Tag: Olimpiade Paris 2024

  • Terima Bonus Olimpiade Simbol Rupiah 1,65 Miliar dari Presiden Jokowi, Apa Kata Gregoria Mariska Tunjung?

    Terima Bonus Olimpiade Simbol Rupiah 1,65 Miliar dari Presiden Jokowi, Apa Kata Gregoria Mariska Tunjung?

    Jakarta – Pemain bulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mensyukuri bonus yang dimaksud diberikan oleh Presiden Joko Widodo sebesar Rupiah 1,65 miliar melawan prestasinya meraih medali perunggu di dalam Olimpiade Paris 2024.

    Usai menerima bonus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersatu dengan atlet Indonesia yang tersebut berjuang di dalam Olimpiade lainnya di area Halaman Istana Merdeka Jakarta, Kamis, Gregoria atau akrab disapa Jorji mengaku akan menggunakan bonus yang disebutkan dengan baik.

    “Bonus ini pastinya sangat saya syukuri serta saya berterima kasih berbagai ke Pak Jokowi juga seluruh jajarannya dikarenakan sudah ada memberikan bonus untuk kami lalu semoga bonus ini bisa saja saya gunakan dengan baik,” kata Jorji ketika ditemui di dalam Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

    Jorji mengaku sangat bangga bisa saja hadir di dalam Istana Kepresidenan Ibukota pasca diarak dari Gedung Kementerian Pemuda kemudian Olahraga, Jakarta, pada Kamis pagi sama-sama dua peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, yakni Veddriq Leonardo dari panjat tebing nomor speed serta Rizki Juniansyah dari angkat besi kelas 73 kg.

    Setelah sampai dalam Indonesia, Jorji menceritakan bahwa beliau akan menghabiskan waktu bersatu dengan keluarga oleh sebab itu telah lama berada selama satu bulan pada Paris untuk mengikuti Olimpiade.

    Jorji yang tersebut baru hanya merayakan ulang tahunnya pada 11 Agustus lalu juga akan merayakan kembali ulang tahunnya dengan keluarga.

    Gadis berusia 25 tahun jika Wonogiri itu juga menceritakan pengalamannya yang mana paling berkesan ketika berada di area kampung atlet (Olympic Village) dalam Paris.

    “Pengalaman yang tersebut luar biasa, bisa saja kenal, ada di satu lingkungan dengan atlet hebat, termasuk juga dari atlet Indonesia berbagai sekali. Kemarin sempat ketemu beberapa idola yang mana biasa nonton di area TV, tapi lantaran tinggal di dalam ‘village’ bersama-sama jadi ketemu juga,” katanya.

    Ia juga sempat berfoto dengan idolanya, yakni petenis jika Spanyol, Rafael Nadal. “Pemain tenis, Nadal. Foto bareng,” katanya ketika ditanya perihal atlet yang diidolakannya.

  • 3 Hal Tentang Veddriq Leonardo pasca Terima Bonus Emas Olimpiade Paris 2024 dari Jokowi

    3 Hal Tentang Veddriq Leonardo pasca Terima Bonus Emas Olimpiade Paris 2024 dari Jokowi

    Jakarta – Atlet panjat tebing peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 Veddriq Leonardo telah dilakukan menerima bonus Rupiah 6 miliar dari pemerintah. Penyerahan bonus dijalankan oleh Presiden Joko Widodo di area dalam Halaman Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 15 Agustus.

    Simak banyak fakta mengenai Veddriq Leonardo setelahnya penerimaan bonus itu:

    Ingin Berangkatkan Orang Tua Naik Haji

    Veddriq Leonardo mengungkapkan dirinya akan menggunakan bonus yang diterimanya untuk memberangkatkan orang tuanya pergi menunaikan ibadah haji.

    “Ya niat yang pasti yang mana utama nih buat orangtua dulu, orang tua juga pasti pengen ibadah haji gitu kan,” kata Veddriq ketika hendak mengikuti arak-arakan pawai juara dari Kantor Kemenpora, Kamis.

    Atlet panjat tebing Veddriq Leonardo berpose dengan bendera merah putih pada waktu berselebrasi pasca berhasil meraih medali emas usai final Le Bourget Sport Climbing Venue, Le Bourget, 8 Agustus 2024. REUTERS/Benoit Tessier

    Prioritas kedua untuk pemanfaatan bonusnya, kata Veddri diperuntukkan untuk permintaan keluarganya serta terakhir untuk membantu memajukan olahraga panjat tebing pada Indonesia.

