Tag: nvidia

  • NVIDIA GeForce RTX5090 lalu 5080 tingkatkan visual gaming lewat DLSS 4

    NVIDIA GeForce RTX5090 lalu 5080 tingkatkan visual gaming lewat DLSS 4

    Ligapedia.news DKI Jakarta – Perusahaan teknologi dengan syarat AS, NVIDIA, secara resmi sudah merilis dua kartu grafis yaitu GeForce RTX 5090 dan juga 5080 yang mana merupakan kartu grafis papan berhadapan dengan yang digunakan dimiliki NVIDIA hingga ketika ini.

    Salah satu hal yang tersebut diunggulkan dari dua kartu grafis ini ialah peningkatan visual gaming berkat peluncuran DLSS 4 sebuah perubahan Teknologi AI yang digunakan dikembangkan NVIDIA untuk meningkatkan kualitas visual pada layar hingga mengakselerasi performa.

    Dalam blog resmi NVIDIA dikutip, Jumat, agar dapat menikmati DLSS 4 maka pengguna kedua kartu grafis yang dimaksud harus mengunduh juga memasang driver atau perangkat lunak terbaru bernama GeForce Game Ready Driver secara mandiri sehingga fitur-fitur unggulan yang disebutkan dapat dirasakan.

    Dua kartu grafis yang digunakan masuk di seri GeForce RTX 50 itu disebut NVIDIA mampu meningkatkan dua kali lipat frame rates yang ditampilkan di area gawai, lalu mempercepat alur kerja untuk kegiatan produktivitas, meningkatkan performa Kecerdasan Buatan dua kali lipat, lalu di mengekspor video kartu grafis ini dapat mempercepat prosesnya 60 persen tambahan cepat dari generasi sebelumnya.

    Membahas DLSS dari NVIDIA, perusahaan menghadirkan ini sebagai rangkaian teknologi neural rendering yang tersebut didukung oleh GeForce RTX Tensor Cores yang dimaksud meningkatkan frame rate sekaligus menghadirkan gambar tajam juga berkualitas tinggi yang menyaingi rendering resolusi asli.

    DLSS 4 yang digunakan dikenalkan kali ini merupakan peningkatan terbesar yang dibawa oleh NVIDIA setelahnya lima tahun lalu merilis model Kecerdasan Buatan DLSS 2.0.

    Menariknya DLSS 4 turut dilengkapi Multi Frame Generation atau kemampuan memunculkan hingga tiga frame tambahan per frame yang mana di-render secara tradisional, bekerja serupa dengan rangkaian lengkap teknologi DLSS untuk melipatgandakan frame rate hingga delapan kali lipat dibandingkan dengan performa generasi sebelumnya.

    Peningkatan kinerja yang tersebut sangat besar ini membuka permainan 4K 240 FPS menjadi lebih banyak optimal khususnya pada kartu grafis GeForce RTX 5090.

    DLSS 4 Multi Frame Generation kini tersedia kemudian sanggup digunakan untuk gim-gim seperti Alan Wake 2, Cyberpunk 2077, juga Hogwarts Legacy melalui pembaruan gim asli. Dan dapat ditambahkan ke gim dan juga aplikasi mobile lain melalui program NVIDIA.

    Driver GeForce Game Ready dari NVIDIA bisa saja didapatkan dari perangkat lunak atau melalui situs web GeForce.com.

  • Dikuasai Nvidia, Arm Akhirnya Ikut Hadirkan Prosesor

    Dikuasai Nvidia, Arm Akhirnya Ikut Hadirkan Prosesor

    Ligapedianews – JAKARTA – Arm Holdings meluncurkan prosesor pertama, langkah ini menandai pembaharuan besar di strategi Arm segera bersaing dengan Ampere dan juga Nvidia.


    Menurut Financial Times, prosesor buatan Arm ini akan dirancang sebagai solusi umum untuk pusat data. Prosesor ini akan dibangun di tempat menghadapi dasar yang tersebut memungkinkan beberapa kustomisasi untuk pengguna akhir, seperti Meta.

    Meskipun spesifikasi prosesor ini belum diungkapkan, kita dapat berasumsi bahwa Arm akan menggunakan arsitektur terbaru dari Neoverse V3 yang mana berfokus pada kinerja tinggi atau Neoverse N3 yang mana lebih banyak hemat energi, keduanya berdasarkan mikroarsitektur Armv9.2.

    Prosesor ini kemungkinan akan menggunakan sistem sub-komputasi Neoverse CSS (Compute Sub-System) untuk prosesor data center, yang dimaksud memungkinkan pengembangan prosesor dengan hingga 64 inti V3 per die, sementara Neoverse N3 memungkinkan pengembangan prosesor dengan hingga 8 inti N3 per die.

    Meskipun demikian, konfigurasi inti akhir dari prosesor Arm masih menjadi misteri dikarenakan dapat menggunakan beberapa chiplet di satu prosesor.

    Dengan rencana Arm untuk meluncurkan prosesor karyanya sendiri, persaingan dalam sektor data center dipastikan semakin ketat.

    Namun, meskipun persaingan ini mungkin saja mengguncang perusahaan seperti Ampere atau Huawei, dampaknya mungkin saja tidaklah terlalu besar.

