Tag: PBSI

  • Profil Chico Keadaan Dwi Wardoyo yang dimaksud meninggalkan dari Pelatnas PBSI

    Profil Chico Keadaan Dwi Wardoyo yang dimaksud meninggalkan dari Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com Ibukota – Nama Chico Atmosfer Dwi Wardoyo sudah ada tidak ada asing di area kalangan pecinta bulu tangkis Indonesia. Pebulu tangkis tunggal putra kelahiran Jayapura, 15 Juni 1998, ini sudah pernah mencatatkan berbagai prestasi di dalam kancah nasional juga internasional sejak mengawali kariernya sebagai atlet muda di area PB Pemda Papua.

    Chico mulai menunjukkan bakatnya sejak bergabung dengan PB Exist Ibukota pada 2013, sebelum akhirnya masuk pada pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI dalam Cipayung. Di bawah bimbingan pelatih-pelatih nasional, ia terus mengasah kemampuannya lalu berhasil menembus jajaran atlet andalan Indonesia dalam sektor tunggal putra.

    Perjalanan karier internasionalnya cukup menjanjikan. Pada 2016, Chico meraih medali perak dalam Kejuaraan Planet Junior pasca mencapai putaran final. Ia kemudian melanjutkan tren positif yang disebutkan dengan menyabet medali perunggu di dalam Kejuaraan Asia 2022 dan juga meraih peringkat juara dalam Malaya Masters 2022, usai menumbangkan Ng Ka Long dari Hong Kong.

    Namun, performa Chico sempat mengalami penurunan di beberapa kompetisi sepanjang musim 2023 dan juga awal 2025. Dalam Thailand Masters 2025, ia harus tertahan di tempat sesi 16 besar usai dikalahkan oleh perwakilan India, Sankar Muthusamy Subramanian, pada pertandingan tiga gim dengan skor 21-9, 10-21, 17-21. Sebelumnya, pada Indonesia Masters 2025, Chico juga tersingkir dalam sesi pertama setelahnya kalah dari Kenta Nishimoto.

    Pelatih tunggal putra Indonesia, Mulyo Handoyo, menyampaikan evaluasi bahwa Chico belum menunjukkan perkembangan yang dimaksud signifikan walaupun telah lama menjalani pelatnas selama hampir delapan tahun. Ia menilai Chico masih kurang pada variasi strategi serta kerap kesulitan beradaptasi ketika menghadapi lawan yang agresif. Chico sendiri mengakui kelemahan yang disebutkan juga menyatakan komitmennya untuk memperbaiki pola permainan lalu meningkatkan mental bertanding.

    Seiring dinamika pembinaan atlet nasional, kabar mengejutkan datang dari Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta. Pada Kamis (15/5), Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat menyatakan bahwa Chico bersatu pebulutangkis lainnya, Jonatan Christie, memilih mengundurkan diri dari dari pelatnas kemudian akan menjalani kegiatan latihan berbasis klub.

    "Hari ini, Jonatan dan juga Chico menyampaikan niatnya untuk menjalani model latihan berbasis klub di dalam luar Pelatnas. Kami menghargai tindakan yang disebutkan sebagai bagian dari proses profesionalisme atlet," kata Taufik di konferensi pers.

    PBSI menegaskan bahwa langkah yang dimaksud tidak bentuk perpisahan, melainkan bagian dari sistem pembinaan yang dimaksud lebih banyak fleksibel juga adaptif, seperti yang tersebut sudah ada diterapkan dalam beberapa negara besar. Taufik menyatakan bahwa PBSI akan tetap saja memberikan dukungan teknis kemudian masih memanggil Chico dan juga Jonatan untuk membela Merah Putih di ajang-ajang internasional resmi.

    "PBSI adalah rumah besar yang tersebut terbuka. Profesionalisme atlet tak ditentukan oleh tempat berlatih, tetapi oleh komitmen lalu integritasnya," ujar Taufik.

