Tag: piala dunia

  • Kualifikasi Piala Bumi 2026: 6 kelompok Asia pastikan lolos putaran empat

    Kualifikasi Piala Bumi 2026: 6 kelompok Asia pastikan lolos putaran empat

    Ligapedia.news Ibukota – Gelaran Piala Bumi FIFA 2026 akan menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah dengan dihadiri oleh oleh 48 negara peserta. Turnamen empat tahunan ini akan berlangsung pada tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, lalu Meksiko selaku tuan rumah bersama. Untuk kawasan Asia, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mendapatkan jatah delapan tiket dengan segera ke putaran final, ditambah satu slot tambahan melalui jalur intercontinental play-off.

    Antusiasme tinggi menyelimuti kualifikasi zona Asia, mengingat jumlah agregat perwakilan Asia yang tersebut bertambah dari lima menjadi delapan tim. Proses kualifikasi terdiri melawan lima putaran, di tempat mana enam pasukan terbaik dari sesi ketiga berhak melaju secara langsung ke Piala Planet 2026. Sementara dua pasukan terbaik peringkat ketiga serta keempat melanjutkan perjuangan ke putaran keempat.

    Hingga awal Juni 2025, enam negara Asia sudah memverifikasi tiket ke putaran final Piala Bumi 2026. Mereka adalah Jepang, Republik Korea (Korsel), Iran, Australia, Uzbekistan, dan juga Yordania. Sisa dua tiket secara langsung akan diperebutkan pada putaran keempat yang digunakan dijadwalkan berlangsung pada 8–14 Oktober 2025.

    Indonesia lolos ke putaran keempat

    Timnas Indonesia menjadi salah satu dari enam kelompok yang tersebut berhasil melaju ke putaran keempat setelahnya menempati peringkat keempat klasemen akhir Grup C pada putaran ketiga. Meskipun harus menelan kekalahan telak 0-6 dari Jepun pada laga terakhir, Indonesia mampu mempertahankan posisinya di tempat empat besar, dalam bawah Jepang, Australia, dan juga Arab Saudi.

    Bersama Indonesia, lima kelompok lain yang dimaksud juga melaju ke putaran keempat adalah Arab Saudi (Grup C), Qatar lalu Uni Emirat Arab (Grup A), juga Irak lalu Oman (Grup B). Keenam pasukan ini akan dibagi ke di dua grup berisi masing-masing tiga tim. Hanya juara grup yang mana berhak lolos otomatis ke Piala Planet 2026.

    Sementara itu, runner-up grup masih memiliki harapan dengan melaju ke putaran kelima, yakni pertandingan dua leg (kandang serta tandang) untuk berkompetisi merebut satu tiket ke intercontinental play-off. Pemenangnya akan menjadi satu-satunya perwakilan Asia di tempat fase play-off antarkonfederasi yang mana mempertemukan enam kelompok dari lima konfederasi (Asia, Afrika, CONMEBOL, CONCACAF, serta Oseania).

    Peluang Indonesia ukir sejarah

    Dengan persaingan yang dimaksud semakin mengerucut, putaran keempat menjadi momen krusial bagi Timnas Indonesia. Kans untuk lolos ke Piala Global 2026 masih terbuka lebar, meskipun tantangan yang dimaksud dihadapi juga tidaklah ringan. Tim-tim seperti Arab Saudi, Irak, dan juga Qatar mempunyai pengalaman lebih banyak pada kompetisi internasional dan juga ranking FIFA yang tersebut relatif tambahan tinggi.

    Namun, semangat juang yang digunakan diperlihatkan skuad Garuda sepanjang kualifikasi menjadi modal penting. Indonesia perlu tampil konsisten juga disiplin pada laga-laga krusial putaran keempat jikalau ingin mencatatkan sejarah sebagai debutan di dalam panggung Piala Dunia.