    Sebagian besar pelanggan Arm pada sektor data center menggunakan prosesor kustom merekan belaka di tempat pusat data merek sendiri (seperti AWS, Google, lalu Microsoft) atau untuk sistem lalu beban kerja spesifik (seperti Nvidia).

    Langkah besar Arm ini jelas menandakan adanya inovasi signifikan di biosfer teknologi pusat data, di area mana perusahaan-perusahaan seperti Meta, Amazon, kemudian Microsoft sekarang dihadapkan pada pilihan baru di mengembangkan infrastruktur komputasi mereka.

  • NVIDIA Berencana Hadirkan Robot Kecerdasan Buatan Jetson Thor

    NVIDIA Berencana Hadirkan Robot Kecerdasan Buatan Jetson Thor

    Ligapedianews.com MIAMI – NVIDIA diperkirakan akan memperkenalkan penawaran komputer kompak khusus untuk pengembangan robot, yang disebut Jetson Thor pada 2025.

    NVIDIA pada waktu ini terkenal menawarkan chip yang tersebut mendominasi pengembangan beberapa model kecerdasan buatan dalam pasar.

    Langkah ini diharapkan dapat memudahkan pengembang dan juga perusahaan di pengembangan robotnya masing-masing.

    NVIDIA dapat menjadi penyedia kecerdasan buatan kemudian robotika terkemuka, sehingga menegaskan kelangsungan hidup perusahaan dalam berada dalam meningkatnya persaingan chip AI.

    Tak semata-mata itu, mulai tahun 2025, NVIDIA juga berupaya lebih tinggi fokus di tempat kancah robotika.

    Pada paruh pertama tahun 2025, NVIDIA diperkirakan akan memperkenalkan penawaran komputer kompak khusus untuk pengembangan robot, yang digunakan disebut Jetson Thor.

    Dengan penggunaannya diharapkan dapat memudahkan pengembang juga berbagai perusahaan pada pengembangan robotnya masing-masing.

    Dengan langkah ini, NVIDIA dipandang berpotensi menjadi penyedia solusi utama untuk pengembangan kecerdasan buatan dan juga robotika di tempat masa depan.

    Menurut Financial Times, langkah ini juga dipandang untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan NVIDIA itu sendiri, dikarenakan banyak perusahaan pengembang model kecerdasan buatan mulai menghadirkan chip buatannya untuk melatih modelnya masing-masing.

  • Microsoft, Google, kemudian Meta Dilaporkan Menunda Pembelian Chip Nvidia GB200

    Microsoft, Google, kemudian Meta Dilaporkan Menunda Pembelian Chip Nvidia GB200

    Ligapedianews.com MENLO PARK – Tahun lalu chip kecerdasan buatan Nvidia GB200 Grace Blackwell Superchip dipasarkan sebagai chip pelatihan kecerdasan buatan (AI) terkuat di dalam pasaran.

    Chip kecerdasan buatan Nvidia GB200 Grace Blackwell Superchip dipasarkan sebagai chip pelatihan Teknologi AI terkuat pada pasaran, menggabungkan dua GPU Nvidia B200 dengan satu CPU Nvidia Grace untuk melatih model dengan 1 triliun parameter.

    Microsoft, Google, Meta, kemudian Amazon menangguhkan pembelian GB200 dikarenakan kesulitan pemanasan lalu bug pada konektivitas chip, meskipun Nvidia mengungkapkan kesulitan ini telah dilakukan teratasi.

    Nvidia menerima pesanan untuk GB200 senilai USD10 miliar pasca chip yang disebutkan diluncurkan, tetapi laporan yang disebutkan muncul pada hari yang tersebut identik ketika Negeri Paman Sam mengumumkan pembatasan pelanggan chip Kecerdasan Buatan berdaya tinggi untuk sekutu yang mana tidak sekutu dekat seperti Tanah Melayu serta Singapura.

    Alat ini menggabungkan dua GPU Nvidia B200 dengan satu CPU Nvidia Grace yang memungkinkannya melatih model dengan 1 triliun parameter.

    Hari ini, The Information melaporkan bahwa Microsoft, Google, Meta juga Amazon termasuk di dalam antara pelanggan yang dimaksud telah lama menunda pembelian GB200 sebab kesulitan pemanasan juga bug pada sambungan chip di area rak server yang tersebut merekan gunakan.

    Masalah ini telah terdengar sejak Agustus lalu serta Nvidia mengungkapkan hambatan ini telah terjadi teratasi.
    Namun penundaan yang digunakan terjadi ketika permasalahan diselesaikan menyebabkan pelanggan menunda pembelian mereka sejak awal.

    OpenAI, misalnya, memilih untuk membeli chip H100 yang lebih banyak lama daripada terus menunggu.
    Nvidia dilaporkan menerima pesanan GB200 senilai USD10 miliar dari pelanggan pasca chip yang disebutkan dirilis pada Maret tahun lalu.

    Laporan itu muncul pada hari yang tersebut serupa ketika Amerika Serikat mengumumkan pembatasan perdagangan chip Teknologi AI berdaya tinggi ke negara-negara yang digunakan tidak sekutu dekat seperti Tanah Melayu serta Singapura.