Tag: Ormas

  • Petugas gabungan amankan empat jukir liar pada Kalideres Jakbar

    Petugas gabungan amankan empat jukir liar pada Kalideres Jakbar

    ligapedianews.com Petugas juga mencopot tiga bendera organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dipasang tiada sesuai ketentuan

    Jakarta – Petugas gabungan kembali mengamankan empat orang juru parkir liar pada banyak titik di tempat Kalideres, DKI Jakarta Barat.

    "Sejumlah lokasi rawan menjadi sasaran operasi ini, di area antaranya parkiran liar di area depan Rumah Sakit Hermina, Perumahan Daan Mogot Baru, lahan kosong di area samping Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, serta area parkir liar dalam depan Pasar Hipli, Semanan," kata Kapolsek Kalideres Kompol Arnold Julius Simanjuntak pada waktu dikonfirmasi pada Jakarta, Kamis.

    Petugas juga mencopot tiga bendera organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mana dipasang bukan sesuai ketentuan.

    "Penurunan atribut ormas diadakan di tempat beberapa titik, termasuk di dalam sekitar lampu lalu lintas Terminal Bus Kalideres dan juga depan jembatan Hipli. Total 23 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, serta Satpol PP dikerahkan pada operasi tersebut," kata Arnold.

    Menurutnya operasi itu merupakan upaya berkelanjutan untuk menjaga ketertiban umum dan juga merespons keluhan masyarakat.

    "Operasi ini adalah aksi lanjut melawan laporan masyarakat. Kami akan terus melakukan penertiban terhadap aktivitas liar maupun simbol-simbol yang tersebut dapat mengganggu ketertiban juga kenyamanan warga," imbuhnya.

  • 56 oknum ormas jadi terdakwa pada Operasi Berantas Jaya 2025

    56 oknum ormas jadi terdakwa pada Operasi Berantas Jaya 2025

    ligapedianews.com DKI Jakarta – Polda Metro Jaya menetapkan 56 oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai terdakwa yang digunakan terjaring pada Operasi Berantas Jaya 2025 pada 9-23 Mei 2025.

    "Dalam operasi ini kita juga menetapkan 56 orang premanisme yang mana berkedok ormas," kata Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika pada waktu konferensi pers pada Jakarta, Senin.

    Wijatmika menjelaskan 56 orang yang dimaksud terdiri dari Ormas PP sebanyak 31 orang, FBR (10) kemudian Trinusa (11). Kemudian BPPKB, GMBI, GRIB, dan juga GIBAS masing-masing satu orang.

    "Kami juga mengamankan beberapa jumlah atribut ormas yang tersebut melanggar aturan ruang masyarakat sebanyak 1.801 dalam bentuk spanduk maupun bendera ormas," katanya.

    Selain itu, Wijatmika juga mengungkapkan terdapat 130 Pos Ormas ilegal sudah dibongkar dikarenakan bukan sesuai aturan hukum.

    Secara keseluruhan, Polda Metro Jaya telah dilakukan menetapkan 348 orang sebagai terperiksa ketika Operasi Berantas Jaya 2025 pada 9-23 Mei 2025.

    "Kita tangkap kurang lebih banyak sebanyak 3.599 orang yang mana terlibat di persoalan hukum premanisme juga dari jumlah keseluruhan itu 348 orang jadi tersangka," katanya.

    Wijatmika juga menyampaikan penyelenggaraan operasi ini ditargetkan beberapa pelaku-pelaku premanisme pada berbagai bentuk.

    "Premanisme yang tersebut dilaksanakan secara perorangan, premanisme yang digunakan berkedok organisasi masyarakat, premanisme berkedok 'debt collector' (penagih utang) lalu geng motor yang mengakibatkan timbulnya tawuran," katanya.

    Kemudian Wijatmika juga menjelaskan dari 3.599 orang yang digunakan ditangkap, terdapat 3.251 orang dilaksanakan pembinaan.

    "Dengan rincian 59 diadakan pembinaan oleh Polda Metro Jaya, sedangkan 3.192 orang diadakan pembinaan oleh Polres," katanya.

  • Polda Metro siap kawal kebijakan pemerintah terkait ormas meresahkan

    Polda Metro siap kawal kebijakan pemerintah terkait ormas meresahkan

    ligapedianews.com Ibukota – Polda Metro Jaya menyatakan siap mengawal kebijakan pemerintah terkait keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang digunakan meresahkan masyarakat.

