Tag: Persebaya

  • Bhayangkara ditahan imbang Persebaya 1-1

    Bhayangkara ditahan imbang Persebaya 1-1

    Bandarlampung – Kesebelasan Bhayangkara Presisi Lampung FC ditahan imbang 1-1 oleh tamunya Persebaya Surabaya pada markas sendiri pada pertandingan pertama Super League 2026/2027.

    Pada pertandingan yang digunakan berlangsung ke Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, pada Bandarlampung, Sabtu, tim tamu Persebaya sempat mengejutkan tuan rumah pada menit 13 melalui gol Yann Mabella.

    Penyerang Persebaya Yann Mabella berhasil mencetak gol pasca memanfaatkan umpan lambung dari sedang lapangan yang dimaksud kemudian melintasi kiper Bhayangkara Awan Seto sehingga merubah papan skor berubah menjadi 0-1.

    Tertinggal 0-1, Bhayangkara mencoba mencari gol untuk menyamakan kedudukan. Namun hingga peluit fase pertama berbunyi keunggulan 0-1 Persebaya tiada berubah.

    Memasuki sesi kedua, Bhayangkara memasukkan beberapa pemain guna menambah daya gedor serangan demi menyamakan kedudukan bahkan mengambil tiga poin pada pertandingan pertama mereka.

    Bhayangkara yang digunakan menguasai jalannya pertandingan pada sesi kedua sebenarnya memiliki beberapa jumlah potensi emas namun gagal dikonversi berubah jadi gol.

    Gol yang mana ditunggu-tunggu pun datang pada menit 59. Allano yang tersebut masuk pada putaran kedua berhasil menanduk bola setelahnya memanfaatkan umpan silang dari Sidibe.

    Mampu menyamakan kedudukan 1-1, Bhayangkara terus memburu gol kedua guna mengamankan tiga poin pertama, namun pertahanan Persebaya yang digunakan solid mampu menahan gempuran dari tuan rumah. Hingga peluit akhir kedudukan 1-1 Bhayangkara berperang melawan Persebaya tak berubah.

    Hasil imbang ini menempatkan kedua grup pada sikap ke-6 klasemen sementara Super League 2026/2027.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Bernardo Tavares soroti aspek angin di laga Persebaya vs Bhayangkara

    Bernardo Tavares soroti aspek angin di laga Persebaya vs Bhayangkara

    DKI Jakarta – Manajer kepala Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menyoroti faktor angin di laga pekan pertama timnya pada BRI Super League 2026/27 ketika menghadapi tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu.

    Pada laga ini, Persebaya sebagai tim tamu unggul lebih lanjut dulu melalui gol Yann Mabella pada menit ke-13. Bhayangkara kemudian membalas gol Persebaya pada menit ke-60 lewat gol Allano Lima.

    “Saya pikir ini adalah pertandingan yang tersebut sulit. Faktor angin terkadang menimbulkan kami melakukan beberapa kesalahan umpan dikarenakan cuaca, begitu juga bagi tim lawan," kata Tavares, dikutipkan dari laman resmi I.League, Minggu.

    Tavares mengemukakan Persebaya sebenarnya miliki sebagian kesempatan untuk memperbesar keunggulan. Namun, buruknya penyelesaian akhir serta tindakan pada momen-momen penting menyebabkan timnya gagal mencetak gol tambahan.

    Kendati demikian, Tavares juga mengakui bahwa laga tandang menghadapi Bhayangkara setiap saat menjadi laga yang tersebut sulit. Adapun pada musim lalu, timnya juga semata-mata sanggup bermain imbang dengan skor 1-1 berhadapan dengan Bhayangkara dalam kandangnya.

    “Tidak mudah-mudahan bermain di sini, kami telah tahu itu. Musim kemudian saya pikir cuma Persib yang mana menang pada sini. Menurut saya, Bhayangkara FC memiliki grup yang dimaksud bagus, pemain yang sangat bagus, lalu contohnya adalah Allano yang mencetak gol setelahnya masuk dari bangku cadangan," tutur instruktur jika Portugal itu.

    Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi untuk Bonek kemudian Bonita yang mana datang secara langsung ke Lampung untuk memberikan dukungan terhadap grup berjuluk Bajul Ijo tersebut.

    Ia berharap merekan semua dapat memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo ketika Persebaya menjamu PSIM Yogyakarta pada laga pekan kedua Super League yang mana berlangsung pada 13 September.

    “Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk para suporter kami yang dimaksud hadir pada di tempat ini untuk membantu para pemain, dan juga saya berharap di dalam pertandingan rumah berikutnya di dalam GBT, dia bisa jadi hadir untuk mengupayakan pasukan kami,” ucap Bernardo.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Deretan jadwal Persebaya Surabaya dalam bulan September 2025

    Deretan jadwal Persebaya Surabaya dalam bulan September 2025

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Persebaya Surabaya akan menghadapi deretan laga krusial di area BRI Super League September ini.

    Tim bajul ijo akan memulai langkahnya dengan melawat ke Bandung untuk menghadapi sang juara bertahan Persib Bandung pada 12 September mendatang. Selanjutnya anak asuh Eduardo Perez yang dimaksud akan memainkan laga kandang di area Stadion Gelora Bung Tomo pada 19 September, lalu akan kembali melakoni laga tandang menghadapi Dewa United pada 26 September.

    Jika mampu mendapatkan hasil positif baik dalam laga kandang maupun tandang, Persebaya berpotensi naik di area klasemen juga menarik perhatian sebagai kandidat juara. Para Bonek Mania tentunya menantikan sinyal kebangkitan dari regu kesayangannya di tempat musim ini.

    Sejauh ini Persebaya Surabaya bertengger pada kedudukan 5 klasemen sementara dengan torehan 6 poin dari tiga laga. Dari tiga laga tersebut, kelompok bajul ijo berhasil mengungguli dua laga, juga satu laga menderita kekalahan pada laga perdana melawan pasukan penawaran PSIM Yogyakarta dengan skor satu-nol di dalam kandang sendiri.

    Berikut jadwal Persebaya Surabaya di tempat BRI Super League 2025/2026 bulan September.

    • 12/09: Persib Bandung vs Persebaya – 15.30 Waktu Indonesia Barat – Gelora Bandung Lautan Api
    • 19/09: Persebaya vs Semen Padang – 19.00 Waktu Indonesia Barat – Gelora Bung Tomo
    • 26/09: Dewa United vs Persebaya – 19.00 Waktu Indonesia Barat – Banten Int'l Stadium

    Sebelumnya, laga Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar di tempat pekan keempat BRI Super League terpaksa ditunda dikarenakan kondisi keamanan yang tiada kondusif pasca kerusuhan demonstrasi yang mana terjadi di tempat kantor DPRD Perkotaan Makassar, Hari Jumat (29/8) malam.

    Penundaan ini diberitahukan secara resmi melalui akun media sosial X PSM_Makassar mengacu pada regulasi liga yang mana tertuang pada Surat ILeague Nomor 1277/LI-COR/VIII/2025 yang ditandatangani Direktur Utama PT Turnamen Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pelatih PSIM: Nermin Haljeta adalah orang pertama di dalam lini pertahanan

    Pelatih PSIM: Nermin Haljeta adalah orang pertama di dalam lini pertahanan

    Saya sangat puas dengan penampilan Nermin. Dia bertahan dengan penuh energi

    Jakarta – Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel memuji penampilan strikernya Nermin Haljeta pada laga perdana BRI Super League 2025/2026 pada waktu mengalahkan tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor satu gol tanpa balas di tempat Stadion Gelora Bung Tomo, hari terakhir pekan (8/8).

    Haljeta memang benar tak mencetak gol di laga itu, namun Van Gastel tetap saja memujinya sebab striker selama Slovenia itu terlibat bergerak untuk membantu timnya ketika bertahan.