    Selama kariernya, Chico telah lama meraih beberapa prestasi, pada antaranya:

    • Medali perak Kejuaraan Bumi Junior 2016
    • Medali perunggu Kejuaraan Asia 2022
    • Juara Malaya Masters 2022 (Super 500)
    • Juara Taipei Open 2023 (Super 300)
    • Medali emas beregu kemudian medali perak tunggal SEA Games 2023

    Langkah Chico meninggalkan pelatnas menjadi peluang penting pada kariernya. Dengan pengalaman juga semangat baru di dalam luar sistem pelatnas, Chico diharapkan mampu kembali menemukan performa terbaiknya lalu terus mengharumkan nama Indonesia dalam panggung bulu tangkis dunia.

  • Rekam jejak Chico Atmosfer Dwi Wardoyo selama menguatkan Pelatnas PBSI

    Rekam jejak Chico Atmosfer Dwi Wardoyo selama menguatkan Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Nama Chico Keadaan Dwi Wardoyo sudah lama menghiasi dunia bulu tangkis Indonesia sebagai salah satu atlet tunggal putra yang dimaksud menjanjikan. Lahir di tempat Jayapura, Papua, pada 15 Juni 1998, Chico memulai kiprah bulu tangkisnya dari PB Pemda Papua sebelum akhirnya pindah ke PB Exist DKI Jakarta pada 2013 juga bergabung dengan Pelatnas PBSI Cipayung.

    Prestasi internasional pertamanya datang pada 2016 pada waktu Chico meraih medali perak di dalam Kejuaraan Planet Junior dalam Bilbao, Spanyol, usai kalah dari perwakilan China Sun Feixiang. Prestasi itu menandai awal dari perjalanan panjangnya di area level elite dunia.

    Torehan prestasi

    Karier senior Chico mulai menanjak ketika ia berhasil menjuarai kompetisi BWF International Challenge Indonesia International 2018, mengalahkan seniornya Sony Dwi Kuncoro. Ia juga menjadi runner-up di tempat Vietnam International 2019.

    Di level BWF World Tour, Chico mencatatkan data dua penghargaan juara, yakni Tanah Melayu Masters 2022 (Super 500) serta Taipei Open 2023 (Super 300). Di Negara Malaysia Masters, ia mengalahkan duta Hong Kong, Ng Ka Long, dua gim langsung. Sementara pada Taipei Open 2023, Chico menaklukkan Su Li-yang dari Chinese Taipei dengan skor 23-21, 21-15.

    Ia juga dua kali menjadi runner-up, yakni pada Spain Masters 2021 (Super 300) kemudian Indonesia Masters 2023 (Super 500). Di Indonesia Masters, Chico menciptakan final sesama pemain Indonesia dengan Jonatan Christie—pertama kali terjadi sejak 2013.

    Di level perlombaan regional serta multievent, Chico meraih medali perunggu di area Kejuaraan Asia 2022 usai dikalahkan Jonatan Christie. Pada SEA Games 2023 dalam Kamboja, Chico turut mempersembahkan emas bagi kelompok putra Indonesia juga meraih medali perak dari sektor tunggal putra pasca kalah dari Christian Adinata di dalam final.

    Performa merosot dalam tahun 2025

    Memasuki musim 2025, Chico menghadapi tantangan berat. Hasil-hasil kurang memuaskan membayangi kiprahnya di area beberapa kejuaraan awal tahun. Di Indonesia Masters 2025, Chico secara langsung tersingkir pada putaran pertama oleh Kenta Nishimoto. Di Thailand Masters, ia kembali gagal melangkah terpencil setelahnya kalah dari Sankar Muthusamy Subramanian pada sesi 16 besar.

    Performa ini berlanjut di dalam All England 2025, di tempat mana Chico kalah telak dari unggulan pertama dengan syarat China, Shi Yuqi, dengan skor 13-21, 8-21 di area sesi pertama. Nasib sejenis menimpanya di tempat Kejuaraan Asia 2025, setelahnya kembali tersingkir pada sesi pertama usai ditundukkan Loh Kean Yew dari Singapura di dua gim langsung.

    Dari empat pertandingan BWF awal 2025, pencapaian terbaik Chico cuma menembus putaran kedua di area Thailand Masters, sementara tiga lainnya berakhir dalam sesi pertama. Catatan ini memunculkan sorotan dari pasukan ahli Pelatnas PBSI.