    Hal yang disebutkan disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Wira Satya Triputra ketika diminta tanggapannya mengenai pembubaran ormas yang digunakan meresahkan masyarakat.

    "Apapun kebijakan dari pemerintah, Polri siap untuk menyokong lalu siap untuk mengawal," katanya.

    Polda Metro Jaya telah dilakukan menetapkan 56 oknum ormas sebagai dituduh yang terjaring pada Operasi Berantas Jaya 2025 pada 9-23 Mei 2025.

    "Dalam operasi ini kita juga menetapkan 56 orang premanisme yang dimaksud berkedok ormas," kata Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika pada waktu konferensi pers di area Jakarta, Senin.

    Secara keseluruhan, Polda Metro Jaya telah lama menetapkan 348 orang sebagai dituduh ketika Operasi Berantas Jaya 2025 pada 9-23 Mei 2025.

    "Kita tangkap kurang tambahan sebanyak 3.599 orang yang dimaksud terlibat di perkara premanisme kemudian dari jumlah agregat itu 348 orang jadi tersangka," katanya.

  • Satpol PP DKI pastikan posko ormas yang digunakan diubah bukan akan berdiri lagi

    Satpol PP DKI pastikan posko ormas yang digunakan diubah bukan akan berdiri lagi

    ligapedianews.com Ibukota Indonesia – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Ibukota menegaskan posko-posko organisasi kemasyarakatan (ormas) yang sudah pernah dialihfungsikan terkait Operasi Berantas Jaya 2025 tidak ada akan berdiri lagi.

    "Untuk melakukan konfirmasi tidak ada berdiri lagi, pengawasannya kita melibatkan jajaran kelurahan, demikian juga RT RW serta TNI Polri," kata Kepala Sektor Penegakan Perda kemudian Perkada Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Rahmat Effendi Lubis pada waktu konferensi pers di area Jakarta, Senin.

    Rahmat juga menjelaskan posko-posko ormas yang disebutkan sudah dialihfungsikan sebagai Pos RW. Ada juga sebagian menjadi pos terpadu masyarakat.

    Kemudian pada waktu dikonfirmasi terkait pembinaan beberapa oknum ormas yang dimaksud diamankan di Operasi Berantas Jaya, Rahmat menyebutkan akan dijalankan pembahasan.

    "Ada rencana kegiatan pada pemda, ada pembinaan ketenagakerjaan, juga akan mengkaji penanganan-pembinaan terhadap anggota-anggota ormas yang selama ini melakukan aktivitas di dalam lapangan," katanya.

    Polda Metro Jaya telah terjadi menetapkan 56 oknum ormas sebagai dituduh yang mana terjaring di Operasi Berantas Jaya 2025 pada 9-23 Mei 2025.

    "Dalam operasi ini kita juga menetapkan 56 orang premanisme yang mana berkedok ormas," kata Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika ketika konferensi pers pada Jakarta, Senin.

    Wijatmika menjelaskan 56 orang yang dimaksud terdiri dari Ormas PP sebanyak 31 orang, FBR (10) dan juga Trinusa (11). Kemudian BPPKB, GMBI, GRIB, kemudian GIBAS masing-masing satu orang.

    "Kami juga mengamankan sebagian atribut ormas yang melanggar aturan ruang rakyat sebanyak 1.801 terdiri dari spanduk maupun bendera ormas," katanya.

    Selain itu, Wijatmika juga menyatakan terdapat 130 Pos Ormas ilegal telah terjadi dibongkar dikarenakan tak sesuai aturan hukum.

  • Sejarah Pemuda Pancasila

    Sejarah Pemuda Pancasila

    Ligapedianews.com DKI Jakarta – Pemuda Pancasila (PP) adalah organisasi paramiliter yang digunakan didirikan pada 28 Oktober 1959 oleh Jenderal Abdul Haris Nasution. Organisasi ini awalnya bernama Pemuda Patriotik serta merupakan sayap pemuda dari Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI).

    IPKI sendiri didirikan oleh tiga perwira tinggi TNI, yaitu A.H. Nasution, Ahmad Yani, kemudian Gatot Soebroto, dengan tujuan menangkal ancaman komunisme yang diwakili oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) juga menegakkan ideologi Pancasila sebagai satu-satunya pedoman bangsa.

