Tag: papua

  • Sosok Zainal Abidin Syah yang digunakan perjuangkan Irian Barat bagian NKRI

    Sosok Zainal Abidin Syah yang digunakan perjuangkan Irian Barat bagian NKRI

    Ibukota Indonesia – Presiden RI Prabowo Subianto baru belaka menganugerahi peringkat Pahlawan Nasional untuk satu puluh tokoh pada peringatan serius Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta, Senin.

    Penganugerahan yang disebutkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Nusantara (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

    Di antara satu puluh nama tersebut, salah satunya ialah almarhum Sultan Zainal Abidin Syah jika Maluku Utara yang tersebut mendapat gelar kejuaraan Pahlawan Nasional pada Sektor Perjuangan Politik kemudian Diplomasi.

    Zainal Abidin Syah mempunyai peran penting pada mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesi Timur, khususnya Papua Barat, agar terus berubah jadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Negara Indonesia (NKRI).

    Ia merupakan Sultan Tidore yang tersebut menjabat pada tahun 1947–1967, dan juga bermetamorfosis menjadi Pemuka Irian Barat (sekarang Papua) pertama yang digunakan menjabat pada tahun 1956–1961.

    Berikut riwayat hidup kemudian jasa-jasa Zainal Abidin Syah terhadap kedaulatan NKRI yang tersebut dapat disimak.

    Zainal Abidin Syah lahir dalam Soa-Sio, Tidore, Maluku Utara, pada 1912. Dalam beberapa catatan sejarah, namanya juga dikenal dengan Sultan Zainal Abidin Alting Syah. Ia pun kemudian dikenal sebagai “Penjaga Timur Indonesia”.

    Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, ia berhasil mengenyam institusi belajar menempuh lembaga pendidikan sekolah dasar Belanda untuk pribumi di dalam Ternate hingga berhasil melanjutkan pendidikannya di dalam sekolah menengah Belanda atau Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Batavia (sekarang Jakarta).

    Tak berhenti sampai pada situ, ia kembali melanjutkan sekolah lebih tinggi di sekolah pegawai negeri untuk rakyat pribumi atau Opleidings Scholenvoor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada tahun 1934.

    Ia pun menjadi ambtenaar (pegawai negeri) dengan menduduki sikap sebagai Bestuur lalu Hulp-Bestuur atau bupati dalam tiga daerah, yaitu Ternate (Maluku Utara), Manokwari, dan juga Sorong (Papua Barat).

    Selama pendudukan Jepang, ia sempat diasingkan selama satu tahun ke Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, hingga Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Ia kemudian dilantik bermetamorfosis menjadi Sultan Tidore pada 1947.

    Setelah dilantik sebagai Sultan Tidore, Zainal Abidin berpidato yang digunakan menegaskan bahwa Irian Barat merupakan bagian Kesultanan Tidore pada 2 Maret 1949.

    Sikap ini kembali ia tunjukkan pada waktu Kongres Meja Bundar (KMB) tahun 1949, pada saat ia berubah jadi satu-satunya dari 51 anggota parlemen yang tersebut menolak mengemukakan Irian Barat untuk Belanda sebab akar sejarahnya bagian dari Kesultanan Tidore.

    Berkat kegigihannya, Presiden Soekarno lantas mengumumkan pembentukan Provinsi Perjuangan Irian Barat dengan Ibukota sementara di Soa-Sio Tidore pada 17 Agustus 1956, yang dimaksud didasari alasan Papua juga pulau-pulau sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore sejak banyak tahun lalu.

    Zainal Abidin kemudian ditetapkan sebagai Kepala daerah Sementara Provinsi Perjuangan Irian Barat pada tanggal 23 September 1956 di Soa-Sio, Tidore melalui SK Presiden RI No. 142 Tahun 1956.

    Pada tahun 1961, Zainal Abidin diangkat sebagai staf dalam Departemen Dalam Negeri melalui SK Presiden No. 220 Tahun 1961 untuk membantu Komando Mandala dalam Makassar pada Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) guna memperjuangkan pembebasan Irian Barat.