    Pelatih tunggal putra Indonesia, Mulyo Handoyo, mengatakan Chico belum menunjukkan kematangan permainan meskipun sudah berada di dalam pelatnas selama tujuh hingga delapan tahun. Ia menilai Chico masih minim variasi strategi serta kurang mampu beradaptasi ketika pertandingan berlangsung.

    Chico pun mengakui kelemahan yang dimaksud dan juga berjanji untuk memperbaiki aspek strategi, fokus, dan juga mentalitas di area lapangan.

    Dalam perkembangan terbaru, Chico bersatu Jonatan Christie memutuskan untuk meninggalkan dari Pelatnas PBSI kemudian berlatih secara mandiri di tempat klub. Keputusan ini disebut sebagai bagian dari metamorfosis sistem pembinaan atlet yang tersebut lebih banyak fleksibel.

    Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa langkah ini bukanlah perpisahan, melainkan bentuk kolaborasi baru yang mana tetap saja menempatkan kepentingan bangsa sebagai prioritas. PBSI akan terus memberikan dukungan teknis dan juga memverifikasi bahwa Chico tetap memperlihatkan menjadi bagian dari kelompok nasional bila dibutuhkan.

    Meski menghadapi masa-masa sulit di dalam awal 2025, rekam jejak Chico Atmosfer Dwi Wardoyo masih menunjukkan dedikasi dan juga kontribusinya bagi bulu tangkis Indonesia. Lewat pendekatan baru dalam luar pelatnas, rakyat berharap Chico dapat kembali menemukan performa terbaiknya lalu terus mengharumkan nama Indonesia dalam kancah dunia.

  • Deretan momen terbaik Jonatan Christie bersatu Pelatnas PBSI

    Deretan momen terbaik Jonatan Christie bersatu Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, resmi mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam Cipayung, Jakarta.

    Keputusan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, di konferensi pers pada Kamis (15/5), yang dimaksud juga menyebutkan bahwa selain Jonatan, Chico Atmosfer Dwi Wardoyo turut mengambil langkah serupa.

    "Hari ini, Jonatan lalu Chico menyampaikan niatnya untuk menjalani model latihan berbasis klub di dalam luar Pelatnas. Kami menghargai tindakan yang dimaksud sebagai bagian dari proses profesionalisme atlet," ujar Taufik.

    Menurut Taufik, langkah keduanya bukanlah bentuk perpisahan, melainkan bentuk kolaborasi yang digunakan sejalan dengan perubahan sistem pembinaan atlet nasional.

    "Ini tidak perpisahan. Ini adalah bentuk kolaborasi. Model seperti ini lazim diterapkan di area negara-negara besar juga sekarang Indonesia juga sedang bergerak menuju sistem pembinaan yang dimaksud lebih lanjut adaptif lalu fleksibel," katanya.

    PBSI masih akan memberikan dukungan serta koordinasi teknis terhadap Jonatan dan juga Chico yang tersebut akan tetap memperlihatkan meningkatkan kekuatan kelompok nasional pada ajang-ajang internasional resmi. Jonatan sendiri baru belaka dipercaya sebagai kapten regu Indonesia pada kompetisi Piala Sudirman 2025 lalu sukses mempersembahkan medali perunggu.

    Meski telah dilakukan resmi mundur dari Pelatnas, kiprah Jonatan Christie selama menguatkan Indonesia melalui PBSI menyisakan berbagai prestasi membanggakan. Berikut rangkuman momen-momen terbaik Jonatan selama bersatu Pelatnas PBSI:

    1. Medali emas SEA Games 2017

    Jonatan mencuri perhatian umum pasca merebut medali emas tunggal putra SEA Games 2017 dalam Kuala Lumpur, Malaysia.

    Ia mengalahkan delegasi Thailand, Khosit Phetpradab, dengan skor meyakinkan 21-19, 21-10. Kejayaan ini menjadi pijakan awal karier gemilangnya di dalam level senior.

    2. Medali emas Asian Games 2018

    Puncak prestasi Jojo datang pada Asian Games 2018 di area Jakarta-Palembang.

    Tampil pada hadapan rakyat sendiri, ia menaklukkan pemain Taiwan, Chou Tien Chen, melalui pertandingan sengit tiga gim: 21-18, 20-22, serta 21-15. Kejayaan yang dimaksud menjadikannya sebagai simbol kebanggaan tunggal putra Indonesia.