    Seiring dengan berkembangnya IPKI, Pemuda Patriotik berganti nama menjadi Pemuda Pancasila. Bersamaan dengan itu, lahir pula beberapa sayap organisasi seperti Buruh Pancasila, Tani Pancasila, dan juga Wanita Pancasila yang mana dibentuk untuk menghadapi kelompok-kelompok yang digunakan berafiliasi dengan PKI, seperti Pemuda Rakyat, Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI), Barisan Tani Indonesia (BTI), kemudian Gerwani.

    Pada awal era Orde Baru, IPKI berprogres menjadi partai urusan politik kemudian turut dan juga pada pemilihan raya 1971. Namun, terjadi perpecahan internal yang menyebabkan IPKI bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), sementara Pemuda Pancasila memilih berafiliasi dengan Golkar yang tersebut pada waktu itu menjadi partai dominan di pemerintahan.

    Pada tahun 1981, terjadi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Pemuda Pancasila di area Cibubur. Dalam konferensi ini, Japto Soerjosoemarno, orang bangsawan Mangkunegaran berdarah Yahudi, terpilih sebagai Ketua Umum Pemuda Pancasila. Sejak pada waktu itu, Japto menjadi sosok yang tersebut identik dengan kepemimpinan ormas ini juga terus mengawasi hingga pada waktu ini.

    Peran Pemuda Pancasila di sejarah Indonesia

    Pemuda Pancasila memainkan peran penting pada berbagai kejadian sejarah Indonesia, khususnya pada 1965 ketika kudeta yang digunakan berujung pada penggulingan pemerintahan Presiden Soekarno.

    Organisasi ini dikaitkan dengan peran sebagai pasukan pendukung militer di pembantaian terhadap merek yang dimaksud dituduh sebagai simpatisan PKI. Dokumenter The Act of Killing (Jagal, 2012) menggambarkan bagaimana kelompok ini berkontribusi pada insiden tersebut.

    Pada era Orde Baru, Pemuda Pancasila dikenal sebagai salah satu organisasi yang mengupayakan kebijakan pemerintahan Presiden Soeharto. Hubungan dekatnya dengan Golkar menghasilkan Pemuda Pancasila mengalami perkembangan pesat dengan jutaan anggota tersebar di tempat seluruh Indonesia. Saat Orde Baru berakhir, Pemuda Pancasila tetap saja bertahan serta beradaptasi dengan dinamika urusan politik yang dimaksud berubah.

    Prestasi serta kegiatan sosial Pemuda Pancasila

    Terlepas dari berbagai kontroversi yang mana melingkupinya, Pemuda Pancasila juga bergerak pada berbagai kegiatan sosial serta miliki beberapa prestasi yang diakui secara nasional. Beberapa pada antaranya adalah:

    1. Pemecahan rekor MURI

    Pada 30 Oktober 2019, Pemuda Pancasila menerima penghargaan dari Museum Rekor Planet Indonesia (MURI) melawan kategori Ikrar Sumpah Pemuda oleh anggota ormas terbanyak lalu Ikrar Anti Narkoba oleh anggota ormas terbanyak.

    2. Pengenalan sajadah anti COVID-19

    Pada masa pandemi COVID-19, Pemuda Pancasila menginisiasi pembuatan sajadah anti-COVID-19 yang mudah dibersihkan. Inisiatif ini mendapatkan dukungan dari Ketua DPR RI Puan Maharani lalu diserahkan untuk Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, dalam Masjid Istiqlal.

    3. Bantuan untuk korban erupsi Gunung Semeru

    ​​​​​​​Pada 5 Desember 2021, anggota Pemuda Pancasila dari Lumajang terjun segera ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan terhadap korban erupsi Gunung Semeru. Aksi ini menunjukkan perhatian sosial organisasi dalam berada dalam bencana.

    Sebagai salah satu organisasi yang mana telah terjadi lama berdiri di dalam Indonesia, Pemuda Pancasila miliki sejarah yang panjang dan juga kompleks. Perannya di kejadian urusan politik Indonesia, teristimewa di tempat era Orde Baru, dan juga berbagai aksi sosial yang tersebut merekan lakukan, menjadikannya sebagai organisasi dengan pengaruh yang digunakan luas.

    Namun, dalam sisi lain, Pemuda Pancasila juga kerap dikaitkan dengan kontroversi, mulai dari bentrokan dengan ormas lain, demonstrasi yang mana berujung ricuh, hingga persoalan hukum penganiayaan. Memiliki jumlah agregat anggota yang dimaksud mencapai jutaan, organisasi ini masih menjadi salah satu elemen penting di dinamika sosial juga kebijakan pemerintah Indonesia, demikian diambil dari berbagai sumber.