    “Kemudian buat keluarga kemudian juga buat panjat tebing sendiri gitu minimal punya partisipasi lah dari apresiasi yang digunakan sudah diberikan. Itu buat kemajuan olahraga panjat tebing juga,” kata dia.

    Veddriq juga akan menginvestasikan bonus itu lalu memberikan untuk keluarganya. “Invetasinya yang dimaksud simple-simple aja seperti tanah, mungkin, emas, atau saham, reksadana,” katanya.

    Jadi Motivasi untuk Olimpiade Berikutnya

    Veddriq Leonardo ketika ini berusia 27 tahun. Ia masih sangat berpeluang untuk mengulang prestasinya di tempat Olimpiade berikutnya, di dalam Los Angeles, Amerika Serikat, pada 2028.

    Veddriq menyatakan prestasinya di dalam Olimpiade Paris 2024 menjadi motivasi tambahan baginya untuk berlaga pada Olimpiade mendatang. Ia merasa optimistis menghadapi persaingan level duania.

    “Kita unggul dari negara unggulan seperti Amerika (Serikatt) juga Cina, itu memberikan motivasi tambahan bagi saya untuk Olimpiade dalam LA 2028 nanti,” kata Veddriq pada Istana Kepresidenan Jakarta.

    Veddrig mengapresiasi dukungan dari penonton Indonesia ketika atlet panjat tebing nomor speed putra itu meraih medali emas. Ia juga menceritakan kesannya ketika tiba di tempat kampung atlet juga bergabung dengan atlet-atlet unggulan lainnya.

    Suasana di dalam kampung atlet Paris, kata Veddriq, semakin menambah motivasinya untuk berlaga di tempat kompetisi olahraga sedunia tersebut. “Suasananya sangat luar biasa, kita bisa saja bergabung dengan atlet-atlet elite, yang digunakan memang sebenarnya prestasinya luar biasa. Sangat menginspirasi lalu di area situ memberikan motivasi tambahan buat saya, yang digunakan akan berjuang dalam Olimpiade,” kata Veddriq.

    Minta Prabowo Perhatikan Panjat Tebing

    Veddriq Leonardo berharap Presiden Joko Widodo kemudian Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih 2024-2029 untuk terus memperhatikan olahraga panjat tebing agar terus berprestasi ke depannya.

    Atlet panjat tebing nomor speed putra itu mengungkapkan hal ini ketika ia berada di dalam Kantor Kemenpora, Kamis, pada waktu hendak memenuhi undangan Presiden Joko Widodo di area Istana Negara pada hari yang dimaksud sama.

    Perhatian Presiden, kata Veddriq, diharapkan setidaknya mampu mempertahankan emas yang dimaksud diraihnya pada Olimpiade Los Angeles 2028 atau empat tahun mendatang.

    “Pertama kalau ketemu Presiden Jokowi yang digunakan pasti mau ucapin terima kasih menghadapi semua apresiasi kemudian juga semua agar supportnya,” kata dia.

    “Kemudian ingin minta panjat tebing masih didukung gitu lah, di-support agar prestasinya juga mampu makin meningkat agar minimal bisa jadi mempertahankan prestasi.” 

    Langkah Veddriq mendapatkan medali emas di dalam Site d’escalade du Bourget, Paris, pekan lalu terbilang mulus lantaran sejak elimination seeding sampai final, atlet dengan syarat Pontianak, Kalimantan Barat itu belum pernah kalah.

    Ia mengawali langkahnya dengan mengalahkan perwakilan tuan rumah Bassa Mawem pada sesi penyisihan. Ia lalu mengalahkan rekan senegaranya, Rahmad Adi Mulyono, pada putaran eleminasi.

    Di perempat final, ia kembali mengalahkan Mawem. Atlet Iran Rezza Ali Pour ia kalahkan dalam semifinal. Sedangkan di tempat final ia mengalahkan atlet Cina Wu Peng.
     Emas Veddriq Leonardo menjadi salah satu dari dua yang mana diraih Indonesia pada Olimpiade Paris 2024. Dua emas itu dilengkapi sekeping perunggi.