    Kemudian 4 Mei 1962, ia ditetapkan sebagai Pengelola Tetap Provinsi Irian Barat melalui SK Presiden RI No. 220 Tahun 1961. Setelah memegang jabatan gubernur Irian Barat sampai tahun 1961, ia kemudian menetap ke Ambon hingga wafat pada tanggal 4 Juli 1967.

    Zainal Abidin dimakamkan dalam Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon. Selanjutnya pada tanggal 11 Maret 1986, pihak keluarga Kesultanan Tidore memindahkan kerangka Sultan Zainal Abidin ke Soa-Sio Tidore dan juga disemayamkan di dalam Sonyine Salaka Kedaton Kie Soa-Sio Kesultanan Tidore.

    Atas perjuangannya tersebut, namanya pun diabadikan sebagai nama salah satu jalan utama di Soa-Sio, yakni Jalan Sultan Zainal Abidin Syah di Kecamatan Tidore Selatan.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

  • Profil Velix Wanggai, Ketua Komite Percepatan Pembangunan Papua

    Profil Velix Wanggai, Ketua Komite Percepatan Pembangunan Papua

    DKI Jakarta – Velix Vernando Wanggai dilantik sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Jakarta, Rabu (8/10).

    Pelantikan itu didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Nusantara (Keppres) Nomor 110/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

    Velix dilantik dengan sembilan anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, yaitu John Wempi Wetipo, Ignatius Yogo Triyono, Paulus Waterpauw, Ribka Haluk, Ali Hamdan Bogra, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Yanni, John Gluba Gebze, serta Juharson Estrella Sihasale.

    Pelantikan ketua dan juga sembilan anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua ini menandai langkah strategis pemerintah di mempercepat penyelenggaraan yang adil, merata, serta berkelanjutan ke Tanah Papua.

    Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua juga akan berperan sebagai jembatan koordinasi antara pemerintah pusat lalu enam provinsi di Tanah Papua, memverifikasi seluruh kegiatan perkembangan berjalan sinergis juga menyebabkan dampak nyata bagi masyarakat Papua.

    Velix memaparkan bahwa lembaganya akan mengawal delapan program besar pada kerangka asta cita kontekstual Papua, yang digunakan meliputi perkembangan politik, ekonomi, infrastruktur, juga pemerintahan.

    Selain itu, Velix menjelaskan bahwa lembaga baru yang digunakan memiliki anggota dengan latar belakang beragam ini juga akan mengurus terkait dengan beragam aspek sosial budaya mulai dari olahraga, kesetaraan gender, hingga perekonomian kreatif untuk perkembangan papua.

    Profil Velix Vernando Wanggai

    Velix Vernando Wanggai merupakan putra wilayah asli Papua. Ia lahir pada Jayapura pada 16 Februari 1972. Sosok Velix Wanggai tak begitu asing bagi rakyat oleh sebab itu ia sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Pengelola Papua Pegunungan sejak November 2023 hingga Maret 2025.

    Velix menempuh lembaga pendidikan sejak kecil hingga besar dalam Papua. Ia menimba ilmu di dalam SD Negeri Inpres Angkasa Jayapura, SMP Negeri 1 Jayapura, hingga SMA Negeri 2 Jayapura Papua.

    Setamat SMA pada 1991, ia pun merantau ke Yogyakarta untuk berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Keilmuan Hubungan Internasional, Fakultas Pengetahuan Sosial serta Keilmuan Politik (Fisipol). Velix pun melanjutkan studi untuk jenjang Magister di Flinders University, Australia.

    Ia diketahui pernah mengambil jenjang Doktor ke The Australian National University (ANU), juga mendapatkan peringkat Doktor bidang Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran pada 2017.