  • Ormas Inisiatif Rakyat Jadikan Anies Panutan, Bakal Jadi Parpol?

    Ormas Inisiatif Rakyat Jadikan Anies Panutan, Bakal Jadi Parpol?

    Ligapedianews.com JAKARTA – Ormas Aksi Rakyat resmi dideklarasikan pada hadapan Capres 2024 Anies Baswedan . Apakah ormas ini akan berubah menjadi partai kebijakan pemerintah (parpol)?

    “Belum (kepikiran jadi partai politik), kita baru menjadi organisasi kemasyarakatan, kita fokus mendirikan organisasi warga ini,” ujar Ketua Umum Inisiatif Rakyat Sahrin Hamid seusai pemberitahuan juga pengukuhan pengurus Inisiatif Rakyat di dalam DKI Jakarta Inisiatif, Cilandak, Pasar Minggu, DKI Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025).

    Menurut Sahrin yang digunakan juga Juru Bicara Anies Baswedan, pihaknya masih fokus perkumpulan berbadan hukum. “Kita masih konsolidasi Inisiatif Rakyat sebagai organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.

    Sahrin menjelaskan sikap Anies yang tersebut tidak ada masuk pada struktur DPP Inisiatif Rakyat. Menurutnya, sosok Anies sebagai tokoh panutan juga inspirasi yang tak terpisahkan dengan semangat perubahan.

    “Pak Anies adalah tokoh panutan, tokoh inspirasi, lalu kita tahu semangat inovasi ada di dalam Pak Anies. Inisiatif Rakyat adalah pergerakan perubahan, sehingga harus ada Pak Anies bagian yang digunakan tidak ada terpisahkan dari Pergerakan Rakyat dan juga semangatnya,” ucapnya.

    Lebih lanjut, Sahrin membeberkan alasan tagline Aksi Rakyat ‘Indonesia Menyala’. Menurutnya, hal ini agar identik seperti pada Jakarta. “Kalau DKI Jakarta sudah ada menyala, Indonesia harus menyala juga,” tegas mantan anggota DPR RI tersebut.

    Sementara, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa ide pembentukan organisasi ini telah dilakukan tercetus sejak satu setengah tahun yang mana lalu tepatnya sebelum Pilpres 2024. Ia berharap dengan terbentuknya Pergerakan Rakyat ini menjadi awalan yang dimaksud baik.

    “Saya apresiasi sekali, kenapa? Karena dulu Inisiatif Rakyat ini meningkat dengan semangat untuk menyebabkan Indonesia lebih lanjut adil, Indonesia tambahan sejahtera, lebih lanjut setara kesempatan. Itu adalah perjuangan gagasan yang tadi disebut oleh Bung Sahrin,” ujarnya.

  • Tak Masuk Rangkaian Pengurus Ormas Pergerakan Rakyat, Anies Jadi Tokoh Inspirasi Semangat Perubahan

    Tak Masuk Rangkaian Pengurus Ormas Pergerakan Rakyat, Anies Jadi Tokoh Inspirasi Semangat Perubahan

    Ligapedianews.com JAKARTA – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Aksi Rakyat sudah pernah resmi dideklarasikan dalam Cilandak, Pasar Minggu, DKI Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025). Anies Baswedan tidaklah masuk pada struktur DPP ormas yang dimaksud diketuai Sahrin Hamid tersebut.

    Menanggapi hal itu, Sahrin menyatakan bahwa sosok Anies merupakan tokoh inspirasi dengan semangat perubahan. “Pak Anies adalah tokoh panutan, tokoh inspirasi juga kita tahu bahwa semangat inovasi simbolnya adalah Pak Anies. Pergerakan rakyat adalah pergerakan perjuangan, pergerakan perubahan, sehingga tentunya relevansinya harus ada Pak Anies dalam situ menjadi bagian dari yang tersebut tidak ada terpisahkan dengan pergerakan rakyat lalu semangatnya,” kata Sahrin usai acara deklarasi.

    Ia menekankan pada waktu ini masih fokus konsolidasi menjadi ormas, sehingga belum terpikirkan untuk menjadi partai urusan politik (parpol) pada waktu dekat. “Belum (kepikiran jadi Partai Politik), kita baru menjadi organisasi kemasyarakatan, kita fokus merancang organisasi publik ini,” ujarnya.