    3. Prestasi di tempat kompetisi Asia

    Di Kejuaraan Asia 2022, Jonatan berhasil meraih medali perak setelahnya dikalahkan pemain Malaya Lee Zii Jia.

    Ia kemudian membalas kegagalan itu dengan meraih medali emas di tempat Kejuaraan Asia 2024 di tempat Ningbo, China, dengan menundukkan pemain tuan rumah Li Shifeng 21-15, 21-16.

    4. Dominasi dalam BWF World Tour

    Jonatan telah lama mengoleksi tujuh gelar kejuaraan juara BWF World Tour, yakni:

    • New Zealand Open 2019 (Super 300)
    • Australian Open 2019 (Super 300)
    • Swiss Open 2022 (Super 300)
    • Indonesia Masters 2023 (Super 500)
    • Hong Kong Open 2023 (Super 500)
    • French Open 2023 (Super 750)
    • All England 2024 (Super 1000)

    Ia juga menjadi finalis di tempat kejuaraan prestisius seperti French Open, Japan Open, juga China Masters.

    5. Andalan pasukan Indonesia dalam turnamen beregu

    Jonatan merupakan bagian dari kelompok Indonesia yang dimaksud sukses merebut Piala Thomas 2020 dalam Aarhus, Denmark. Kejayaan yang dimaksud mengakhiri penantian selama 19 tahun.

    Meski ketika itu Indonesia tak dapat mengibarkan bendera Merah Putih oleh sebab itu sanksi WADA, prestasi itu masih menjadi pencapaian historis bagi bulu tangkis Indonesia.

    6. Kontribusi di tempat turnamen internasional lain

    Jonatan juga mencatat prestasi dalam berbagai pertandingan seperti runner-up Korea Open juga Thailand Open 2017 dan juga juara Indonesia International 2013 lalu Swiss International 2014.

    Kini, Jonatan Christie memasuki fase baru pada karier juga hidup pribadinya. Ia memilih model latihan yang lebih banyak fleksibel di tempat luar Pelatnas untuk menyesuaikan dengan perannya sebagai kepala keluarga juga mencari efisiensi dari sisi waktu juga energi.

    Langkah ini sekaligus menandai sesi baru di dinamika pembinaan bulu tangkis nasional, di tempat mana kolaborasi antara PBSI lalu klub menjadi kunci keberlanjutan prestasi atlet di area level internasional.

  • Ini adalah alasan Jonatan Christie lalu Chico mengundurkan diri dari dari Pelatnas PBSI

    Ini adalah alasan Jonatan Christie lalu Chico mengundurkan diri dari dari Pelatnas PBSI

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Dua pebulutangkis tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie lalu Chico Suasana Dwi Wardoyo, resmi mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di area Cipayung, Jakarta. Keputusan yang disebutkan diberitahukan secara resmi oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) di konferensi pers yang mana dilakukan di tempat Pelatnas PBSI, Kamis (15/5).

    Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, menyatakan bahwa tindakan Jonatan kemudian Chico untuk pergi dari dari pelatnas bukanlah bentuk perpisahan, melainkan langkah kolaboratif pada rangka metamorfosis sistem pembinaan atlet nasional yang tersebut lebih lanjut adaptif kemudian fleksibel.

    "Hari ini, Jonatan lalu Chico menyampaikan niatnya untuk menjalani model latihan berbasis klub di area luar pelatnas. Kami menghargai tindakan yang disebutkan sebagai bagian dari proses profesionalisme atlet," ujar Taufik.

    Menurut Taufik, PBSI tetap saja akan memberikan dukungan juga koordinasi teknis terhadap kedua atlet tersebut, yang tersebut akan terus dipanggil untuk membela regu nasional Indonesia pada ajang-ajang internasional resmi.

    "Ini tidak perpisahan. Hal ini bentuk kolaborasi. Model seperti ini lazim diterapkan di dalam negara-negara besar juga sekarang ini Indonesia juga sedang bergerak menuju sistem pembinaan yang dimaksud lebih besar fleksibel," katanya menambahkan.