    Selama mengenyam studi, ia pun turut terlibat di beberapa kegiatan organisasi di dalam antaranya Pergerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sewaktu SMA di Jayapura, Ketua Senat Mahasiswa Fisipol UGM hingga terlibat mendeklarasikan pendirian Dewan Mahasiswa UGM. Ia juga terlibat ke berubah-ubah organisasi siswa Islam selama berkuliah dalam Yogyakarta.

    Adapun ketika menempuh studi di Australia, ia dipercaya menjadi Presiden Persatuan Pelajar Tanah Air (PPI) pada Autralia tahun 2004 hingga 2006. Velix diketahui menikah dengan Herwin Meiliantina, orang birokrat pada Kementerian Sekretariat Negara, juga dikaruniai empat warga anak.

    Velix mengantongi rekam jejak panjang di mengurusi kebijakan perkembangan dan juga otonomi daerah. Velix mengawali karirnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dalam Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai Staf Perencana pada Direktorat Kawasan Khusus lalu Daerah Tertinggal.

    Di Bappenas, ia pernah terlibat terlibat pada berubah-ubah kajian pembangunan wilayah terpadu pada Papua, seperti di dalam Sorong, Fakfak, Merauke, Jayapura, dan juga Jayawijaya, termasuk terlibat pada perumusan kebijakan alokasi dana satu persen dari PT Freeport Indonesi untuk masyarakat adat dalam sekitar Timika.

    Ia kemudian ditunjuk berubah menjadi Staf Khusus Presiden Lingkup Pembangunan Daerah serta Otonomi Daerah era Presiden Ke-6 RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2009 hingga 2014.

    Velix diketahui sempat masuk pada Tim Transisi PSSI tahun 2015 bentukan Menteri Pemuda lalu Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kala itu, walau demikian memutuskan mundur. Ia juga pernah mengampu jabatan Kepala Biro Komunikasi Publik ke Kementerian Pekerjaan Umum dan juga Perumahan Rakyat pada 2015-2016.

    Ia pernah pula menjabat sebagai Kepala Pusat Analisis Kebijakan lalu Prestasi (PAKK) Bappenas tahun 2020-2021, juga Staf Ahli Menteri Lingkup Pembangunan Bidang Unggulan dan juga Infrastruktur Bappenas tahun 2021-2022.

    Velix kemudian menjabat sebagai Deputi Lingkup Kebijakan Pemerintahan dan juga Wawasan Kebangsaan (PWK) Sekretariat Wakil Presiden Republik Negara Indonesia era Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 2022.

    Tahun 2023, ia ditunjuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk berubah menjadi Penjabat (Pj) Pemimpin wilayah Papua Pegunungan. Pada akhir 2024, ia berikutnya berubah jadi Direktur Jenderal Pembangunan Perekonomian serta Pemberdayaan Publik Transmigrasi pada Kementerian Transmigrasi.

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di dalam laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

  • Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 732/Banau Tunjukkan Kepedulian Untuk Melaksanakan Pelayanan Kesejahteraan Gratis (Pastoor) di Kampung Jampul

    Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 732/Banau Tunjukkan Kepedulian Untuk Melaksanakan Pelayanan Kesejahteraan Gratis (Pastoor) di Kampung Jampul

    Distrik Beoga, Papua – Personel Pos Jampul Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 732/Banau kembali menunjukkan komitmennya pada memberikan pelayanan terhadap warga perbatasan. Tim media para prajurit Pos Jampul melaksanakan kegiatan pelayanan kesejahteraan gratis (Pastor) untuk warga setempat pada Kampung Jampul, Distrik Beoga, Daerah Puncak (17/10/2025).

    Dalam kegiatan tersebut, pasukan medis dari pos memberikan penanganan medis segera untuk seseorang warga lalu anak kecil yang tersebut sakit demam. Dengan sigap serta penuh kepedulian, para prajurit memberikan perawatan pertama, membersihkan luka, juga memberikan medikasi secara gratis untuk warga tersebut.

