Tag: Pep Guardiola

  • Misi Mustahil Guardiola kemudian Rekor Tidak Baik Manchester City di area Anfield

    Misi Mustahil Guardiola kemudian Rekor Tidak Baik Manchester City di area Anfield

    Ligapedianews.com – Pep Guardiola menyadari bahwa Liverpool akan memasuki pertandingan dengan penuh percaya diri dan juga dianggap sebagai favorit untuk meraih kemenangan laga melawan Manchester City di tempat Anfield, Mingguan (1/12/2024) di malam hari WIB. Namun pembimbing The Citizens tak terpengaruh dengan statistik tersebut.

    “Tidak ada yang mengubah pekerjaan saya, tentu cuma kami tidak favorit. Sekarang kami tidaklah membaik di pertandingan terakhir, khususnya untuk yang digunakan lain, tetapi bukanlah itu intinya. Kami harus tampil, membaca apa yang mana harus Anda lakukan juga kita akan lihat apa yang dimaksud akan terjadi,” ungkap Guardiola.

    Saat ini Man City berada di dalam peringkat keempat dengan nilai 23 poin. Mereka tertinggal delapan bilangan dari Liverpool, yang sekarang menduduki sikap teratas di area klasemen sementara Kompetisi Inggris 2024/2025.

    Jika Man City kalah, maka pasukan besutan Guardiola akan segera tertinggal 11 poin dari Liverpool setelahnya 13 pertandingan dalam Kompetisi Inggris. Dalam 32 musim Turnamen Inggris, semata-mata tiga pasukan yang dimaksud mampu bangkit dari ketertinggalan 11 poin atau lebih besar untuk mengungguli gelar.

    Man City tentunya tidak kelompok yang dimaksud mampu mengukir sejarah itu. Mereka justru tak pernah berhasil meraih kemenangan peringkat pasca tertinggal lebih banyak dari 10 poin.

    Namun masih ada harapan bagi Man City jikalau mereka mampu mengalahkan Liverpool di tempat Anfield. Apalagi The Citizens punya sejarah yang digunakan bagus pada waktu mengejar defisit 8-10 poin untuk meraih kemenangan gelar kejuaraan Kompetisi Inggris sebanyak enam kali (semuanya terjadi di tempat akhir musim).

    Dalam empat dari enam musim terakhir dalam Kompetisi Inggris, Guardiola mampu membalikkan selisih delapan poin atau lebih. Tapi sekarang situasinya berbeda.

    Man City sedang terpuruk dan juga Liverpool punya catatan pertemuan yang tersebut mengesankan selama berhadapan dengan The Citizens. Ya, The Reds sudah pernah mengungguli 21 dari 54 konferensi sebelumnya, dengan 21 kali seri kemudian 12 kali kalah.

    Di Anfield, Liverpool telah dilakukan menang 17 kali, seri delapan kali, serta hanya sekali kalah dua kali pada waktu menjamu Man City. Satu pemain yang harus diwaspadai adalah Mohamed Salah.

    Mo Salah telah terjadi tampil tambahan sejumlah untuk klub melawan Man City kemudian telah lama mencetak 11 gol melawan The Citizens di area Anfield. Musim ini, beliau telah dilakukan mencetak enam gol dari lima pertandingan terakhir Liverpool pada Turnamen Inggris.

  • Gestur Tangan Pep Guardiola Mendunia usai Diledek Penggemar Liverpool

    Gestur Tangan Pep Guardiola Mendunia usai Diledek Penggemar Liverpool

    Ligapedianews.com – Gestur tangan Pep Guardiola menghebohkan dunia. Ini adalah terjadi setelahnya Manchester City menelan kekalahan 0-2 dari Liverpool di area Anfield, Awal Minggu (2/12/2024) dini hari WIB.

    Kemenangan Liverpool ditentukan melalui gol yang mana dicetak Cody Gakpo (12′) dan juga Mohamed Salah (pen 78′). Hal ini merupakan kekalahan keenam Man City di tujuh pertandingan.