    Berikut alasan kedua pebulutangkis yang dimaksud pergi dari dari Pelatnas PBSI

    Alasan Jonatan Christie

    Jonatan Christie mengungkapkan bahwa keputusannya untuk meninggalkan dari pelatnas telah dilakukan melalui proses panjang sejak usai tampil pada Olimpiade Paris 2024. Hasil yang digunakan tiada sesuai harapan membuatnya merenung lalu mempertimbangkan berbagai kemungkinan pada kelanjutan kariernya.

    "Kalau boleh cerita sedikit, sebenarnya awal ini bermula pasca Olimpiade Paris. Kami semua sudah ada komitmen juga berupaya maksimal, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Saya pribadi cukup kecewa," tutur Jonatan.

    Kekecewaan itu sempat menimbulkan Jonatan berpikir untuk mundur total dari dunia bulu tangkis. Namun setelahnya berdiskusi dengan pelatih, keluarga, kemudian orang-orang terdekat, ia memutuskan untuk masih melanjutkan karier sebagai atlet dengan pendekatan berbeda melalui sistem latihan profesional berbasis klub.

    "Dari rumah saya ke Cipayung jaraknya cukup sangat serta membutuhkan penyesuaian. Saya memberanikan diri menyampaikan keinginan untuk menjadi pemain profesional. Di mana pun saya berlatih, saya tetap memperlihatkan menghadirkan nama Indonesia," ujar Jonatan.

    PBSI juga Jonatan kemudian setuju bahwa kejuaraan Piala Sudirman 2025 menjadi kompetisi terakhirnya sebagai bagian dari Pelatnas Cipayung. Dalam event tersebut, Jonatan didapuk menjadi kapten pasukan kemudian berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia.

    Alasan Chico Wardoyo

    ​​​​​​​Sementara itu, Chico Suasana Dwi Wardoyo menegaskan keputusannya meninggalkan dari pelatnas tidak akibat tekanan dari pihak manapun, melainkan murni keinginan pribadi untuk mencari suasana baru di latihan dan juga pengalaman sebagai pemain profesional.

    "Enggak ada tekanan mirip sekali, dari PBSI maupun dari luar. Saya cuma ingin mencoba pengalaman berlatih pada luar lalu menjadi pemain profesional," kata Chico.

    Setelah hampir sembilan tahun bergabung di tempat Pelatnas Cipayung, Chico merasa saatnya mencoba pendekatan baru di pengembangan kariernya. Ia mengaku langkah ini telah terjadi melalui pertimbangan matang, termasuk diskusi dengan pelatih, keluarga, juga klub.

    "Ini tidak kebijakan yang mudah. Tapi saya ingin mencoba pengalaman baru kemudian merasakan suasana latihan berbeda dalam luar pelatnas," ujarnya.

    Performa Chico sepanjang musim 2025 yang mana belum menunjukkan hasil maksimal juga turut mempengaruhi keputusannya untuk mengambil pendekatan berbeda pada latihan.

    PBSI menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggalang atlet-atlet nasional, baik yang menjalani latihan dalam pelatnas maupun di tempat luar. Bagi PBSI, yang digunakan membedakan hanya saja lokasi latihan, namun semangat serta komitmen masih sama: untuk Indonesia.

    "PBSI akan selalu memperkuat atlet-atlet yang digunakan berjuang demi Merah Putih. Yang membedakan cuma lokasi latihan, tapi semangatnya masih satu: untuk Indonesia," kata Taufik.

    Ia menegaskan bahwa PBSI adalah rumah besar yang dimaksud terbuka, juga langkah Jonatan juga Chico diharapkan dapat menjadi inspirasi bahwa profesionalisme atlet bukan ditentukan oleh tempat berlatih, tetapi oleh komitmen juga integritas.

  • Susunan Lengkap Pengurus PP PBSI 2024-2028: Ada Kevin Sanjaya

    Susunan Lengkap Pengurus PP PBSI 2024-2028: Ada Kevin Sanjaya

    Ligapedianews.com – YOGYAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) 2024-2028 resmi dilantik oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman. Kerangka lengkap organisasi PP PBSI pun telah terjadi diketahui.

    Acara pelantikan yang disebutkan diselenggarakan di tempat sebuah hotel yang dimaksud berada di dalam Yogyakarta pada Hari Sabtu (30/11/2024) di malam hari WIB. Acara pelantikan turut dihadiri antara lain oleh Menteri Pemuda dan juga Olahraga Dito Ariotedjo, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum PP PBSI masa bakti 1997-2001 Subagyo HS, sampai Ketua Umum PP PBSI masa bakti 2020-2024 Agung Firman Sampurna.

