Tag: Pembangunan desa

  • Kemendes gandeng BRI perluas pemberdayaan komunitas desa

    Kemendes gandeng BRI perluas pemberdayaan komunitas desa

    Ibukota Indonesia – Kementerian Desa lalu Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggandeng Bank Rakyat Negara Indonesia (BRI) untuk memperluas akses dan juga implementasi kebijakan pemerintah, khususnya pemberdayaan komunitas desa.

    Menurut Menteri Desa juga Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, melalui jaringannya yang dimaksud luas Bank BRI dapat menguatkan inisiatif strategis pemerintah sebagai penyalur utama bantuan sosial, KUR, maupun pembiayaan BUMDes serta UMKM hingga menjangkau ke pelosok desa.

    "AstaCita ke-6 Presiden Prabowo ini bukan mungkin saja dilaksanakan oleh Kemendes sendiri juga kalau mau mendirikan desa, semuanya ini wajib manajerial, diantaranya kesulitan finansial. Maka kolaborasi dengan Bank BRI ini bagi kami sangatlah strategis," kata Mendes Yandri di audiensi dengan Bank BRI pada Jakarta, dikutipkan Selasa.

    Lebih lanjut Mendes Yandri juga menyampaikan bahwa melalui sinergi itu Bank BRI berubah jadi fondasi penting pada mewujudkan sektor ekonomi nasional yang dimaksud inklusif, berkeadilan, lalu merata bagi seluruh rakyat ke tingkat desa.

    Selain itu, kata dia, Bank BRI secara konsisten berpartisipasi pada pembiayaan proyek-proyek infrastruktur besar yang mana dicanangkan pemerintah, seperti penyelenggaraan jalan tol ataupun pembangkit listrik untuk menyokong peningkatan ekonomi jangka panjang.

    "Sebagai Bank Himbara yang mana usianya tambahan dari seratus tahun, tentu kiprahnya sangat teruji, relasi juga jaringannya paling luas. Maka harus bagi kami menjalin kerja sebanding yang tersebut lebih, " ucap Mendes.

    Sementara itu Direktur Utama (Dirut) Bank BRI Hery Gunardy menjelaskan sejauh ini pihaknya terus melakukan pendampingan bagi desa. Salah satunya bagi inisiatif inkubasi desa yang digunakan fokus pada pengembangan peluang lokal, pelatihan, kemudian penguatan biosfer digital desa.

    Hal itu,lanjutnya, direalisasikan semata-mata untuk memperkuat kegiatan strategis pemerintah demi menciptakan nilai perekonomian berkelanjutan. Di samping itu pihaknya juga terus memperluas akses layanan keuangan ke desa melalui jaringan agen yang digunakan menjangkau tambahan dari 80 persen desa ke Indonesia.

    "Sejauh ini kami telah terjadi melakukan perluasan inklusi dan juga akses layanan melalui infrastruktur jaringan konvensional, hibrid, serta digital, salah satunya berubah jadi penyedia barang layanan yang dimaksud lengkap dan juga komprehensif sesuai permintaan pengguna mikro, satu di antaranya BUMDes," kata dia.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Gubernur Lampung sebut empat desa jadi percontohan Proyek Desaku Maju

    Gubernur Lampung sebut empat desa jadi percontohan Proyek Desaku Maju

    ligapedianews.com Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa ada empat desa di area Provinsi Lampung yang akan menjadi percontohan Inisiatif Desaku Maju.

    "Hari ini kami berada dalam melakukan intervensi berbagai acara provinsi ke desa-desa, gunanya untuk meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi serta sumber daya manusia pada desa melalui Inisiatif Desaku Maju," ujar Rahmat Mirzani Djausal ketika meresmikan Desa Wonomarto pada percontohan acara Desa Maju Lampung Utara, pada waktu dipantau pada Bandarlampung, Selasa.

    Ia mengungkapkan di pelaksanaan Rencana Desaku Maju, ada empat desa percontohan yang digunakan nantinya akan di area replikasi juga menjadi mentor bagi desa lain pada meningkatkan pendapatan desa.

    "Empat desa ini akan jadi desa percontohan yang mana akan di area replikasi untuk semua desa di dalam Lampung, agar desa meningkat secara masif. Kami berharap empat desa ini akan melatih desa-desa lainnya kemudian ini dibungkus melalui Inisiatif Desaku Maju, semua telah difasilitasi dengan sarana serta teknologi yang digunakan baik," katanya.

    Dia menjelaskan di pelaksanaan Rencana Desaku Maju, desa dibekali satu mesin pengering komoditas, sarana pembuatan pupuk organik cair, pelatihan vokasi bagi publik desa, penguatan peran BUMDes, juga melakukan perbaikan infrastruktur jalan desa.

    "Empat desa ini ada di area Desa Wonomarto Kota Lampung Utara, Desa Taman Sari Daerah Lampung Timur, Desa Sukadamai Wilayah Lampung Selatan, lalu Desa Tambahrejo Wilayah Pringsewu," ucap dia.

    Ia menggambarkan melalui Rencana Desaku Maju salah satunya di area Desa Wonomarto Wilayah Lampung Utara, dengan peran semua pihak yang digunakan mengambil bagian juga merancang kemajuan desa. APBD Provinsi Lampung yang mana masuk ke desa hanya sekali Rp2 miliar.

    "APBD yang mana masuk ke desa ini hanya saja Rp2 miliar, dimana Rp1 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan, Rp400 jt untuk mesin pengering komoditas. Dan sisanya untuk pelatihan vokasi masyarakat, penguatan BUMDes, pembuatan pupuk organik cair," tambahnya.

    Menurut dia, dari sistem pelayanan rakyat hingga pendataan desa telah berbasis elektronik dan juga semua birokrasi desa telah melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik.

    "Dengan adanya intervensi ini pendapatan desa contohnya dari pengelolaan panen jagung sekadar sudah ada mencapai Rp5 miliar, lantaran ada perbaikan infrastruktur jalan yang sebelumnya biaya transportasi angkut Rp70 per kilogram menjadi Rp30 per kilogram dikarenakan mobil ukuran 5 ton telah sanggup masuk," ujar dia.

    Ia menyatakan dengan adanya hal tersebut, maka ada perniagaan dengan lalu peran berbagai pihak untuk meningkatkan pendapatan di dalam desa.

    "Melalui integrasi acara di dalam desa kami ingin memperlihatkan secara nyata khasiat kegiatan pemerintah untuk masyarakat, kemungkinan besar pada satu hingga dua bulan akan ada peningkatan pendapatan masyarakat. Hal ini akan terus dilaksanakan ke berbagai desa selama lima tahun ini," katanya.