    Saat wasit meniupkan peluit panjang, tanda berakhirnya pertandingan, Guardiola mendapat perlakuan yang tersebut kurang menyenangkan dari penggemar tuan rumah. Penggemar Liverpool meneriakkan Guardiola dengan kata-kata: “Anda akan dipecat besok pagi.”

    Menariknya, Guardiola tak tinggal diam begitu saja. Dengan santai, ia mengacungkan gestur lima jari (tangan kiri) serta satu jari (tangan kanan) ke arah penonton Liverpool. Itu merupakan jumlah keseluruhan trofi (2017/2018, 2018/2019, 2020/2021, 2021/2022, 2022/2023, 2023/2024) yang diraihnya selama menangani Man City.

    “Mereka ingin mengakhiri saya. Saya berharap merekan lebih lanjut baik. Mengapa merek tiada melakukannya pada waktu skor 0-1? Mengapa mereka tidak ada melakukannya musim lalu ketika kami mengungguli Turnamen Primer? Mengapa merekan ingin mengakhiri saya sekarang?” tegas Guardiola.


    Hasil ini semakin menjauhkan sikap Liverpool pada puncak klasemen Kompetisi Inggris 2024/2025. Saat ini The Reds sudah ada mengoleksi 34 poin atau unggul 11 bilangan dari Man City, yang dimaksud menempati peringkat kelima.

    Dalam 32 musim Turnamen Inggris, hanya saja tiga regu yang digunakan mampu bangkit dari ketertinggalan 11 poin atau lebih tinggi untuk mengungguli gelar. Man City tentunya tidak kelompok yang digunakan mampu mengukir sejarah itu. Mereka justru bukan pernah berhasil mengungguli penghargaan pasca tertinggal lebih lanjut dari 10 poin.

  • Tagar #PepOut Menggema! Akhir Era Guardiola dalam Man City?

    Tagar #PepOut Menggema! Akhir Era Guardiola dalam Man City?

    Tagar #PepOut menggema di dalam media sosial. Seruan ini muncul setelahnya Manchester City menelan empat kekalahan beruntun dalam semua kompetisi untuk pertama kalinya.

    Kekalahan terbaru terjadi pada waktu Man City dipermalukan Brighton & Hove Albion dengan skor 1-2 pada Stadion American Express, Hari Minggu (10/11/2024). Tim tamu sebenarnya sempat unggul lebih besar dulu melalui gol yang dicetak Erling Haaland di dalam menit 23.

    Namun 12 menit sebelum pertandingan usai, Brighton comeback melalui gol yang digunakan disumbangkan Joao Pedro (78′) kemudian Matt O’Rilley (83′). Kekalahan ini menyebabkan Man City semakin sangat untuk mengejar kedudukan Liverpool.

    Saat ini Man City menempati tempat kedua dengan nilai 23 poin atau tertinggal lima bilangan dari penguasa klasemen sementara Kompetisi Inggris, Liverpool.

    Man City diketahui belum pernah kalah empat kali secara beruntun dalam semua kompetisi sejak 2006, dua tahun sebelum pengambilalihan klub oleh Abu Dhabi kemudian 10 tahun sebelum kedatangan Guardiola yang dimaksud mengubah permainan di area sisi biru The Citizens. Adapun Guardiola, yang mana dianggap sebagai ahli terbaik dunia, tak pernah kalah pada empat pertandingan berturut-turut selama menjadi instruktur sejak 2007.

    Satu-satunya rapor merah Guardiola terjadi ketika menangani Bayern Muenchen. Saat itu, ia gagal mengakibatkan FC Hollywood mengemas kemenangan di tiga laga, yakni dua pertandingan di tempat Bundesliga kemudian satu dalam Turnamen Champions.

    Disinggung apakah ini akhir dari era Guardiola dalam Man City? “Itu yang mana diinginkan orang-orang, bukan?. Itu normal, kami menang banyak. Saya belaka ingin seluruh skuad siap,” jelas Guardiola.

    Pernyataan Guardiola itu merujuk dari beberapa pemain yang mana absen. Tercatat, ada enam pemain andalan yang dimaksud harus menepi lantaran cedera.