    Jatah duta dari konfederasi lain

    Sebagai informasi, berikut pembagian jatah kontestan dari masing-masing konfederasi untuk Piala Global 2026:

    • AFC (Asia): 8 tiket dengan segera + 1 play-off
    • CAF (Afrika): 9 tiket dengan segera + 1 play-off
    • CONCACAF (Amerika Utara & Tengah): 3 tiket secara langsung + 3 tuan rumah otomatis (Kanada, Meksiko, AS) + 2 play-off
    • CONMEBOL (Amerika Selatan): 6 tiket segera + 1 play-off
    • OFC (Oseania): 1 tiket secara langsung + 1 play-off
    • UEFA (Eropa): 16 tiket langsung

    Dengan format baru yang tambahan inklusif, Piala Global 2026 diharapkan menjadi turnamen yang dimaksud lebih lanjut kompetitif sekaligus membuka kesempatan lebih lanjut besar bagi negara-negara non-tradisional, termasuk Indonesia, untuk menorehkan sejarah baru pada panggung tertinggi sepak bola dunia.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di area situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jatah partisipan Piala Bumi 2026: Mengapa Eropa dapat slot terbanyak?

    Jatah partisipan Piala Bumi 2026: Mengapa Eropa dapat slot terbanyak?

    Ligapedia.news Ibukota Indonesia – Gelaran Piala Planet FIFA 2026 yang mana akan berlangsung di tempat Amerika Serikat, Kanada, dan juga Meksiko akan menjadi turnamen sepak bola terbesar di sejarah, dengan total 48 negara peserta. Dari jumlah agregat tersebut, 16 pasukan berasal dari Eropa atau UEFA, yang dimaksud menjadikannya konfederasi dengan jumlah agregat duta terbanyak.

    Kondisi ini memunculkan pertanyaan dalam kalangan pecinta sepak bola, "mengapa Eropa mendapatkan jatah lebih tinggi berbagai dibandingkan konfederasi lain?" Sebagai perbandingan, Afrika (CAF) mendapatkan sembilan tiket langsung, Asia (AFC) mendapat delapan, sedangkan Amerika Selatan (CONMEBOL) hanya saja enam.

    Dominasi kualitas lalu jumlah total anggota​​​​​

    Jawaban berhadapan dengan pertanyaan yang disebutkan berkaitan erat dengan kekuatan teknis dan juga historis tim-tim Eropa di dalam pentas sepak bola internasional. Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menaungi 55 negara anggota, jumlah total yang besar dibandingkan dengan konfederasi lain. Di sisi lain, peringkat FIFA juga menjadi cerminan dominasi Eropa. Hampir separuh dari 20 besar dunia dihuni oleh tim-tim jika Eropa, seperti Prancis, Inggris, Spanyol, Belanda, dan juga Jerman.

    Dengan kata lain, jatah besar yang digunakan diberikan terhadap UEFA merupakan pengakuan melawan kualitas tinggi lalu kedalaman kompetisi pada benua tersebut. Jika jatah Eropa dikurangi demi pemerataan, maka akan ada risiko bahwa pasukan kuat seperti Italia atau Swedia justru gagal tampil, seperti yang mana terjadi pada edisi 2022 lalu.

    Padahal, partisipasi tim-tim besar merupakan salah satu daya tarik utama turnamen. Ketidakhadiran mereka itu berpotensi menurunkan kualitas kompetisi juga minat global terhadap pertandingan-pertandingan tertentu.

    Hadirnya format baru

    Perlu diingat bahwa Piala Global 2026 adalah edisi pertama yang dimaksud menggunakan format 48 tim, meningkat dari 32 regu sebelumnya. Dengan total kontestan yang tersebut bertambah, FIFA pun menyesuaikan alokasi slot untuk setiap konfederasi agar mencerminkan peningkatan partisipasi secara global. Eropa, yang sebelumnya mengirim 13 tim, sekarang ini mendapatkan 16 tiket langsung.

    Namun, peningkatan jatah bukanlah belaka terjadi pada UEFA. Asia saat ini memiliki delapan slot langsung, hampir dua kali lipat dari edisi sebelumnya. Afrika pun mencatatkan data rekor dengan sembilan wakil. Bahkan Oseania (OFC) untuk pertama kalinya mendapatkan satu tempat langsung, setelahnya sebelumnya selalu harus melalui jalur play-off.

    Dengan alokasi baru ini, Piala Planet 2026 dipastikan akan mencakup perwakilan dari seluruh enam konfederasi, juga menjadikannya kompetisi paling inklusif sepanjang sejarah sepak bola.

    Meski terlihat berat sebelah, jatah besar bagi Eropa bukanlah berarti mengabaikan wilayah lain. Penambahan jumlah total kelompok memungkinkan negara-negara dari Asia, Afrika, serta Amerika Tengah untuk lebih tinggi mudah menembus kejuaraan utama.