    Danpos Jampul, Letda Inf Reynaldo J. Lubis , memberikan tanggapan terkait kegiatan tersebut. “Kami hadir di berada dalam rakyat tiada hanya saja untuk menjalankan tugas pengamanan, tapi juga memberikan pelayanan kemanusiaan. Bidang Kesehatan warga adalah prioritas kami. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menjalin hubungan yang lebih tinggi erat juga saling percaya dengan penduduk Kampung Jampul, ” ujarnya.

    Salah satu warga menyampaikan rasa terima kasih serta apresiasi berhadapan dengan pelayanan yang diberikan oleh Satgas. “Kami sangat bersyukur. saya bukan dapat jalan jauh, tapi tentara yang datang dengan segera ke saya. Hal ini bukti bahwa merek peduli lalu sayang kami di dalam kampung. Tuhan memberkati bapak-bapak tentara, ” ungkapnya

    (PenSatgas Yonif 732/Banau)

  • Pemprov Papua minta ASN  gunakan tas noken setiap Kamis

    Pemprov Papua minta ASN gunakan tas noken setiap Kamis

    Ligapedia.news Jayapura – eksekutif Provinsi Papua memohon seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat mulai menggunakan tas noken juga baju bermotif Papua setiap hari Kamis juga hari terakhir pekan sebagai upaya menonjolkan identitas budaya Bumi Cenderawasih yang harus dilestarikan.

    Kepala Dinas Komunikasi kemudian Informatika Provinsi Papua Jeri Agus Yudianto pada Jayapura, Minggu, mengungkapkan noken telah terjadi ditetapkan sebagai warisan yang telah terdaftar dalam UNESCO oleh sebab itu kelestarian perlu pada jaga.

    "Berdasarkan surat edaran Gubernur Papua nomor :000.8.6.1/0554/SET tentang pemakaian baju batik Papua serta tas noken setiap hari Kamis kemudian hari terakhir pekan telah mulai diterapkan," katanya.

    Menurut Jeri, telah seharusnya ASN di tempat Pemprov Papua mulai memakai baju lalu tas noken apalagi ini juga sebagai salah satu upaya di membantu perekonomian pelaku bidang usaha kerajinan.

    "ASN dalam Pemprov Papua kurang lebih tinggi ada 8.000 juga minimal setiap pegawai memiliki dua baju, dengan itu maka akan ada dampak nilai ekonomi," ujarnya.

    Ia menjelaskan pihaknya juga berharap dengan adanya surat edaran terkait pemanfaatan baju batik kemudian tas noken juga dapat di tempat terapkan pada seluruh kabupaten juga kota hingga di dalam tingkat kelurahan dan juga camat.

    "Dengan surat edaran yang dimaksud juga dapat lebih besar mencintai produk-produk Papua juga membantu melestarikan budaya-budaya Bumi Cenderawasih dengan begitu tidaklah akan luntur kelestarian tas noken kemudian batik," katanya lagi.

    Ia menambahkan apalagi saat ini budaya barat telah lama masuk di area Papua sehingga perlu ada upaya pelestarian dengan begitu ciri khas tetap saja terjaga baik.

    Sementara itu, Mama Anita selaku perajin tas noken di area Daerah Perkotaan Jayapura menyatakan pihaknya sangat memperkuat surat edaran tersebut.

    "Aturan untuk menggunakan tas noken dari pemerintah area akan sangat membantu pemasaran produk-produk kami juga ke depan dapat meningkatkan kualitas juga produktivitas" katanya.

  • Menyukseskan inisiatif MBG melalui penguatan pangan lokal di area Papua

    Menyukseskan inisiatif MBG melalui penguatan pangan lokal di area Papua

    Ligapedia.news Jayapura – Inisiatif Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada saat ini sudah pernah diterapkan dalam berbagai wilayah dalam Indonesia termasuk di area Provinsi Papua.

    Pemerintah wilayah Papua bertekad dapat menyukseskan acara MBG melalui beberapa cara, di area antaranya dengan melakukan uji coba pemberian makanan bergizi gratis dalam beberapa lokasi.