    “Saya sangat puas dengan penampilan Nermin. Dia bertahan dengan penuh energi. Dia sedikit kurang beruntung di area sesi pertama di penguasaan bola. Namun di area sesi kedua, beliau terpencil lebih tinggi baik,” kata Van Gastel pada jumpa pers pasca pertandingan, Jumat.

    “Namun yang mana terpenting, yang mana kami butuhkan adalah bertahan dengan 11 pemain. Dan saya pikir Nermin adalah pemain pertama di dalam lini pertahanan kami,” katanya menambahkan.

    Haljeta adalah pemain asing yang tersebut didatangkan PSIM dari PSM Makassar. Pada musim lalu, di dalam PSM, striker berusia 28 tahun itu mengemas 16 gol dan juga dua assists di area semua kompetisi, dengan 12 gol pada antaranya terjadi pada Kejuaraan 1.

    Jika Haljeta adalah orang pertama di dalam lini pertahanan, Van Gastel menyatakan Cahya Supriadi sebagai kiper adalah orang paling pertama untuk lini serang.

    “Begitu pun halnya seseorang kiper yang mana merupakan penyerang paling pertama (dalam tim). Nermin adalah contoh bagaimana kami harus bermain, lalu ia memberikan begitu banyak energi,” kata ahli dengan syarat Belanda tersebut.

    Selain akibat etos kerjanya, Haljeta dipilih Van Gastel dibandingkan Rafinha yang tersebut musim lalu menjadi top skor Laskar Mataram dalam Kejuaraan 2 dengan 20 gol, adalah sebab postur tubuhnya mempunyai tinggi 1,95 meter.

    “Jadi bagi saya, itulah alasan beliau bermain, dan juga yang mana kedua, kami punya berbagai pemain bertubuh kecil. Jadi kami juga butuh sundulan ketika bertahan di dalam situasi bola mati, lalu saya sangat mengapresiasi penampilan Nermin,” tambah dia.

    Adapun kemenangan PSIM lahir berkat sundulan Ezequiel Vidal pada menit-menit akhir. Tiga poin ini untuk sementara menghadirkan PSIM ada di dalam sikap kedua klasemen sementara dengan tiga poin.

    Pada laga kedua, PSIM akan bermain di dalam kandang pada waktu merekan menjamu Arema FC pada Hari Sabtu (16/8) pukul 15.30 WIB. Setelah kemenangan pada laga perdana, Van Gastel cukup percaya diri dapat menghadirkan timnya bersaing di area lima besar.

    “Seperti yang digunakan sudah ada saya bilang, ini juga musim pertama saya dalam Turnamen 1. Saya tidak ada menyangka atmosfer sehebat ini. Tapi kami bermain bagus. Saya harap kami sanggup masuk lima besar. Saya harap begitu, juga kami yakin,” kata mantan asisten Giovanni van Bronckhorst tersebut.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di area situs web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • PSIM Yogyakarta ukir kemenangan perdana pada BRI Super League

    PSIM Yogyakarta ukir kemenangan perdana pada BRI Super League

    ligapedianews.com Surabaya – PSIM Yogyakarta mengawali kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan mengukir kemenangan perdana BRI Super League 2025/2026, usai menundukkan tuan rumah Persebaya Surabaya satu gol tanpa balas di dalam Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Hari Jumat malam.

    Pelatih PSIM Yogyakarta Jacobus Johannes Martinus Paulus Van Gastel mengaku kemenangan yang disebutkan menjadi sinyal kebangkitan klub berjulukan Laskar Mataram pasca 18 tahun absen dari kompetisi kasta tertinggi.

    "Ini standar keunggulan kemudian kami akan melanjutkan dalam pertandingan berikutnya,” kata Van Gastel pada waktu konferensi pers setelahnya pertandingan di area Stadion GBT Surabaya, Hari Jumat (8/8) malam.

    Menurut Van Gastel, timnya tampil solid walau pertandingan berjalan ketat di area kedua sisi juga ia berterima kasih dikarenakan berkat gol di area akhir pertandingan menjadi penentu kemenangan serta membuatnya makin senang bisa saja menang di dalam laga pekan perdana.