    Namun, faktor kualitas serta persaingan tetap memperlihatkan menjadi pertimbangan utama pada distribusi jatah. FIFA lalu Dewan Pengelola Kompetisi Internasional tetap memperlihatkan menjaga keseimbangan antara semangat inklusivitas serta menjaga mutu kompetitif turnamen.

    Contoh ekstrem bisa saja dilihat pada edisi 2002 ketika Arab Saudi yang digunakan mewakili Asia harus menelan kekalahan telak 0-8 dari Jerman. Hal ini menunjukkan adanya jarak kualitas yang mana masih lebar antara tim-tim dari konfederasi yang mana berbeda. Oleh oleh sebab itu itu, jatah Eropa yang digunakan tambahan besar dinilai wajar selama UEFA terus menunjukkan dominasi dalam lapangan.

    Pembagian slot Piala Planet 2026
    Berikut rincian alokasi partisipan dari masing-masing konfederasi:

    • UEFA (Eropa): 16 tiket langsung
    • CAF (Afrika): 9 tiket segera + 1 play-off
    • AFC (Asia): 8 tiket dengan segera + 1 play-off
    • CONMEBOL (Amerika Selatan): 6 tiket dengan segera + 1 play-off
    • CONCACAF (Amerika Utara & Tengah): 3 tiket dengan segera + 3 tuan rumah otomatis + 2 play-off
    • OFC (Oseania): 1 tiket segera + 1 play-off

    Dengan komposisi ini, Piala Bumi 2026 tidak ada hanya saja menjadi pesta sepak bola dunia, namun juga representasi dari kekuatan serta keberagaman sepak bola global.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Keisuke Honda percaya Negeri Matahari Terbit akan mengungguli Piala Global

    Keisuke Honda percaya Negeri Matahari Terbit akan mengungguli Piala Global

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Legenda timnas Jepun Keisuke Honda percaya negaranya akan menjuarai Piala Global 2026, setelahnya dia meyakinkan lolos ke kompetisi terakbar sepak bola itu untuk kedelapan kalinya secara beruntun sejak 1998.

    "Ya, saya harap begitu. Saya pikir Jepun punya peluang, serta juga semua kelompok lain punya potensi untuk menjadi juara," kata Honda ketika ditemui awak media pada Stadion ASIOP, Jakarta, Minggu.

    Dari tujuh putaran final yang digunakan mereka mainkan sebelumnya, prestasi terbaik regu Samurai Biru adalah mencapai sesi 16 besar sebanyak empat kali, yaitu pada 2002, 2010, 2018, serta 2022.

    Jepang disingkirkan Turki dengan skor 0-1 pada 2002 pada waktu mereka itu menjadi tuan rumah. Paraguay dan juga Belgia kemudian bergantian menyingkirkan Negeri Sakura pada edisi 2010 lalu 2018, pada waktu Honda ada di dalam skuad Samurai Biru.

    Pada edisi terakhir 2022, Negeri Matahari Terbit disingkirkan oleh Kroasia melalui adu penalti dengan skor akhir 1-3, setelahnya bermain 1-1 pada waktu normal dan juga tambahan waktu. "Meskipun kemungkinannya sangat kecil, saya ingin percaya kelompok Jepun akan meraih kemenangan Piala Dunia," kata Honda, yang mencetak 37 gol juga 23 assist dari 98 penampilannya untuk Jepun itu.

    Sebelumnya, target juara diungkapkan oleh kapten Negeri Sakura Wataru Endo setelahnya dia menjadi pasukan Asia pertama yang menegaskan diri lolos ke Piala Planet 2026, pada Maret lalu.

    Dikutip dari Kyodo News, kala itu, pemain Liverpool yang dimaksud menyatakan "Seperti yang digunakan saya katakan pada waktu ditunjuk sebagai kapten baru, target kami pada waktu ini adalah meraih kemenangan Piala Dunia".

    "Kami mempunyai pemain yang dimaksud secara alami memiliki target juara Piala Dunia, yang mana berpikir menang (kualifikasi Piala Dunia) atau mencapai putaran final hanyalah permulaan," tambah dia.

    Sampai sejauh ini belum ada negara Asia yang tersebut mampu meraih kemenangan Piala Dunia. Pencapaian terbaik negara Asia di area panggung terakbar dunia itu dicatatkan oleh Korea Selatan yang menembus semifinal pada 2002.