    “Kita masih fokus perkumpulan berbadan hukum. (Arah menjadi Parpol) Kita masih konsolidasi Pergerakan Rakyat sebagai organisasi kemasyarakatan,” tambahnya.

    Sementara itu, Anies Baswedan mengungkap kata-kata masalah langkah Ormas Aksi Rakyat menjadi partai urusan politik sekaligus kendaraan menuju Pilpres 2029. Menurutnya, hal itu terlalu sangat jauh untuk dibahas, tapi dirinya menyambut baik pemberitahuan tersebut.

    “Kejauhan (Ormas Pergerakan Rakyat jadi kendaraan kebijakan pemerintah Pilpres 2029),” ucap Anies.

  • 3 Fakta Inisiatif Rakyat, Ormas yang digunakan Jadikan Anies Baswedan Simbol serta Tokoh Panutan

    3 Fakta Inisiatif Rakyat, Ormas yang digunakan Jadikan Anies Baswedan Simbol serta Tokoh Panutan

    Ligapedianews.com JAKARTA – Ormas Inisiatif Rakyat yang mana dibidani para pendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024, resmi dideklarasikan. Ormas ini menjadikan Anies sebagai simbol kemudian juga tokoh panutan.

    Deklarasi Ormas Pergerakan Rakyat dilakukan di tempat kawasan Cilandak, Pasar Minggu, Ibukota Indonesia Selatan, Kamis (27/2/2025). Anies Baswedan hadir di acara tersebut.

    Selain deklarasi, diadakan pula pengukuhan DPP Pergerakan Rakyat. Sahrin Hamid, Juru Bicara Anies Baswedan, didaulat menjadi Ketua Umum Pergerakan Rakyat.

    3 Fakta Ormas Aksi Rakyat

    Berikut ini SindoNews tampilkan 3 fakta seputar ormas Pergerakan Rakyat.

    1. Dipimpin Sahrin Hamid, Juru Bicara Anies Baswedan

    Ormas Aksi Rakyat dipimpin dengan segera oleh Sahrin Hamid, yang dikenal sebagai Juru Bicara Anies Baswedan. Sahrin tidak tokoh baru pada dunia politik.

    Sejumlah jabatan pernah diembannya, antara lain Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) serta anggota DPR RI dari Fraksi PAN.

    Pada Pilpres 2024, Sahrin juga terlibat terlibat pada pemenangan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Dia pun didaulat sebagai Juru Bicara Anies.

    2. Jadikan Anies Tokoh Panutan

    Anies Baswedan bukan masuk pada struktur DPP Pergerakan Rakyat. Namun, Anies masih menjadi tokoh penting bagi ormas yang mana seragamnya berwarna oranye ini.

    “Pak Anies adalah tokoh panutan, tokoh inspirasi, juga kita tahu semangat pembaharuan ada di tempat Pak Anies. Aksi Rakyat adalah pergerakan perubahan, sehingga harus ada Pak Anies, bagian yang dimaksud tak terpisahkan dari Pergerakan Rakyat dan juga semangatnya,” ucap Sahrin.

    Anies menyampaikan apresiasi berhadapan dengan berdirinya ormas ini. “Saya diundang untuk bersama-sama hadir pada hari ini terlibat menyaksikan, oleh sebab itu sudah ada satu setengah tahun perjalanan dilewati selama ini, dan juga sekarang berkumpul kembali dan juga sekarang mengorganisasikan diri. Insyaallah menjadi awalan yang dimaksud baik untuk semuanya,” ujar Anies.

    3. Fokus Konsolidasi, Belum Terpikir Jadi Parpol

    Saat ini, pengurus DPP Aksi Rakyat masih fokus konsolidasi. Ormas ini belum akan dijadikan partai urusan politik (parpol).

    “Belum (kepikiran jadi partai politik), kita baru menjadi organisasi kemasyarakatan. Kita fokus memulai pembangunan organisasi publik ini,” ujar Sahrin.

    Anies Baswedan juga bicara tentang kemungkinan ormas ini menjadi partai kebijakan pemerintah sekaligus kendaraannya menuju Pilpres 2029. “Kejauhan,” ucap Anies.

    Anies mengatakan akan terus melakukan kegiatan sosial kemudian sekolah setelahnya gagal menang di area Pilpres 2024. “Saya sendiri terus akan melakukan kegiatan sosial, kegiatan pendidikan,” ujar mantan Gubernur DKI Ibukota Indonesia itu.