Tag: Premanisme Jakarta

  • Polisi tegaskan konflik agraria kerap berujung tindakan premanisme

    Polisi tegaskan konflik agraria kerap berujung tindakan premanisme

    Ligapedianews.com negara tidak ada boleh kalah oleh aksi premanisme

    Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra menegaskan bahwa maraknya konflik agraria dalam area itu kerap berujung pada tindakan premanisme.

    "Hal inilah yang tersebut menggalakkan digelarnya diskusi kelompok terfokus (focus group discussion/FGD) sebagai langkah strategis untuk merumuskan penanganan bersama," katanya pada waktu ditemui di tempat Jakarta, Kamis.

    Ia menjelaskan, pihaknya mengatur jadwal itu bertajuk “Permasalahan Penanganan Agraria yang mana Berkeadilan dalam Tengah Maraknya Aksi Premanisme” sama-sama pemangku kepentingan terkait.

    Ia juga menambahkan permasalahan agraria seringkali menjadi pemicu konflik yang digunakan dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk melakukan aksi premanisme.

    "Dalam FGD ini, kami ingin menyusun langkah konkret kemudian berkelanjutan pada menanggulangi permasalahan tersebut," kata Wira.

    Wira juga menyebutkan FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta, pemerintahan Provinsi Jawa Barat (melalui Daerah Perkotaan Depok, Wilayah dan juga Perkotaan Bekasi), dan juga dari Provinsi Banten (Kota Tangerang serta Tangerang Selatan) turut hadir lalu memberikan pandangan merekan terkait penanganan konflik lahan di tempat wilayah masing-masing.

    "Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang mana berada dalam wilayah Jadetabek, apabila menemukan konflik agraria yang tersebut mengarah pada praktik premanisme agar segera melaporkannya. Kami siap menindak bersatu 'stakeholder' terkait," tegasnya.

    Wira juga menekankan bahwa negara tidak ada boleh kalah oleh premanisme di bentuk apa pun.

    "Itu komitmen kami, negara tidaklah boleh kalah oleh aksi premanisme," ucapnya.

    FGD yang disebutkan dihadiri oleh beberapa nara sumber dari instansi pemerintah seperti Dirjen Penanganan Sengketa dan juga Konflik Pertanahan ATR/BPN Ilyas Tedjo Prijono, Dirjen Politik serta Pemerintahan Umum Kemendagri Dr. Bahtiar Bahruddin dan juga Guru Besar Universitas Pancasila Prof. Dr. Agus Surono.

    Juga, Staf Ahli Partisipasi Publik kemudian Pemda Kementerian ATR/BPN Irjen Pol Drs. Widodo juga Karoops Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika.

    Sebelumnya, menurut Pusat Pengetahuan Kriminal Bareskrim Polri, sepanjang 2024, tercatat 4.207 persoalan hukum yang digunakan berkaitan dengan senjata tajam atau praktik premanisme dalam seluruh Indonesia, termasuk Jakarta.

    Sedangkan hingga akhir April 2025, telah tercatat 1.426 persoalan hukum sama atau rata-rata sekitar 12 perkara per hari.

    Pada 1 Mei 2025, Polri meluncurkan operasi serentak dan juga menyelesaikan 3.326 persoalan hukum premanisme di dalam berbagai daerah, termasuk Jakarta.

  • Puluhan jukir liar juga “debt collector” ditangkap di tempat Jakbar

    Puluhan jukir liar juga “debt collector” ditangkap di tempat Jakbar

    Ligapedianews.com Ibukota – Petugas gabungan menangkap 20 orang terduga juru parkir (jukir) liar juga penagih utang (debt collector) pada Palmerah, Ibukota Indonesia Barat, Kamis.

    Kapolsek Palmerah Kompol Eko Adi Setiawan, mengatakan sebanyak 25 personel gabungan dari unsur TNI, Polri serta Satpol PP itu diterjunkan ke banyak titik rawan di dalam Palmerah.

    "Hasilnya, 20 orang kita tangkap, yang digunakan terdiri dari empat orang 'debt collector', dua pengamen serta 14 juru parkir liar atau pak ogah. Kemudian ada dua bendera ormas juga bergabung ditertibkan," ujar Eko terhadap wartawan pada Jakarta, Kamis.

    Eko melanjutkan, kegiatan itu merupakan bagian dari kegiatan rutin untuk menjaga situasi kamtibmas di area wilayah itu tetap saja aman kemudian kondusif.

    “Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk respon terhadap keresahan rakyat kemudian merupakan atensi secara langsung dari pimpinan kami, Kapolres Metro Ibukota Indonesia Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi,” kata dia.

    Selanjutnya, ujar Eko, 20 orang yang disebutkan akan didata kemudian dibina terlebih dahulu.

    "(Unsur pidana). Nanti kami akan pendalaman lebih banyak lanjut. Pastinya kalau misalnya kaitannya mungkin saja dengan parkir liar ataupun kemungkinan besar pak ogah sekiranya memang benar ada paksaan, kemudian juga 'debt collector' pada pada waktu menarik kendaraan yang disebutkan ada kekerasan, pasti ada unsur pidana pada situ," imbuh Eko.

  • Aparat gabungan tertibkan jukir liar di area kawasan Monas

    Aparat gabungan tertibkan jukir liar di area kawasan Monas

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Aparat gabungan dari TNI, Polri dan juga otoritas Provinsi DKI Ibukota Indonesia menertibkan juru parkir liar kemudian puluhan kendaraan yang dimaksud parkir sembarangan di area kawasan Monas, DKI Jakarta Pusat, pada Sabtu.

    Kapolres Metro DKI Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro menegaskan bahwa pihaknya tak akan menolerir parkir liar yang menyebabkan kemacetan.

    "Gunakan parkir yang dimaksud sudah ada disediakan dalam IRTI Monas. Jika ada praktik pemerasan oleh preman atau juru parkir liar, segera laporkan ke Call Center 110 atau Polsek terdekat," kata Susatyo di tempat Jakarta.

    Dia mengimbau warga agar tidaklah parkir di area bahu jalan. "Kendaraan yang digunakan melanggar akan segera diderek," katanya.

    Kapolsek Metro Gambir, Kompol Rezeki R Respati menambahkan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban lalu kenyamanan masyarakat.

    "Kami ingin meyakinkan bahwa rakyat bisa jadi menikmati kawasan Monas tanpa terganggu parkir liar serta aksi premanisme. Penertiban ini akan terus dijalankan secara rutin," kata Rezeki.

    Penertiban ini melibatkan 100 personel gabungan, termasuk Dishub, Polisi Militer serta Garnisun.

    Dalam operasi ini, petugas menindak dengan cara persuasif selama 15 menit sebelum akhirnya menderek kendaraan yang masih melanggar. Juru parkir (jukir) liar yang tersebut kedapatan beroperasi dengan segera diamankan oleh Satpol PP.

    Aparat menjamin operasi ini berlangsung humanis dan juga tanpa kekerasan, tetapi tetap memperlihatkan tegas pada menegakkan aturan.

    Warga pun diimbau untuk mematuhi rambu parkir agar kawasan Monas masih tertib kemudian nyaman bagi semua.