  • 10 pencetak gol tertua pada sejarah Piala Global

    10 pencetak gol tertua pada sejarah Piala Global

    ligapedianews.com Ibukota – Piala Global tidak semata-mata menjadi panggung adu strategi kemudian taktik antarnegara, tetapi juga arena para pesepak bola dunia menunjukkan kemampuan terbaik mereka, bahkan di dalam usia yang dimaksud tak lagi muda. Tidak sedikit pemain senior yang digunakan tetap memperlihatkan mampu mencetak gol serta mencatatkan namanya di sejarah kompetisi sepak bola terbesar di area dunia itu.

    Berikut ini adalah daftar 10 pencetak gol tertua di sejarah Piala Dunia, berdasarkan usia ketika mereka membobol gawang lawan:

    1. Roger Milla (Kamerun) – 42 tahun 39 hari
    Legenda Kamerun ini menjadi pencetak gol tertua di sejarah Piala Dunia. Ia mencetak gol pada waktu Kamerun menghadapi Rusia pada sesi penyisihan grup Piala Planet 1994 pada Amerika Serikat. Meski Kamerun kalah telak 1-6, gol Milla tetap saja abadi di buku rekor FIFA.

    2. Pepe (Portugal) – 39 tahun 283 hari
    Bek sedang Portugal ini mencetak gol ketika menghadapi Swiss pada sesi 16 besar Piala Global 2022 dalam Qatar. Gol sundulannya mengakibatkan Portugal unggul 2-0, sebelum akhirnya menang besar dengan skor 6-1.

    3. Cristiano Ronaldo (Portugal) – 37 tahun 292 hari
    Superstar Portugal ini mencetak satu gol melalui penalti pada waktu melawan Ghana pada fase grup Piala Global 2022. Gol yang disebutkan turut membantu kemenangan Portugal dengan skor 3-2 sekaligus menjadikan Ronaldo pencetak gol di tempat lima edisi Piala Bumi berbeda.

    4. Gunnar Gren (Swedia) – 37 tahun 236 hari
    Gunnar Gren mencetak gol penting bagi Swedia di laga semifinal Piala Bumi 1958 melawan Jerman Barat. Golnya mengakibatkan Swedia unggul 2-1, juga akhirnya menang 3-1 untuk melaju ke final.

    5. Cuauhtemoc Blanco (Meksiko) – 37 tahun 151 hari
    Blanco menjadi salah satu kunci kemenangan Meksiko berhadapan dengan Prancis 2-0 pada fase grup Piala Global 2010 pada Afrika Selatan. Golnya dicetak melalui eksekusi penalti, menegaskan perannya sebagai pemain senior yang masih tajam.

    6. Felipe Baloy (Panama) – 37 tahun 120 hari
    Felipe Baloy mencetak gol bersejarah untuk Panama ketika menghadapi Inggris pada Piala Global 2018. Gol yang disebutkan merupakan yang mana pertama lalu satu-satunya untuk Panama dalam kompetisi tersebut, meskipun dia kalah 1-6.

    7. Obdulio Varela (Uruguay) – 36 tahun 279 hari
    Kapten legendaris Uruguay ini mencetak gol penting pada perempat final Piala Bumi 1954 melawan Inggris. Dengan kepemimpinannya, Uruguay menang 4-2 pada pertandingan penuh drama.

    8. Martin Palermo (Argentina) – 36 tahun 227 hari
    Martin Palermo mencetak gol di area menit-menit akhir ketika Argentina menang 2-0 melawan Yunani pada fase grup Piala Bumi 2010. Gol yang dimaksud mempertegas peran pentingnya sebagai supersub pada skuat Argentina.

    9. Georges Bregy (Swiss) – 36 tahun 152 hari
    Bregy mencetak gol pembuka untuk Swiss pada waktu melawan Amerika Serikat pada Piala Global 1994. Meski laga berakhir imbang 1-1, namanya tercatat sebagai salah satu pencetak gol veteran pada kompetisi ini.

    10. Olivier Giroud (Prancis) – 36 tahun 71 hari
    Penyerang senior Prancis ini mencetak gol penting ketika menghadapi Inggris pada perempat final Piala Bumi 2022. Gol sundulannya menjadi penentu kemenangan 2-1 lalu mengantarkan Prancis ke semifinal.