  • Disentil Rizki Juniansyah, Begini Kata Penjabat Gubernur Banten Soal Hambatan Pemda untuk Beri Bonus bagi Peraih Emas Olimpiade

    Disentil Rizki Juniansyah, Begini Kata Penjabat Gubernur Banten Soal Hambatan Pemda untuk Beri Bonus bagi Peraih Emas Olimpiade

    Jakarta – Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mengumumkan adanya keterbatasan ruang pemerintah tempat pada pemberian apresiasi bagi atlet angkat besi peraih emas Olimpiade 2024 Rizki Juniansyah.

    “Jadi ruang bagi pemerintah area memang benar pada rangka itu terbatas,” ujar Al Muktabar.

    Sehingga menurut dia, pawai arak-arakan dari mulai menjemput di tempat Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga keliling kota, menjadi salah satu bentuk penghargaan yang mana diberikan.

    “Saya pikir kita berpikir positif, hanya lantaran kita memuliakan. Jadi kita arak-arakan lalu itu juga bagian dari komunikasi kita terhadap manajemennya, mudah-mudahan namanya memuliakan,” kata dia.

    Al Muktabar mengakui adanya keterbatasan pemerintah wilayah untuk melepas Rizki ke Olimpiade secara formal. Dikarenakan, proses pemberangkatan para atlet dilaksanakan secara nasional.

    “Jadi tolong juga beri ruang sudut pandang oleh penduduk secara sisi positifnya gitu, dikarenakan tadi ada manajemen kan, waktu pulang kan ke tempat itu jadi kita menghormati beliau,” ujar Al Muktabar.

    Sebelumnya, usai pawai arak-arakan pada Rabu, 14 Agustus, Rizki Juniansyah menyentil tingkah laku pejabat pemerintah tempat yang tersebut dikatakannya ingin mencari muka dengan prestasinya.

    Rizki mengaku pada waktu berangkat bertanding, bukan ada perhatian juga dukungan baik materi maupun moral dari pemerintah daerah. Ia berharap ke depan akan ada perhatian dan juga apresiasi pemerintah area terhadap atlet yang digunakan berlaga dalam tingkat nasional maupun internasional.

  • Alasan IOC Tunjuk  Los Angeles Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2028

    Alasan IOC Tunjuk Los Angeles Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2028

    Jakarta – Olimpiade Paris 2024 telah dilakukan usai. Pergelaran pesta olahraga terbesar di area dunia itu akan kembali pada 4 tahun ke depan. Perkotaan Los Angeles terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 2028.

    Meski penyelenggaraannya masih beberapa tahun lagi, namun sebenarnya penetapan Los Angeles, Amerika Serikat sebagai tuan rumah telah dilaksanakan sejak 2017, berbarengan dengan penunjukan Pusat Kota Paris sebagai tuan rumah Olimpiade 2024. Lalu bagiamana Los Angeles sanggup ditetapkan jadi tuan rumah olimpiade?

    Melansir dari laman olimpics.com, Komite Olimpiade Internasional  (IOC) melakukan sidang 11 Juli 2017. Dalam sidang yang disebutkan kontestan menyeujui bahwa Paris kemudian Los Angles berturut-turut menjadi tuan rumah Olimpiade 2024 dan juga 2028.

    “Ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat pada dimensi ini sebelumnya, juga akan mengarah pada pengurangan biaya yang mana signifikan pada penyelenggaraan Olimpiade serta akan menghasilkan Olimpiade lebih banyak berkelanjutan juga lebih tinggi layak,” kata Presiden Bach pada konferensi pers pada 9 Juni 2017, pasca Dewan Eksekutif IOC mengajukan usulan untuk menyelenggarakan kedua Olimpiade dalam waktu yang mana sama.

    Dalam pengambilan putusan yang dimaksud diadakan dengan pemungutan ucapan di sidang di tempat ibukota Peru, Rabu. Namn, pada pemungutan pendapat yang dimaksud sebenarnya tidaklah ada kandidat lain yang dimaksud mencalonkan diri untuk menjadi tyuan rumah olimpiade 2028. Maka secara sah Presiden IOC Thomas Bach menyatakan suara-suara untuk kedua kota itu (Paris dan juga Los Angles) untuk jadi tuan rumah Olimpiade “sudah bulat.”