    PP PBSI dipimpin oleh M. Fadil Imran, didampingi oleh Ricky Soebagdja sebagai Sekretaris Jenderal, juga Tony Wahyudi, Ketua PBSI Jawa Timur, sebagai Bendahara Umum. Ada tiga Wakil Ketua Umum pada kepengurusan ini, yakni Wakil Ketua Umum I yang digunakan dijabat peraih medali emas tunggal putra Olimpiade Athena 2004 yang tersebut saat ini juga menjadi Wakil Menteri Pemuda serta Olahraga Taufik Hidayat, Wakil Ketua Umum II dijabat K.P.H. Yudonegoro yang juga Ketua PBSI DI Yogyakarta, lalu Wakil Ketua Umum III dijabat Armand Darmadji, General Manager Tim Ad Hoc Olimpiade Paris 2024 PBSI.

    Mantan Ketum PBSI 2012-2016 Gita Wirjawan kembali masuk pada jajaran kepengurusan sebagai Dewan Kehormatan bersatu Agung Firman Sampura serta Wiranto yang digunakan sama-sama pernah menjabat Ketua Umum.

    Eng Hian dipercaya menjadi Ketua Sektor Pembinaan Prestasi Pelatnas, berdampingan dengan Mulyo Handoyo sebagai Koordinator Tim Pelatih. Lingkup Pembinaan Prestasi Daerah serta Pengurus Provinsi dipercayakan terhadap Umar Djaidi.

    Di bawah Ketua Umum, Sekjen, lalu para Wakil Ketua Umum ada berbagai bidang dan juga subbidang di dalam di struktur organisasi PP PBSI, antara lain hubungan masyarakat, hubungan luar negeri, perencanaan strategis, turnamen, perwasitan, pengembangan komersial, hingga audit internal kemudian perencanaan pasca-karier atlet. Juga ada regu pendukung pembinaan prestasi yang mana nantinya akan merekrut serta berkolaborasi dengan para profesional kemudian akademisi dari bidang sport medicine, psikologi olahraga, serta sport science. Total ada 60 orang pengurus yang digunakan dilantik.

    Kemudian yang digunakan menariknya, terdapat nama-nama mantan atlet bulu tangkis Tanah Air. Seperti Tontowi Ahmad lalu Liliyana Natsir yang menjadi Duta Juara. Kemudian Kevin Sanjaya Sukamuljo yang dimaksud menjadi anggota Deputi Urusan Strategis.

    “Kita melaksanakan Munas dengan pemahaman dengan bahwa PBSI sedang tidaklah baik-baik saja. Walaupun Indonesia tetaplah salah satu negara elite bulu tangkis dunia, banyak target lalu harapan yang tiada tercapai. Terutama target medali emas di area Olimpiade Paris 2024. Begitu juga dengan beberapa jumlah kesulitan keorganisasian yang mana berdampak pada pencapaian prestasi. Hal ini bukan perlu kita mungkiri, tapi harus kita benahi,” ujar Fadil pada pidato pada waktu pelantikan.

    Adapun kepengurusan ini merupakan hasil Musyawarah Nasional PBSI dalam Surabaya pada 10-12 Agustus 2024. Fadil terpilih secara aklamasi setelahnya memaparkan visinya untuk mewujudkan bulu tangkis sebagai sumber kebanggaan dan juga kegembiraan bangsa. Selain visi tersebut, Fadil juga menghadirkan seluruh insan bulu tangkis Indonesia untuk mewujudkan PBSI persatuan kemudian PBSI gotong royong, untuk mengatasi berbagai hambatan komunikasi kemudian keorganisasian yang dimaksud sempat berdampak pada pencapaian prestasi.