    Kehadiran para pemain senior yang tidak ada muda lagi, namun masih mampu mencetak gol di area Piala Planet ini menunjukkan bahwa usia tidak penghalang untuk bersinar di area level tertinggi sepak bola. Semangat, pengalaman, dan juga kecerdasan visi bermain menjadi kunci keberhasilan mereka itu mengukir sejarah dalam usia yang digunakan tiada muda.

  • Melihat peta kekuatan sepak bola Asia di tempat 2025: Mampukah bersaing?

    Melihat peta kekuatan sepak bola Asia di tempat 2025: Mampukah bersaing?

    Ligapedia.news DKI Jakarta – ​Sepak bola Asia sudah mengalami perubahan struktural signifikan di beberapa tahun terakhir, dengan berbagai inisiatif dan juga pembangunan ekonomi yang digunakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas lalu daya saing pada kancah global. Namun, pertanyaannya masih "mampukah Asia menyaingi dominasi tradisional Eropa lalu Amerika Selatan pada sepak bola dunia?​"

    Investasi besar-besaran di dalam Timur Tengah

    Salah satu perkembangan paling mencolok adalah pembangunan ekonomi besar-besaran yang mana diadakan oleh negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Kompetisi Pro Saudi telah terjadi menarik perhatian dunia dengan merekrut atlet bintang seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Roberto Firmino, hingga Sadio Mané.

    Investasi ini bukan semata-mata meningkatkan profil liga domestik tetapi juga memberikan dampak positif bagi sepak bola Asia secara keseluruhan. Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, menyatakan bahwa peluncuran pemain kelas dunia pada klub-klub Saudi akan memberikan faedah besar bagi sepak bola Asia dengan mentransfer pengalaman dan juga standar profesionalisme yang dimaksud tinggi ke liga-liga nasional lainnya di dalam benua ini. ​

    Menurut peringkat yang mana dirilis oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk musim 2024/2025, liga-liga terbaik di area Asia adalah sebagai berikut:​

    1. Arab Saudi (109.054 poin)​
    2. Jepang (102.153 poin)​
    3. Korea Selatan (89.990 poin)​
    4. Uni Emirat Arab (71.653 poin)​
    5. Iran (68.312 poin)​

    Arab Saudi menempati sikap teratas berkat performa impresif klub-klub seperti Al-Hilal, Al-Nassr, juga Al-Ittihad di tempat kompetisi kontinental. Negeri Matahari Terbit juga Korea Selatan juga menunjukkan konsistensi melalui klub-klub seperti Urawa Red Diamonds lalu Jeonbuk Hyundai Motors.

    Peningkatan infrastruktur kemudian kompetisi klub

    Selain pembangunan ekonomi di pemain, peningkatan infrastruktur sepak bola juga menjadi fokus utama. FIFA, melalui kegiatan Forward, sudah pernah menyokong pengembangan infrastruktur di tempat seluruh Asia, termasuk perkembangan 112 lapangan baru lalu peluncuran 31 liga domestik. Inisiatif ini memberikan tambahan dari 18.000 pemain wanita dan juga 98.000 pemain pria kesempatan untuk berkompetisi lalu berprogres di lingkungan yang dimaksud lebih banyak profesional. ​

    Lebih lanjut, FIFA Club World Cup 2025 yang dimaksud akan diadakan pada Amerika Serikat diharapkan menjadi era baru bagi sepak bola klub, dengan partisipasi empat klub Asia: Ulsan HD (Korea Selatan), Urawa Red Diamonds (Jepang), Al Hilal SFC (Arab Saudi), dan juga Al Ain FC (Uni Emirat Arab). Kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan inklusivitas lalu solidaritas di sepak bola klub global. ​

    Kolaborasi regional dan juga pengembangan sumber daya manusia

    Kolaborasi antara FIFA serta negara-negara ASEAN juga menunjukkan komitmen untuk mentransformasi sepak bola di area kawasan tersebut. Dengan pengaktifan kantor FIFA di dalam Ibukota pada November 2023, disertai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan ASEAN, diharapkan sinergi antara pemangku kepentingan sepak bola di dalam Asia Tenggara dapat ditingkatkan. Langkah ini mencakup workshop kemudian inisiatif yang dimaksud berfokus pada tata kelola keuangan lalu pengembangan kapasitas. ​

    Selain itu, acara FIFA Football Executive Programme yang digunakan diselenggarakan di tempat Ibukota Indonesia pada Mei 2024 melibatkan perwakilan dari 29 asosiasi anggota FIFA pada Asia lalu Oseania. Proyek ini bertujuan untuk membekali para eksekutif sepak bola dengan pengetahuan serta keterampilan pada pengelolaan organisasi sepak bola, termasuk perencanaan anggaran, pengadaan, serta manajemen krisis.