    Kesempatan menjamu para atlet dunia pada event Olimpiade tidak baru pertama kali akan dirasakan Los Angles. Sebelumnya Los Angles sudah ada dua kali menyelenggarakan pesta olahraga akbar ini yakni pada 1932 serta 1984. Olimpiade Los Angeles 2028, ditaksir akan menelan anggaran sekitar US$ 5,3 miliar, akan secara esensial mengikuti rencana yang tersebut merekan miliki untuk 2024, termasuk perkampungan atlet di tempat kampus UCLA.

    IOC pada Juli memutuskan untuk menunjuk tuan rumah kedua edisi Olimpiade itu di dalam ketika yang digunakan sama. Hl itu diadakan menyusul pengunduran diri empat dari enam kota yang mana mengajukan penawaran untuk Olimpiade 2024, di area berada dalam kecemasan perihal ukuran, biaya, juga kompleksitas mengorganisir turnamen olahraga multi cabang terbesar di tempat dunia ini.

    Los Angeles kemudian menarik tawarannya untuk Olimpiade 2024, yang dimaksud telah dilakukan menjalani proses kampanye selama lebih besar dari dua tahun, untuk kembali menjadi tuan rumah Olimpiade 2028. Ini adalah merupakan pertama kalinya IOC menunjuk tuan rumah Olimpiade untuk jangka waktu 11 tahun ke depan.

    Langkah itu dijalankan badan Olimpiade ini untuk mengamankan masa depan barang utama merekan ini, pasca Boston, Budapest, Roma, juga Hamburg menarik diri, lantaran kecemasan terkait biaya tinggi dan juga penentangan pada kancah lokal.

    Pembahasan mengenai penyelenggaran Olimpiade Los Angles 2028 mendatang telah membicarakan mengenai penambahan cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan. IOC menyepakati tambahan lima cabang olahraga agar dipertandingkan di kompetisi Olimpiade Los Angles, 2028 mendatang. Kelima cabang olahraga tambahan yang tersebut dimaksud adalah bisbol-sofbol, kriket, lacrosse, flag football, dan juga squash (tenis dinding).

    Thomas juga menjelaskan alasan memilih lima olahraga baru yang disebutkan dikarenakan menyesuaikan dengan kultur olahraga yang digunakan ada dalam Amerika Serikat serta sebagai event pemasaran terhadap olahraga yang dimaksud untuk negara-negara lain.

    “Pemilihan lima cabang olahraga baru yang dimaksud sejalan dengan kultur olahraga Amerika Serikat. Kami akan menunjukkan olahraga ikonik Amerika Serikat terhadap dunia sekaligus mengakibatkan olahraga internasional ke Amerika Serikat,”  kata Thomas Bach pada Sesi IOC ke-141 yang mana dilakukan di area India pada Senin, 16 Oktober 2023.

    “Kelima cabor ini akan menjadikan Olimpiade Los Angeles 2028 unik. Hal ini juga memungkinkan Olimpiade untuk terlibat dengan atlet baru kemudian komunitas penggemar di tempat Amerika Serikat lalu global,” kata Bach.

    Dalam kesempatan tersebut, IOC juga memutuskan untuk tak menerima pengajuan cabang olahraga break dance, karate, kickboxing, lalu motorsport pada Olimpiade 2028 yang digunakan akan diselenggarakan di dalam Daerah Perkotaan Los Angles, Amerika Serikat.

  • Gagal di tempat Olimpiade Paris 2024, Fajar / Rian Ingin Bangkit dan juga Berusaha Lagi di dalam Japan Open 2024

    Gagal di tempat Olimpiade Paris 2024, Fajar / Rian Ingin Bangkit dan juga Berusaha Lagi di dalam Japan Open 2024

    Jakarta – Setelah hasil yang digunakan kurang memuaskan dalam Olimpiade Paris 2024, ganda putra Indonesia Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto (Fajar / Rian) akan berupaya bangkit tambahan kuat pada kejuaraan terdekat yang dimaksud akan merekan ikuti, yaitu Japan Open 2024, pekan depan.

    “Pasti ada rasa kecewa (karena tidaklah maksimal) dalam Olimpiade. Ada rasa kepercayaan diri yang turun, ada rasa menyesal, tapi untuk sekarang kita coba melupakan akibat masih ada kesempatan juga harapan baru. Saya lakukan apa yang tersebut saya sanggup agar bangkit kembali, selama itu positif, bisa saja buat saya bangkit lagi,” kata Fajar, dalam Pelatnas PP PBSI Cipayung, Kamis.

