu untuk berhubungan seks dengan robot, tetapi secara bertahap ketika merekan terbiasa dengan robot, seiring dengan peningkatan Kecerdasan Buatan (kecerdasan buatan), perilaku mekanis, serta perasaan mereka, kemudian mereka itu mulai berteman dengan ikatan emosional yang tersebut kuat, rasa jijik itu secara bertahap akan menguap.”

    Artikel The Sun juga menyatakan Dr Pearson percaya “seks dengan robot akan lebih tinggi umum daripada hubungan seks manusia pada tahun 2050”.

    Namun mengingat kita baru semata memasuki tahun baru, akun Twitter/X telah lama mengejek prediksi fiksi ilmiah yang dimaksud belum terwujud:

    Namun, di emailnya terhadap indy100 pada hari Senin, Dr. Pearson menyalahkan wartawan yang mengejek “dugaan prediksi” tersebut, yang digunakan ia gambarkan sebagai “hanya rekayasa media”.

    Dia menyatakan “mayoritas artikel” yang digunakan ia lihat mempunyai judul yang berhubungan dengan wanita yang dimaksud lebih lanjut banyak berhubungan seks dengan robot daripada dengan pria, tetapi beliau juga menunjukkan bahwa kutipan asli dari artikel Bondara-nya mengungkapkan sesuatu yang agak berbeda.

    “’Meskipun sebagian orang akan dengan antusias menerima seks robot tanpa hubungan segera setelahnya merek mampu membelinya, paling cepat pada tahun 2025, hal itu tidak ada akan memiliki banyak prospek untuk menyalip seks dengan manusia secara keseluruhan hingga tahun 2050.’
    Komentar Dr. Pearson menggemakan komentar yang disampaikan untuk Know Your Meme baru-baru ini, di area mana ia berkata: “[Tabloid] menyatakan bahwa itu akan menjadi ‘paling’ pada tahun 2025 padahal tidak itu yang mana dikatakan laporan asli, bukan?”

  • Robot Bakal Gantikan Manusia? Bezos, Musk dan juga Gates Ramai-ramai Pengembangan Usaha Robot!

    Robot Bakal Gantikan Manusia? Bezos, Musk dan juga Gates Ramai-ramai Pengembangan Usaha Robot!

    ligapedianews.com AMERIKA – Jeff Bezos, pendiri Amazon, baru-baru ini berinvestasi pada startup robotika Physical Intelligence. Ternyata, ia tidak satu-satunya miliarder yang digunakan menaruh harapan pada masa depan robotika.

    Para miliarder ini mengamati peluang besar pada robotika untuk mengubah berbagai lapangan usaha kemudian aspek kehidupan. Penyertaan Modal mereka itu menggerakkan perkembangan teknologi robotika yang dimaksud tambahan canggih serta dapat diandalkan.

    Robot diharapkan dapat memainkan peran yang tersebut semakin penting pada hidup manusia, membantu menyelesaikan berbagai tugas, meningkatkan efisiensi, serta bahkan menciptakan potensi baru.

    Berikut beberapa pengusaha perusahaan kaya yang mana juga terlibat menanamkan modal di area sektor ini:

    1. Jeff Bezos

    Bezos sudah pernah berinvestasi di tempat Physical Intelligence, startup yang digunakan mengembangkan perangkat lunak untuk memungkinkan robot melakukan tugas-tugas seperti melipat pakaian, mengemas belanjaan, serta membersihkan meja. Startup ini mengumumkan pendanaan awal sebesar USD400 jt (Rp6,2 triliun) dari Bezos, OpenAI, lalu perusahaan modal ventura Thrive Capital lalu Lux Capital, dengan valuasi lebih banyak dari USD2 miliar (Rp31 triliun).

    2. Elon Musk

    Elon Musk telah dilakukan bertahun-tahun mengembangkan robot humanoid Optimus. Pada acara Robotaxi Tesla bulan lalu, robot ini mendemonstrasikan kemampuannya menuangkan minuman kemudian bermain batu-gunting-kertas dengan tamu (meskipun dikendalikan dari jarak sangat oleh manusia).

    Musk mengungkapkan bahwa Tesla akan memiliki “robot humanoid yang dimaksud benar-benar berguna ” untuk pengaplikasian internal perusahaan pada 2025 dan juga produksi yang tersebut lebih lanjut tinggi untuk dijual ke perusahaan lain pada tahun berikutnya.

    Di luar Tesla, Musk secara pribadi berinvestasi pada Vicarious, sebuah startup Teknologi AI yang mengembangkan kecerdasan umum untuk robot. Vicarious kemudian diakuisisi oleh Intrinsic, perusahaan robot Kecerdasan Buatan pada Alphabet, perusahaan induk Google.