    Fokus pada pengembangan usia dini kemudian manajemen olahraga

    Di tingkat nasional, beberapa negara Asia sudah pernah menjalin kerja identik internasional untuk meningkatkan kualitas sepak bola mereka. Di Indonesia sendiri, Kementerian Pemuda dan juga Olahraga (Kemenpora) bekerja identik dengan La Kejuaraan Asia untuk mengembangkan pembinaan usia dini serta manajemen olahraga.

    Menteri Pemuda serta Olahraga, Dito Ariotedjo, menekankan pentingnya pembinaan sepak bola dari tingkat akar rumput kemudian berharap sinergi ini dapat meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

    Tantangan lalu prospek ke depan

    Meskipun terdapat kemajuan signifikan, tantangan masih ada. Dominasi tradisional Eropa kemudian Amerika Selatan di sepak bola dunia bukanlah sesuatu yang dimaksud mudah untuk diatasi. Namun, dengan penanaman modal yang mana berkelanjutan di infrastruktur, pengembangan pemain muda, peningkatan standar liga domestik, kemudian kolaborasi regional yang digunakan erat, Asia memiliki peluang untuk mempersempit kesenjangan tersebut.​

    Inisiatif seperti peningkatan jumlah total slot untuk kelompok Asia di tempat Piala Global FIFA dari empat menjadi delapan regu juga memberikan potensi lebih banyak besar bagi negara-negara Asia untuk berkompetisi pada level tertinggi. Hal ini diharapkan dapat menggerakkan penanaman modal lebih tinggi lanjut lalu meningkatkan standar sepak bola pada seluruh benua. ​

    Secara keseluruhan, sepak bola Asia berada di dalam jalur yang digunakan tepat menuju perubahan yang signifikan. Melalui komitmen dari berbagai pemangku kepentingan dan juga dukungan dari organisasi internasional seperti FIFA, masa depan sepak bola Asia tampak cerah. Namun, perjalanan menuju tingkat kompetitif yang setara dengan Eropa serta Amerika Selatan memerlukan upaya berkelanjutan, strategi yang dimaksud tepat, lalu dedikasi dari semua pihak yang terlibat.

  • Pemanah Indonesia uji coba ke Amerika Serikat meskipun dana pelatnas belum cair

    Pemanah Indonesia uji coba ke Amerika Serikat meskipun dana pelatnas belum cair

    Ligapedia.news Pemberangkatan pakai dana PB Perpani. Namun nantinya akan diganti dari APBN (Anggaran Pendapatan kemudian Belanja Negara), sebab programmnya sudah ada disetujui

    Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) menunjukkan komitmennya dengan masih memberangkatkan delapan atlet terbaik ke Amerika Serikat untuk mengikuti seri perdana Piala Bumi Panahan 2025, meskipun dana pemusatan latihan nasional (pelatnas) dari pemerintah belum juga cair.

    Seri pembuka Archery World Cup 2025 dijadwalkan berlangsung dalam Auburndale, Florida, pada 8–13 April 2025. Indonesia mengirimkan atlet terbaik dari nomor recurve juga compound untuk bersaing di area turnamen bergengsi tersebut.

    "Pemberangkatan pakai dana PB Perpani. Namun nantinya akan diganti dari APBN (Anggaran Pendapatan lalu Belanja Negara), dikarenakan programmnya telah disetujui," kata Sekretaris Jenderal PB Perpani Irawadi Hanafi untuk ANTARA, Sabtu.

    Ia juga mengumumkan pihaknya masih mengantisipasi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Pemuda lalu Olahraga (Kemenpora). "Belum tahu," kata Irawadi Hanafi ketika ditanyai terkait kapan penandatangan PKS dilaksanakan.

    Meski demikian, kondisi yang disebutkan tidak jadi penghalang bagi Indonesia untuk terus berkiprah pada panggung panahan dunia.

    Adapun delapan atlet yang mana bertolak ke Amerika Serikat merupakan yang terbaik dari recurve serta compound. Mereka adalah Riau Ega Agata Salsabila, Ahmad Khoirul Baasith, Alvianto Bagas Prastyadi, Gusti Fazli Kertinegoro, Diananda Choirunisa, Syifa Nurfifah Kamal, Ayu Mereta Dyasari, kemudian Fathya Erista Maharan.