    “Tidak mudah bangkit dari kegagalan, tapi kami akan coba nikmati prosesnya. Hidup harus terus berjalan lalu tak kemungkinan besar (kami) harus stop di tempat di lokasi ini saja, dan juga kami akan mencoba lagi,” ujar Rian menambahkan.

    Mengenai persiapan mendekati Japan Open nanti, ganda putra peringkat enam dunia itu sudah ada berlatih tak lama sejak mereka itu tiba di area Indonesia dari rangkaian pertandingan Olimpiade Paris 2024. Di Paris keduanya tersingkir di area sesi perempat final.

    Baik Fajar maupun Rian menyatakan ingin melakukan yang terbaik di tempat lapangan agar terus kompetitif juga mencapai hasil maksimal.

    “Kami ingin mendapatkan hasil terbaik di area semua pertandingan. Pastinya bukan mudah, tapi target Olimpiade telah lewat, jadi ke depannya kami memiliki target untuk melakukan yang tersebut terbaik serta terus berusaha,” kata Rian.

    Saat disinggung apakah merek masih mempunyai ambisi untuk mengikuti Olimpiade Los Angeles 2028, juara bertahan All England Open itu mengungkapkan bahwa “tidak ada yang dimaksud bukan mungkin”.

    Meski demikian, Fajar/Rian berharap persiapan menjauhi Olimpiade bagi para atlet sanggup dimatangkan terpencil sebelum pesta olahraga yang disebutkan digelar.

    “Ke depannya regu ad hoc mampu disiapkan lebih lanjut lama lagi biar atlet terbiasa, dikarenakan banyak hal baru yang mana dijalani dengan lebih lanjut detail untuk merancang mental di area lapangan,” kata Fajar.

    “Saya berharap di dalam kepengurusan baru ini bisa saja ada persiapan untuk Olimpiade mendatang, sudah ada ada gambaran, harus dipersiapkan dari sekarang, khususnya harus fokus pas Race to Olympics,” kata beliau menambahkan.

  • Atlet Indonesia Veddriq Leonardo Ketagihan Pecahkan Rekor pada Olimpiade Paris 2024

    Atlet Indonesia Veddriq Leonardo Ketagihan Pecahkan Rekor pada Olimpiade Paris 2024

    Veddriq Leonardo menciptakan catatan bersejarah pada waktu meyakinkan lolos ke perempat final nomor speed putra cabang olahraga (cabor) panjat tebing Olimpiade Paris 2024 . Veddriq lolos ke perempat final usai menaklukkan Rahmad Adi Mulyono di tempat putaran kualifikasi elimination heats.

    Veddriq lebih lanjut cepat dari Rahmad dengan catatan waktu 4,98 detik. Sedangkan Rahmad kalah dengan raihan waktu 5,13 detik.

    Hasil ini memang sebenarnya sangat disayangkan akibat Indonesia gagal meloloskan dua perwakilan ke perempatfinal. Namun, duel lebih lanjut cepat delegasi Indonesia ini juga tidaklah lepas dari kesalahan Rahmad yang mana sempat fall start dalam sesi kualifikasi seeding heats.

    Meski begitu, Veddriq tetap memperlihatkan senang dengan performanya. Bahkan dalam putaran kualifikasi seeding heats, ia sempat memecahkan rekor dunia dengan kecepatan 4,79 detik.

    Akan tetapi, tak lama berselang rekor yang dimaksud segera dipecahkan atlet jika Amerika Serikat, Sam Watson. Ia berhasil memecahkan rekor yang disebutkan di dalam kualifikasi elimination heats dengan raihan waktu 4,75 detik.

    “Saling pecah rekor itu memang benar terjadi di tempat nomor speed biar menarik. Saya sangat senang oleh sebab itu ini jadi pengalaman baru lalu akan menjadi sesuatu yang bersejarah buat saya,” ucap Veddriq pada keterangan pers NOC Indonesia, disitir Rabu, (7/8/2024).

    Pada sesi perempat final, Veddriq akan bertemu perwakilan tuan rumah Bassa Mawem. Atlet selama Pontianak ini mengatakan akan lebih lanjut fokus di mempersiapkan strategi meraih kemenangan ketimbang pecah rekor.