    Untuk mewujudkan kegiatan yang disebutkan Pemprov Papua dengan 9 kabupaten /kota di dalam area ini mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal yang dimaksud bergizi guna lebih tinggi menghemat anggaran.

    Sebab, kabupaten/kota di area Provinsi Papua selama ini masih mendatangkan komoditas pertanian juga beberapa materi pokok lainnya itu dari luar kota maupun luar daerah, sehingga cukup memakan biaya.

    Oleh dikarenakan itu, Pemprov Papua saat ini mengintensifkan penyetoran materi pangan lokal. Cara itu diadakan guna menyiapkan keinginan pangan yang dimaksud relatif terjangkau untuk menggalang acara MBG.

    “Yang menjadi kendala kami pada waktu ini adalah nilai tukar kegiatan MBG bagi anak-anak di dalam Provinsi Papua. Menurut pemerintah kabupaten setempat bukan cukup. Oleh sebab itu, perlu ada pembaharuan serta kerja sebanding tim,” kata Penjabat Gubernur Papua Ramses Limbong.

    Biaya makan bagi anak-anak sekolah di area Papua idealnya berkisar dari Rp25-45 ribu/anak, tergantung tempat masing-masing.

    Untuk menyiasati hal itu, eksekutif sekarang ini berupaya mendirikan koordinasi dengan instansi terkait dan juga mulai melakukan investasi vegetasi lokal berikut pemetaan material makanan apa yang tersebut dapat disubstitusi, namun tak mengempiskan zat gizinya.

    Di Daerah Sarmi, misalnya. Daerah ini terkenal dengan hasil laut, sayuran, umbi-umbian dan juga juga daging. Hasil-hasil inilah yang harus dikelola oleh pemerintah setempat agar menjadi menu yang disukai anak-anak.

    Lalu, di tempat Kota Keerom yang dimaksud sulit hasil ikan maka dapat diganti protein dengan daging atau telur. Begitu juga di dalam kabupaten lainnya yang mana miliki karakter masing-masing.

    “Dengan upaya seperti ini maka kami yakin acara MBG akan berjalan lancar. Oleh sebab itu, seluruh Pemda, TNI-Polri juga instansi terkait lainnya harus terus mengawal supaya jangan sampai gagal. Karena ini penting bagi pemenuhan gizi anak-anak di tempat Papua,” ujar Ramses Limbong.

    Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Papua pada 2020,, luas perkebunan di area Provinsi Papua tercatat sebesar 152.555 hektare. Sagu menjadi tumbuhan perkebunan terluas yakni mencapai 54.657 hektare dengan produksi sebesar 67.913 ton per tahun.

    Selain itu, pada sektor peternakan, populasi unggas di area Provinsi Papua pada 2021 mencapai 7.558.989 ekor, dengan unggas terbanyak adalah ayam pedaging atau atam potong dengan jumlah keseluruhan populasi mencapai 3.282.917 ekor, sedangkan populasi itik sebanyak 192.743 ekor.

    Hasil produksi daging dalam Provinsi Papua pada 2022, dari sapi potong sebanyak 2.616.770,82 kilogram, daging kuda 17.250,00 kilogram, daging unggas yang digunakan didominasi oleh ayam kampung sebanyak 5.045.489,13 kilogram serta daging itik sebanyak 124.065,35 kilogram.

    Sedangkan produksi hasil perikanan tangkap pada 2021 sebanyak 247.238 ton. Produksi hasil perikanan tangkap tertinggi terdapat di dalam Wilayah Merauke sebanyak 44.786 ton. Sementara produksi hasil perikanan budi daya di tempat Provinsi Papua pada 2021 sebanyak 22.144 ton dari hasil pembesaran serta 22.934.000 ekor hasil pembenihan.

    Dari produksi yang disebutkan diharapkan akan bisa jadi menjadi dasar untuk pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah mulai TK hingga SMA atau yang tersebut sederajat pada Papua.