    Debut di area Indonesia juga menjadi pengalaman tersendiri bagi ahli dengan syarat Belanda itu kemudian menilai memberikan energi tambahan bagi tim.

    "Atmosfernya mengingatkan saya pada pada waktu di area Belanda, para penggemar di area di tempat ini sangat antusias juga itu menciptakan saya bersemangat,” ujarnya.

    Van Gastel juga menekankan pentingnya peningkatan standar permainan pasca pemasaran dari Kompetisi 2.

    Menurutnya, intensitas di tempat Kejuaraan Utama lebih lanjut tinggi sehingga seluruh pemain harus menyesuaikan diri.

    “Jika kami bermain dalam bawah standar, kami akan kalah dan juga itu sangat bukan nyaman,” tuturnya.

    Van Gastel juga menegaskan bahwa kemenangan dalam Surabaya menjadi pernyataan bagi kelompok lain bahwa PSIM tidak sekadar pasukan promosi.

    Ia bahkan berharap agar timnya bisa saja masuk lima besar di tempat kompetisi BRI Super League 2025/2026.

    “Kami bukanlah pasukan yang mana hanya saja datang untuk bertahan, kami ingin bersaing di area papan atas. Saya berharap kami mampu masuk lima besar,” ujarnya.

    Sementara itu, pemain PSIM Yusaku Yamadera mengakui laga pembuka musim tak mudah bagi timnya.

    Bahkan, kata dia, persiapan pramusim yang digunakan singkat menjadi tantangan, namun kerja mirip kemudian komunikasi yang mana baik antar pemain menjadi kunci kemenangan.

    “Kami bekerja keras kemudian saling berkomunikasi, itulah kuncinya,” katanya.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam situs web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • PSIM berharap bawa pulang tiga poin pada laga pembuka lawan Persebaya

    PSIM berharap bawa pulang tiga poin pada laga pembuka lawan Persebaya

    https://ligapedianews.com/ DKI Jakarta – Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel berharap timnya mengakibatkan pulang tiga poin pada laga pembuka Super League melawan Persebaya Surabaya dalam Stadion Gelora bung Tomo, Hari Jumat (8/8) pukul 19.00 WIB.

    Hal ini dikatakan pembimbing dengan syarat Belanda itu pasca timnya melakoni laga uji coba terakhir melawan PS Barito Putera yang mana dijalankan secara tertutup di tempat Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul pada Jumat.

    “Tentu saja, saya berharap kami menang,” kata Van Gastel, dikutipkan dari laman resmi klub, Sabtu.

    Meski berharap menang, Van Gastel juga menyadari pada laga nanti akan berjalan sulit bagi Laskar Mataram. “Tetapi, ini akan menjadi pertandingan yang tersebut sulit bagi kami di pertandingan pertama dalam liga. Saya bukan sabar, saya menyukai atmosfernya,” ungkap Van Gastel.

    Mantan asisten ahli Giovanni van Bronckhorst itu lalu mengungkapkan tujuan utama laga uji coba melawan Barito adalah untuk meratakan menit bermain bagi seluruh pemain dan juga tentunya menajamkan skema permainan.

    “Tujuan kita bermain di dalam laga uji coba ini adalah untuk menyamakan menit bermain,” kata dia.

    “Pemain yang tersebut dirasa kurang lalu kemarin-kemarin belum mendapatkan jatah bermain, kami utamakan main hari ini,” tambah Van Gastel.

    Saat disinggung mengenai komposisi pemain, instruktur 53 tahun itu kembali menegaskan bahwa tak ada istilah pasukan inti atau cadangan. Sama seperti uji coba melawan PSIS Semarang sebelumnya, ia memberikan kesempatan yang sejenis terhadap setiap pemain untuk menunjukkan performa terbaik.

    Menurutnya, performa setiap pemain akan terus dipantau untuk menentukan susunan pemain terbaik di tempat laga perdana liga. “Jadi, saya tiada akan menyatakan bahwa para pemain yang digunakan bermain pada laga uji coba melawan Barito adalah para pemain pengganti,” tegas dia.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di tempat situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.