    “Keinginan pecah rekor lagi ada, tapi saya coba jaga fokus bagaimana strategi menangnya nanti,” imbuhnya.

    Laga perempat final speed putra sendiri akan berlangsung pada Kamis 7 Agustus 2024. Kompetisi akan dimulai pukul 17.35 Waktu Indonesia Barat juga berkelanjutan hingga perebutan medali emas.

  • Profil Eko Yuli Irawan, sang Penggembala Kambing yang dimaksud Mendunia

    Profil Eko Yuli Irawan, sang Penggembala Kambing yang dimaksud Mendunia

    Eko Yuli Irawan Tak lama lagi akan datang menjadi pembicaraan hangat di dalam Tanah Air pada waktu ia bersiap tampil dalam Olimpiade Paris 2024 , Rabu (7/8/2024) waktu malam WIB. Tapi sebelum rakyat di tempat Tanah Air dibuat senam jantung, tak ada salahnya untuk mengawasi profil singkat dari lifter andalan Indonesia ini.

    Eko Yuli merupakan salah satu atlet langganan Indonesia penyumbang medali di dalam Olimpiade. Total, telah empat kepingan medali berhasil dikalungkannya.

    Keempat kepingan medali itu didapat pada waktu tampil di area Olimpiade Beijing 2008 (perunggu), Olimpiade London 2012 (perunggu), Olimpiade Rio de Janeiro 2016 (perak) juga Olimpiade Tokyo 2020 (perak). Melihat sederet prestasi membanggakan itu tak aneh apabila penduduk pada Tanah Air menaruh harapan besar di dalam pundak lifter selama Lampung yang disebutkan ketika tampil di tempat Olimpiade Paris 2024.

    Publik di area Tanah Air tentu berharap tradisi medali Eko Yuli Irawan berlanjut di dalam Olimpiade 2024. Siapa tahu, pesta olahraga bergengsi di tempat Paris tahun ini sanggup mengakhiri rasa penasarannya merebut medali emas.

    Akankah Eko Yuli Irawan mampu mengakhiri rasa penasarannya mengakibatkan pulang medali emas Olimpiade ke Tanah Air? Sebelum terlalu sangat jauh mengeksplorasi perjuangan lifter andalan Indonesia yang digunakan satu ini tak ada salahnya untuk mengintip profil singkat tentang atlet angkat besi ini.

    Profil Eko Yuli Irawan

    Eko Yuli Irawan lahir pada 24 Juli 1989 di dalam Lampung. Dia terlahir tidak dari keluarga yang dimaksud serba kecukupan. Ayahnya (Saman) berprofesi sebagai tukang becak, sedangkan ibunya (Watsiah) merupakan tukang jualan sayur keliling di dalam kampung halamannya.

    Saat masih remaja, Eko harus bekerja keras untuk mendapatkan uang. Dia bekerja sebagai penggembala kambing. Tapi jalan hidupnya secara tiba-tiba berubah ketika mengenal olahraga angkat besi.

    Pekerjaannya sebagai penggembala kambing inilah yang digunakan mengantarkannya mengenal angkat besi. Saat itu ia meninjau beberapa jumlah orang sedang berlatih angkat besi di dalam kampung halamannya.

    Eko kemudian menjajal olahraga tersebut. Tak lama kemudian ia merasa nyaman juga menekuninya secara penting hingga pada waktu ini. Meskipun sempat mendapat penolakan dari kedua orangtuannya, namun beliau berhasil meyakinkannya dengan menjadi atlet angkat besi profesional.

    Namanya mulai dikenal ketika ia dilirik pencari bakat angkat besi hingga akhirnya ditunjuk sebagai atlet angkat besi nasional. Dari sinilah prestasi membanggakan diukir hingga Eko akhirnya dikenal di dalam dunia lantaran berhasil merebut sebagian gelar kejuaraan dalam event internasional.

    Kisah hidup Eko Yuli Irawan dapat dijadikan sebagai inspirasi bahwa untuk meraih mimpi dibutuhkan kerja keras.