    Daftar Kerangka Organisasi PP PBSI 2024-2028:

    Dewan Pegawas

    -Tirta Juwana Darmadji (Alex Tirta)
    -H.M Ferlie
    -Hasan Basri
    -Safaruddin
    -Edi Sukarno Suyarso
    -Eri Zuhendrizal
    -Markus M.E Olua
    -Alexader Foenay

  • Fadil Imran Segera Bentuk Tim Persiapan Olimpiade Los Angeles 2028 Usai Dilantik Jadi Ketua PBSI

    Fadil Imran Segera Bentuk Tim Persiapan Olimpiade Los Angeles 2028 Usai Dilantik Jadi Ketua PBSI

    Jakarta – Muhammad Fadil Imran akan segera segera membentuk regu khusus untuk persiapan Olimpiade 2028 begitu dilantik sebagai Ketua Umum PP PBSI periode 2024–2029. Ia menyampaikan niatnya yang disebutkan di pertemuan konferensi pers di dalam Pelatnas PBSI Cipayung, DKI Jakarta pada Kamis, 15 Agustus 2024.

    “Dalam penyampaian visi lalu misi saya, kelompok Olimpiade (Los Angeles 2028) itu akan bekerja semenjak saya dilantik. Saya akan dilantik November nanti. Setelah terpilih kemarin di dalam Munas (Musyawarah Nasional) PP PBSI, saya akan efektif bekerja (sebagai ketum) di dalam November 2024,” ujar Fadil.

    Langkah ini diambil Fadil tentu tak terlepas dari hasil buruk yang dimaksud didapatkan kelompok bulu tangkis Indonesia pada Olimpiade 2024 dalam Paris, Prancis. Dalam event tersebut, skuad bulu tangkis Merah Putih hanya saja mampu mendapat satu medali perunggu lewat Gregoria Mariska Tunjung dari nomor tunggal putri.

    Fadil menjabat sebagai Ketua Tim Ad Hoc PBSI yang dimaksud dibentuk untuk mempersiapkan para atlet Merah Putih sekitar enam bulan sebelum Olimpiade 2024. Mantan Kepala Kepolisian DKI DKI Jakarta itu pun mengakui bahwa salah satu faktor yang tersebut menyebabkan regu bulu tangkis Indonesia tampil kurang maksimal pada Paris adalah waktu persiapan yang dimaksud terbilang singkat.

    Fadil pun menyadari bahwa persiapan menuju Olimpiade idealnya memang sebenarnya harus dilaksanakan sejak dini jikalau ingin meraih prestasi terbaik. “Tim ini telah terjadi berproses lalu hasilnya dapat kita saksikan sendiri. Indonesia mendapat medali perunggu tunggal putri melalui Gregoria Mariska Tunjung,” ujar dia.

    “Memang belum mencapai hasil yang dimaksud ideal serta diinginkan tetapi kami mencatat perbaikan proses lalu progres yang dimaksud signifikan yang dimaksud dapat diadopsi oleh kepengurusan PBSI mendatang. Salah satu rekomendasi utama Tim Ad Hoc adalah mempercepat persiapan Olimpiade kemudian mengintegrasikan semua langkah pembinaan prestasi dengan persiapan Olimpiade sebagai panggung supremasi olahraga di area dunia,” ucap Fadil.

    Sementara itu, Tim Ad Hoc PBSI untuk Olimpiade 2024 juga telah resmi dibubarkan bersamaan dengan momen konpers kemarin. Fadil pun mengucapkan terima kasih untuk beberapa pihak dari berbagai kalangan yang tersebut telah terjadi meluangkan waktunya untuk bergabung dengan Tim Ad Hoc PBSI demi Merah Putih.

    “Dengan selesainya tugas pasukan Ad Hoc sampai dengan hari ini, maka dengan ucapan terima kasih juga puji syukur kehadirat Allah SWT, Tim Ad Hoc Olimpiade 2024 dibubarkan,” Fadil menambahkan.

    “Saya sebagai Ketua Tim Ad Hoc mengucapkan terima kasih dan juga memberikan penghormatan setinggi-tingginya terhadap para atlet, pelatih, ofisial yang dimaksud telah dilakukan berjuang pada Olimpiade 2024. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk para legenda, profesional, serta akademisi yang tersebut telah terjadi bergabung pada Tim Ad Hoc ini,” tutur dia.

    Pilihan Editor: Prediksi Ipswich Town vs Liverpool pada Kompetisi Inggris Waktu petang Ini: Jadwal, Kondisi Tim, H2H, Prediksi Formasi