    Para atlet didampingi ahli Kyung Chul Lee, Hendra Setiawan, Rizki Ferdiansyah, juga ofisial Abdul Razak.

    Piala Global Panahan 2025 akan dijalankan pada empat seri sebelum mencapai fase final. Setelah Florida, seri kedua akan berlangsung di tempat Shanghai, China (6–11 Mei), kemudian Antalya, Turki (3–8 Juni), dan juga Madrid, Spanyol (8–13 Juli). Final akan dilakukan di tempat Nanjing, China, pada 17–19 Oktober, menampilkan delapan pemanah terbaik dari setiap kategori.

    Setiap tahunnya, Indonesia rutin mengikuti turnamen tersebut. Tahun lalu, rangkaian Piala Planet Panahan berlangsung tiga seri dan juga final.

    Pada seri pembuka di area Shanghai, prestasi terbaik skuad Merah Putih adalah mencapai semifinal pasukan recurve putri (peringkat 4 eliminasi). Kemudian seri berikutnya di tempat Yecheon, Korea Selatan mencapai semifinal regu recurve putri (peringkat 4 eliminasi) serta perempat final recurve perseorangan putri berhadapan dengan nama Rezza Octavia.

    Pada seri ketiga Piala Planet Panahan 2024 pada Turki, penampilan regu recurve putri yang mana terdiri dari Diananda Choirunisa, Syifa Nurafifah Kamal, lalu Rezza Octavia sukses mengamankan tiket Olimpiade Paris 2024.

  • Erick Thohir: Mimpi Timnas Indonesia Melewati Piala Planet Bukan Hiperbola

    Erick Thohir: Mimpi Timnas Indonesia Melewati Piala Planet Bukan Hiperbola

    Ligapedianews.com JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa target Timnas Indonesia lolos ke Piala Planet bukanlah sekadar impian kosong. Dalam rapat kerja sama-sama Komisi X DPR RI dalam Senayan, Rabu (5/3/2025), Erick mengumumkan bahwa rencana besar PSSI hingga 2045 disusun secara realistis serta bertahap.

    “Maaf, kami dari PSSI bukan bermaksud melakukan sebuah mimpi yang digunakan hiperbola, tetapi ini sesuatu yang tersebut nyata ada dalam depan mata kita,” ujar Erick.

    Dalam pemaparannya, Erick menjelaskan bahwa PSSI miliki tiga fase strategis hingga tahun 2045, yakni: Pengembangunan (short term), Kestabilan (mid term), kemudian Golden Era (long term).

    Salah satu target jangka panjang PSSI adalah menghadirkan Timnas Indonesia senior ke peringkat ke-45 dunia pada tahun 2045. Selain itu, PSSI juga mencanangkan jadwal ambisius dalam berbagai kategori umur:

    Timnas U17: Diterima ke Piala Global U17 2031
    Timnas U20: Melewati ke Piala Bumi U20 2033
    Timnas Senior: Diterima ke Olimpiade 2036 dan juga Piala Global 2038
    Timnas U17 Putri: Berhasil ke Piala Planet U17 2030
    Timnas U20 Putri: Diterima ke Piala Bumi U20 2032
    Timnas Senior Putri: Diterima ke Piala Planet 2035 kemudian Olimpiade 2031

    Meski PSSI miliki peta jalan hingga 2045, target jangka pendek yang digunakan menjadi fokus utama pada waktu ini adalah menghadirkan Timnas Indonesia senior ke Piala Bumi 2026.

    Saat ini, Skuad Garuda yang dimaksud dilatih Patrick Kluivert berada dalam berjuang pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Planet 2026 zona Asia. Indonesia berada pada peringkat ketiga Grup C, di area bawah Negeri Matahari Terbit lalu Australia.

    Dua laga krusial akan menentukan nasib Timnas bulan ini, yakni:

    Australia vs Indonesia (20 Maret, tandang)
    Indonesia vs Bahrain (25 Maret, kandang)

    Jika mampu finis dalam dua besar grup, Indonesia akan lolos otomatis ke Piala Global 2026 yang mana akan dijalankan dalam Amerika Serikat, Kanada, lalu Meksiko. Namun, jikalau berada di area sikap tiga atau empat, masih ada prospek melalui putaran keempat kualifikasi zona Asia.