  • Atlet Panjat Tebing Putri Gagal Sumbang Medali di dalam Olimpiade Paris 2024

    Atlet Panjat Tebing Putri Gagal Sumbang Medali di dalam Olimpiade Paris 2024

    Kontingen Indonesia masih belum mampu menambah perbendaharaan medali di area Olimpiade Paris 2024 . Dua atlet panjat tebing, yakni Rajiah Sallsabillah lalu Desak Made Rita Kusuma Dewi, gagal menyumbang kepingan medali.

    Perjalanan Rajiah Sallsabillah di area Olimpiade Paris 2024 sebenarnya terbilang mulus pada waktu tampil pada laga perempat final. Bertanding di dalam Le Bourget Sport Climbing Venue in Le Bourget, Rabu (7/8/2024), atlet panjat tebing Indonesia ini berhasil mengalahkan Emma Hunt ketika tampil pada nomor speed putri.

    Rajiah mencatatkan Waktu 6.54 detik. Dia tambahan cepat dari atlet panjat tebing Amerika Serikat yang membukukan 7,98 detik.

    Sementara Desak Made Rita Kusuma Dewi tersisih di dalam perempat final dengan terpaut 0,006 detik dari Lijuan Deng. Rajiah lolos ke semifinal dengan menantang Lijuan Deng.

    Namun pada perebutan tiket final, Rajiah kalah 0,003 detik dari atlet panjat tebing China yang disebutkan setelahnya membukukan 06,38 detik. Pada laga perebutan medali perunggu, Rajiah kalah dari atlet Polandia Kalucka.

  • Kekecewaan Rajiah Sallsabillah Gagal Sumbang Medali di area Olimpiade Paris 2024

    Kekecewaan Rajiah Sallsabillah Gagal Sumbang Medali di area Olimpiade Paris 2024

    Kesedihan menyelimuti regu panjat tebing putri di dalam Olimpiade Paris 2024 . Hal ini disebabkan lantaran Rajiah Sallsabillah serta Desak Made Rita Kusuma Dewi, gagal menyumbang medali.

    Rajiah sebenarnya memulai laga perempat final dengan hasil yang digunakan memuaskan. Tampilan dalam Le Bourget Sport Climbing Venue in Le Bourget, Rabu (7/8/2024), ia berhasil mengalahkan Emma Hunt dari Amerika Serikat dengan mencatatkan waktu 6,54 detik.

    Sementara Desak Made Rita Kusuma Dewi tersisih di area perempat final dengan terpaut 0,006 detik dari Lijuan Deng. “Saya enggak tahu mau ngomong apa lagi. Saya tadi sudah ada cepat, tapi lawan saya akui lebih tinggi cepat. Saya akan berjuang lagi dalam Los Angeles 2028,” ujar Desak pada keterangan pers NOC Indonesia.

    Atlet China ini benar-benar mengubur mimpi medali atlet Indonesia di area Olimpiade Paris 2024. Betapa tidak, Lijuan Deng lagi-lagi menghasilkan delegasi Indonesia gagal melaju ke final.

    Ini disebabkan setelahnya Rajiah Sallsabillah hanya sekali mampu menghimpun waktu 6,41 detik. Sedangkan Deng tampil cepat di dalam nomor speed putri dengan 6,38 detik.

    Dalam perebutan medali perunggu, Rajiah Sallsabillah juga dipaksa untuk mengakui keunggulan Natalia Kalucka yang mana meraih 6,53 detik, sedangkan ia 8,24 detik. Kegagalan ini terjadi lantaran atlet panjat tebing Indonesia sempat terpeleset ketika beradu cepat dengan duta Polandia.

    “Sedih sebenernya tapi dikarenakan saya sendiri masih ada sesi selanjutnya jadi nahan untuk tetap memperlihatkan fokus. Tapi saya berterima kasih serupa diri sendiri sudah ada bisa saja ada di area titik ini. Kalau kecewa ya kecewa oleh sebab itu tadi ada kesempatan, tapi Allah belum kasih. Kalau ada kesempatan masih mau berjuang lagi di dalam Los Angeles 2028,” kata Sallsabillah.

    Di sisi lain, Desak Made Rita Kusuma Dewi memohonkan publik Indonesia masih memberikan dukungan untuk atlet panjat tebing Indonesia yang digunakan masih berjuang di area Olimpiade Paris 2024. Pasalnya, masih ada Veddriq Leonardo, yang digunakan dijadwalkan bertanding, Kamis (8/8/2024) pukul 17.39 WIB.