    3. Bill Gates

    Pendiri Microsoft, Bill Gates, telah terjadi berinvestasi dalam Opentrons, startup yang dimaksud berfokus pada robotika pada sektor perawatan kesehatan. Gates optimis dengan kemungkinan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

    4. Vinod Khosla

    Khosla Ventures, perusahaan modal ventura yang didirikan oleh entrepreneur Vinod Khosla, mengawasi putaran pendanaan awal sebesar USD10 jt (Rp155 miliar) untuk perusahaan robotik Opentrons pada 2018.

    5. Mark Zuckerberg juga Dustin Moskovitz

    Bersama dengan Elon Musk, Zuckerberg juga menjadi pemodal utama pada putaran penanaman modal USD40 jt (Rp620 miliar) di area Vicarious pada 2014.

    Vicarious juga mendapatkan pendanaan Seri A sebesar USD15 jt (Rp232 miliar) pada tahun 2012 yang tersebut dipimpin oleh Good Ventures, yang tersebut dibuat oleh pendiri Facebook dan juga pimpinan Asana, Dustin Moskovitz, juga istrinya, Cari Tuna.

    6. Peter Thiel

    Founders Fund milik Peter Thiel adalah salah satu pendukung awal Vicarious. Thiel juga sudah berinvestasi di tempat Quantum Systems, startup robot droneasalJerman.

  • Luncurkan Action Figure Tesla Bot, Website Tesla Tumbang Karena Antusiasme Pembeli!

    Luncurkan Action Figure Tesla Bot, Website Tesla Tumbang Karena Antusiasme Pembeli!

    ligapedianews.com JAKARTA – Ini adalah adalah mainan yang mana bikin heboh Amerika: Tesla Bot. Begitu sejumlah yang digunakan ingin mendapatkannya, mainan yang dimaksud dengan segera ludes begitu dirilis. Bahkan, bikin website Tesla tumbang.

    Tesla Bot adalah action figure dengan skala 1:10. Mainan ini sebenarnya adalah gimmick, agar para penggemar Tesla mampu merasakan sedikit pengalaman mempunyai Tesla Bot sebelum versi aslinya benar-benar dirilis resmi.

    Mainan yang disebutkan unik, sangat detail juga realistis. Dilengkapi dudukan pengisi daya serta CyberHammer. Cocok sekali untuk pajangan atau sekadar melengkapi koleksi mainan yang dimaksud ada di dalam rumah.

    Tesla memang benar menjanjikan robot otonom berbentuk humanoid yang dikenal sebagai Bot. Meski ketersediaan asisten robot ini masih di tempat masa depan, Tesla memproduksi figur aksi Tesla Bot tersedia di area toko online-nya, yang dimaksud dimodelkan berdasarkan robot Optimus generasi kedua yang digunakan merekan ungkap akhir tahun lalu.

    Spesifikasi Figur Aksi Tesla Bot:

    – Replika robot asli dengan skala 1:10.
    – Tinggi 18,2 cm kemudian lebar 5,5 cm.
    – Berat 48 gram.
    – Terdiri dari lebih besar dari 40 bagian yang dimaksud berbeda.
    – Memiliki 20 titik artikulasi atau titik pivot yang tersebut memungkinkan figur untuk mengambil berbagai pose.
    – Dilengkapi dengan dudukan pengisi daya serta CyberHammer.

    Harga lalu Ketersediaan

    Luncurkan Action Figure Tesla Bot, Laman Tesla Tumbang Karena Antusiasme Pembeli!

    Figur aksi ini sekarang dapat dipesan di tempat Kanada serta Amerika Serikat seharga USD40 (Rp620.000). Namun, sejak ditambahkan ke toko online, hampir tidak ada ada yang digunakan sanggup membelinya sebab situs web mengalami kesalahan juga pelanggan bukan dapat menyelesaikan pesanan mereka.

    Rencana Tesla untuk Robot Humanoid Asli

    Tesla berencana untuk menggunakan ribuan robot humanoid asli di tempat pabrik-pabrik mereka mulai tahun depan dan juga akan menjualnya ke umum mulai 2026.

    Optimus saat ini dapat melakukan tugas-tugas lanjutan juga secara otonom menemukan kemudian mencolokkan ke stasiun pengisian daya.

    Peluncuran figur aksi Tesla Bot menunjukkan antusiasme yang digunakan tinggi terhadap robot humanoid Tesla. Meskipun robot aslinya belum tersedia, figur aksi ini memberikan ilustrasi sekilas tentang masa depan robotika dan juga prospek Optimus untuk mengubah berbagai aspekkehidupan.