    Pangan lokal bergizi

    Melihat peluang materi pangan lokal yang disebutkan diharapkan akan dapat dihasilkan menu-menu bervariasi dengan isi gizi yang digunakan cukup sehingga dapat menggalang kegiatan MBG.

    Dalam 100 gram sagu kering, terdapat 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, dan juga 1,2 mg zat besi. Kalori yang mana dihasilkan 100 gram sagu adalah sebanyak 355 kalori.

    Kandungan kalori pati sagu setiap 100 gram ternyata tiada kalah dibandingkan dengan zat kalori komponen pangan lainnya.

    Perbandingan zat kalori berbagai sumber pati adalah (dalam 100 g) jagung 361 kalori, beras giling 360 kalori, ubi kayu 195 kalori, ubi jalar 143 kalori kemudian sagu 353 kalori.

    “Maka tinggal bagaimana menerjemahkan 100 gram yang dimaksud ke pada menu makanan anak-anak,” kata Kepala Rencana Studi Sarjana Terapan Gizi kemudian Dietetika Kementerian Bidang Kesehatan (Kemenkes) Politeknik Bidang Kesehatan (Poltekes) Jayapura Maxianus K. Raya.

    Meski begitu, ketika ini ada tantangan oleh sebab itu makanan anak-anak mulai berubah di tempat mana nasi menjadi makanan utama, sehingga menjadi tugas bersatu agar generasi muda dalam Bumi Cenderawasih masih menyukai makanan lokal.

    Penyedia makanan untuk kegiatan MBG diharapkan dapat menyajikan menu-menu lokal dan juga disukai oleh anak-anak. Dengan demikian, inisiatif MBG di tempat sembilan kabupaten/kota di tempat Bumi Cenderawasih dapat berlangsung dengan baik.

    Penyajian makanan harus dikreasikan. Hal ini penting agar anak-anak menyukai makanan lokal untuk acara MBG.

    Keladi misalnya, yang dimaksud biasanya semata-mata direbus, dapat dikreasikan dengan ditumbuk lalu dicetak menggunakan cetakan lucu, disajikan dengan ikan suwir, serta sayur lodeh atau pakis. Atau juga dapat disajikan dengan kacang rebus, biji nangka, juga beberapa makanan lainnya.

    Ada juga sinole atau yang dikenal dadar gulung sagu, dapat disajikan dengan ikan bakar lalu sayur lalapan.

    Sedangkan buah-buahan lokal seperti alpukat, nanas, jeruk, mangga, buah naga, dan juga lainnya yang tersebut mampu didapatkan pada beberapa area di dalam Papua. Buah itu juga mampu menjadi varian untuk inisiatif MBG.

    Begitu banyaknya variasi makanan kemudian buah-buahan diyakini akan disukai anak-anak hingga dewasa.

    “Jadi saya berharap, persyaratan utama pada mewujudkan inisiatif MBG di dalam Tanah Papua adalah penyelenggaraan pangan lokal atau peluang alam tempat setempat,” kata tokoh pemberdayaan warga Papua, Usilina Epa

    Menurut Usilina yang digunakan juga penjaga kuliner Papua itu, dengan hasil pangan lokal yang dimaksud beragam dapat menjadi ide bagi penyedia makanan untuk terus berkreasi. Pangan lokal Papua diolah secara kreatif sehingga dapat lebih lanjut menarik kemudian disukai anak-anak maupun orang dewasa.

    Dia berharap ada kerja identik yang dimaksud baik antara pemerintah pusat, pemerintah tempat lalu instansi terkait, dan juga pelaku usaha kuliner Papua maupun UMKM setempat untuk menyukseskan inisiatif MBG

    Dengan koordinasi yang tersebut intens segenap pihak, maka anak-anak akan mendapatkan makanan sehat, segar lalu bergizi. Kekayaan pangan lokal dalam Tanah Papua diharapkan mampu diolah sebagai sumber gizi berimbang pada menunjang suksesnya pelaksanaan inisiatif MBG.